Tampilkan postingan dengan label Syirik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syirik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Desember 2012

HINDARI SYIRIK BESAR YANG AKAN MENGHAPUS AMALAN KITA

HINDARI SYIRIK BESAR YANG AKAN MENGHAPUS AMALAN KITA

seseorang bisa dinyatakan terhapus seluruh amalnya (kafir) bukan hanya semata-mata dengan berpindah agama (alias: murtad). Akan tetapi, seseorang bisa saja kafir dengan berbuat syirik yaitu syirik akbar, walaupun dalam kehidupannya dia adalah orang yang rajin melakukan shalat malam. 

Apabila dia melakukan satu syirik akbar saja, maka dia bisa keluar dari agama ini dan amal-amal kebaikan yang dilakukannya akan terhapus. 

Allah Ta’ala berfirman yang artinya,”Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (Al An’am: 88). Apabila dia tidak bertaubat darinya maka diharamkan baginya surga, sebagaimana firman-Nya yang artinya,”Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (Al Maidah: 72) Contoh syirik akbar adalah melakukan tumbal berupa sembelihan kepala kerbau, kemudian di-larung (dilabuhkan) di laut selatan agar laut tersebut tidak ngamuk (yang kata pelaku syirik: tumbal tersebut dipersembahkan kepada penguasa laut selatan yaitu jin Nyi Roro Kidul). 

Padahal menyembelih merupakan salah satu aktivitas ibadah karena di dalamnya terkandung unsur ibadah yaitu merendahkan diri dan tunduk patuh. Allah Ta’ala berfirman yang artinya,”Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.” (Al An’am: 162). 
Barangsiapa yang memalingkan perkara ibadah yang satu ini kepada selain Allah maka dia telah jatuh dalam perbuatan syirik akbar dan pelakunya keluar dari Islam. (Lihat At Tanbihaat Al Mukhtashot Syarh Al Wajibat)

Senin, 29 Oktober 2012

Hindari Syirik Ashgar Dapat Menghapus Amal Ibadah

 Hindari Syirik Ashgar Dapat Menghapus Amal Ibadah

Jenis syirik yang berada di bawah syirik akbar dan tidak mengeluarkan
pelakunya dari Islam adalah syirik ashgar (syirik kecil). Walaupun
dinamakan syirik kecil, akan tetapi tetap saja dosanya lebih besar dari
dosa besar seperti berzina dan mencuri. Salah satu contohnya adalah
riya’ yaitu memamerkan amal ibadah untuk mendapatkan pujian dari orang
lain. Dosa ini yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat
khawatirkan akan menimpa para sahabat dan umatnya. Pada kenyataannya
banyak manusia yang terjerumus di dalam dosa syirik yang satu ini.
Banyak orang yang mengerjakan shalat dan membaca Al Qur’an ingin dipuji
dengan memperlihatkan ibadah yang mulia ini kepada orang lain. Tatkala
orang lain melihatnya, dia memperpanjang ruku’ dan sujudnya dan dia
memperbagus bacaannya dan menangis dengan dibuat-buat. Semua ini
dilakukan agar mendapat pujian dari orang lain, agar dianggap sebagai
ahli ibadah dan Qori’ (mahir membaca Al Qur’an).

Wahai saudaraku, waspadalah terhadap jerat setan yang dapat membatalkan
amal ibadahmu ini!! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
yang artinya,”Allah berfirman: Aku itu paling tidak butuh sekutu.
Barangsiapa melakukan suatu amalan lantas dia mencampurinya dengan
berbuat syirik di dalamnya dengan selain-Ku, maka Aku akan tinggalkan
dia bersama amal syiriknya itu.” (HR. Muslim). Apabila ibadah yang
dilakukan murni karena riya’, maka amal tersebut batal. Namun apabila
riya’ tiba-tiba muncul di pertengahan ibadah lalu pelakunya berusaha
keras untuk menghilangkannya, maka hal ini tidaklah membatalkan
ibadahnya. Namun apabila riya’ tersebut tidak dihilangkan, malah
dinikmati, maka hal ini dapat membatalkan amal ibadah.

Wahai saudaraku, bersikaplah sebagaimana Nabi Ibrahim ‘alaihis salam
-kekasih Allah yang bersih tauhidnya dari perbuatan syirik-. Beliau
masih berdo’a kepada Allah :”Jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari
menyembah berhala-berhala.” (Ibrahim: 35). Jika beliau yang sempurna
tauhidnya saja masih takut terhadap syirik, tentu kita semua yang miskin
 ilmu dan iman tidak boleh merasa aman darinya.  Ibrahim At Taimi
berkata: ”Dan siapakah yang lebih merasa aman tertimpa bala’ (yaitu
syirik) setelah Nabi Ibrahim.” Tidaklah seseorang merasa aman dari
syirik kecuali dia adalah orang yang paling bodoh tentang syirik.
(Fathul Majid)

Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu sedang kami
mengetahuinya dan kami memohon ampunan kepada-Mu atas sesuatu yang kami
tidak mengetahuinya. [Muhammad Abduh Tuasikal]