Tampilkan postingan dengan label Kisah Misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Misteri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Desember 2012

Kedahsyatan Pelet Kantil

Tidak ada pelet atau susuk nomer satu di jaman sekarang. Kecuali pernah bertemu langsung dengan pengaruh gaib Nyi Roro Kidul. Dari penguasa gaib ini konon lahir pelet Kantil yang mampu menggubah kecantikan seseorang. Kekuatan pelet ini bisa ditarik ke alam nyata oleh pelaku ritual, jika dapat bertemu langsung dengan pemiliknya, yakni Nyi Roro Kidul.

Mengingat ilmu pelet Kantil Nyi Roro Kidul terkait dengan ilmu hitam, maka ada mitos tumbal yang biasanya diminta, pelaku pelet akan memperdayai korbannya untuk berhubungan seksual layaknya suami istri. Kalau semula menolak didekati begitu terkena sihir pelet dalam sekejab pikirannya dirasakan perasaan lain yang tidak belum pernah dia rasakan.

Rasa cinta ditaburi kangen menggebu pada seseorang yang sama sekali tidak pernah dia ‘anggep’ mendadak tumbuh begitu cepat. Selebihnya selama dalam melakukan hubungan intim ini korban akan tersedot kekuatan batinnya dan akan rapuh dengan sendirinya. Lama-kelamaan dia dengan mudah akan dijemput amut.

Konotasi yang menakutkan inilah yang oleh kalangan spiritualis ditarik menjadi ilmu yang lebih manusiawi. Bukan lagi bagian ilmu pesugihan, tetapi ilmu hitam sekedar mempengaruhi lawan jenis dengan meminta restu pada Nyi Roro Kidul. Restu yang dimaksudkan berupa sebuah ritual yang dilakukan, kemudian diwujudkan dengan sebuah benda yang diberi kekuatan gaib oleh Nyi Roro Kidul. Yakni, minyak pelet dan susuk pengasihan yang berguna untuk manusia.

Lebih jauh disebutkan oleh paranormal handal yang rendah hati, Mbah Sangkil, yang kini masih sering menjalani laku ritual pelet itu, hakikat dan keampuhan ilmu pelet kantil Nyi Roro Kidul memang tidak bisa disangsikan lagi. Dia menyebut, bahwa pelet ini merupakan pengasihan tingkat tinggi yang bersawab mistis. Dan, memang berasal dari Nyi Roro Kidul, penguasa gaib kerajaan siluman laut selatan.

“Sesungguhnya yang dimaksud kecantikan dan kebagusan itu, ya aura yang terpancar dari fisik dan jiwa seseorang. Alhasil, lawan jenis bisa terpikat. Jadi, pelet kantil Nyi Roro Kidul itu simbolis dan relatifnya bisa diwujudkan dalam benda yang tentu saja harus melalui ritual dan mendapatkan restu pemiliknya. Yakni, Nyi Roro Kidul sendiri,” paparnya.

Lalu bagaimana untuk mendapatkan ilmu pelet ini? Dia telah melakukan ritual untuk mengejahwantakan ilmu ampuh ini ke dalam media kebendaan. Jadi, bukan hanya berdasar pada cerita legenda mistis bahwa sebuah ilmu bisa mengubah wajah seseorang menjadi rupawan.
Tetapi dengan pendalaman dan pelacakan melalui ritual pemiliknya, dia punya keyakinan bahwa ilmu pelet siluman yang cukup ampuh ini bisa ditarik ke alam nyata. Pelaku ritual bisa bertemu langsung dengan si mbaurekso ilmu pelet kantil, Nyi Roro Kidul. “Hakikat ilmu ini kelakone ya kanthi laku, maka dengan ritual yang bisa saya lakukan mudah-mudahan Nyi Roro Kidul bisa merestuinya,” paparnya.

Kedasyatan pelet Kanthil Nyi Roro Kidul yang kini mulai merebak ini pun mulai diminati banyak orang. Salah satunya adalah kalangan wanita pekerja malam seperti purel, hostes, dan pekerja seks kemersil kelas tinggi lainnya. Mengapa kalangan ini sangat berminat?
Itu bisa dicerna pada motifnya, jika kalangan wanita di lembah hitam ini memang butuh materi yang berlimpah. Dan itu hanya bisa didapat dari pria-pria pelanggan. Sedangkan tidak ada cara lain agar pria itu jadi gandrung, selain harus memeletnya. “Saya kira, pelet ini memang cukup ampuh. Sawabnya hampir sama dengan kartu rintrik di kalangan PSK, dan wanita malam,” tambahnya. (mus)

Tempat Roh Pejuang Bertemu

Kewingitan Gumuk Jimbrek, Salatiga sampai sekarang masih cukup diakui. Terutama bagi kalangan spiritualis dan ahli laku spiritual. Karenanya di tempat ini masih diyakini punya yoni untuk ritual khusus seperti ngalab berkah. Salah satu mitos yang masih dipatuhi masyarakat, bahwa gumuk angker ini adalah tempat wahana mistik menaikan pangkat para pejabat. Benarkah?

Keberadaan gumuk yang berada di Desa Sugihwaras, Salatiga ini sangat terkait dengan mitos dan kepahlawanan Pangeran Diponegoro. Disebut Gumuk, berarti gudukan tanah tinggi menyerupai bukit kecil. Sedangkan jimbrek, diidentikan dengan jembeg yang berarti becek dan kotor. Namun, pengertian ini lebih mendekati nuansa mistis sehingga kata lain disebut artian gumuk angker.

Cerita Gumuk Jimbreg, memang cukup menggiriskan warga sekitarnya. Betapa tidak ! mereka banyak yang percaya bahwa di lahan ini merupakan sarangnya bangsa dedemit. Hingga suatu waktu muncul siluman ular dan bangsa lelembut lainnya. Karena situasi wingit inilah beberapa warga petani yang berada di sekitar gumuk mengaku selalu dicekam rasa ketakutan, was-was, bahwa setiap kali kambingnya tiba-tiba lenyap bila masuk di areal ini.

Mitos kewingitan ini terkait dengan sebuah cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Salatiga, diawali oleh keberadaan seorang tokoh yang bernama Ki Ajar Sampoerna. Namun menurut Eyang Karto, 65 tahun, juru kunci gumuk jimbrek, Ki Ajar adalah salah satu guru spiritual Bung Karno. Namun, versi lain ada yang menyebut tokoh ini adalah salah satu prajurit panglima perang Pangeran Diponegoro. Betulkah demikian?

Dikisahkan pada perang sakral (1835-1836) itu terjadi di wilayah Jateng secara keseluruhan. Pengeran Diponegoro menerapkan siasat bergerilya sehingga Belanda dibuat kocar-kacir. Hingga siasat licik Kapten Tack akhirnya berhasil menawan beliau dan dibuangnya dalam pengasingan.
Dan, mitos kekeramatan gumuk ini sampai sekarang masih sangat dipercayai oleh peziarah. Bahkan, ada semacam kepercayaan bahwah banyak yang nyadran di makam ini berhasil mencapai apa yang dimohonkan. Eyang Karto sendiri menegaskan jika keberhasilan para peziarah itu sudah tidak terhitung lagi.

Buktinya diantara peziarah banyak yang kembali untuk menggelar selamatan berupa menyembelih kambing di makam ini. Puncaknya, pada saat haul yang diadakan pada malam Suroan. “Peziarah yang berhasil akan datang ke tempat ini kembali sebagai tanda bahwa nadarnya telah terkabul,” kata Eyang Karto.

Bapak tua yang satu keluarganya hidup diabdikan untuk merawat wasilah ini menyebutkan jika tujuan para peziarah ini sangat beragam. Ada yang hanya lelaku batin artinya cuma mencari solusi berupa ketenangan baru, untuk penyembuhan penyakit, laku spiritual sebagai tuntutan seorang musyafir. Namun, ada juga yang meminta agar diberi kesuksesan dalam berkerja, disayang atasan, dan cepat naik pangkat dalam meniti karirnya.
Namun, umumnya para pelaku spiritual mempercayai bawha makam ini khusus untuk berburu berkah bagi calon pejabat dan pengusaha. “Para peziarah yang lelaku di sini syaratnya cuma sederhana saja. Cukup membawa kembang telon dan dupa. Biasanya mereka ini puasa minimal sehari semalam. Sambil berdoa di makam sesuai dengan maksud dan tujuannya,” ujarnya.

Ritual ini dipercayai sebagai bentuk komunikasi gaib pelaku pada penghuni makam. “Maka lewat kemapunya ilmu himah Ki Ajar dan Eyang Diponegioro dan Bung Karno mudah-mudahan berkah itu bisa terkabulkan,” tambahnya Eyang Karto. (ais)http://misterionline.com/