Selasa, 25 September 2012

Dewata Pawamana Soma penjelasan etika 2

Dewata Pawamana Soma

Yang jahat harus disingkirkan.

Pratyustaduam raksah pratyusta aratayo nistaptaduam rakso nistapta aratayah; Anisito’si sapatna ksidwajinam twa wajedhayayai sammarjmi; Prastyustastaduam raksah pratyusta aratayo nistaptaduam rakso nistapta aratayah; Anisita’si sapatna ksidwa jinim twa wajedhyayai sammarjmi.

Yang jahat harus disingkirkan, musuh kebenaran harus dihukum, mereka yang patut dibelenggu harus disisihkan dan yang mereka yang menentang pengetahuan harus menderita sedih. Oleh pembasmi musuh, engkau tidak. Mereka yang tidak mentolerir kebaikan orang lain harus dihukum, dan salahkan secara terbuka. Mereka yang menyebabkan rugi pada orang lain harus dihina. Saya memerintah pasukan pada waktunya menjadi kuat untuk melemahkan lawan dan melakukan perang.

Mengenal Tuhan Melalui penglihatan Spiritual

Adityai rasnasi wisnorwesposyurje twa’dabdhena twa caksusawapasyami; Agnerjihwai suhurdeebhyo dhamne me bhawa yajuse yajuse.

O Tuhan, Engkau adalah penta cairan manis ditanah. Engkau adalah maha ada, meresapi semuanya, laksana nyala api, Engkau tidak termusnahkan. Engkau patut dipuja oleh para Resi disemua tempat, jalan untuknya, melalui penguncaran weda mantra. Semoga kami mengenal Engkau melalui penglihatan spiritual yang damai, untuk kemajuan kami.

Mensucikan Hati dan Jiwa

Sawistustwa prasawa utpunamyacchidrena pawitrena suryasya rasmibhih; sawiturwahprasawa utpunamyacchidrena pawitrena suryasya rasmibhih; Tejo’si sukramasyamrtamasi dhama namasipriyam dewanamanadhr stam dewayajamasi.

Saya sucikan yadnya, yang menyucikan semua obyek dengan baik dengan yang tidak mengalir, sinar sucinya matahari. Didunia ini, yang dicipta oleh Tuhan Yang Agung, saya sucikan hati-hati dan jiwa-jiwa manusia dengan pengetahuan suci dan yang bercahaya. O Tuhan, Engkau adalah sumber segala cahya, suci, Pemberi kebahagiaan orang yang bebas, tumpuan akhir bagi alam semesta, layak untuk dipuja oleh para pelajar, dicintai oleh yang jujur, penganut yang tidak mengenal takut, Tak terkalahkan dan dipuja oleh para Resi.

Membersihkan Air Sumur dalam Weda.

Krsno’syakharestho’gnyetwa justam proksami barhirasi wedirsi barbhise twa justam prosami srugbhyastwa justam proksami.

O Yadnya, walaupun engkau dilakukan disumur yang digali, engkau dimurnikan oleh api dan diserap oleh udara. Demi Untuk Hawan,2 saya mensucikan persembahan yang dapat diterima oleh ghee. Engkau adalah altar, demi untuk membawa persembahan tinggi keangkasa; sya membangun engkau dan mensucikan dengan ghee. Sebagaimana air diangkasa menambah kesucian semua benda materiil, demikian juga saya bersihkan persembahan itu dengan hati-hati untuk diletakkan disendok api.

Yadnya sejak jaman dulu menurut Weda.

Samidasi suryastwa purastat patu kasyascida bhisastyai; Sawiturbahu stha urnammra dasamtwa strnamiswasatham dewebhya a twa wasaso rudra adityah sadantu.

O Yadnya, Engkau adalah indah laksana musim. Sang surya melindungimu sejak jaman dahulu, pembuka segala bunda. Engkau dipancarkan melalui kekuatan dan potensi yang surya. Ibarat seperti wasu, Rudra dan Aditya yang memajukan yadnya, pemberi kebahagiaan, melengkapi ruang, demikian juga saya untuk memperoleh sifat utama, melakukan yadnya itu.

Semoga saya tidak pernah Melanggar-Nya

Askannamadya dewebya ajyamduam sambh bhhriyasamangghrana wisno ma twawaktramisam wasumatimagne techayamupasthesam wisno sthanamasita indro wiryamakrnodurhwara asthat.

Semoga. Dengan ini, hari ini saya memperoleh kemudahan mendapatkannya melalui yadnya mentega dan benda-benda lain yang memberi kebahagiaan. O Tuhan, semoga saya tidak pernah akan melanggarnya (yadnya). O Tuhan, semoga saya mendapatkan perlindungan dari Mu, banyak kekayaan dalam gudang. Api ini adalah tempat yadnya. Melalui (yadnya) matahari dan udara memperoleh kekuatan/tenaga. Yadnya ini berada di angkasa dan diapi.

Jagalah kami dengan Sinar Pengetahuan Sipitual.

Agne werhotram werdutyamawatantwam dyawaprthiwi awa twam dyawaprthiwi swiatakrddehebya indra ajyena hawisa bhutswaha sam jyotisa jyotih.

O Tuhan, lindungi matahari dan bumi yang melindungi yadnya. Ibarat api yang memerlukan yadnya dan bertindak sebagai utusan, memberi perlidungan kepada matahari dan bumi, demikian lindungilah kami, O Tuhan, pembuat perbuatan-perbuatan mulia bagi yang akhli. Laksana seperti matahari menggabungkan sinar dengan sinar melalui persembahan diletakkan di dalam api, melindungi surga dan bumi, demikian pula O Tuhan, jagalah kami dengan sinar penerangan ilmu pengetahuan spiritual. Inilah demikian ditetapkan dalam Weda.3

Negara yang sejahtera, karena memanfaatkan Bumi dengan Baik.

Mayidamidra indriyam dadhatwasman rayo maghawanah sacatam; Asmakaduam santwasisah satya nah santwasisa upahuta prthiwi matopa mam prthiwi mata hwayatamagniragnidhratswaha.

Semoga Tuhan memberi kami kekuatan spiritual. Semoga kami memperoleh harta penuh dengan bermacam-macam jenis yang cemerlang dan kekuasaan dunia. Semoga keinginan kami terpenuhi, semoga mereka memperoleh pahala, manusia-manusia memakai bumi ini dan pengetahuan (dengan nama kebebasan itu tercapai) untuk kebahagiaan negara. Semoga bumi dan pengetahuan ini menasehati saya. Semoga Tuhan, sebagai pelindung kami yang terakhir dan tetirah memberi perintah kepada saya. Ini adalah demikian dinyatakan didalam Weda.

Susunan Pencernaan (Analisa) Ilmu

Upahuto dyauspitopa mam dyauspita hwayatamagnir agnidhratswaha; Dewasya twa sawituh prasawe ‘swinorbahubhyam pusno hastabhyam; Pratigrhnamyanestwasyena prasnami.

Saya telah berdoa kepada Yang Maha Cemerlang, Tuhan, penyangga semua, semoga Tuhan, Bapa menerima saya. Susunan pencernaan ilmu kami mencerna melalui getah perut makanan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, saya mengambil itu melalui waktu penyerapan dan pemahaman, dengan menarik dan mengeluarkan nafas; dan kekuatan pensucian dan penyerapan udara yang bergerak melalui tubuh, menanak makanan saya melalui nyala api, saya memakannya dengan mulut.

Sebelum beryadnya, manusia lebih dulu dilindungi oleh Tuhan.

Etam te dewa sawitaryajnam prahurbrhaspataye bramane; Tena yajnanawa tena yajna patim tena mamawa.

O tuhan, Pencipta alam semesta, Weda dan orang terpelajar menyatakan sebelum yadnya untuk brhaspati dan brahma. Melalui Maha Yajna itu melindungi yadnya saya, melindungi yang melakukan yadnya, Engkau melindungi saya.

Aktif dalam Pengetahuan adalah Yadnya.

Mano jutirjusatamajyassya brhaspatir yajnamimam tanotwar ristam yajnaduam saminam dadhatu. Wiswe deasa iha madayantamo (3) mpratistha.

Semoga pikiran aktif saya mengirim pahala yadnya-yadnya itu. Semoga Tuhan mengembang luaskan dan memelihara penuntun pengetahuan yang tidak dapat ditinggalkan ini merupakan seperti yadnya. Semoga semua orang terpelajar didunia ini bersenang. Semoga Om bersemayam di hati kami.

Semoga kami melenyapkan dosa-dosa Musuh (api dan Bulan)

Anisoma yorujjitimanujjesam wajasya ma prasamwena prohami; agnisomau tamapanudatam yo’mandwesti yam ca wayam dwismo wajasyainam prasawenapohami; Indragnyyorrujjitimanujjesam wajasya ma prasawena prohami; Indragni tamapanudatam yo’samadresti yam ca wayam dwismo wajasyam prasawenapohami.

Semoga saya memperoleh kemenangan seperti kemenangan Api dan Bulan. Semoga kami melenyap cepat dengan materi perang. Semoga api dan bulan mengusir mereka yang membenci kami, mengusir orang yang kami uji. Semoga kami melenyapkan dosa-dosa musuh dengan perang seperti itu, kepandaian meliter dan peralatan. Semoga saya mencapai kemenangan seperti menangnya Udara dan Petir. Semoga saya memperoleh kebahagiaan melalui dorongan pengetahuan, dipergunakan untuk memperoleh keunggulan. Semoga Udara dan Petir dipergunakan dengan tepat, mengusir jauh orang yang membenci kami, mengusir, orang yang tidak kami sukai, saya sucikan orang-orang yang bodoh dengan sinar pengetahuan.

Mengucapkan mantra gayatri tiap Hari, menurut Weda.

Wasubhyastawa rudrebhyastawa, ’ditye bhyastawa samja natham dyawaprthiwi mitra waruna twawrstyawatam; Wyantu wayoktaduam rahina marutam prsatirgaccha wasa prsnirbhutwa diwam gaccha tato no wrsti nawaha; caksupa agne’si caksurme pahi.

Kami menyelenggarakan yadnya untuk Wasu, Rudra, dan Aditya. Cahaya matahari dan bumi membawa engkau (yadnya) kepada sinar. Prana dan Udana, melindungi bersarang mereka demikian pula hendaknya kami setiap hari beryadnya mengucapkan mantra Gayatri Yadnya yang diinginkan (Ahuti) mencapai angkasa, datang bersenyawa dengan udara dan sinar matahari. Dari itu membawa hujan turun ke bumi yang mengisi sungai batang tumbuh-tumbuhan dan bunga-bungaan. O Api, engkau melindungi mata dari kegelapan, semoga engkau melindungi mata jasmani dan rokhani.

Mencapai kebesaran melalui Tulisan

Yam paridhim paryadhatta agne dewa panibhirguhya manah; Tam ta etamanu josam bharamyesa nettwada pacetayata agneh priyam patho’pitam

Oh Tuhan Yang Maha Ada, dipuji melalui pujian orang terpelajar, Engkau mencapai kebesaranmu melalui tulisan penuh pujian-pujian yang indah itu. Saya mengenal kebesaran Engkau itu dalam hati saya. Semoga saya tidak pernah membantahMu. Semoga makanan yang menyegarkan saya telah peroleh didalam ciptaanmu.

Biarlah kami tinggal di rumah yang Menyenangkan.

Agne’dabhayo’sitamapahi ma didyoh pahi prasityai pahi duristyai pahi duradmanya awisam nah pituh krnu susada yonau swaha wadagnaye samwesapataye swaha saraswatyai yasobhaginyai swaha.

O yang Abadi, Tuhan Yang Maha Ada, melindungi kami dari kesaktian yang amat sangat, melindungi kami dari ikatan dosa dan kebodohan, melindungi saya dari sahabat orang-orang yang berpikiran jahat, melindungi kami dari makanan-makanan yang melalui kesehatan. Jadilah Engkau, makan kami yang bebas dari racun. Biarlah kami tinggal dirumah yang menyenangkan, berdoa kepada engkau dan melakukan keperluan-keperluan mulai. Inilah doa kami kepada Tuhan atau alam semesta, semoga kami memperoleh pengetahuan suci melalui Wedda, pemberi kejayaan dan kesejahteraan.

Engkau ajarkan (Weda) kepada rakyat.

Wedo’si yena twam dewa weda dewebhyo wedo’ bhawastena mahyam wedo bhuyah; dewa gatuwido gatum witta gatumita; Manasaspata imam dewa yajna duam swaha wate dhah.

O tuhan, Engkau mengetahui ciptaan yang berjiwa dan tidak berjiwa. Engkau mengetahui segala-galanya di alam semesta. Sebagaimana Engkau mengajar pengetahuan yang terpelajar, demikain juga Engkau menjelaskan pengetahuan kepada saya. Engkau ajarkan pada rakyat, mereka yang tahu bagaimana menyanyi memuji Tuhan, mengetahui Weda yang memberi petun juk jalan yang benar, harus menguasai pengetahuan. Oh Tuhan, Penguasa pengetahuan, dengan tepatnya menetapkan yajna ini seperti dunia di udara.

Yang meninggalkan yadnya ditinggalkan oleh Tuhan.

Kastwa wiuncati kasmai twa winuncati tasmai twa wimuncati; Posaya raksanam bhagosi.

Apakah setiap orang meninggalkan yadnya? Ia yang meninggalkannya, ditinggalkan oleh Tuhan. Untuk tujuan apa pemuja melakukan persembahan pada api? Ia melakukannya untuk kebahagiaan semua. Ia melakukannya untuk mendapatkan kekuatan, kesehatan dan kebahagiaan. Benda-benda rendahan tidak dipakai dalam yadnya adalah diperuntukkan bagi raksasa/setan.

Karmaphala dalam Weda.

Agne wratapate wratamacarisam tadasakam tanme ‘radhidamaham ya ya ewasmi so’smi.4

Oh Tuhan, Penguasa atau tapa brata, rakhmatilah saya keberhasilan dalam melakukan tapa brata yang saya telah lakukan dan saya dapatkan diri saya yakin untuk melaksanakan. Saya memetiknya sebagaimana saya tanam.

Persembahan kepada Pitara dalam Weda.

Namo wah pitaro rasaya namo wah pitarah sosaya namo wah pitaro jiwaya namo wah pitarah swadhayai namo wah pitaro ghoraye namo wah pitaro manyawe nmo wah pitarah pitaro namo wo grhannah pitaro datta sato wah pitaro desmaitadwah pitaro wasa adhatta.

Sembah (kami) kepadaMu. O Pitara, untuk memperoleh kebahagiaan dan pengetahuan. Sembah (kami) kepadaMu, O Pitara, untuk melenyapkan kemiskinan dan musuh, sembah (kami) kepadaMu. O Pitara, untuk mendapat umur panjang. Sembah (kami) kepadaMu. O Pitara, untuk kekuasaan dan memperlihatkan keadilan. Sembah (kami) kepadaMu, O Pitara, untuk menyudahi berbagai macam bencana, segala puji kepadaMu, O Pitara untuk kemarahan yang pada tempatnya. Pitara-pitara, mengetahui keinginan kami untuk memperoleh pengetahuan. Pitara-pitara mengetahui penghormatan kami kepada Engkau untuk kehormatan Mu. Pitara-pitara datang setiap hari kerumah kami dan memberikan kami perintah-perintah. Pitara, kami selalu memberikan kepadamu apa saja yang kami punya. Kami memberi pakaian, mohon terima kasih itu.5

Dengan pengetahuan untuk mencapai kedewasaan.

Adhatta pitaro garbha kumaram puskarasrajam; Yatheha puruso’sat.

Menerima Engkau (sebagai) guru, dalam garbha perlajaranmu, pemuda, dengan kepal bunga ditangan, ingin akan pengetahuan sehingga dengan demikian ia dapat mencapai kedewasaan yang penuh.6

Korban api sebagai yadnya.

Samidha gnim duwasyata ghrtair bodhyatatitthim: Asmin hawya juhotana.

Wahai engkau orang-orang yang terpelajar nyalakanlah api dengan batang kayu dengan mentega, korbankan api itu yang patut dihormati sebagaimana seorang Sjamsajin. Ditempat api itu engkau letakkan yadnya itu.

Api Pemusnah Segala macam Penyakit.

Susamiddhaya socise ghrtam tiwram juhotana: Agneye jatawedase.

Letakkan persembahan mentega (ghee) yang melenyapkan kelemahan jasmani, kedalam nyala api yang baik ini, api pemusnah segala penyakit ini ada dalam segala benda.7

Sinarnya api naik turun.

Antascarati rocanosya pranadapanati; Wyakhyan mahiso diwam.

Sinarnya api itu, mencuat keatas dan turun kebawah diangkasa laksana keluar masuknya nafas dalam badan. Api yang agung itu itu memperlihatkan matahari.8

Weda diucapkan untuk memperoleh pengetahuan sipitual.

Triduam saddhama wirajati wak patanggaya dhiyate; Prati wastoraha dyubhih.

Sabda Dewata peraturan tertinggi diseluruh dunia.
Weda diucapkan untuk memperoleh pengetahuan Spiritual. Kami harus bertepatan mengucapkan dan memahami Weda setiap hari bersama dengan ajarannya yang memberi penerangan.

Pengetahuan Petir melalui Weda.

Agnirjyotiryotiragnih swaha suryo jyotirjyotih suryah swaha; Agniwarco jyotirwarcah swaha suryo jyotirwarcah swaha Jyotih suryojyotih swaha.

Sebagaimana Tuhan memberi sinar kebenaran pada kota-kota yang benar kepada semua mahluk demikian pula api jasmani memberi sinar menerangi semua benda. Sebagaimana halnya Tuhan mengajarkan pengetahuan kepada semua jiwa, yang orang itu harus kata-kata apa yang ia rasakan dihatinya, demikian pula matahari membawa penerangan pada semua obyek benda-benda itu. Sebagaimana memperlihatkan kepada semua kemanusiaan juga api itu dalam bentuk petir diangkasa dan menjadi sumber hujan dan pengetahuan. Sebagaimana Tuhan memperlihatkan semua pengetahuan, api dan petir melalui Weda, demikian pula halnya Matahari menumbuhkan kekuatan jasmani dan rokhani kita. Matahari menyinari semua benda, Tuhan memancarkan sinarnya sendiri. Inilah penjelasan kebesarannya. Puja (1985:2-38).

Brahmacari selama 48 tahun

Upayamagrhito ’syadityebhyastwa; Wisna urugayaisa te somastaduam raksaswa ma twa dabhan.

O Brahmacari, ia yang telah mengendalikan membujang selama 48 tahun, saya yang telah membujang selama 24 tahun, akan memilih engkau sebagai suami saya. Engkau mengetahui segala sesuatu tentang cerita-cerita dalam agama, engkau memiliki sifat-sifat istimewa. Kehidupan berumah tangga ini memberi kesejahteraan kepadamu. Lindungilah kami. Semoga panah asmara tidak menyebabkan engkau menderita.

Suami yang berjaya

Kada cana starirasi mendra sascasi dasuse; Upopennu madhawan bhuya innu te danam dewasya prcyata adityebhyastwa.

O suami yang berjaya, engkau tidak pernah merahasiakan segala sesuatu dari saya, engkau bersahabat kepada orang-orang yang bersifat dermawan. O suami yang patut dihormati engkau adalah terpelajar. Semoga rakhmat pengetahuanmu harta kekayaan sampai kepada saya. Saya memilih engkau sebagai suami saya karena engkau selalu merupakan kemudahan bagi saya.

Engkau bercahaya laksana matahari

Kada cana pra yucchasyubhe ni pasi jasmani; Turiyaditya sawanam ta indriyamatasthawamrtam diwyadityebhastwa.

O suami, engkau tidak pernah melupakan, engkau menjaga dalam hidup sekarang ini dan kehidupan yang akan datang. Engkau bercahaya laksana matahari dalam pengetahuan apa bila engkau mengendalikan organ pengadaan (yang) akan mengusir kebahagiaan yang abadi dalam affairmu, O yang telah menyelesaikan asrama yang keempat, saya memilih engkau sebagai suami saya untuk kebahagiaan yang terus-menerus.

Engkau bercahaya laksana matahari

Yajno dewanam pratyeti sumnamadityaso bhawata mrdayantah. A wo’rrwaci sumatirwawrtyadduam hoscidya wariwowittarasada dityebhyastwa.

Perkawinan antara dua orang terpelahar merupakan sumber kebahagiaan. O orang yang mulia, semoga intelekmu yang baik yang mengerti tentang makna hidup dalam perkawinan membuatmu akhli dalam pengetahuan setelah menyelesaikan hidup berguru; dan mengajarkanmu bagaimana cara mengerjakan sesuatu dengan benar dan menempuh pada jalan kebajikan. Semoga engkau memberi kesenangan kepada pengantin yang baru kawin melalui pengetahuan pengajaran yang engkau terima dari orang terpelajar.

Perkawinan Muda berpeganglah pada Kebenaran.

Wiwaswannandityaisa te somapithastasmin matswa; Sradasmai naro wacase dadhatana yadasirda dampati wamamasnuta; Puman putro jayate windate waswadha wiswaharapa edhate grhe.

O suami, guru dari berbagai macam ilmu pengetahuan, semoga hidup perkawinan ini dimana engkau minum memberi kebahagiaan kepadamu. O yang memasuki kehidupan perkawinan, bepeganglah pada kebenaran, hormati sumpah yang engkau ambil pada waktu perkawinan. Dirumah, dimana suami dan istri memenuhi kewajiban hidup dalam perkawinan dengan jujur, dilahirkan seorang putra, yang memenuhi keinginanmu, adalah tidak berdosa, giat yang mau berusaha, memperoleh kekayaan dan kesejahteraan.

Kebahagiaan hari ini esok dan setiap hari

Wama,adya sawitarwamamu swo diwe wamamasmabyaduam sawih; Wamasya hi ksayasya dewa bhureraya dhiya wamabhajah syama.

O Tuhan, sumber dari kebahagiaan, hari ini, esok hari dan setiap hari yang dilewati; kami dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan mulai didalam kehidupan perkawinan kami, penuh keindahan dan aspirasi yang berlipat ganda.

Lindungilah perkawinanmu.

Upayamaghrhito’si sawito’si canodhascanodha asi cano mayi dhehi; Jinwa yajnapatim bhagaya twa sawite.

O suami, engkau telah disatukan dengan saya melalui ikatan perkawinan. Engkau penyembah Tuhan Yang Maha Esa, Engkau penguasa atas makanan-makanan; berilah semua itu kepada saya. Lindungilah perkawinanmu. Saya menerima engkau sebagai pemelihara yajna dalam kehidupan rumah tangga kita, penguasa atas kekayaan, pola keindahan dan, keluhuran dari keturunan.

Suami tersayang dan pemberani.

Yaste aswasanirbhaksa yo gosanistasya ta istayajujusa stutastomasya sastokthasyo-pahutasyopahuto bhaksayami.

O suami yang tersayang lagi pemberani, engkau adalah pemberi ilmu pengetahuan, budi bahasa yang halus, lahan dan bimbingan yang baik. Engkau sesungguhnya ahli dalam Yayur Weda, Sama Weda, dan Reg Weda. Engkau diundang dan dihormati oleh orang-orang terpelajar. Saya diundang olehmu makan-makanan yang sedang disiapkan olehmu.9

Dosa yang sadar dan Dosa yang tidak sadar

Dewaktrasyaimaso’wayajananmasi manusyakrtasyainaso wayajanamasi pitrktasyainaso ’wayajanamasyatmakrtasyainaso wayajanama-syenasaenaso wayajanajamasi; Yaccaharmenio widwammscarkara yaccawidwamstasya sarwasyainaso’wayajanamasi.

O suami yang cinta sesama manusia, engkau lenyapkan dosa-dosa para penyumbang. Engkau hilangkan dosa manusia-manusia biasa. Engkau hilangkan dosa-dosa yang dilakukan oleh orang tua. Engkau hilangkan dosa-dosa yang dilakukan sendiri. Engkau lenyapkan segala macam dosa yang saya lakukan tanpa sadar, dari semua dosa itu, engkaulah pelenyap.10

Guru pemberi rakhmat.

Sam warcasa payasa sam tanubhiraganmahi manasa saduam siwena; Twasta sudatro wi wadhatu rayo,numarstu tanwo yadwilistam

O guru pemberi rakhmat, pembimbing dari segala macam perbuatan, dengan niat yang mulia, air dan makanan, engkau lenyapkan kekurangan fisik kami dan memberi kami harta kekayaan. Semoga kami memperkuat badan kami dengan brata brahmacari.11

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon