Selasa, 25 September 2012

sekilas tentang Atharwa weda

sekilas tentang Atharwa weda


Brahma jajnanam prathamam purastat

Hyang Widhi Wasa adalah pertama-tama, yang ada di alam semesta.

Brahmana bhumir wihita brahma dyaur uttara hita brahma-idam urdhawam tiryak cantariksam wyaco hitam.

Brahman Menciptakan bumi ini. Brahman menempatkan langit di atasnya. Brahman menempatkan eilayah tengah yang luas ini di atas dan dijarak lintas.

Brahma dewam anu ksiyati brahma daiwajanir wisah. Brahmedam anyat-naksatam brahma sat ksram ucyate.

Tuhan Yang Maha Esa bersamayam didalam wujud sebagai para dewa. Tuhan Yang Maha Esa, bersemayam pada media-media yang suci. Tuhan Yang Maha Esa adalah Abadi (tak terhancurkan) dan dia adalah pelindung yang ulung.

Aham jajana prthiwim uta dyam, aham rtun ajanayam sapta sindhun.

’Aku (Tuhan Yang Maha Esa) menciptakan langit dan bumi. Aku menciptakan musim-musim dan tujuh buah sungai.

Satas ca yonim asatas ca wi wah

Sang Hyang Widhi Wasa memperlihatkan keaslian segalanya apakah terwujudkan ataukah tidak terwujudkan’

Ya ime dyawa jajana

Sang Hyang Widhi Wasa menciptakan langit dan bumi.

Isanam asya jagatah swardrsam, isanam Indra tasthusah.

Tak seorangpun mencapai kebahagiaan tanpa mengetahui Tuhan Yang Maha Esa yang bagaikan ayah.

Brahma-enad widyat tapasa wipascit.

Orang bijaksana mengetahui Tuhan Yang Maha esa/Sang Hyang Widhi Wasa dengan sarana penebusan dosa.

Wenas tat pasyat paramam guha yat.

Orang Bijaksana yang suci membayangkan (memwisualisasikan) Tuhan Yang Maha esa yang berdiam dalam hati.

Yad ekam jyotir bahudha wibhati

Ada satu Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung yang bercahaya. Dia bersinar dalam bentuk yang berbeda-beda.

Na dwityo na trtiyas caturtho napi-ucyate.

Tuhan Yang Maha Esa tidak dipanggil yang kedua, tidak yang ketiga maupun yang keempat

Se esa eka ekawrd eka ewa

Tuhan Yang Maha Esa adalah satu dan hanya tunggal (Esa)

Sarwe asmin dewa kkrawrto bhawanti

Semua para dewa menjadi satu di dalam Dia.

Upo te badwani yadi wasi nyarbudam

Semua bentuk yang tak terkira banyaknya dihubungkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung.

Se ewa mrtyuh so-amrtam

Tuhan Yang Maha Esa adalah (penguasa) kematian dan Tuhan Yang Maha Esa adalah kekekalan.

So agnih sa u suryah sa u ewa mahayamah.

(Tuhan Yang Maha Esa adalah Agni (api), Surya (Matahari) dan Maha Yama (Dewa kematian)

So-aryama sa warunah, sa rudrah sa mahadewah.

Tuhan Yang Maha Esa adalah Aryaman, Waruna, Rudra dan Mahadewa.

Twam Indras twam mahendrah

(Tuhan Yang Maha Esa, Engkau adalah Indra dan Mahendra)

Sarwo wai tatra jiwati gaur aswah purusah pasuh, yatredam brahma kriyate paridhir jiwanaya kam.

Setiap orang, termasuk sapi betina, kuda-kuda, manusia, dan binatang, hidup bahagia, Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disembah dengan teguh untuk kemakmuran semua.

Skambho dadhara dyawaprthiwi ubhe imk skambho dadhara-uru-antariksam

Brahman yang menyokong dan menggenggam langit dan bumi kedua-duanya. Dia juga menggenggam atmosfir (lapisan udara yang meliputi bumi) yang luas ini.

Skambha idam wiswam bhuwanam a wisesa.

Brahman Skhamba meliputi seluruh alam-semesta.

Yo bhutam ca bhawyam ca sarwam yas cadhitidthati, swar yasya ca kewalam tasmai iwesthaya brahmane namah.

Tuhan Yang Maha Esa ada dimana-mana, baik dimasa lampau, dimasa kini maupun dimasa datang. Dia berbahagia sepenuhnya. Kami menghaturkan persembahan (korban) ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung (Mahkluk Agung itu).

Yasmad rco apataksan yayur yasmad apakasan. Samani yasya lomani-atharwangiraso mukham.

Regweda dan Yayurweda berasal dari Dia. Samaweda adalah rambut-Nya dan Atharwaweda adalah mulut-Nya.

Pumat purnam udacati purnam pumena sicyate

Alam semesta yang sempurna berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna. Alam semesta yang sempurna ini diberi makanan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna.

Asac ca yatra sac ca-antah

Segalanya, apakah ia dimanifestasikan (diwujudkan) ataukah tidak dimanifestasikan (tidak terwujudkan), ada didalam Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung.

Sutram sutrasya yo widyat. Sa widyat brahmanam mahat.

Dia yang mengetahui benang yang saling hubungan dari alam-semesta, Mengenal Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung.

Tat sambhuya bhawati-ekam ewa

Brahman adalah inti (permulaan) alam semesta dan segalanya, yang dilarutkan, menjadi seragam dengan dia.

Yah sramat tapaso jatah

Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disadari dengan ketekunan dan penebusan dosa.

Sampasyan yati bhuwanani wiswa

Sang Hyang Widhi Wasa-Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung bergerak mengamati seluruh alam smesta

Sariram brahma prawis at sarire-adhi prajapatih.

Sang Hyang Widhi Wasa memasuki tubuh manusia dan Dia menjadi raja tubuh itu.

Widyas ca wa awidyas ca, yac ca-anyad upadesyam. Sariram brahma prawisad rcah sama-atho-yajuh.

Segala macam zat memasuki tubuh manusia seperti misalnya kebijaksanaan, pengetahuan praktis, dan setiap pengetahuan yang harus diajarkan, Tuhan yang Maha Esa Yang Maha Agung (Makhluk Teragung), Rgweda; Samawedda dan Yajurweda.

Yo marayati pranayat, yasmat prananti bhuwanani wiswa

Sang Hyang Widhi Wasa menghidupkan dan menghancurkan. Dia adalah sumber penghidupan seluruh alam semesta.

Balad ekam aniyaskam ute-ekam naiwa drsyate, tatah pariswajiyasi dewata sa mama priya.

Yang satu (yaitu sang Mula Prakrti) adalah bahkan lebih halus dari pada rambut dan yang lain (yaitu jiwatman atau jiwa individu) adalah tidak dapat dilihat. Tetapi dari yang paling halus dan dewata yang meliputi semuanya (yaitu Iswara atau Jiwa Agung) adalah satu-satunya obyek (tujuan) dari cinta.

Iyam kalyani-ajara martyasya amrta grhe.

Dewa yang kekal dan bertuah ini (yaitu Sang Jiwa Agung) bertempat tinggal di dalam tubuh manusia yang fana. (Titib, 1996: 169-182).

Do’a agar ajaran-ajaran Suci yang dipelajari terpatri dalam sanubari

Dengan pola Trisapta, tiga dan tujuh, atau tiga kali tujuh, yang menjadi jumlah tak terhingga, Kekuatan kehidupan manifes; membakar, menjadi semua bentuk-bentuk kehidupan; semoga hari ini, Yang dipertuan Atas Sabda-Sabda berkenan memberi tugas kepada saya, dan membekali saya dengan kekuatan-kekuatan yang berasal dari diri beliau.28

O yang dipertuan Atas Sabda-Sabda, datanglah kemari bersama-sama dengan Para Dewa; O yang dipertuan Atas kebaikan, bimbinglah saya, dan dapat menyatu dengan sanubari saya, serta semoga saya senantiasa dapat ingat akan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari.

Bentangkanlah perlindunganMu kepada saya, tetap seperti ujung-ujung busur itu didekatkan dengan ditariknya tali sekuat-kuat; Semoga yang dipertuan Atas Sabda-Sabda yang menguatkan hubungan dari saya dengan diri Beliau; semoga kekuatan-kekuatan hubungan diri saya dengan diri beliau; semoga kekuatan-kekuatan itu dapat selalu berada didalam diri saya senantiasa dapat ingatkan Ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari.

Datanglah kemari, O, Yang dipertuan atas Sabda-Sabda; semoga saya-lah yang engkau pilih sebagai tempat persinggahanmu; semoga saya dapat dipersatukan dengan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari; Semoga saya tidak ditinggalkan oleh Ajaran-Ajaran Suci itu.

Obat dengan menggunakan batang rumput

Kami mengetahui gelagah Sang Ayah, yang diatasnya mengisap banyak air, anugrah dari Parjanya dan kami mengetahui dengan baik, yang menjadi Ibundanya, yaitu bumi dengan banyak aspek-aspeknya.

O Penarik tali busur kehidupan yang mahir, tariklah tali busur kehidupan kami! Kuatkanlah tarikanmu itu sekuat batu! Dengan kekuatanmu yang hebat itu, singkirkanlah jauh-jauh orang-orang yang berniat jahat kepada kami serta orang-orang yang membenci kami.

Pada saat-saat Sang Lembu sedang membelai pohon-pohon, nyanyikanlah lagu penyembuhan dengan terompet gelagah yang menggetarkan irama merdu; O Indra, jauhkanlah kami dari serangan panah, atau tombak, atau senjata-senjata lainnya.

Seperti bahwa diantara Surga dan Bumi itu terdapat pohon bambu, demikian juga smoga batang gelagah itu menjadi penghalang penyakit dan pengaruh-pengaruh jahatnya.

Do’a Penyakit Kencing menjadi Sembuh dengan rerumputan.

Kami mengetahui gelagah SangAyah, yang berkekuatan seratus kali lipat, karena mengisap banyak air, anugrah dari Parjanya dengan kekuatan dari Beliau itu, saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit; semoga di bumi, pancaranmu mengalir dengan deras, dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya.

Kami mengetahui gelagah Sang Ayah, yang berkekuatan seratus kali lipat, karena mengisap banyak air, anugrah dari Mitra; dengan kekuatan dari Beliau itu, saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit; semoga di bumi, pancaranmu mengalir deras, dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya.
Kami mengetahui gelagah Sang Ayah, yang berkekuatan seratus kali lipat, karena mengisap banyak air, anugrah dari Waruna; dengan kekuatan dari Beliau itu, saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit; semoga di bumi, pancaranmu mengalir deras, dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya.
Kami mengetahui gelagah Sang Ayah, yang berkekuatan seratus kali lipat, karena mengisap banyak air, anugrah dari Sang Bulan; dengan kekuatan dari Beliau itu, saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit; semoga di bumi, pancaranmu mengalir deras, dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya.

Kami mengetahui gelagah Sang Ayah, yang berkekuatan seratus kali lipat, karena mengisap banyak air, anugrah dari Sang Matahari; dengan kekuatan dari Beliau itu, saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit; semoga di bumi, pancaranmu mengalir deras, dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya.

Kedua saluran air kencing-Mu, yang mengabung menjadi satu, yang mengalir dengan lancar itu, semoga dapat menjadi tauladan mengalir air kencingnya si sakit; semoga seperti yang kepunyaan-Mu, aliran kencingnya si sakit menjadi deras, dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya; semoga semua penghalang menjadi lenyap.

Saya pecahkan yang menjadi penghalang aliran air kencing si sakit, seperti kalau orang memecahkan bendungan air; seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras, dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya; semoga semua penghalang menjadi lenyap. Semoga penghalang aliran air kencing si sakit menjadi tidak kuat lagi, seperti air itu tidak tahan lagi dihalang-halangi dalam gerakkannya menuju ke laut; seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras, dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya; semoga semua penghalangnya menjadi lenyap.

Seperti panah yang terlepas dari busurnya, dengan kuatnya melesat meninggalkan busurnya; seperti itu juga aliran kencingnya si sakit menjadi deras, dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya; semoga semua penghalangnya menjadi lenyap.

Do’a mensucikan air, untuk persembahan

Para Ibu melaksanakan kewajibannya di bidang agama, sesuai dengan tugasnya masing-masing; anak-anak perempuannya menyelenggarakan upacara Yadnya, dengan mencampur susu dengan madu. Mahkluk-mahkluk yang menghuni sebelah sananya matahari, dan yang menjadi sahabatnya Sang Surya, kita harapkan dapat meneruskan Yadnya kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Saya memohon turunnya Air Surga, yang dapat menjadi minuman bagi sapi-sapi saya; saya menyelenggrakan persembahyangan dengan memercik-mercikan air suci yang saya ambil dari Sungai Sindu yang suci.

Didalam air suci ini terdapat Amerta, air kehidupan didalam air suci ini terdapat daya penyembuh terhadap penyakit-penyakit; air suci ini dapat menjadikan kuda-kuda saya dan sapi-sapi saya berkeadaan senantiasa sehat, segar dan kuat.

O, Air Yang Suci, karena engkau sangat baik hati, tentulah engkau mau menjadikan kami berkeadaan yang segar kembali dan tampak gembira dan bahagia.

Perasaan aman, terlindungi, dan hari-hari depan yang cerah-lah yang menjadikan kami melaksanakan upacara pensucian air ini, dengan semangat yang tinggi segairah dan sebahagia Ibu yang menimang-nimang anaknya.

Kami akan membuat engkau puas, agar engkau cepat memunculkan sifat-sifat sucimu; o, Air Yang Murni, cepatlah engkau menjadi air suci, dan taruhlah berkah keselamatan dari Tuhan Yang Maha esa melalui dirimu!

Dari Sang Air Suci, yang telah mampu mengendalikan diri dalam penguasaan terhadap benda-benda, bahkan juga yang telah mampu menguasai manusia, saya memohon kesembuhan dari penyakit, melalui air suci ini.

Dengan pertolongannya, dengan jalan meminumnya, semoga air suci yang bersifat ke-Tuhanan ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit kami dapat mensejahterakan kami; semoga daya-daya kesembuhan dan kesehatan yang berasal dai Air Suci ini dapat memancar dan mengalir masuk kedalam diri kami.

Didalam Air Suci, Soma berkata kepada saya bahwa Air Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit; dan didlam Api Suci, Agni berkata kepada saya bahwa Api Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit.

O Sang AirYang Suci, berilah saya kekuatan penyembuh; lindungilah badan saya, dan panjangkanlah usia saya, sehingga saya dapat melihat dalam banyak tahun.

Berilah kami kesejahteraan, o Sang Air yang ada di lemah-lembah berilah kami kesejahteraan, o Sang Air yang ada di rawa-rawa; berlah kami kesejahteraan , o Sang Air yang ada di dalam sumur, berilah kami kesejahteraan, o Sang Air ada dalam periuk air; berilah kesejateraan, o Sang Air yang datang dari udara. Atharwa Weda. (Sugiarto, 1983:3-9).

Artikel Terkait