Tampilkan postingan dengan label Kitab Suci Sruti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kitab Suci Sruti. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 September 2012

Penciptaan dan Penguasa

Penciptaan dan Penguasa


Tasmai sa Howaca prajakamo wai prajapatih sa tapo’tapyata, sa tapastatwa sa mithunamutpadayate Rayilmca pranam ca, ity etan me bahudha prajah karisyata iti.

Ia (Pipalada) menjawab kepada penanya Kabadhi sesungguhnya, Tuhan, Penguasa atas segala makhluk yang ada, berkeinginan lahir anak-anaknya, lebih jauh dengan menjadikan kekuatannya dan melakukan karma yang benar dan dari padanya telah diciptakan dua pasangan badan yang berbeda, dengan memberi hidup kepada mereka sehingga mungkin kemudian mengembangkan dan memberi kelahiran pada makhluk-makhluk selanjutnya dari berbagai macam menurut jenisnya.

Aditya hawai prano rayirewa candramah, rayiwa atat sarwam yan murtacancamurttan ca Tasman murtirewe rayih.

Sesungguhnya matahari adalah sumber dari semua hidup (prana) dan bulan sesungguhnya adalah rayi, yaitu zat baik yang tampak dan yang tidak tampak. Rayi sesungguhnya aspek matahari yang tampak, termasuk badan jasmani dan semua mahluk.

Athottarena tapasa brahmacary ena sraddhaya widyayatmanam awisyadityamabhijsysnte. Etadwai pranamayatanametad amrta-mabhyametat, parayanam etasmanna punarawarttanta ityesa nirodhastadesa slokah.

Mereka yang mencari Tuhan dengan cara tapa, bramacari, iman (dalam kebesaran dan kepada Tuhan), mengenal dirinya dengan cara pengetahuan yang benar pergi melalui utara yana, mereka yang sesungguhnya akan mencapai Suryaloka yaitu tempatnya sang cahaya atau Adityaloka yang berada di atas prana (kehidupan), kekal abadi, bebas dari rasa takut dan sebagai rakhmatnya yang tertinggi, dimana Jiwa tidak akan kembali lagi melainkan mencapai moksa, dimana jiwa bebas dari ikatan akhir dan mati. Ini adalah nirodha atau tujuan dan sebagai petunjuk tentang ini ada sloka sebagai berikut:

Pancapadam pitaramdwadaksaktrimdiwa ahuh pare arddhe purisinam; Atheme anye u pare wicaksanam sapata cakre sadara ahurapitamiti.

Sesungguhnya matahari disebut Pitara karena memelihara semua mahluk yang ada termasuk pohon-pohon, sayur-sayuran, rerumputan dan seterusnya) dan disebut Pancapadam (berkaki lima) sebagai penyebab adanya empat musim dan disebut Dwadaksatri karena penyebab adanya dua belas bulan dan adanya bahkan jauh disebelah bulan dan bintang-bintang. Namun ada pula orang bijak yang lain mengatakan ia yang duduk diantara tujuh kereta yang mulia (karena ada tujuh macam sinar) yang ditopang oleh enam jerujinya (karena penyebab timbulnya enam macam musim). Musim semi, buah, hujan, panas, dan dingin.

Maso wei prajapatistaya krisna paksa ewa rayih, suklah pranas tasmadete rsyah sukla istam kurwanti itara itarasmin.

Bulan disebut juga prajapati, karena dari lima belas hari raya (memberi hidup kapada materi) sedangkan lima belas dari yang terang adalah prana. Karena itu para resi melakukan ista yadnya pada masa sukla paksa, sedangkan yang lain-lainnya melakukannya pada waktu kresna paksa.

Te’sraddadhana babhuwuh so’bhimanadurdhwamutkramata iwa tasmannukamatyathetare sarwa ewotktramate tasmanisca pratisthamane sarwa ewa pratisthante yadyattha maksika madhukarara janam utkramatam sarwa ewotkramante tasimin pratsithamane sarwa ewa pratisthanta ewam wad manascaksuh srotranca te pritah pranam sturwanti.

Yang dikatakan Dewa-dewa (dalam badan, mis lidah, mata, telinga, pikiran dan sebagainya) tidak dipercaya kepada prana, dengan mana yang terakhir, dalam hal ini, prana tampak bangkit dengan nagga (karena dipersilahkan) seakan-akan pergi meninggalkan badan itu. melihat itu (prana) bergerak keluar, tetapi ketika prana beristirahat, yang lain juga beristirahat. Persis seperti semua kembang mengikuti permainannya dan berhenti dimana dia berhenti atau duduk, demikian semua dewa-dewa yang disebut dalam badan itu tergantung dan mengikuti prana ini. Pada saat itu sang lidah, mata, telinga dan pikiran semua senang dan mulai memuji prana (sebagai pemimpin dan menyangga yang sebenarnya dan pemulihan tubuh).

Ara iwa rathanabhau prane sarwan pratistham, rco yajudwamsi yajnah ksatram brahmaca

Ibarat jeruji dipasang pada porosnya roda sebuah kereta demikian pula halnya segala sesuatu ditetapkan dan digantungakan pada prana. Melalui prana dan pengendaliannya itu orang dapat belajar Weda sendiri, mis Rg.Weada, yayur Weda, Sama Weda (dan Atharwa Weda) dan dari itu orang dapat melkukan maha yadnya atauy orang-orang bijaksana dan terpelajar. Dapat memperlihatkan kebijaksanaannya yang bear atau sesorang tentara dapat memperlihatkan keberaniannya yang mengagumkan.

Atmana esa prano jayate; Yathaisa puruse chayaitasminnetadtatam manokrtena yatyasmin sarire.

Prana ini dilahirkan (karean alasan) dari atma (jiwa); ibarat bayang-bayang mengiktui badan, demikian prana terikat pada atman. Ia memasuki tubuh ini sesuai dengan pikirannya baik atau buruk perbuatan.

Hady hyesa atma; atraitadekasatam nadinam tasam satam satamaikasyam dwasaptatirdwasaptatih prati sakhanadisahasrani bawanyasu wynas’carati.

Jiwa menetap dihati dimana didalamnya terdapat seratus syaraf, masing-masing lagi dibagi memiliki dua ribu sub cabang yang lebih kecil; dan Wayana, itu adalah Prana bergerak melalui kesemua itu.

Athaikayordhwa udanah punyaina punyam lokam nayati, Papena papanubhabhabhyamewa mnusyalokom.

Keluar dari banyak macam urat syaraf itu, satu disebut sumsumna melalui mana jiwa digerakkan keatas Udana dan dari situ keluar dari badan berbagai tempat yang berbeda, surga, neraka atau kedunia manusia masing-masing menurut perbuatan mereka.

Prana Alam semesta:

Aditya ha wai bebyah wai bahyan prana odayatha hyenam caksusam pranamanugrhnanan. Prthiwiwyam ya dewata saita purusasya-panamawas. Tsbysntsrs yadakasah sa samano wayurwyanah.

Matahari sesungguhnya terbit dalam bentuk prana luar, memberi hidup kesemua mahluk, dengan mana mata dapat hidup, yaitu penglihtan. Kemudian bumi menarik dan menambah apana seseorang, sedangkan Wayu menarik dan menambah nyawa seseorang.

Resi Wasistha, Dewata: Saraswan, Syair : Gayatri

Resi Wasistha, Dewata: Saraswan, Syair : Gayatri


Janiyanto nwagrawah putriyantah sudanawah, saraswatam hawamahe.

Kami menjumpai Saraswan sebagai laki-laki yang tak beristri mengingini istri. Sebagai orang-orang yang maha pemurah menginginkan putra.

Uta nah priya priayu saptaswasa sujusta. Saraswati stomyabhut.

Sesungguhnya ia tersayang ditengah-tengah alirannya air yang tersayang, tujuh saudara perempuan rindu akan cinta mendalam. Saraswati telah memperoleh pujian kami.

Tatsawiturwarenyam bhargo dewasya dhimahi. Dhiyo yo nah pracodayat.

Semoga kami memperoleh kejayaan yang luar biasa dari sewa Sawitar. Semoga ia mengilhami doa kami.

Ta nah caktam parthiwasya moharayo diwasya. Mahi wa ksatratam dewesu.

Karena itu tolonglah kami mencapai kerjayan itu kekayaan rakhani dan jasmani. Sangat luaslah kekuasaanmu diantara Dewa-Dewa itu.

Rtamrtena sapantesiram daksama cate. Adruha dewau warddhete.

Dengan hati-hati menundukkan hukum dengan hukum, demikian mereka mencapai kekuasaan itu. Kedua Dewi, tidak penipu, bertambah kuat.

Wrstidyawa rityapesaspati danumatyah. Brhntam garttamacate.

Dengan langit yang menhujani dan banjir yang melanda, Penguasa atas banjir itu turun dalam embun. Kedudukan tertinggi telah mereka capai.

Yunjnti bradhnamarusam caratam pari tasthusah. Rocanre rocana diwi.

Mereka yang berdiri disekeliling Dia, kuda yang kecoklat-coklatan dengan menggarakkan abah-abahnya yang kemilau.

Yunjantyasya kamya hari wipakasana rathe. Cona dhrsnu nrwahasa.

Pada dua sisi kreta mereka pasang dua ekor kuda coklat yang ia sayangi. Coklat, berani yang membawa Pahlawan seterusnya.

Ketum krnwannaketawe peco marya apecase Samusadbhirajayathah.

Engkau buat sinar itu dimana cahya itu tiada dan membentuk wujud dimana wujud itu sendiri tidak ada, O manusia diciptakan bersama dengan pajar.

Resi, Barhaspatyo Bharadwaja. Dewata Agni-Dewa. Gayatri

Twamagne yajnanam hota wicwesam hitah. Dewebhirmanuse jane.

O agni, engkau telah dijadikan Hotar itu pada setiap yadnya. Oleh para Dewa-Dewa diantara suku-suku manusia.

Sa no mandrabhiradhwere jihwabhiryaja mahah. A dewanwaksi yaksi ca.

Dengan demikian, dengan suara merdu dilagukan untuk kami, upacara yadnya yang mulia, membawa para Dewa dan memujinya.

Wettha hi wedho adhwanah pathacca dewanjasa. Agne yajnesu sukrato.

Karena, sebagai pengatur, Agni Dewata, sangat bijaksana dalam yadnya, engkau menegtahui langsung jalan-jalan itu dan cara-caranya.

Resi Haryata Pragatha, dewata Agni-indra. Gayatri.

Hota dewo amatyah purastadeti mayaya. Widathani pracedayan.

Kekal abadi, pendeta Hotar, dan Dewata, dengan kekuatannya yang ajaib ia menuntun kejalan itu. Mendorong para umatnya maju.

Waji wajesu dhiyatedhwaresu pra niyate. Wipro yajnasya sadhanah.

Kuat, ia jalankan perbuatan yang sakti, Ia dipimpin selanjutnya dalam upacara suci. Pendeta yang menyempurnakan upacara.

Dhiya cakre warenyo bhutanam garbhama dadhe. Daksasya pitaram tana.

Luar biasa, Ia dibuat oleh pikiran. Benih ciptaan yang ada telah saya peroleh. Sesungguhnya, Ia yang Maha Tinggi adalah kekauatan yang aktif.

A sute sincata criyam rodasyorabhi criyam. Rasa dadhita criyam rodasyorabhi criyam. Rasa dadhita wrsabham.

Tuangkan cairan itu, susu yang dipanaskan yang mempercepat menuju kepada surga dan umi. Persembahkan cairan itu kepada banteng itu.

Te janata swamokyam sam watsase na matrbhih. Mitho nasanta jamibhih.

Ini yang mengetahui tempat tinggal mereka, laksana anak lembu disisi induknya. Mereka datang bersama keluarga mereka.

Upa srakwesu bapsatah krnwate dharunam diwi. Indre agna namah swah.

Melalapnya dengan taring-taringnya yang serakah, mereka buat makanan pengganggu di surga. Untuk Indra , Agni, hormat, cahaya.

Resi Priyamedha Anggirasa, dewata indra, gayatri.

Abhi pra pra gopatim girendramarca yatha wide. Sunum satyasya satparim.

Terpuji, Indra, dengan lagu, penjaga sapi, begitu ia dikenal. Putra kebenaran, Raja orang-orang pembrani.

A harayah sasrjrirerusiradhi barhisi. Yatrabhi samnawamahe.

Kuda-kuda yang coklat telah dikirim kemari, yang merah ada pada rumput suci. Diama kami nyanyi bersama nyanyian-nyanyian kami.

Indaya gawa aciram duduhse warjrine madhu. Yatsimupahware widat.

Untuk Indra, yang bersenjatakan guntur, sapi-sapi pada mengeluarkan susu bercampur madhu. Bila mereka didapatkan ada dalam ruang bawah tanah?

Resi, Cunahcepa Ajigarti, Dewata Agni, Gayatri.

Imamu su twa,as,ala, sanim gayatram nawyamsam. Agne dewessu pra wecah.

O Agni, kerahim Engkau mengatakan keberuntungan kami yang baik kepada Dewa-dewa. Dan ini lagu kidung kami yang baru.

Wibhaktasi citrabhano sindherurma apaka a. Sadyo dascusa ksarasi.

Engkau mengatur pahala-pahala itu, yang maha mulia, dekat, seakan-akan gelombangnya sindhu Engkau mengalir cepat menuju pemuja.

Ano bhaja parameswa wajesu madyamesu. Ciksa waswo antamasya.

Berilah kami bagian harta kekayaan yang sangat tinggi, bagian harta yang sangat dekat kepada kami. Bagian harta yang ada diantara (kami).

Resi Watsa keluarga Kanwa, Dewata Surya-Indra, Gayatri.

Aha middi pituspari medhamtasya jagraha. Ahamusya iwajani.

Dari Bapak saya memperoleh pengetahuan yang dalam mengenai hukum yang abadi. Saya dilahirkan seperti Matahari itu.

Aham pratena janmana girahcumbhami kanwawat. Yenedrah cusmamiddadhe.

Dengan mengikuti kebiasan dahulu, saya memperindah nyanyian-nyanyian saya sebagai Kanwa. Dan Indra sendiri mendapatkan kekuasaannya dari padanya.

Ye twamidra na tustuwur rsayo ye ca tustuwuh. Mamedwardhaswa sustutah.

Adapun juga yang Maha Resi tidak pujikan, Indra, atau telah memuji Engkau bertambah pula kekuasaan itu oleh pujian saya.

Resi Atreya, Dewa- Agni, Gayatri.

Agne pawaka rocisa mandraya dewa jihwaya. A dewan waksi yaksi ca.

O, Agni, suci dan kudus, dengan sinar cahyamu dan indahmu yang menyedapkan. Bawalah olehmu Dewa-dewa dan memuji mereka.

Tam twa ghrtasnawimahe citrabhano Dewam a witaye waha.

Kami mengharapkan engkau mandi dalam mentega, O sinar yang cemerlang, siapakah yang mengawasi matahari? Bawalah dewa-dewa itu pada upacara ini.

Witihotram twa kanwa dyumantamsmami-dhimahi. Agne brhantama-dhwere.

Resi, kami telah menghidupkan engkau, yang cemerlang, penerima pesta atas persembahan. O Agni, Agung dalam yadnya.

Resi Gotama keluarga Rahugana, Dewa-Agni, Gayatri.

Awa no agna utibhirgayarasyaprabrahmani. Wicwasu dhisu wandya.

Agni, dipuji dalam semua doa kami, rakhmati kami dengan bantuan Engkau. Bila kidung dinyanyikan seterusnya!

Ano agne rayim bhara sastrasaham wareyam. Wicwasu prtsu dustaram.

Bawakan kami harta yang dikuasai terus, kekayaan, Agni yang patut jadi pilihan kami. Tak pernah terkalahkan dalam setiap pertarungan kami.

A no agne sucetuna rayim wiswayu pasacam. Mardikam dhehi jiwase.

Limpahkan rajmat melalui kebajikanmu,Agni, harta untuk menujang kami seterusnya. Rakhmatmu menyebakan kami dapat hidup.

Resi Ketu Keluarga Agni, Dewata-Agni. Gayatri

Agnim hinwantu no dhiyah sapti macumiwajisu. Tena jesma dhanamdhanam.

Semoga nyanyi-nyanyian kami mempercepat Agni maju laksana armada melaju dalam perlombaan. Dan kami akan menang tiap hadiah melalui dia.

Yaya ga akaramahai senayagne tawotya. Tam no hinwa maghattaye.

Agni, pasukan yang banyak dimana kami akan mendapat Sapi untuk diri kami melalui pertolongan Engkau. Kirimkan itu kepada kami untuk mendapatkan harta.

Agne sthuram rayim bhara prthum gomantamacwinam. Angdhi kham wartaya pawim.

O Agni berilah kami harta yang pasti, harta yang banyak dalam bentuk kuda dan sapi. Minyaki lubang itu olehmu, putarkan roda itu.

Agne naksatra,ajarama suryam rohayo diwi. Dadhajjyotirjanebbah.

O Agni, Engkau telah membuat matahari, bintang yang nanjak kelangit. Memberi rakhmat sinar kepada manusia.

Agneketurwisamasi presthah crestha upasthasat. Bodha stotre wayo dadhat.

Engkau adalah sinar cahaya bagiu manusia, Agni, terbaik, tersayang, bersemayam ditempatmu. Melihat penyanyi, memberikan dai hidup.

Resi Warupa Anggirasa, Dewata Agni, Gayatri.

Agnirmyddha diwah kakutpatihprthiwya ayam. Apam retamsi jinwati.

Agni adalah kepala dan tinggi disurga. Ia juga adalah penguasa dunia. Ia percepat benih-benih air itu.

Ircise waryasya hi datrasyagne swah patih. Stota ayam tawa carmani.

Sesungguhnya Agni dewa cahaya, menguasai hadiah-hadiah terpilih. Semoga saya, penyanyimu, mendapatkan perlindungan dari pada engkau.

Udagne cucayastawa cukra bhra janta irrate. Tawajyatimsyarcayah.

Menanjak keatas, Agni, tingkatkan sinarmu, suci dan agung, pijar ditempat tinggi. Sinar cahayamu, indah dan mulai.

Resi Gotama keluarga Rahugana, dewata Agni, gayatri.

Kaste jamirjananamagne ke dacwadhwarah. Ko ha kasminnasi critah.

Siapakah keluargaan pada manusia, Agni? Siapa yang menghormati dengan yadnya? Kepada siapa tanggungjawabnya? Siapa Engkau itu?

Twam jamijananmagne mitro asi priyah. Sakha sakhibhya Idah.

Keluargamu, pada manusia Agni, Sahabat yang engkau paling sayangi. Sahabat yang sahabat dapat diharapkan.

Yaja no mitrawaruna yaja dewam rtam brhat. Agne yaksi swam damam.

Bawalah mitra, Waruna, bawalah Dewa-dewa itu. Kemari, pada upacara yadnya yang besar. Bawalah mereka, O Agni, pada rumah engkau.

Resi wiswamitra Gathina, Dewata-agni, Gayatri.

Idenyo namasyastirasmamsi darcatah. Samagniridhyate wrsa.

Jumpai untuk dihormati dan dimohon, memperlihatkan dalam indahan melalui kesusraman. Agni, yang kuat, dinyatakan dengan baik.

Wrso agnih samidyate acwa na dewa wahanah. Twam hawismanta idato.

Angi kuat dinyalakan baik, bahkan laksana kuda yang membawa para Dewa. Manusia dengan persembahannya berharap kepadanya.

Wrsnam twa wayam wirsan wirsanah samidhimahi. Agne didyatam brhat.

Kami akan menyalakan Engka, yang kuat, kami pahlawan, yang memperkuat kami. Engkau Agni, bercahaya sangat agungnnya. (Puja,1979:37- 406)

Pemujaan Sawitri

Pemujaan Sawitri


Yunjanah prathamam manas tattwaya sawita dhiyah agner iyotir nicayya prthiwya adhyabhacat.

Dengan mengkonsenkan indra-indra, pikiran, dan intlek, kepada Brahman, untuk memperoleh kesunyataan, semoga Dewi Sawitri, - Sang Surya yang sedang muncul dicakrawala itu,- setelah melihat Dewa Agni, - Sang Api yang bersinar,- berkenan memberikan sinar terangnya kepada bumi.

Yuktena manasa wayam deasya sawituh sawe suwargeyaya saktya.

Dengan berkah dari Dewi Sawitri yang bersifatuniwersal, semiga kita dengan melakukan konsentrasi pikiran, dapat memperoleh kekuatan untuk mencapai surga.

Yuklwaya manasa dewan suwaryato dhiya diwam brhaj jyotih karisyatas sawita prasuwati tan.

Dengan mengkonsentrasikan indra-indra pikiran dan intlek, semoga Dewi Sawitri berkenan memanifestasikan cahaya universal yang tidak terbatas itu untuk kesempurnaan kita.

Yunjate mana uta yunjate dhiyo wipra wiprasya brhato wipasitah. Wi hotra dadhe wayunawid eka in mahi dewasya sawituh paristutih.

Puja dan puji kami persembahkan kepada Dewi Sawitri yang maha bijaksana, yang bersinar-sinarnya tidak terbatas yang meliputi segala sesuatu, yang mengetahui gerak-gerik semua mahluk yang untelligen, yang hanya secara sebdirian saja mampu mengatur yadnya yang diselenggarakan oleh para Brahmana (weda) yang telah mengkonsentrasikan indra-indra, pikiran dan intleknya.

Yuje wam brahma purwyam nabhir wisloka etu pathyewa sureh srnwantu wiswe amrtasya putra a ye dhamani diwyani tastuh.

Puja dan puji kami persembahkan kepada Brahma yang paling kami muliakan. Semoga doa dan puji kami, seperti yang telah diucapkan oleh orng-orang suci yang bijaksana, yang berjalan dijalan yang benar, dapat didengar oleh Brahma, Oleh Prajapati, serta oleh Putera-Putera dari Yang maha Abadi, yang menempati sorga sebagai tempat tinggalnya.

Agnir yatrabhimathyate wayur yatradhirudhyate semo yatratiricyate tatra samjayate manah.

Dengan pelaksanaan Yadnya, dimana Api, dinyalakan dengan lembut, dimana Angin yang kencang diredakan, dan Air Soma dituangkan dengan tepat pada Piala Ritualnya, semoga Jiwa kami menjadi sempurna.

Sawitra prasawena juseta brahma purwyam tatra yonim krnawase na hi te purtam aksipat.

Dengan berkah dari Dewi Sawitri, marilah kita laksanakan Upacara Persembahyangan Brahman, yang ciri utamanya Latihan Konsentrasi Pikiran, yang telah dilakukan sebagai tradisi sejak jaman dahulu kala. Apabila tingkah laku kita sehari-hari didasari dengan prinsip-prinsip persembahyangan tersebut, maka Jalan Kehidupan kita akan terbebas dari ikatan hasil Karma yang pernah kita lakukan, dan kita dijauhkan dari terkena penderitaan.

Tritunnatam sthapya samam sariram hrdindriyani manasa samniwesya. Brahmodupena pratareta widwam srotamsi sarwani bhayawahani.

Dengan membiasakan diri bersikap meditasi yang baik, yaitu ketiga tubuh bagian atas; dada, leher, dan kepala, berkeadaan tegak lurus, serta kedudukannya tepat dengan bagian-bagian tubuh lainnya, dengan indra-indra dan pikiran dikalahkan oleh Hati yang murni, orang-orang yang bijaksana dengan ber-Perahu-kan Brahman, dapat mengarungi samudra kehidupan yang dahsyat, yang gelombang-gelombangnya menakutkan itu.

Pranan prapidyeha samyukta cestah ksine prane nasikayo’ cchwasita. Dustawa-yuktam iwa waham enam widwam mano dharayeta pramatah.

Dengan kemampuan menguasai indra-indranya, mengalahkan keinginan rendahnya, dan dengan mengatur pernafasannya, sesuai dengan ketentuan Ajaran Yoga, orang-orang yang bijaksana mampu mengendalikan pikiranya seperti seorang kusir kereta yang mahir mengendalikan kreta-kreta kudanya yang liar.

Same sucau sarkawa sakara wahni waluka wiwarjite sabda jalasraya dibhih. Namo’nukule na tu cakcu pidane guhe niwatasrayane prayojayet.

Dalam melakukan meditasi untuk dapat dengan Tuhan Yang Maha Esa, hendaklah dipilih tempat yag suasananya murni, bebas dari debu, bebas dari api, bebas dari batu-btu krikil, dan suara-suara yang terdengar hanya yang menyenangkan pikran, yang dekat dengan air, yang teduh dengan pohon-pohon yang rindang, yang bebas dari pandangan yang menyakitkan mata, jika dilakuakn dalam gua, hendaklah telah diubah dan tepat untuk bertapa brata, yang terlindung dari angin yang keras. Dengan persyaratan meditasi yang demikian itu, orang-orang bijaksana dapat mencapai yang menjadi tujuan dengan hasil baik.

Nihara dhumarkanilanam khadyota-widyut-sphatika-saninam. Etani rupani purussarani brahmany abhiwyaktikarani yoge.

Orang yang telah melaksanakan ajaran-ajaran Yoga, apa bila telah berhasil, yang mula-mula tampak dengan mata batinnya adalah munculnya Brahman, yang berwujud sebagai kabut, matahari, api, angin, kunang-kunang, halilintar, kristal dan bulan.

Prthwyapryatejo’nilakhe samutthite pancmake yo-gune prawrtte. Na tasya rogo na jara na mrtyuh praptasya yogagnimayam sariram.

Apabila kesaktian Yogaguna dalam tubuh seorang Yogi, yaitu yang berhubungan dengan unsur: tanah, air, cahaya, udara dan ether, berkat latihan-latihan meditasi, telah membangunkan kesaktian-kesaktian Yogaprawtti penciuman surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada ujung hidung; pengecapan surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada ujung lidah; penglihatan surgawi, yang penuh warna aneka ragam yang sangat indah, dengan jalan memusatkan pikiran pada pangkal lidah; perabaan surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada bagian tengah lidah; dan pendengaran surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada langit-langit di atas lidah, maka orangnya tidak lagi terkena sesuatu penyakit, masa tua, rasa sakit dan kematian. Keaktian-kesakstian tersebut dicapai, apabila orang telah dapat membakar badannya dengan api meditasi.

Lagutwam arogyam alolupatwam warna –prasadam swara-sau-sthawam ca. Gandhas subho mutrg-purisam alpam yoga prawrttim prathamam wadanti.

Hasil pertama dari meditasi, dalam orang mempraktekkan yoga, adalah berupa dicapainya keadaan-keadaan; badan menjadi ringat, sehat, bebas dari penyakit-penyakit, pikiran tidak ternodai dengan keinginan-keinginan rendah, berkepribadian yang mantap, diprolehnya kemampuan dapat melihat berbagai warna yang indah dan bersinar-sinar, memiliki wajah yang simpatik dan berwibawa, menjadi halus tutur bahasanya, mampu mencium bau-bau harum, dan jarang buang air besar maupun air kecil.

Yathaiwa bimbam mrdayo’paliptam tejomayam bhrarajate tat sudhantam. Tad watmatattwam prasamiksya dehi ekah krtartho bhawate wita-sokah.

Seperti segumpal emas atau segumpal perak, yang dari tertutup tanah, setelah dibersihkan menjadi mengkilat dan mengeluarkan sinar yang berkilaua-kilauan, yang semula ditutupi oleh awan ketidaktahuan yang gelap, setelah orangnya menyadari dan menghayati sifat Dirinya Yang Sejati, lalu dia dapat manunggal dengan Tuhan Yang Maha Esa (Brahman) serta bebas dari terkena penderitaan.

Yadatma tatwena tu brahm-tattwam dipopamene’ha yktah prapasyet ajam dhruwam sarwa tattwair wisuddham jnatwa dewam mucyate sarwa pasaih.

Setelah orang dalam melakukan meditasi telah mencapai titik dimana dia telah dapat menyadari dan menghayati tentang sifat Dirinya Ynag Sejati, yaitu keberadaan sifat-sifat Brahman yang tidak terlahirkan, tetai yang manifest sebagai sebuah Cahaya yang amat terang benderang, yang sifatnya abadi yang bebas dari ketidaktahuan, maka dia terbebas dari semua ikatan-ikatan.

Esa ha dewah pradiso’nu sarwah purwo hi jatah sa u garbe antah. Sa ewa jatah sa janisyamanah pratyam janamis tisthati sarwato-mukhah.

Sesungguhnya Dia, seorang Maha Yogi yang telah mencapai Kesempurnaan, itu seperti seorang Maha Dewa, yang Kesempurnaannya meliputi semua Alam. Dia terlahirkan yang pertama kalinya didalam rahim Hiranya Garbha. Dia telah dilahirkan, dan akan terlahirkan kembali. Dia diberi dibelakang semua mahluk. Dia mampu berada didalam diri semua mahluk, karena Dia mampu mengambil wujud yang beraneka jenis, serta mampu melihat ke segala penjuru, mampu melihat makhluk di mana pun dia berada.

Yo dewa’gnau yo’psu wiswam bhuwanam awiwesa, ya oshadisu yo wanaspatisu tasmat dewaya namo namah.

Kepada seorang Maha Yogi yang seperti seorang Maha Dewa, yang ada didalam Api, ada didalam Air, yang telah memasuki Alam Semesta, yang ada didalam Tanaman Obat-Obatan yang tumbuh setiap tahun, yang ada didaerah-daerah Hutan, yang ada didalam pohon-pohonan, kepada Maha Yogi ini, sampaikanlah penghormatanmu! Pujalah Dia!. (Sudiarto, G Pudja, 1992:20-27)

Dwe aksare brahma pare tw nante, widya/sidye nihite yatra gudhe ksaram tw awidya hy amrtam itu widya, widyawidye isate yas tu so’nyah.

Pada Brahman Yang Maha Esa Abadi dan tidak terbatas itu, terdapat Pengetahuan Suci dan Ketidak-Tahuan, yang belum manifest. Pengetahuan Suci bersifat Abadi, sedang Ketidak-Tahuan bersifat tidak abadi. Untuk mencapai kesempurnaan, hendaklah orang-orang mengontrol keduanya, mencapai Pengetahuan Suci dan melenyapkan ketidaktahuan, serta berlaku sebagai Saksi atas keduanya.

Yo yonim adhitisthaty eko wiswami rupani, yonis ca sarwah rsim prasutam kapilam yas tam arge jnair bibharti jayamanam ca pasyet.

Hanya dia yang merupakan satu-satunya nyata, yang menjadi Sang Maha Pengatur atas benih dan semua bentuk yang ada dialam semesta ini. Beliaulah yang seakan-akan seorang Ibu, yang dari dalam pikiranNya melahirkan Putera yang bijaksana, dan mengawasi kelahiran itu.

Ekaikam jalam bahudha wikurman, asmin ksatre samharaty esa dewah bhuyah srstwa patayas tathesas sarwadhipatyam kurute mahatma.

Di arena Maya, Brahman setelah dengan berbagai cara melemparkan Jala Beliau, lalu setelah tiba saatnya menarik kembali Jala-Nya. Kemudian setelah datang saat penciptaan berikutnya, diciptakan kembai alam semesta dengan semua isinya, dan Brahman berperanan kembali sebagai Yang dipertuan Yang Maha Agung atas alam semesta.

Sarwa disah udhwan ewam sa dewo bhagawan warenyo yoni-swabhawan adhitisthaty ekah.

Seperti Matahari yang memberikan sinar-sinarnya disudut-sudut alam, diatas, dan dibawah, serta diruang-ruang antara keduanya, demikian juaga Brahman yang menjdiYang DipertuanYang Maha Agung atau atas alam semesta, yang suci, yang wajib kita puja itu, memerintah seluruh isi alam semesta dan menghidupkan benih-benih kehidupan, yang masing-masing memiliki kemiripan dengan Sang Maha Penciptanya.

Ya ca swabhawam pacati wiswayonih, pacyam ca sarwam parinamayed yah sarwam etad wiswam adhisthaty eko gunan ca sarwam winiyojayed yah.

Brahman secara sendirian memerintah Alam Semesta dengan semua isinya. Dan Beliau memasakkan benih-benih kehidupan yang ada di Alam Semesta ini, serta menentukan sifat-sifat tertentu yang diperuntukkan bagi setiap jenis makhluk.

Tad weda-guhyopanisatu gudham, tad brahma wedate brahma-yonim ye purwam dewa rsyas ca tad widuh te tanmaya amrta wai babhuwuh.

Pengetahuan Suci tentang sifat-sifat Brahman itu disimpan secara rahasia didalam kitab-kitab suci Weda dan Kitab-Kitab Suci Upanishad. Para Dewa dan para Resi yang hidup di zaman dahulu telah dapat menyadari dan menghayati keberadaan Beliau didalam dirinya, sehingga mereka itu dapat memperoleh keabadian.

Gunanwayo yah phala-karma-karta krtasya tasyai wa sa copabhokta sa wiswa-rupas trigunas tri-wartma pranadhipas samcarati swa-karmabhih.

Sang Purusa yang diakruniai sifat-sifat tertentu, melakukan suatu kerja dengan mengharapan hasilnya. Dengan ditempuhnya Ketiga Jalan, yaitu Jalan yang terwarnai Kejahatan, Jalan Kebajikan. Dan Jalan Pengetahuan Suci, Sang Purusha menghayati kehidupannya secara berulang-ulang.

Agustha-matro rawi-tulya-rupas samkala-hamkara-samanwito yah buddher gunenatma-gunena caiwa aragra-matro hy aparo ’pidrstah.

Atman itu yang dapat kita bayangkan sebagai sebesar ibu jari, dapat menegluarkan sinar yang berkilau-kilauan, kebesaran diri dan memiliki kemampuan dapat memutuskan sesuatu, serta dilengkapi dengan sifat-sifat kejiwaan lainnya; begitu pula dilengkapi dengan sifat-sifat atau kemampuan-kemampuan kejasmanian. Walaupun demikian, jika kita bandingkan dengan Brahman tmpak sangat kecil, sekecil dari tongkat pemacu hewan.

Walagra-sata-bhagasya satadha kalpitasya ca bhago jiwas sa wijne yas sa canantyaya kalpate.

Atman itu berkeadaan sebesar seperseratus ujung rambut dibagi seratus, tetapi memiliki kemampuan yang tidak terbatas.

Naiwa stri na puman esa na caiwayam napumsakah yad yac chariram adate tena sa raksyate.

Atman itu tidak bersifat wanita, tidak bersifat pria juga tidak bersifat banci. Atman dpat mengambil suatu wujud makhluk yang bagaiamana pun tubuhnya.

Samkalpana-sparsana-drsti-mohair grasambhu-wrsty-atma wiwrddhi-janma karmanugany anukramena dehi sthanesu rupany abhi samprapadyate.

Dengan menggunakan kemampua, pikiran, perabaan, penglihatan, dan dengan menhayati hawa-nafsu hawa nafsu, Atman berinkarnasi secara berulang-ulang di dibeberapa tempat, dengan mengambil berbagai tubuh, sesuai dengan hasil karmanya, dan mengalami kedewasaannya, sama seperti bahwa tubuh itu dapat mengalami pertumbuhan, karean orangnya memakan makanan dan meminum minuman.

Sthulalani suksmani caiwa, rupani dehi swa-gunair wrnoti krya-gunair atma-gunais ca tesamyoga hetur aparo ’pidrstah.

Atman yang berinkarnasi sesuai dengan sifat dan karmanya, memilih sebagai tubuh wujud yang kasar atau halus. Dia menjadi tampak keberadaan berbeda dari satu inkarnasi ke inkarnasi berikutnya.

Anady anantam kalilasya madhye wuswasya srastaram aneka-rupam. Wiswasyaikam pariwestitaram jnatwa dewam macyate sarwa-pasaih.

Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan bahwa Brahman itu tidak berpermulaan dan tidak berakhir, yang telah mencipta alam semesta dengan seluruh isinya, serta yang meliputi dan meresapi seluruh alam semesta, yang wujud-wujudnya tak terhingga itu, maka dia akan dapat terbebas dari semua ikatan.

Bhawa-grahyam anidakhyam, bhawabhawa-karam siwam kala-srga-karam dewam, ye widus te jahus tanum.

Siapa yang telah dapat menyadari dan mengahayati kesunyataan Siwa yang berbahagia, yang tidak bersifat material, yang menjadi penyebab munculnya exsistensi dan non exsistensi, yang menjadi sumber yang berjari-jarikan Enam Belas, maka dia dapat bebas dari semua ikatan.

Swabhawam eke kawayo wadanti, kalam tathanye parimuhyamanah. Dewassyaisa mahima tu loke yedenam bhramyate brahma-cakram.

Beberapa orang bijaksana, yang masih diliputi oleh Maya, menganggap yang menjadi penyebab munculnya segala sesuatu yang ada itu adalah Alam atau waktu. Tetapi apabial dia sudah terbebas dari Maya dan sudah mencapai kesunyataan, maka dia akan mengetahui bahwa Brahman-lah yang menggerakkan Roda Alam Semesta itu.

Yenawrtam nityam idam hi sarwam, jnah kalakaro guni sarwawid yah tenestitam karma wiwartate ha, prthwapya-tejo,nila-khani cintyam.

Alam semesta dengan segala isinya, yang terdiri dari: Tanah,Air,Udara dan Ether itu dicipta dan dipeerintah oleh Brahman. Beliau yang bersifat abadi, yang menjadi Yang dipertuan atas waktu itu, yang memiliki semua sifat-sifat, yang keberadaanya ada dimana-mana, ayng secara berulang-ulang mengadakan penciptaan dan penghancuran, yang meliputi dan meresapi Alam semesta, yang maha bijaksana, dan yang Maha Mengetahui, itu adalah Maha Pengatur seluruh isi alam semesta dan memekarkan semua Benih kehidupan.

Tata karma krtwa winiwarya bhuyah, tattwasya tattwena sametya yogam ekana dwabhyam tribir asthabir wa, aklena caiwatmagunaisca ca suksmaih.

Brahman setelah mencipta Alam Semsesta, kemudian menggabungkan prinsip ROH dengan prinsip ZAT, yaitu kegiatan ciptaan tunggal, kegiatan penciptaan yang kedua, kegiatan penciptaan yang ketiga, serta kegiatan penciptaan kedelapan. Juga kegiatan penciptaan yang berhubungan dengan waktu intelek yang halus.

Arabhya karmani gunawitani, bhawan ca sarwan winiyojayed yah team abhawe krta-karma-nasah karma-ksaye yari sa tattwato’nya.

Siapa yang melaksnakan kerja sesuai dengan sifat-sifatnya, dengan meletakkan hasilnya kepada Brahman, maka hal itu berarti aktivitas kerjanya behenti. Denagn berhentinya aktivitas kerjanya yang demikian itu, maka dia dapat manunggal dengan Brahman.

Adis sa samyoga-nimitta-hetuh paras trikalad akalo pidrstah tam wiswa-rupam bhawa-bhutam idyam dewam swa-citta-stham upasya-purwam.

Dia adalah sumber munculnya segala sesuatu, Beliau adalah Sumber dari persebaban. Brahman itu berada diatas tiga bagian dari waktu: masa yang telah lalu, Masa sekarang dan Masa yang akan datang. Tetapi Beliau juga dapat manifest diluar waktu. Siapa yang memuja Brahman yang menjadi Sumber dari Alam Semesta itu, sebagai yang ada didalam Hati Sanubarinya, maka dia akan dapat bebas dari ikatan-ikatan.

Sa wrksa-kalakrtibhih paro’nyo yasmat prapancah pariwartate’yam. Dharmawaham papanudam, bhagesam jnatwatmatwatmastham amrtam wiswa-dhama.

Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan bahwa Dia itu lebih besar dari pada Pohon Alam Semesta, dan lebih besar dari pada Sang Waktu, dan keadaannya berbeda dari keduanya itu, serta bahwa Brahman itu menjadi tumpuan dan bergerak Alam Semesta didalam mengalami Perputaran Roda: Penciptaan, Pemeliharaan, Penghancuran, Pinciptaan Kembali, dan seterusnya, dan juga bahwa Brahman itu adalah Pencipta dan Pendukung Kebajikan serta Penghancur Dosa-dosa, yang menjadi Yang dipertuan yang Maha Agung atas Alam Semesta, yang keberadaannya ada pada diri setiap makhluk, dan bersifat abadi, maka dia dapat menunggal dengan Brahman.

Tam iswaranam paramam maheswaram, tam dewatanam paramam ca daiwatam. Patim patinam parastat, widama dewam bhuwanesam idyam.

Marilah kita puja Dia Maha Raja yang Maha Agung dari semua Raja Maha yang Maha Agung dari semua Dewa, Yang dipertuan yang Maha Agung dari semua penguasa, yang paling besar dari semua yang Besar, yang mengeluarkan cahaya yang berkilau-kilauan, yang wajib dipuja sebagai Sang Maha Penguasa atas Alam Semesta.

Na tasya karyam ca widyate, na tat samas capy adhikas ca drsyate parasya saktir wiwidhaiwa sruyate swabhawiki jnana bala-kriya ca.

Pada diri Brahman itu tidak terdapat sebab-akibat. Tidak ada diseluruh alam Semesta ini tampak menyerupai Beliau atau yang mampu melebihi Beliau. Kesaktian Beliau menapak dengan munculnya berbagai ragam wujud, yang keberadaannya di setiap diri maklhuk berlaku sebagi Sumber kekuatan, Sumber Pengetahuan, Sumber Penggerak, dan sudah ada sejak makhluk itu dilahirkan.

Na tasya kascit patir asti loke, na cesita naiwa ca tasya lingam, na karanam karanadhipadhipo na casya kasjjanita na sadhipah.

Didalam Alam Semesta ini tidak ada seorang makhluk yang menjadi ahli yang kemampuannya melebihi Brahman. Tidak ada penguasa yang kuasanya melebihi Brahman. Bahkan tidak ada sesuatu Lingga yang dapat menjadi Tanda Kehadiran Beliau di suatu tempat. Brahman adalah menjadi penyebab munculnya segala sesuatu yang ada di alam Semesta ini. Brahman adalah Maha Penguasa yang menjadi Jagat-karana. Tidak ada yang menjadi Orang-Tua ataupun Raja bagi Brahman.

Yas tantunabha iwa tantubhih pradanajaih swabhawatah dewa ekah swam awrnot, sa no dadhad brahmapyayam.

Semoga Brahman, yang semisal labah-labah yang dengan benangnya yang keluar dari dalam dirinya, yang dihasilkan oleh Pradhana-Nya, yang telah mencipta Alam Semesta ini, berkenan memberi berkah kepada saya, sehingga saya dapat amnunggal dengan Beliau.

Eko dewas sarwa-bhutesu gudhas sarwa-wyapi sarwa-bhutan-tar-atma. Karmadhyaksas sarwa-bhutadhiwasas saksi ceta kewalo nirgunas ca.

Marilah kita puja Brahman yang keberadaannya ada pada setiap makhluk, yang meliputi dan meresapi seluruh bagian dari Alam Semesta, yang merupakan inti batinya setiap mahluk, yang menjadi Yang dipertuan atas tingkah laku semua mahluk, yang sanubarinya manusia merupakan tempat bersemayamNya, yang dalam memikir tanpa menggunakan pikiran, dan yang ketiga sifat, yaitu: Kebaikan, Aktivitas, dan Kegelapan diluar diri Beliau.

Eko wasi niskriyanam bahunam ekam bijam bahudha yah karoti tam atmastham ye’nupasyanti dhiras tesam sukham saswatam netaresam.

Dia adalah Maha Penguasa memerintah seluruh alam Semesta. Namun Beliau tidak perlu secara nyata-nyata aktif melakukan aktivitas Beliau itu, karena Beliau hanya berlaku sebaga Maha Saksi. Beliau telah menciptakan semua isi Alam Semesta dari satu benih. Orang-orang bijaksana yang telah dapat menyadari dan menghayati kehadiran Brahman di dalam diri sanubarinya, akan memperoleh Kebahagiaan Yang Sejati, sedang orang-orang lain belum dapat memperolehnya.

Nityo nityanam cestanas cetanam eko bahunam yo widadhati kaman tat karanam samkya-yogadhigamyam jnatwa dewam mucyate sarwa-pasaih.

Dia adalah paling abadi dari yang abadi, Adalah Maha Pemikir dari para Pemikir, yang walaupun sendirian, dapat memberikan kepuasan atas keinginan-keinginan yang diinginkan semua mahluk. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Rahasia Agung yang tersimpan didalam Ajaran Samkya dan Yoga, dia akan terbebas dari semua ikatan.

Na tatra suryo bhati na candra-tarakam, nema widyuto bhanti kuto’yam agnih. Tam ewa bhatam anubhati sarwam, tasya bhasa sarwam idam wibhati.

Di Alam-Nya Brahman tidak perlu terdapat Matahari, Bulan, dan Bintang-Buntang untuk meneranginya. Juga disana tidak perlu Halilintar atau Api. Karena Brahman itu berkeadaan di Alam Semesta pun menjadikan segala sesuatu di Alam Semesta ini menjadi mampu mengeluarkan sinar-sinarnya.

Eko hamso bhuwanasyasya madhye, sa ewagnis salile saniswitah tam ewa widitwatimrtyum eti, nanyah pantha widyate yanaya.

Dia adalah Roh yang telah sempurna, yang bagaikan seekor Hamsa yang berjalan di dunia ini. Dia adalah semisal Matahari yang telah mampu membakar habis semua Ketidak-Tahuan. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan ini, dapat terbebas dari kematian. Kiranya tidak ada jalan lain untuk mencapai Kebahagiaan Sejati, selain melalui jalan yang telah ditempuh oleh Beliau yang berjalan di Jalan Suci itu.

Sa wiswa-wid tma-yonir jnah kala-karo guni sarwawidyah pradhana-ksetrajna-pati gunesah samsara-moksa-sthiti-bandha-hetuh.

Dia telah mencipta alam Semesta dengan seluruh isinya. Beliau memahami seluk-beluk ciptanNya. Beliau adalah penguasa waktu. Beliau adalah Roh dari semua makhluk dan adalah Sumber dari segala sesuatu yang makhluk dan adalah sumber dari segala sesuatu yang ada di alam ini. Beliau memiliki sifat-sifat yang sempurna. Beliau adalah maha mengetahui. Beliau adalah yang dipertuan atas Pradhana, serta adalah Penguasa atas Kesadaran yang terdapat pada diri setiap makhluk. Beliau juga adalah Penguasa Triguna. Beliau adalah Penganugerah Penyebab untuk dapat bebas dari penderitaan-penderitaan, bebas dari eksistensi, bebas dari ikatan-ikatan dunia. Beliau adalah maha Pemelihara, dan maha Pelebur.

Sa tanmayo hy amrta isa-samstho jnas sarwago bhuwana-syasya gopta ya ise asya jagato nityam ea-nanyo hetur widyate isanaya.

Dia yang untuk sementara menifest sebagai eksistensi, tetap bersifat abadi, selalu menjadi Yang dipertuan atas Alam Semesta, bersifat Maha Meengetahui, sebagai penjaga Alam Semesta selalu waspada menjaganya setiap waktu, waktu yang selalu menjadi maha pengatur Alam semesta, sebab tidak ada seorang makhluk pun yang mampu melakukannya.

Yo brahmanam widadhati purwam, yo waiwedams ca prahinoti tasmi tam ha dewam atma-buddhi-prakasam mumuksur wai saranam aham prapadye.

Untuk dapat memperoleh kebebasan Spiritual, bebas dari penderitaan-penderitaan, saya berlindung kepada Brahman yang menjadi Penyebab dimanifesatsikanNya yang paling permulaan adalah Dewa Brahma, dan yang telah memberi kepadanya Kitab-Kitab Suci Weda.

Niskalam niskriyam santam nirawadyam niranjanam, amrtasya param setum dagdhendhanam iwanalam.

Brahman itu tidak memiliki bagian-bagian, tidak melakukan ssesuatu aktivitas-aktivitas, berkeadaan tetap diam, tanpa memiliki kesalahan-kesalahan, tanpa terkena noda-noda. Beliau merupakan jembatan Emas menuju ke Pencapaian Keabadian bagi makhluk-makhluk. Dalam melenyapkan dosa-dosa yang ada pada diri makhluk-makhluk berkeadaan sebagai Maha Api yang membakar kayu-kayu apinya.

Yada carmawad akasam westayisyanti manawah tada dewan awijnaya duhkhasyanto bhawisyati.

Walaupunorang untuk menghentikan penderitaan-penderitannya, dn untuk mencpai kebahagiaan yang sejati, telah berusaha sekuat-kuatnya, semisal memeras ether atau mengepres kulit, jika tanpa mempelajari ilmu Ketuhanan, maka dia akan tidak akan berhsil. Kebahagiaan Yang sejati hanya dapat dicapai melalui mempelajari Ilmu Ketuhanan.

Tapah-prabhawad dewa-prasadac ca, brahma ha swetaswataro’tha widwan. Atyasramibhyah paramam pawitram, prowaca samyagrsi-samgha-justam.

Melalui melakukan Tapa-Brata dan atas limpahan berkah dari Brahman, Sang maha Resi Swetaswatara dinyatakan sebagai yang telah dicapai tingkatan Spiritual Paramahamsa, yaitu salah satu yang tertinggi dari kempat tingkatan Diksa, dan sangat dihormati oleh Resi. Wedante paramam guhyam purakalpe pracoditam naprasantaya datawyam naputrayasisyaya wa punah. Misteri yang paling dalam dan paling agung dari Ajaran Wedanta, yang telah diberikan oleh Brahman kepada kita di zaman dahulu kala, hendaknya jangan diberikan kepda orang-orang yang masih belum mampu menguasai hawa-nafsu hawa-nafsunya, walaupun dia anak laki-laki kita atau siswa kita yang kita cintai.

Yasya dewa para bhaktir yatha dewe tatha gurau, tasyaite kathita hy arthah, prakasante mahatmanah, prakasante mahatmanah.

Kepada orang-orang yang berjiwa luhur, yang mempercayai sepenuhnya kepada Brahman, yang dengan tulus memuja Brahman dan menghormati Guru, hendaknya kita berikan rahasia Ajaran Kitab Suci Upanisad ini, agar mereka dapat mengetahui dan dapat mengamalkan Ajaran Kitab Suci Upanisad ini, akan berwajah yang berseri-seri. Sweta Swatara Upanisad, (1982:53-63).

sekilas tentang Atharwa weda

sekilas tentang Atharwa weda


Brahma jajnanam prathamam purastat

Hyang Widhi Wasa adalah pertama-tama, yang ada di alam semesta.

Brahmana bhumir wihita brahma dyaur uttara hita brahma-idam urdhawam tiryak cantariksam wyaco hitam.

Brahman Menciptakan bumi ini. Brahman menempatkan langit di atasnya. Brahman menempatkan eilayah tengah yang luas ini di atas dan dijarak lintas.

Brahma dewam anu ksiyati brahma daiwajanir wisah. Brahmedam anyat-naksatam brahma sat ksram ucyate.

Tuhan Yang Maha Esa bersamayam didalam wujud sebagai para dewa. Tuhan Yang Maha Esa, bersemayam pada media-media yang suci. Tuhan Yang Maha Esa adalah Abadi (tak terhancurkan) dan dia adalah pelindung yang ulung.

Aham jajana prthiwim uta dyam, aham rtun ajanayam sapta sindhun.

’Aku (Tuhan Yang Maha Esa) menciptakan langit dan bumi. Aku menciptakan musim-musim dan tujuh buah sungai.

Satas ca yonim asatas ca wi wah

Sang Hyang Widhi Wasa memperlihatkan keaslian segalanya apakah terwujudkan ataukah tidak terwujudkan’

Ya ime dyawa jajana

Sang Hyang Widhi Wasa menciptakan langit dan bumi.

Isanam asya jagatah swardrsam, isanam Indra tasthusah.

Tak seorangpun mencapai kebahagiaan tanpa mengetahui Tuhan Yang Maha Esa yang bagaikan ayah.

Brahma-enad widyat tapasa wipascit.

Orang bijaksana mengetahui Tuhan Yang Maha esa/Sang Hyang Widhi Wasa dengan sarana penebusan dosa.

Wenas tat pasyat paramam guha yat.

Orang Bijaksana yang suci membayangkan (memwisualisasikan) Tuhan Yang Maha esa yang berdiam dalam hati.

Yad ekam jyotir bahudha wibhati

Ada satu Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung yang bercahaya. Dia bersinar dalam bentuk yang berbeda-beda.

Na dwityo na trtiyas caturtho napi-ucyate.

Tuhan Yang Maha Esa tidak dipanggil yang kedua, tidak yang ketiga maupun yang keempat

Se esa eka ekawrd eka ewa

Tuhan Yang Maha Esa adalah satu dan hanya tunggal (Esa)

Sarwe asmin dewa kkrawrto bhawanti

Semua para dewa menjadi satu di dalam Dia.

Upo te badwani yadi wasi nyarbudam

Semua bentuk yang tak terkira banyaknya dihubungkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung.

Se ewa mrtyuh so-amrtam

Tuhan Yang Maha Esa adalah (penguasa) kematian dan Tuhan Yang Maha Esa adalah kekekalan.

So agnih sa u suryah sa u ewa mahayamah.

(Tuhan Yang Maha Esa adalah Agni (api), Surya (Matahari) dan Maha Yama (Dewa kematian)

So-aryama sa warunah, sa rudrah sa mahadewah.

Tuhan Yang Maha Esa adalah Aryaman, Waruna, Rudra dan Mahadewa.

Twam Indras twam mahendrah

(Tuhan Yang Maha Esa, Engkau adalah Indra dan Mahendra)

Sarwo wai tatra jiwati gaur aswah purusah pasuh, yatredam brahma kriyate paridhir jiwanaya kam.

Setiap orang, termasuk sapi betina, kuda-kuda, manusia, dan binatang, hidup bahagia, Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disembah dengan teguh untuk kemakmuran semua.

Skambho dadhara dyawaprthiwi ubhe imk skambho dadhara-uru-antariksam

Brahman yang menyokong dan menggenggam langit dan bumi kedua-duanya. Dia juga menggenggam atmosfir (lapisan udara yang meliputi bumi) yang luas ini.

Skambha idam wiswam bhuwanam a wisesa.

Brahman Skhamba meliputi seluruh alam-semesta.

Yo bhutam ca bhawyam ca sarwam yas cadhitidthati, swar yasya ca kewalam tasmai iwesthaya brahmane namah.

Tuhan Yang Maha Esa ada dimana-mana, baik dimasa lampau, dimasa kini maupun dimasa datang. Dia berbahagia sepenuhnya. Kami menghaturkan persembahan (korban) ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung (Mahkluk Agung itu).

Yasmad rco apataksan yayur yasmad apakasan. Samani yasya lomani-atharwangiraso mukham.

Regweda dan Yayurweda berasal dari Dia. Samaweda adalah rambut-Nya dan Atharwaweda adalah mulut-Nya.

Pumat purnam udacati purnam pumena sicyate

Alam semesta yang sempurna berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna. Alam semesta yang sempurna ini diberi makanan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna.

Asac ca yatra sac ca-antah

Segalanya, apakah ia dimanifestasikan (diwujudkan) ataukah tidak dimanifestasikan (tidak terwujudkan), ada didalam Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung.

Sutram sutrasya yo widyat. Sa widyat brahmanam mahat.

Dia yang mengetahui benang yang saling hubungan dari alam-semesta, Mengenal Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung.

Tat sambhuya bhawati-ekam ewa

Brahman adalah inti (permulaan) alam semesta dan segalanya, yang dilarutkan, menjadi seragam dengan dia.

Yah sramat tapaso jatah

Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disadari dengan ketekunan dan penebusan dosa.

Sampasyan yati bhuwanani wiswa

Sang Hyang Widhi Wasa-Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung bergerak mengamati seluruh alam smesta

Sariram brahma prawis at sarire-adhi prajapatih.

Sang Hyang Widhi Wasa memasuki tubuh manusia dan Dia menjadi raja tubuh itu.

Widyas ca wa awidyas ca, yac ca-anyad upadesyam. Sariram brahma prawisad rcah sama-atho-yajuh.

Segala macam zat memasuki tubuh manusia seperti misalnya kebijaksanaan, pengetahuan praktis, dan setiap pengetahuan yang harus diajarkan, Tuhan yang Maha Esa Yang Maha Agung (Makhluk Teragung), Rgweda; Samawedda dan Yajurweda.

Yo marayati pranayat, yasmat prananti bhuwanani wiswa

Sang Hyang Widhi Wasa menghidupkan dan menghancurkan. Dia adalah sumber penghidupan seluruh alam semesta.

Balad ekam aniyaskam ute-ekam naiwa drsyate, tatah pariswajiyasi dewata sa mama priya.

Yang satu (yaitu sang Mula Prakrti) adalah bahkan lebih halus dari pada rambut dan yang lain (yaitu jiwatman atau jiwa individu) adalah tidak dapat dilihat. Tetapi dari yang paling halus dan dewata yang meliputi semuanya (yaitu Iswara atau Jiwa Agung) adalah satu-satunya obyek (tujuan) dari cinta.

Iyam kalyani-ajara martyasya amrta grhe.

Dewa yang kekal dan bertuah ini (yaitu Sang Jiwa Agung) bertempat tinggal di dalam tubuh manusia yang fana. (Titib, 1996: 169-182).

Do’a agar ajaran-ajaran Suci yang dipelajari terpatri dalam sanubari

Dengan pola Trisapta, tiga dan tujuh, atau tiga kali tujuh, yang menjadi jumlah tak terhingga, Kekuatan kehidupan manifes; membakar, menjadi semua bentuk-bentuk kehidupan; semoga hari ini, Yang dipertuan Atas Sabda-Sabda berkenan memberi tugas kepada saya, dan membekali saya dengan kekuatan-kekuatan yang berasal dari diri beliau.28

O yang dipertuan Atas Sabda-Sabda, datanglah kemari bersama-sama dengan Para Dewa; O yang dipertuan Atas kebaikan, bimbinglah saya, dan dapat menyatu dengan sanubari saya, serta semoga saya senantiasa dapat ingat akan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari.

Bentangkanlah perlindunganMu kepada saya, tetap seperti ujung-ujung busur itu didekatkan dengan ditariknya tali sekuat-kuat; Semoga yang dipertuan Atas Sabda-Sabda yang menguatkan hubungan dari saya dengan diri Beliau; semoga kekuatan-kekuatan hubungan diri saya dengan diri beliau; semoga kekuatan-kekuatan itu dapat selalu berada didalam diri saya senantiasa dapat ingatkan Ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari.

Datanglah kemari, O, Yang dipertuan atas Sabda-Sabda; semoga saya-lah yang engkau pilih sebagai tempat persinggahanmu; semoga saya dapat dipersatukan dengan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari; Semoga saya tidak ditinggalkan oleh Ajaran-Ajaran Suci itu.

Obat dengan menggunakan batang rumput

Kami mengetahui gelagah Sang Ayah, yang diatasnya mengisap banyak air, anugrah dari Parjanya dan kami mengetahui dengan baik, yang menjadi Ibundanya, yaitu bumi dengan banyak aspek-aspeknya.

O Penarik tali busur kehidupan yang mahir, tariklah tali busur kehidupan kami! Kuatkanlah tarikanmu itu sekuat batu! Dengan kekuatanmu yang hebat itu, singkirkanlah jauh-jauh orang-orang yang berniat jahat kepada kami serta orang-orang yang membenci kami.

Pada saat-saat Sang Lembu sedang membelai pohon-pohon, nyanyikanlah lagu penyembuhan dengan terompet gelagah yang menggetarkan irama merdu; O Indra, jauhkanlah kami dari serangan panah, atau tombak, atau senjata-senjata lainnya.

Seperti bahwa diantara Surga dan Bumi itu terdapat pohon bambu, demikian juga smoga batang gelagah itu menjadi penghalang penyakit dan pengaruh-pengaruh jahatnya.

Do’a Penyakit Kencing menjadi Sembuh dengan rerumputan.

Kami mengetahui gelagah SangAyah, yang berkekuatan seratus kali lipat, karena mengisap banyak air, anugrah dari Parjanya dengan kekuatan dari Beliau itu, saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit; semoga di bumi, pancaranmu mengalir dengan deras, dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya.

Kami mengetahui gelagah Sang Ayah, yang berkekuatan seratus kali lipat, karena mengisap banyak air, anugrah dari Mitra; dengan kekuatan dari Beliau itu, saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit; semoga di bumi, pancaranmu mengalir deras, dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya.
Kami mengetahui gelagah Sang Ayah, yang berkekuatan seratus kali lipat, karena mengisap banyak air, anugrah dari Waruna; dengan kekuatan dari Beliau itu, saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit; semoga di bumi, pancaranmu mengalir deras, dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya.
Kami mengetahui gelagah Sang Ayah, yang berkekuatan seratus kali lipat, karena mengisap banyak air, anugrah dari Sang Bulan; dengan kekuatan dari Beliau itu, saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit; semoga di bumi, pancaranmu mengalir deras, dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya.

Kami mengetahui gelagah Sang Ayah, yang berkekuatan seratus kali lipat, karena mengisap banyak air, anugrah dari Sang Matahari; dengan kekuatan dari Beliau itu, saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit; semoga di bumi, pancaranmu mengalir deras, dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya.

Kedua saluran air kencing-Mu, yang mengabung menjadi satu, yang mengalir dengan lancar itu, semoga dapat menjadi tauladan mengalir air kencingnya si sakit; semoga seperti yang kepunyaan-Mu, aliran kencingnya si sakit menjadi deras, dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya; semoga semua penghalang menjadi lenyap.

Saya pecahkan yang menjadi penghalang aliran air kencing si sakit, seperti kalau orang memecahkan bendungan air; seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras, dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya; semoga semua penghalang menjadi lenyap. Semoga penghalang aliran air kencing si sakit menjadi tidak kuat lagi, seperti air itu tidak tahan lagi dihalang-halangi dalam gerakkannya menuju ke laut; seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras, dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya; semoga semua penghalangnya menjadi lenyap.

Seperti panah yang terlepas dari busurnya, dengan kuatnya melesat meninggalkan busurnya; seperti itu juga aliran kencingnya si sakit menjadi deras, dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya; semoga semua penghalangnya menjadi lenyap.

Do’a mensucikan air, untuk persembahan

Para Ibu melaksanakan kewajibannya di bidang agama, sesuai dengan tugasnya masing-masing; anak-anak perempuannya menyelenggarakan upacara Yadnya, dengan mencampur susu dengan madu. Mahkluk-mahkluk yang menghuni sebelah sananya matahari, dan yang menjadi sahabatnya Sang Surya, kita harapkan dapat meneruskan Yadnya kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Saya memohon turunnya Air Surga, yang dapat menjadi minuman bagi sapi-sapi saya; saya menyelenggrakan persembahyangan dengan memercik-mercikan air suci yang saya ambil dari Sungai Sindu yang suci.

Didalam air suci ini terdapat Amerta, air kehidupan didalam air suci ini terdapat daya penyembuh terhadap penyakit-penyakit; air suci ini dapat menjadikan kuda-kuda saya dan sapi-sapi saya berkeadaan senantiasa sehat, segar dan kuat.

O, Air Yang Suci, karena engkau sangat baik hati, tentulah engkau mau menjadikan kami berkeadaan yang segar kembali dan tampak gembira dan bahagia.

Perasaan aman, terlindungi, dan hari-hari depan yang cerah-lah yang menjadikan kami melaksanakan upacara pensucian air ini, dengan semangat yang tinggi segairah dan sebahagia Ibu yang menimang-nimang anaknya.

Kami akan membuat engkau puas, agar engkau cepat memunculkan sifat-sifat sucimu; o, Air Yang Murni, cepatlah engkau menjadi air suci, dan taruhlah berkah keselamatan dari Tuhan Yang Maha esa melalui dirimu!

Dari Sang Air Suci, yang telah mampu mengendalikan diri dalam penguasaan terhadap benda-benda, bahkan juga yang telah mampu menguasai manusia, saya memohon kesembuhan dari penyakit, melalui air suci ini.

Dengan pertolongannya, dengan jalan meminumnya, semoga air suci yang bersifat ke-Tuhanan ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit kami dapat mensejahterakan kami; semoga daya-daya kesembuhan dan kesehatan yang berasal dai Air Suci ini dapat memancar dan mengalir masuk kedalam diri kami.

Didalam Air Suci, Soma berkata kepada saya bahwa Air Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit; dan didlam Api Suci, Agni berkata kepada saya bahwa Api Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit.

O Sang AirYang Suci, berilah saya kekuatan penyembuh; lindungilah badan saya, dan panjangkanlah usia saya, sehingga saya dapat melihat dalam banyak tahun.

Berilah kami kesejahteraan, o Sang Air yang ada di lemah-lembah berilah kami kesejahteraan, o Sang Air yang ada di rawa-rawa; berlah kami kesejahteraan , o Sang Air yang ada di dalam sumur, berilah kami kesejahteraan, o Sang Air ada dalam periuk air; berilah kesejateraan, o Sang Air yang datang dari udara. Atharwa Weda. (Sugiarto, 1983:3-9).

sekilas tentang Sama Weda

sekilas tentang Sama Weda


Agne tawa waye mahi bhrajante arcayo wibhawase. Brhadbhano cawarsa wajamukthyam dadhasi dacusa kawe.

O Agni, kuat dan terkenal Engkau, nyalamu menjulang tinggi, Engkau adalah Dewe yang cemerlang. Pendeta pemberi cahaya, Engkau beri pemuja itu dengan kekuatanmu itu, harta dan kebajikan terpuji.

Pawakawarcah cukrawarca anunawarca udiyarsi bhanuna.Putro matara wicarannupanasi prnskdi radosi ubhe.

Dengan sinar yang cemerlang, pensuci yang kemilau, dengan kemilauan yang sempurna itu Engkau mengangkat dirimu sendiri dalam sinar. Engkau mengunjungi kedua Ibunda, memberi bantuan sebagai seorang anak, engkau hubungkan rapat-rapat dunia dan surga.

Urjonapajjataweah sucastibhirmandaswa dithibhirhitah. Twe isah sam dadhurbhurriwarpama ccitrotayo wamajatah.

O Jataweda, putra perkasa, bersenanglah Engkau sendiri, ramah, dalam kidung nyanyian-nyanyian kami yang benar. Padamulah mereka tumpukan berbagai macam bali, banyak bentuk, keturunan mulia, penolong yang menakjubkan mereka itu.

Irajyannagne prathayaswa jantubhirasme rayo amartya. Sa darcatasya wapuso wi rajasi prnaksi darcatam kratum.

Agni menyebar meluas sebagai pengausa atas segala yang hidup: beri kekayaan kepada kami, O Dewa yang abadi. Engkau bersinar dari keindahan wajahmu yang tmpak, Engkau antar kami kepada kekuasaan yang maha indah.

Iskartraranadhwarsaya pracetasam ksayantam radhasomahah. Ratim wamasya subhagam mahimasam dadhasi sanasim rayim.

Saya muliakan Pendeta itu, yang mengatur jalannya yadnya, yang mempunyai harta berlimpah dibawah pengawasannya. Engkau memberi rakhmat kebaikan dan banyak makanan, Engkau beri kekayaan yang mendatangkan keberhasilan.

Rtawanam mahisam wicwadarcatamagnim sumnaya dadhire putre janah. Crutkarnah saprathastamam twagira daiwyam manusa yuga.

Orang-orang telah meletakkannya dihadapan mereka, untuk memperoleh rakhmatnya, agni, kuat, tampak kepada semua orang suci. Engkau, Dewata yang suci, dengan telinga mendengar, yang sangat terkenal, turun-temurun manusia mengungkapkan-nya dengan lagu-lagu pujian.

Pra so agne tawotibhih suwirabhista rati wajakarmabhih. Yasya twam sakhyamawita.

Agni, Ia melakukan dengan bantuanMU yang membawa dia banyak putra-putra pemberani dan mengerjakan perbuatan-perbuatan besar. Yang merupakan hubungan persahabatanmu adalah menurut pilihanmu.

Taca drapso nilawandaca rtwuyaindhanah sisnawa dade. Twam mahinamusamasi priyah ksapo wastusu rajasi.

Percikan adalah hitam dan gemercik, dinyalakan pada waktunya, O yang maha pemurah, semua dilakukan. Engkau adalah teman tercinta bagi Fajar yang agung, Engkau bercahaya dalam kemilauan di waktu malam.

Tamosadhirdahire farbhamrtwayam tamapo agnim janayanta matarah. Tamit samanam wannacca sirudhoantarawaticca suwate ca wicwaha.

Begitu waktunya tiba, dari sebagai benih mereka yang tumbuh-tumbuhan telah terima. Agni inilah yang berinduk pada air membawa kehidupan. Jadi dalam hal seperti itu, demikian pohon-pohon dalam hutan dan tumbuh-tumbuhan mengandungnya dalam diri mereka dan menghasilkannya terus-menerus.

Agnirindraya pawate diwi cukrowirajati Mahisiwa wi jayate.

Agni menjadi cemerlang untuk Indra; Ia memancarkan cahaya lebih cemerlang di langit. Ia kirimkan keturunannya laksana seorang permaisuri.

Yo jagaraga tamrcah kamayante yojjagara ramu samani yanti. Yo jagara tamayam soma aha tawa ham asmi sakhye nyokah.

Hymne yang kudus mencintai Ia yang bangun dan melihat; Kepada Dia yang jaga itu syair kudus ini datang. Soma ini berkata kepada Dia yang bangun dan melihat. Saya mengasuh dan membuat tempat tinggal saya dalam persahabatanMu.

Agnirjagara tamrcah kamayantesgnirjagara tamu samani yanti. Agnirjagara tamayam aha tawa hamsmi sakhye nyokah.

Agni adalah penjaga dan Richas mencintainya; Agni mengawasinya, lagu-lagu Saman mendekatinya. Agni adalah penjaganya, kepada Dialah dikatakan Soma ini, saya mengasuh dan dijadikan tempat tinggal saya sebagai persahabatannya.

Namah sakhibyah purwasadbhyowe namah saksamnisebhyah. Yune wacam catapadim.

Pujilah sahabat yang duduk dihadapan, kepada ia yang didudukkan bersama, pujilah. Saya pergunakan kalimat yang berkaki seratus.

Yune wacam catapadim gaye sahaswawartani. Gayatram traistubham jagat.

Saya pergunakankalimat berkaki seratus, saya menyanyi apa yang Gayatra, Tristup, dan syair Jagati.

Gayatram traistubham jagadwiswa rupani sambhrta. Dewa oksami cakrite.

Gayatra, Tristup, Hymne Jagati, bentuk yang sempurna dan bersatu. Telah menjadikan Dewa-dewa sahabat yang dikenal.

Agnirjyotir agnirindro jyotirjyotirrindrah. Suryo jyotirjyotih suryah.

Agni adalah Cahaya, Cahaya adalah Agni. Indra adalah Cahaya, Cahaya adalah Indra. Surya adalah Cahaya, Cahaya adalah Surya.

Panururja ni warttaswa punaragna isayusa. Punarnah pahyamhasah.

O Agni, kembalilah lagi dengan kekuasaan, kembaliah Engkau lagi. Selamatkan kami dari penderitaan dan kesengsaraan.

Saha rayya ni warttasuagne pinwaswa dharaya. Wiswapsnya wiswataspari.

O Agni, baliklah kembali membawa harta, peercikan olehMu kepada kami dari segala penjuru. Dengan dirimu sendiri, penyangga semua yang mengalir.

Yadindraham yatha twamiciya waswa eka it. Stota me gosakha syat.

Seandainya saya ingin seperti Engkau, O Indra, penguasa tunggal atas semua gart. Pemuja saya harus kaya dengan sapi

Sikseyamasmai disteyam cacipate manisine. Yadaham gopatih syam.

Saya akan tiada pilihan untuk memoperkuat dan memperkaya pendeta itu. O Dewata yang Maha Kuasa. Seadainya saya penguasa ternak sapi.

Dhanusta indra sunrta yajamanaya sunwate. Gamacwam pipyusi duhe.

Kebaikanmu adalah dalam melimpahkan banyak lembu dan sap, Indra, kepada para pemuja yang memeras air soma.

Apo hi stha mayobhuwasta na urje dadhatana. Mhe ranaya caksase.

Sesungguhnya Apah, engkau pembawa kesehatan dan rakhmat. Karenya tolong kami olehmu menuju kekuatan. Yang se,oga kami peroleh dengan penuh kebahagiaan.

Yo wh siwatamo rasastasya bhaja yateha nah. Ucatiriwa matarah.

Berilah kami sebagian dari embun yang amat suci, yang engkau miliki. Sebagai seorng ibu yang merindukan yang tercinta.

Tasma aram gamamawo yasya ksayaya jinwatha. Apo janayatha ca nah.

Karena Engkau kami senang hati pergi kepadanya, yang tempat tinggalnya mempercepat kami dengan apah, memberikan kami yang menjadi kekeuatan.

Wata a watu bhosajam cambhu mayobhu no hrde Pra na ayumsi tarisat.

Semoga wata meniupkan paramnya kepada kami, meyehatkan, menggerahkan hati kami. Semoga Ia perpanjang hari-hari hidup kami.

Uta wata pitasina uta bhratota nah sakha. So no jiwatawe krdhi.

Engkau Bapa kami, Wata, ya, Engkau Saudara kami dan sabahat kami. Karenya berilah kami kekuatan agar dapat kami hidup.

Ya dade wata te grhe amrtam nihitam guha. Tasya no dhehi jiwase.

Berlimpah-limpah Amrita terdapat jauh disebrang sana, O Watra, dariMu. Berilah kami karenyanya agar kami dapat hidup.

Abhi waji wicwarupajanitram hiranyayam bibhradatkam suparnah. Suryasya bhanumrtutha wasanahpari swayam medhamrjro jayana.

Pasukan berkuda memakai bermacam bentuk, burung Garuda memakai pakian keemasannya ditempat kelahirannya. Dipakai pada saat waktunya disertai sinar Surya, merah, telah memperoleh yadnya sendiri.

Apsu retahcicriye wiswarupm teyah prthiwyamadhi yat samabhuta. Anatarakse swam mahimanam mimanah kanikranti wrsmo acwasyaretah.

Barbagai macam bentuk benih Ia letakkan dalam air, cemerlang yang dikumpulkan dimukan bumi dan disitu berkembang. Diangkasa, meumbuhkan keagungannya, Ia menjerit keras, benih dari pencari jalan yang giat.

Ayam sahasra pari yukta wasanah suryasya bhanum yajno dadhara. Sahasradah catada bhuriwa dhartta diwo bhuwanasya wicaptih.

Ia telah memakai ribuan jubah yang sesuai menurut dirinya, sebagai yadnya penyangga sinar sang Surya. Pemberi banyak hadiah dalam ratusan, ribuan penunjang surga-surga.

Nake suparnamupa yatpatantam hrdantam hrdawenanto abhya caksata twa. Hiranyapaksam warumasya dutam yamasya yonan cakumam bhuwanyum

Mereka memandang Engkau dan lam meerindukan semangat mereka, sebagaimana seekor burung yang bersayar kuat yang naik menuju ke langit. Engkau yang bersayap keenam, utusan Waruna, burung yang mempercepat sampai ke tempat Yama.

Urddhwe gandharwo adhi nake asthatpratyangcitradasyayudhani. Wasano atkam surabhim draca kam awarna nama janata priyani.

Tegak, Gandharwa telah mendaki ke surga, memperlihatkan kepada kami berbagai macam senjata. Berpakian manis dan indah dilihat, karena sebagai cahya melahirkan bentuk-bentuk menyenangkan kepada kami.

Drapsah samudramabhi yajjati pacyan grdhrasya widharman. Bhanuh cukrana cocisa stritrye cakre rajasi priyani

Bila laksana percikan Ia datang mendekat ke samudra, melihat dengan mata ruwah, sebagaimana undang-undang pemerintahan. Kecemer-langannya, menyenangkan dalam dirinya yang cerlang cemerlang, membuat kejayaan yang maha tinggi.

Acuh cacino wraabhe na bhimo ghanaghanah ksbhannaccasaninam. Sangkratndanenamnimisa ekawirah catam sona ajayat sakamudrah.

Cepat, menyerang dengan cepatnya, laksana banteng yang mengasah tanduknya, menakutkan, menggerakan manusia, dengan mata yang tidak berkedip, menguak, Pahlawan tunggal, (demikian) Indra mengalahkan ratusan musuhnya dengan segera.

Sankrtandenamisena jisnuna yuktkarena duccyawanena dhrsna. Tadinddadrena jayata tatsahadhwam yudho nara isuhastana wrsa.

Dengan raungnya yang keras, selalu waspada, pemenang pembrani, sukar untuk mengalahkan, pembangkit peperangan, Indra yang kuat, yang tangannya memegang panah, penakluk engkau pahlawan, sekarang, sekarang, penakluk dalam pertarungan.

Sa isuhastaih sa nisanggibhirawaci sam srasta sa yudha indro ganena. Sam srstajit somapa bahucardhyu gradhanwa pratihitabhirasta.

Ia memerintah bersama Dia yang memagang senjata dan menaklukkan Indra yang bersama pasukannya membawa rombongan bersama penakluk musuh, berlengan kuat, Peminum Soma, dengan busur panah yang kuat, memanahkan panahnya dengan baik.

Brahaspate pari diyai rathena rakse hamityam apabadhumanah. Prabhanjantsenah pramrno yudha jayannasmawamedhyawita rathanam.

Brihaspati, terbang dengan keretamu kemari, pembunuh raksasa, usirlah musuh kami jauh-jauh. Jadilah pelindung kereta kami, pemusnah, pemenang dalam peperangan, pemecah belah pasukan.

Balawijnayah sthawirah sahaswanwaji sahamana urgrah. Abhawiro abhisatwa sahajo jatwasahoja jaitramirdra rathama tistha gawit.

Sang (Yang) jelas oleh kekuatanMU, teguh, pejuang terkemuka, kuat dan garang, berjaya, penakluk segala, putra penakluk, memberi laki-laki dan pahlawan, pemenang sapi, naiki kreta penaklukMu, Indra.

Gotraidan gawidam wajrabahum jayatamajma pramrnan prmartamojasa. Imam sajata anu wirayadhwamindram sakhayo anusam rabhadwam.

Golok bagi kedai-kedai, pemenang sapi, bersenjatakan petir, yang menumpas satu pasukan dan dengan kekuasaannya memusnahkannya. Ikutilah Dia, saudra-saudara. Tinggalkan dirimu sebagai pahlawan dan laksana Indra ini, perlihatkan kesungguhan dan keberanianmu.

Abhigotrani sahasa gahamannodayowirah caramanyurindah. Ducyawanah prtanasadayudhyo asmakam sena awatupra yutsu.

Indra, pahlawan tak mengenal belas kasihan dengan kemarahan, tidak terkait, menembus kandang-kandang sapi dengan kekuatan yang tidak terkalahkan. Jaya dalam perang, tak tergoyahkan dan tak terlawan, semoga Ia melindungi pasukan kami dalam peperangan.

Indra asam nota brhaspatirdaksina yajnah pura etu somah. Dewasennanamabhibhanjatinam jayntinam maruto yantwagram.

Indra, pimpinlah merekaini, Brihaspati dan Soma, pahala dari yadnya, yang mendahului mereka. Biar pasukan Maruta berjalan paling depan, Pasukan Dewata yang menaklukkan dan menghancurkan.

Indrasya wrsno warunasya rajna adityanam marutam cardha ugram. Mahamanasam bhuwanacyawanam ghoso dewanam jayatamudhasthat.

Jadilah kami sebagai Tuan rumah yang kuat bagi Indra yang Maha Kuasa, raja Waruna, Marut dan Aditya. Pekik Dewa-dewa yang memang mengangkat tingi-tinggi, Dewa-Dewa yang berpikiran mulia yang menyebabkan dunia gemetar.

Uddharsaya maghawannayudhanyut satwanam mamakanam manamsi. Udwartahanwajinam warjinanyudrathanam yantu ghosah.

O Maghawan, Engkau menyebabkan bulu tegak, senajata kami merangsat semangat pahlawan perang. Mendesak kekuatan tenaga kuda, O pembunuh Writra, dan biar keriuhan kreta yang menag perang menanjak.

Asmakamidrah samretstesu dhawahaswasmakam ya iswsta jayantu. Asmakam wira unttare bhawantwasmam udewa awata hawesu.

Semoga Indra menolong kami bila bendera-bendera kami telah berkumpul, jayalah panah pasukakkan kami. Semoga orang-orang pembrani kami dalam perang memang dalam serangan. Ya Dewa-Dewa, lindungi kami dalam pekik serangan.

Asau ya sena marutah paresamabhyeti na ajosa sparddhamana. Tam guhata tamasapawratena yataitesamanyo anyam sa janat.

Pasukan musuh yang berjuang dengan seluruh kekuatannya, mendekat O Maghawan. Sembunyikan dan benamkan mereka kedlam kegelapan yang tak ada ajalannya sehingga tidak seorang dari mereka dapat mengenal satu dengan yang lain.

Amisam cittam pratiolobhyayti grhanangganyapjwe parehi. Abhi prehi nordaha hrsu cokairandhenamitrastamasa sacatam

Membingungkan perasan musuh kami, Engkau tangkap badn mereka dan berangkat, O Ogha. Seranglah mereka, bakr hati mereka dengan panah, demikian musuh kami menetap dalam kegelapan.

Preta jayata nara indro wah carmayacchatu. Urga wah santu bahawejnadhrsya yathasatha.

Majula, O Pahlawan, menagkan hari itu, semoga Indra menjadi ahlawanMu yang pasti. Kuat dan menakutkan senajatmu, tak seorang dapat melukai dan mengenaiMu.

Aswasrta para pata carawye brhahnasam cite. Gacchamitran pra padyaswa mamisam kam ca nocchisah.

Lepas dari tali busur melayang naik anak panahmu, dipertajam oleh doa-doa kami. Pergi menuju musuh itu, kenakan mereka di rumah dan biar tidak seorang pun yang timggal hidup.

Kangkah suparna anu yantwenam grdhranamannamasawastu sena. Maisam macyoghaharacca mendrawayamsyenananu samyantu sarwan.

Biar burung ruwah dan burung-burung yang kuat mengejar mereka. Ya biar poasukan itu menjadi mangsa burung ruwah itu. Indra, biar tidak satupun yang selamat, tidak ada penghilang dosa di kemudian hari untuk mereka,biar burung-burung yang mengkutinya dikumpulkan.

Amitra senam maghawannasmanchatru yatimabhi. Ubhau tamindra wrtrahannagnicca dahatam prati.

Pasukan musuh ini, yang datang laksana pertunjukan dalam peperangan, O Maghawan, menemuainya, O Pembunuh Wrrtra, Engkau Indra dan Agni, dengan nyalamu.

Yatra banah sampatanti kumarara wicikha iwa. Tatra ne brhanamaspatiraditih carmayacchat wicwaha carma yacchatu.

Disana di mana anak-anak panah berterbangan laksana anak kecil yang rambuntya belumm dicukur. Biarpun disana semoga Brahmanaspati, semoga Aditi melindungi kami dengan baik, melindungi kami dengan abik sepanjang hari.

Wi rakso mrdho jahi wi wrtrasya hanu ruja. Wi manyumindra wrtahannamitrasyahbhidasatah.

Usirlah Raksasa dan musuh itu jauh-jauh, patahkanlah olehMu taring Writra itu berkeping-keping. O Indra pembunuh Writra, kalahkanlah amarah musuh yang mengancam kami.

Wi na indra mrdho jahi nica yaccha prtanyatah. Yo asmam abhidasatyadharam gamaya tamah.

O indra, kalahkanlah mush kami jauh-jauh, rendah hatilah orang yang menentang kami. Kirim kebawah ke daerah kegelapan ia yang mengusahakan untuk melukai kami.

Indrasya bahu sthawirau yuwanawanadhrsyau supratikawasahyau. Tau yunjita prathamau yoga agate yabhyam jitamasuranam saho mahat.

Kuat dan selalu muda senjata Indra, jujur tak terkalahkan, tak pernah ditundukakkan. Yang pertama ini biar ia gunakan bila peerlu harus datang kepada kami, diamna Asura yang besar lagi kuat dilemparkan.

Marmani te warnane cchadayami soamstwa rajamrtenanu wastam. Urorowariyo warunaste krnotu jayantam twanu dewa madantu.

Bagian Engkau yang terpenting telah aya tutupi dengan baju pelindungmu, menjubahi Engkau dengan RajaSoma yang abadi. Waruna memberi Engkau apa yang telah banyak dan dalam kemenanganMu biar para Dewa-dewa bersenang.

Andha amitra bhawatacirsannohaya iwa. Tesam wp agninunnanamindo hantu waramwaram.

O musuh saya akan menjadi buta, bahkan laksana ular yang tak berkepala. Semoga Indra membunuh yang paling baik dan yang itu bila menyalakan Agni telah menyerang engkau.

Ya nah sworano yaccanisthyo jighamsati. Dewastam sarwe dhuwantu brahma warma mamantaram carma warna mamataram.

Siap yang akan membunuh kami, apkah ia musuh ynag asingatau salah atu dari kami. Semoga Dewa-dewa membuatnya tidak tenang dai itu. Perlindungan saya yang paling dekat adalah do’a, senajata terdekat dan pertahanan terdekat.

Mrgo na bhimah kucare giristhah parawata a jagantha parasyah. Srkam samcaya pawimindra tigmamwi catrun tadhi wi mrdhonudaswa.

Laksana binatang buas yang menakutkan menegmbara di hutan, Engkau telah mendekati kami datang dari tempat jauh. Mengasah wajraMu dan pisaumu yang tajam, kau tumpas musuh itu dan mengkocar-kacirkannya meerka yang membenci kami O Indra.

Bhadram karnebhih crnuyamadewa bhadram pasyemaksa bhisyayatrah. Athirairanggasis-stuwamsastanubhirwyacenahi deahitam yadayuh.

O Dewa-Dewa, semoga telinga kami mendengar apa yang suci, semoga mata kami melihat apa yang baik, Yang Suci. Memujamu dengan tangan dan badan yang kuat, semuga kami mencapai umur yang ditetapkan oleh Tuhan.

Swasti na indre wrdracrawah swastinah pusa wicwawedah. Swasti nastarksyo aristanemih swasti no brhaspatirdadhatu

Termasyuh jauh dan meluas, semoga Indra merakhmati kami, Pusam merakhmati kami, penguasa atas semua kekayaan. Semoga Tarksya dengan windunya yang tak terlukakan merakhmati kami. Brihaspati memberi kami rakhmatnya.
Brahmanaspati memberikan rakhmatnya Pudja (1979/1980:500-521)