Sabtu, 29 September 2012

Mantram Widhi Yadnya

Mantram Widhi Yadnya

Sebelum kita mulai menyebutkan mantram Sang Hyang Widhi Yadnya, maka terlebih dahulu perlu kita ketahui, macam yadnya. Secara umum dijelaskan bahwa dalam agama Hindu terdapat lima Yadnya yang disebut dengan Panca Yadnya. Karena Sang Hyang Widhi Yadnya diidentikkan dengan Dewa Yadnya. Tetapi dalam prakteknya, dan secara logika antara Sang Hyang Widhi dan Dewa tidak sama. Sang Hyang Widhi adalah simbolis Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan Dewa adalah Div, yang berarti Sinar.

Sang Hyang Widhi itu adalah Tunggal dan Div atau Dewa itu adalah banyak, merupakan sinar suci dari Tuhan, sehingga dalam memujanyapun juga berbeda, seperti sikap tangan yang dinyatakan sebagai berikut:
  • Sembahyang kehadapan Tuhan Yang Maha Esa (Sang Hyang Widhi), kedua tangan dicakupkan di atas dahi, sehingga ujung jari tangan berada di atas ubun-ubun,
  • Bersembahyang kehadapan para Dewa (Dewata) cakupan jari tangan ditempatkan ditengah-tengah dahi dengan ujung kedua Ibu Jari tangan berada di antara kedua kening,
  • Bersembahyang kehadapan Pitara, cakupan jari tangan ditempelkan diujung hidung, dengan kedua ujung ibu jari tangan menyentuh hidung,
  • Bersembahyang kehadapan Bhuta, cakupan tangan diletakkan di hulu hati, dengan ujung jari menghadap kebawah. (Suhardana, 2005:10).
Jadi sembahyang kehadapan Sang Hyang Widhi, adalah sembahyang kehadapan Tuhan dalam wujud Tunggal yang sifat-sifatnya dipuja oleh semua umat agama di dunia, dengan sebutan yang berbeda, yang terdapat dalam Sembah Puyung:
Om Atma Tattwatma Suddha Mam Swaha.
Ya Tuhan sucikanlah diri hamba

Om Puspa Danta Ya Namah
Ya Tuhan sucikanlah bunga ini
Om Nama Dewa Adhi Sthana Ya
Sarwa Wyapi Wai Siwa Ya
Padmasana Eka Pratista Ya
Ardhanaresawaryai Namo Namah.
Ya Tuhan hamba memuja-Mu, sebagai Batara Siwa (Tuhan Yang Maha Agung) dan merasuk kesegenap mahluk. Ya Tuhan hamba memuja-Mu sebagai Yang Maha Tunggal.
Om Ayur Wrddhir Yaso Wrddhih
Wrddhih Prajna Sukha Sriyam
Dharma Santana Wrddhih Ca
Santuet Sapta Wrddayah

Om Yawan Merau Sthito Dewah
Yawad Gangga Mahitale
Candrakau Gagane Yawat
Tawad wa wijayi Bha wet

Om Dirgahyur Astu Tathastu
Om Awignam Astu Tathastu
Om Subam Astu Tathastu
Om Sukam Bhawantu
Om Purnam Bhawantu
Om Sreyo Bhawatu
Sapta Wrddhir Astu.
Ya Tuhan semoga semua karunia berupa kebahagiaan, ketentraman, kebijaksanaan dan kebahagiaan yang diberikan kepada hamba, menjadi suluh batin hamba. Mudah-mudahan hamba saling mengasihi sesamanya dan semoga semua kegelapan pikiran menjadi sirna.

Ya Tuhan hamba ibaratkan kebesaran-Mu sebagai Gunung Mahameru, hamba ibaratkan keluhuran-Mu didunia sebagai sungai Gangga, diangkasa sebagai matahari dan bulan. Semua itu ciptaan dan kebesaran Tuhan juga.

Ya Tuhan semoga memberi panjang umur (nutuggang tuwuh) dan keselamatan dan tiada rintangan. Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba baik, Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba sempurna, Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba selalu bahagia. Ya Tuhan semoga semuanya sejahtera.

Om dewa Suksma Pramacintya Ya Namah Swaha.
Om Santih, Santih, Santih, Om
Ya Tuhan, terima kasih atas karuniamu, semoga damai di hati, damai di dunia dan damai selalu. (Suhardana, 2005:40-49)

Artikel Terkait