Rabu, 26 September 2012

Resi Kasyapa, Asita atau Dewala

Dewata Pawamana Soma -  Resi Kasyapa, Asita atau Dewala

Canda Gayatri (Sukta 13)

Melalui kain saringan Soma yang suci mengalir
Ketempat khusus untuk Indra dan Wayu.
Persembahkanlah nyanyian,
engkau yang memohon pertolongan,
kepada pawamana, kepada Pendeta
yang dituang untuk menjamu Dewa-dewa.
Tetes Soma yang memberi kekuatan besar agar jaya,
Diiringi kidung untuk menjamu Dewa-dewa.

Ya, sambil mengalir bawalah sejumlah makanan agat kami
Dapat menengankan harta: Indu,
bawalah kekuatan yang megah
Semoga air yang mengalir memberi kami kekayaan melimpah,
Dan kekuatan pahlawan, Tetes-tetes soma yang suci dicurahkan.
Laksana kuda yang dipacu oleh kusirnya air dituang demi kejayaan mengalir melalui kain saringan.
Tetes soma turun dengan suara gemuruh lakbana sapi perah
Memanggil anaknya: Ia mengalir dari tangan
Sebagai pemberi kebahagiaan yang dicintai Indra, O Pawamana
Dengan suara gemuruh. Usirlah musuh-musuh kami.
O Pawamana, mengusir mereka yang tak beriman,
Memandang cahaya, duduk dalam mibar upacara.

Canda Gayatri (Sukta 14)

Kesungai tempat peristirahatannya.
Yang bijaksana mengalir membawakan lagu yang sangat dicintai.
Ketika lima bangsa itu, giat melakukan kewajiban, Dengan nyanyian, membuatnya yang Perkasa. Lalu semua dea menikmati dengan gembira minuman yang memberikan kekuatan besar, bila telah bercampur susu.
Dengan bebas ia mengalir, meninggalkan tempatnya.
Dan bertemu dengan kawannya sendiri.
Ia seperti pemuda yang tampan, dihias oleh putra-putri pendeta. Membuat susu seakan menjadi bajunya.
Melalui jari jari halus, dan menginginkan susu, ia melewati jalan berliku-liku, dan mengeluarkan suara yang dimiliki.
Jari-jari yang cekatan mendekat, menghias dewa kekuatan.
Mereka memegang punggung Kuda yang aktif.
Engkau merupakan seluruh harta yang ada dilangit dan dibumi.
Datanglah Soma, sebagai sahabat yang setia.

Canda Gayatri (Sukta 15)

Melalui jari jari halus dengan nyanyian,
Pahlawan ini datang dengan kereta yang kencang.
Pergi menuju tempat indra.
Dengan pikiran yang suci ia tekun memuja
Dewa-dewa, tempat yang abadi berada.
Laksana kuda yang baik ia dikendalikan, melalui jalan yang bersinar, kuda yang berani mengeluarkan kekuatannya.
Ia mengacungkan tanduknya tinggi-tinggi, dan mengasahnya, banteng yang mengembalakan, kawasan sapi melakukan pekerjaan sebagai pahlawan.
Ia bergerak, kuda yang kuat, dihias dengan sinar-sinar emas yang indah berkilauan. Yang menguasai air.
Ia, melalui jalan yang kasar, memberikan harta kekayaannya
Memasuki waduk-waduk.
Manusia menghiasnya dalam tong, ia yang patut dihias,
Ia yang memberikan makanan berlimpah.
Dia, adalah, dihias oleh sepuluh jari dan tujuh lagu,
Bersenjata lengkap, yang sangat membahagiakan.

Canda Gayatri (Sukta 16)

Pemeras yang memeras Soma
Mempersembahkan airmu yang memberi semangat dan kebahagiaan: getahmu mengalir laksana banjir. Dengan kekuatan kami alirkan air melalui saringan
Dia yang memberi kekuatan dan sapi. Airnya bercampur dengan susu.
(Sadia dan Gede Pudja, 1984:14-17).

Artikel Terkait