Tampilkan postingan dengan label Fauna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fauna. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Oktober 2013

Makhluk Aneh Mirip Alien

Primbon-arti.blogspot.comlagi - Mahluk aneh misterius membuat gempar para wisatawan yang sedang berlibur di pantai semenajung Gowes di Wales. Hewan ini mirip sekali dengan makhluk asing dari luar angkasa di cerita Alien yang menyeramkan.
Ratusan orang di pantai Oxwich dekat Swansea sempat juga melihat kumpulan hewan aneh ini.





Sebetulnya mahluk aneh ini adalah kumpulan semacam cacing laut yang biasa bergerombol di batang kayu besar yang larut di perairan pantai. namun karena sangat besar dan banyak jumlahnya sehingga kelihatan seperti mahluk aneh dan bila kita perhatikan sekilas mirip dengan DR Who di cerita Alien.
Beberapa orang menamakannya angsa apung Barnacles. Biasanya mereka terapung apun dan menuju pantai untuk berjemur diri



Di Spanyol dan Portugal Hewan ini banyak dikonsumsi dan bernilai jual tinggi, dimasak sebagai makanan dengan rasa asin dan biasanya di uap steam memasaknya.



Rabu, 02 Oktober 2013

Misteri Hewan Aneh Berdarah dan Bertulang Hijau


Primbon-arti.blogspot.comlagi - Foto yang Anda lihat bukanlah rekaan atau hasil pewarna makanan. Kadal Prasinohaemayang hidup di Papua Nugini memiliki darah, tulang, dan jaringan berwarna hijau.

Ahli biologi Louisiana State University dan penjelajah National Geographic, Christopher Austin, tertarik menelaah kadal ini lebih dalam ketika melihatnya dalam jurnal Science tahun 1969. "Saya sadar bahwa tidak ada satu pun [peneliti] yang mengungkap kadal ini, mengapa mereka sampai mempunyai darah hijau," kata Austin.

Kenapa hijau sekali?
Kadal ini ditemukan eksklusif di Papua Nugini, salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Dari studi Austin, kadal ini diketahui memiliki konsentrasi pigmen empedu biliverdin yang sangat tinggi.

Sebagai perbandingan, di beberapa spesies, termasuk manusia, oksigen di darah dibawa oleh hemoglobin yang memberi warna merah. Ketika hemoglobin rusak, ia diantar ke hati dan dipecah menjadi molekul-molekul seperti bilirubin dan biliverdin.

Senyawa berpigmen ini diekskresikan dengan empedu ke dalam usus. Biliverdin mempunyai warna hijau dan bisa Anda lihat di area hijau sekitar memar yang sedang mengalami penyembuhan. Kandungan biliverdin inilah yang membuat si kadal memiliki warna hijau.



Perbandingan antara darah kadal Prasinohaema(bawah) dengan darah merah (atas). (Christopher Austin, Louisiana State University Museum of Natural Science/National Geographic)

Warna itu pun tidak hanya berhenti di situ. "Darahnya hijau, tulangnya hijau, jaringannya hijau. bahkan lidahnya pun hijau," kata Austin. Tidak ada vertebrata lain yang diketahui memiliki darah berwarna hijau.

Tapi di sinilah misterinya, biliverdin sangatlah beracun. Jika manusia memiliki kandungan kecil dari biliverdin atau bilirubin di darah, maka dipastikan mereka mengidap sakit kuning. Ini terjadi bagi mereka yang mengalami kerusakan hati atau kelainan pada bayi yang baru lahir.

Jika kelainan ini tidak diatasi akan menyebabkan kematian. Dikatakan Austin, kadal ini bisa mentoleransi biliverdin karena mungkin bisa membangun proteksi melawan parasit bernamaPlasmodium. Inilah parasit yang menyebabkan malaria pada manusia, reptil, dan burung.

Minggu, 29 September 2013

Kutu Pasir Itu Apa?


Kutu Pasir Itu Apa

Kutu pasir (sand flea) adalah salah satu jenis hewan kecil berbentuk kutu kayu berwarna putih. Mereka biasanya ditemukan di pantai & hidup dengan memakan hewan air. Mereka umumnya ditemukan berkumpul dalam jumlah besar. Ukuran kutu pasir bervariasi antara yg sebesar beras sampai yg berukuran 4 kali lebih besar. Mereka hidup di semua lautan, terutama daerah pantai berbatu kecil & berpasir.

Saat menyerang korbannya yg berupa hewan air, mula-mula kutu pasir melekatkan diri ke korbannya dengan mulutnya yg berbetuk jarum. Mereka lalu mulai memasuki tubuh mangsanya & memakannnya dari dalam & luar sekaligus. Mereka menghancurkan tubuh mangsanya secara perlahan-lahan dengan memakan dagingnya lebih dulu sampai akhirnya menghabiskan kulitnya. Kutu pasir memasuki tubuh mangsanya melalui lubang-lubang alamiah pada mangsanya, seperti daerah dekat mata, insang, & anus. Mangsa kutu pasir bervariasi, antara ikan kecil, ikan pedang, bintang laut, ikan pari, sampai paus (yg menjadi makanan lezat "jasa cleaning service" ikan remora & ikan bibir pembersih...)

Bila kita sedang berjalan-jalan di pantai berpasir atau mencari kerang di perairan dangkal, kadang kita merasakan rasa gatal atau geli pada kaki kita. Waspadalah jika merasakan gejala itu, sebab bisa saja yg menyerang kita adalah kutu pasir. Kutu pasir bisa mengetahui mangsanya dari jarak 25 cm & sekali ada yg menyergap, yg lainnya akan segera mengikuti. Bila digigit kutu pasir, maka gigitannya akan meninggalkan bekas gigitan seperti bekas gigitan nyamuk, yaitu bentol berwarna merah & rasa sakit selama beberapa jam. Orang yg berkaki putih lebih mudah digigit kutu pasir karena warna terang lebih mudah dilihat di dalam air bila dibandingkan wilayah sekitar pantai (weks!)

Bagaimana cara mengantisipasi serangan kutu pasir bila berada di pantai? Cara paling mudah, jangan datang ke pantai itu (hehehe...) Atau, kita bisa mengenakan sepatu bot bila ingin berjalan-jalan di air. Penanganan korban gigitan kutu pasir pada dasarnya sama dengan penanganan orang yg digigit nyamuk. Hal yg harus diwaspadai, beberapa kutu pasir bisa menyebabkan penyakit seperti demam & anemia.

Sabtu, 28 September 2013

China Temukan Ikan Berlapis Baja Berusia 419 Juta Tahun

Primbon-arti.blogspot.comlagi - Fosil ikan berlapis baja yang diperkirakan berusia 419 juta tahun saat ditunjukkan di salah satu Laboratorium di Beijing, China, Jumat (27/9). Ikan purba yang termasuk dalam spesies Entelognathus Primordialis tersebut ditemukan di Xiaoxiang Reservoir, China.

China Temukan Ikan Berlapis Baja Berusia 419 Juta Tahun

Min Zhu, seorang profesor China menunjukkan hasil penemuan tim ilmuwan berupa fosil ikan berlapis baja yang diperkirakan berusia 419 juta tahun di salah satu Laboratorium di Beijing, China, Jumat (27/9).

Entelognathus Primordialis merupakan jenis hewan bertulang belakang paling primitif yang memiliki rahang modern.

Min Zhu, seorang profesor China membandingkan hasil penemuan tim ilmuwan berupa fosil ikan berlapis baja dengan gambar restorasi pada layar komputer di salah satu Laboratorium di Beijing, China, Jumat (27/9).

Dengan ditemukannya fosil ikan purba tersebut membuktikan teori yang mengatakan osteichthyes atau vertebrata modern dengan kerangka tulang hasil evolusi dari makhluk seperti hiu dengan rangka yang terbuat dari tulang rawan.

Rabu, 25 September 2013

7 Mitos Pada Tokek

Primbon-arti.blogspot.comlagi - Interaksi manusia dengan hewan sejak jaman nenek moyang bukan sekadar rantai makanan. Ada jenis hewan tertentu yang dipandang punya keistimewaan, sehingga melahirkan mitos yang dipercaya turun-temurun.

Masih ingat dengan mitos 7 hewan penanda kedatangan mahluk halus? Salah satunya disebutkan tentang tokek. Reptil yang belakangan diburu kolektor dengan harga tinggi ini, dipercaya dengan berbagai mitos. Misalnya, jangan sampai tergigit karena kita harus menunggu sampai mendengar petir baru bisa lepas. Repotnya kalau kita digigit musim kemarau panjang, masak sih harus menunggu berbulan-bulan sampai hujan datang?



Apa saja mitos yang beredar di masyarakat?

Mitos 1 : Tokek adalah salah satu binatang yang mengetahui kejadian yang akan datang pada diri manusia.

Banyak orang yang mencoba keberuntungan dengan bertanya pada tokek saat tokek itu berbunyi. seperti kaya, naik jabatan, putus atau sampai nikah sekalipun.

Mitos 2 : Tokek dianggap sebagai hewan pembawa keberuntungan.

banyak orang yang mengganggap tokek adalah hewan pembawa keberuntungan, adapun ciri-ciri yang dipercayai oleh masyarakat yaitu tokek yang berbunyi ganjil, tokek yang memiliki buntut bercabang menghadap ke langit, dll.

Mitos 3 : Tokek Dianggap Dapat menyembuhkan AIDS

Akhir akhir ini santer dikabarkan bahwa tokek dapat meyembuhkan aids. sebagian orang percaya salah satu dari air liur, lidah ato bahkan darahnya dapat meningkatkan imunitas tubuh sehingga dapat mengobati pernyakit AIDS, walaupun sampai saat ini belum ada instansi manapun yang mengeluarkan statement bahwa tokek dapat menyembuhkan AIDS. setidaknya ada beberapa orang yang tiba2 menjadi milioner akibar menjual toke dengan harga miliaran.

Mitos 4 : Tokek Adalah Hewan Keturunan Naga

Beberapa orang di negara jepang percaya bahwa tokek adalah hewan titisan naga. oleh sebab itu beberapa orang disana sangat menganggap bahwa toke adalah hewan yang sakral.

Mitos 5 : Tokek dengan berat 3 Ons atau lebih pasti sudah ada penunggunya.

Tokek dengan berat diatas 3 ons keatas dipercaya telah memiliki khodam (penunggu), sehingga toke akan terlihat sangat besar dan berbanding terbalik dengan berat aslinya. sehingga toke yang terlihat besar akan ringan ketika ditimbang karena khodamnya pergi saat ditimbang

Mitos 6 : Tokek Dianggap Hewan Penolak Bala

Banyak orang dipedalaman bahwa tokek adalah hewan yang memiliki kekuatan gaib, katanya rumah yang tinggali oleh tokek, maka rumah tersebut dapat menolak bala, semakin besar ukuran tokek maka semakin besar pula kekuatannya.

Mitos 7: Sekali Digigit Tokek Tidak Akan dilepas hingga ada suara Petir Menyambar

Faktanya, Gigitan tokek bisa dilepas dengan cara mengganti tangan kita dengan bahan yang empuk atau dengan ranting pohon.

Seorang pemburu tokek di Probolinggo, Jawa Timur memberi tips. Bila satu bagian tubuh kita tergigit, maka sentil atau pukul bagian kaki dan perut tokek. Cukup 1 - 2 menit si tokek akan melepas gigitannya.

Penampakan Kodok Peru Mirip `Mutan`

Penjaga taman nasional Cerros de Amotape di barat laut Peru kaget bukan kepalang saat menjumpai seekor kodok dengan penampilan aneh, dengan dua telinga runcing abu-abu, dan sesuatu menjulur dari mulutnya. Mirip mutan -- mahluk yang berubah sifat akibat mutasi.

Setelah diamati baik-baik, ternyata binatang 'serakah' itu sedang mencoba menelan mangsanya: kelelawar yang terlalu besar untuk ditelan.

Yufani Olaya, penjaga taman nasional itu, langsung memotret penampilan unik kodok tersebut, dan mengirimkan hasil jepretan tersebut pada ahli biologi Phil Torres, yang bekerja di Tambopata Research Center, pusat penelitian ilmiah di Amazon Peru. Menurut Torres, itu mungkin foto pertama kodok tebu sedang makan kelelawar.

Kelelawar malang yang ada dalam foto diduga jenis kelelawar tanpa ekor, atau jenis kelelawar berudu tak berekor (Molossus molossus) yang biasa dilihat di bagian utara Amerika Selatan. "Sebelumnya jenis kodok berbeda teramati makan kelelawar di Brasil," kata Torres seperti dimuat situs sains, Livescience, 24 September 2013.

Kodok tebu (cane toad) adalah pemakan oportunistik yang rakus. Sifat itulah yang memungkinkan mereka sukses menjadi spesies invasif di lokasi lain seperti Australia. Tapi serakus-rakusnya kodok itu, tak pernah dipergoki makan kelelawar, yang biasanya terbang tinggi dari jangkauan juluran lidahnya. Paling-paling ia menyantap serangga yang terbang dekat tanah.

Diduga, kelelawar tersebut terbang ke arah mulut hewan amfibi tersebut. "Entah dari mana kelelawar itu terbang langsug ke mulut kodok -- biasanya dia memang hanya duduk dengan mulut terbuka lebar," ujar Torres, menirukan keterangan penjaga taman nasional, Yufani Olaya.

Sementara, menurut Rachel Page, peneliti dari Smithsonian Tropical Research Institute, Panama, mengatakan, kodok memang dikenal gemar makan kelelawar. Sejumlah kodok dan katak secara sistematis menanti di luar gua untuk menangkap kelelawar yang muncul di malam hari. Misalnya yang dijumpai di Australia.

Sebaliknya, spesies kelelawar seperti Trachops cirrhosus justru diketahui memangsa katak atau kodok.

"Saya menduga, hal sebaliknya jauh lebih umum -- banyak kelelawar berburu katak, mereka mengincar suara gemerisik saat katak bergerak di antara dedaunan. Atau saat katak jantan mengeluarkan suara untuk menarik betina," kata Page.

Lalu, bagaimana dengan nasib kodok dan kelelawar yang ada dalam foto? Cerita mereka berakhir bahagia, setidaknya untuk si kelelawar .

"Setelah gagal untuk menelan seluruh kelelawar, kodok itu akhirnya menyerah, dan kelelawar --yang masih hidup -- terbang," kata Torres.

Senin, 09 September 2013

Seekor Kambing Dijual 3 Juta Dolar di Saudi

Seekor Kambing Dijual 3 Juta Dolar di Saudi

Primbon-arti.blogspot.comlagi - JIKA biasanya harga kambing paing mahal dihargai jutaan rupiah, namun tidak untuk kambing satu ini. Nilai jualnya sampai jutaan dolar alias milyaran jika dirupiahkan.

Seorang pengusaha Saudi telah menjual kambing miliknya dengan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kambing yang ia jual seharga 3 juta dolar (sekitar 3 milyar rupiah), menurut laporan berita pada hari Senin kemarin (9/9/2013).

surat kabar lokal Okaz melaporkan bahwa penjualan hewan yang biasa dipakai untuk kurban dengan nominal 13 juta riyal Saudi ($ 3.460.000) telah menyebabkan kegemparan di media sosial.

Sebuah situs internet telah menerbitkan foto dari kambing yang berharga jutaan dolar itu dan cek pembelian yang nominalnya sudah sesuai kesepakatan.

Para pakar tertarik dengan perdagangan kambing ini dengan mengatakan hewan ternak yang dijual dengan harga mahal tersebut memiliki fitur unik dan langka, menurut laporan tersebut.