Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri amalan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri amalan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Agustus 2013

Berbagi Doa Dan Cara Ilmu Hikmah

Berbagi Doa Dan Cara Ilmu Hikmah

Berbagi Doa Dan Cara Ilmu Hikmah

ASMA-UL-HUSNA
  1. ASMA-UL-HUSNA | NAMA NAMA ALLAH DALAM ISLAM
Adab dalam islam
  1. Malam Pertama Dan Adab Bersenggama
  2. Tiga Hal Agar Doa Cepat Terkabulkan
Arti Mimpi

  1. Mimpi Melihat Nabi Muhammad SAW
  2. Mimpi Naik Haji
  3. Mmimpi bertemu dengan orang yang sudah meninggal
Ayat Alquran
  1. Agar Terlindung Dari Gangguan Makhluk Halus
  2. KHASIAT SURAH AL-FATIHAH
  3. Khasiat Surah Al-Falaq
  4. Khasiat Surah An-Nas - Arab Latin - New !!
  5. SURAH AL-FATIHAH - ARAB LATIN
  6. SURAT AL-FATIHAH DAN TERJEMAHAN
Dosa Besar
  1. 70 jenis Perbuatan dosa besar
Haji
  1. Nama - Nama Tempat Yang Mustajab Untuk Berdoa Di Tanah Suci
Kumpulan Doa
  1. DO’A AMALAN AGAR KUAT BERSETUBUH
  2. AMALAN ASMA’ ALIF LAAM MIIM DAN KHASIAT NYA
  3. AMALAN DAN DO'A NABI DAUD AS
  4. AMALAN DAN DOA MENGUSIR JIN
  5. AYAT LIMA ARAB LATIN - KHASIAT AYAT LIMA
  6. Amalan 100 Macam Khasiat Dan Berkah
  7. Amalan Asma Abdul Jabar Dan Khasiat Nya
  8. Amalan Doa Nabi Sulaiman
  9. Amalan Doa Pengawal 1000 Malaikat
  10. Amalan Doa Untuk Mempertajam Ilmu
  11. Amalan Memanggil Istri Atau Suami Yang Kabur
  12. Amalan Zikir untuk mohon ampunan, perlindungan, keselamatan
  13. Bacaan Dzikir dan Do,a sesudah shalat
  14. DO'A PADA SAAT MENGALAMI MUSIBAH
  15. DOA KANZUL ARASY - ARAB LATIN
  16. DOA MAJEMU’ATIL MUBAROKAH
  17. DO’A AKHIR TAHUN
  18. DO’A MENYAMBUT TAHUN BARU
  19. DO’A UNTUK SANG PENGANTIN - New !!
  20. Do'a Agar Di Beri Kelapangan hati - New !!
  21. Do'a Agar Mendapat Jodoh dan Keturunan yang Baik
  22. Do'a Berbuka Puasa pada bulan Ramadhan
  23. Do'a Mohon Agar Mendapat Kemuliaan
  24. Do'a Mohon Agar Terlepas dari Musibah
  25. Do'a Mohon Keselamatan
  26. Do'a Mohon Perlindungan Kepada ALLAH
  27. Do,a Kanzul Arasy Dan Khasiat Nya ( latin )
  28. Doa Berangkat Ke Haji - Doa Safar
  29. Doa Ketika Becermin
  30. Doa Menjelang Tidur
  31. Doa Nabi Ibrahim a.s
  32. Doa Nabi Sulaiman Dan Khasiatnya
  33. Doa Nabi Sulaiman a,s.
  34. Doa Niat Berpuasa Pada Bulan Rhamadhan - Arab - Latin
  35. Doa Nurbuat | Hikmah Mengamal kan Doa Nurbuat - New !!
  36. Doa Qunut Dan Arti Nya
  37. Doa Sebelum Salam - tahiyat akhir
  38. Doa Untuk Meningkat kan kecerdasan
  39. Doa untuk Menarik Rizqi dari Setiap Penjuru
  40. Do’a Ibtidaul Azaim Dan Khasiat Nya
  41. Khasiat Dan Rahasia Surat Yusuf
  42. Khasiat Doa Sholat Dhuha - Kumpulan Doa - New !!
  43. Kumpulan doa Nabi Ibrahim as
  44. SURAT YASIN TULISAN LATIN - MANFAAT MEMBACA SURAT YASIN
  45. Ucapan Ketika Dicela Orang
Legenda Islam
  1. Dzikir Sunan Kalijaga
Metafisika

  1. Bangkitkan Tenaga Dalam Dengan Dzikrullah
  2. CARA UNTUK MENINGKATKAN DAYA METAFISIKA
  3. Cara Menasihati Anak Yang Nakal - Metafisika
  4. Metafisika merupakan scientifical explanation dari ayat-ayat Al-Qur’an dan Al-Hadist
  5. Software Deteksi makhluk astral - XParanormal Detector V 1.5
  6. Video Gelombang Otak Manusia - Metafisika
  7. warna Aura - Arti Dari warna Aura
Music Islam
  1. Kumpulan Takbiran Online Bersama
  2. La ilaha ila ALLAH by Mishary Rashid Al-Afasy - Music Video
  3. Life After Death - Saad N - Islamic Rap
  4. Maroc Korsa Live - Muslim Rap
  5. SHOLATUM BISSALAMIL MUBIN - VIDEO LIRIK HABIB SYEH
  6. Takbiran House MIx Vs Koplo 2012
  7. WAHDANA WAFIQ AZIZAH SPESIAL VIDEO LIRIK
  8. Wafiq Azizah - Kumpulan Lagu Wafiq Azizah
  9. Wafiq Azizah - Sholatuminallah - Video Lirik
  10. Wafiq Azizah - Sholatun Bissalamil Mubin -Video Lirik
  11. Wafiq Azizah - Sholawat Badar - Lirik Video
  12. Wafiq Azizah-Demi Masa - Wafiq Azizah Album MP3 - Link Download
  13. Wali - Cari Berkah Video Lirik
Puasa
  1. Amalan dalam Bulan Ramadhan
  2. Marhaban Ya Ramadan - Puasa Ramadan - Sejarah Ramadan
  3. Membangkit Kan Energi ILahi Dengan Berpuasa
Radio Islam
  1. Radio Rodja Menebar Cahaya Sunnah | Widget Radio Roja
Ramadhan

  1. Amalan dalam Bulan Ramadhan
  2. Antara Puasa Dan Tauhid
  3. Dzikir Ketika Melihat Hilal
  4. Hukum Puasa Bagi Wanita Haid dan Nifas
  5. Jadwal Imsakiyah Ramadhan Seluruh Indonesia
  6. Marhaban Ya Ramadan - Puasa Ramadan - Sejarah Ramadan
  7. Marhaban Yaa Ramadhan - Panduan lengkap ramadhan
  8. PANDUAN SHAUM RAMADHAN
  9. PUASA ADALAH IBADAH YANG SANGAT RAHASIA - New !!
  10. Prediksi Awal Bulan Ramadhan 1433 Hijriyah
  11. Takbiran mp3 - Takbiran house mix 2011 mp3 - Download Takbiran Mp3
Renungan
  1. Janganlah Jadi Penerus Kaum Jahiliyah
  2. Perbedaam Tenaga Dalam dan Sihir
  3. Apakah Boleh Suami Atau Istri Menjilati Kemaluan Pasangan Nya
  4. Bedanya Antara Syetan Iblis dan Jin
  5. CIRI-CIRI DAJJAL DAN TANDA TANDA KIAMAT
  6. Dialog Antara Akal Nafsu Dengan Tuhan
  7. Imam Mahdi Dan Tanda Kiamat
  8. Kesaksian Pendeta M.Yahya Waloni Yang Masuk Islam
  9. Kisah Asal Mula Iblis bisa Masuk ke Tubuh Manusia
  10. Maksud Dan Tujuan Yahudi Hancurkan Masjid Al-Aqsa
  11. Mengaku Memiliki Sesuatu Tentang Ilmu Ghaib Adalah Taghut
  12. Menganggap Allah Hanya Sekedar Nama Saja
  13. Nabi Muhammad SAW Ada Dalam Kitab Agama Hindu
  14. Perayaan Valentine Sebagai Perayaan Perzinaan
  15. Sabda Rasulullah SAW Tentang Sungai Eufrat
  16. Surat Yasin Arab Dan Latin
  17. Valentine Day Bagi Kaum Muslimin Adalah Terlarang
  18. Video Tanda Tanda Kiamat Dalam Alquran Dan Hadis
Ruqyah
  1. Agar Terlindung Dari Gangguan Makhluk Halus
  2. MENGATASI GANGGUAN JIN DAN SYETAN DENGAN TADABBUR QUR’AN
  3. Ruqiyah Dan Tanda Reaksi Nya
  4. Ruqyah Syar’iyah
  5. Video Mengatasi Santet Dengan Ruqyah
SHOLAWAT
  1. Hikmah Sholawat An Nuridzat
  2. SHALAWAT BADRIYAH - ARAB LATIN
  3. SHOLAWAT - IBRAHIMIYAH - MUNJIYAT - AZMI - NURUL ANWAR - THIBBUL QULUB
  4. Sholawat Bariyyah
  5. Sholawat Ibrahimiyah Dan Khasiat Nya
  6. TASYAHUD DAN SHALAWAT NABI SETELAH TASYAHUD
Sholat
  1. Akibat orang muslim meninggalkan shalat
  2. Sahalat Sunat Tahajud - Tata Cara Dan Manfaat Sahalat Sunat Tahajud
Syirik
  1. HINDARI SYIRIK BESAR YANG AKAN MENGHAPUS AMALAN KITA
  2. Hindari Syirik Ashgar Dapat Menghapus Amal Ibadah
Tauhid
  1. Hukum mengucapkan kalimat tauhid tapi tidak mengkafiri apa apa yang diibadahi selain Allah
  2. MAKAM DIRI | MAKAM 7
  3. Menganggap Allah Hanya Sekedar Nama Saja
  4. Mengenal Allah - Imam Ghozali dalam Ihya’ Ulumuddin
  5. PENCIPTAAN NUR MUHAMMAD
  6. TERCIPTA NYA SEMUA MAKHLUK BERAWAL DARI NUR MUHAMAT
  7. Tauhid Rububiyyah
Zainudin Mz
  1. Kumpulan Creamah Zainudin Mz - Biodata Zainudin Mz
Zikir
  1. Amalan Zikir untuk mohon ampunan, perlindungan, keselamatan
  2. Bacaan Dzikir dan Do,a sesudah shalat
  3. Bacaan Zikir Setelah Salat
  4. Bangkitkan Tenaga Dalam Dengan Dzikrullah
  5. CARA DZIKIR DAN PERNAPASAN YANG KONSENTRASI
  6. Dzikir Nafas - Tata Cara Zikir Nafas
  7. Dzikir Sunan Kalijaga
  8. KEUTAMAAN BERDZIKIR
  9. MAKAM DIRI | MAKAM 7
  10. Membangkitkan Energi Aura Dengan Zikir
  11. Video bacaan Zikir Munajat oleh saudara Ustaz Badrul Amin.
  12. Zikir Untuk Ketenangan Hati dan Jiwa
  13. keutamaan berdzikir kepada Allah - Dzikir Pagi dan Sore Hari
alam
  1. Mengetahui Hadirnya Makhluk Ghaib Disekitar Kita
  2. Menyingkap Rahasia Alam Ghaib
amalan
  1. DO’A AMALAN AGAR KUAT BERSETUBUH
  2. surah Al ikhlas - Khasiat dan Keutamaan surah Al ikhlas
  3. AMALAN AGAR SUAMI ISTRI AGAR MENINGGALKAN SELINGKUHAN
  4. AMALAN ASMA’ ALIF LAAM MIIM DAN KHASIAT NYA
  5. AMALAN DAN DO'A NABI DAUD AS
  6. AMALAN DAN DOA MENGUSIR JIN
  7. AMALAN PADA BULAN RAJAB
  8. AYAT LIMA ARAB LATIN - KHASIAT AYAT LIMA
  9. Amalan 100 Macam Khasiat Dan Berkah
  10. Amalan Agar Mimpi Bertemu Nabi Muhammad Saw
  11. Amalan Asma Abdul Jabar Dan Khasiat Nya
  12. Amalan Doa Nabi Sulaiman
  13. Amalan Doa Pengawal 1000 Malaikat
  14. Amalan Doa Untuk Mempertajam Ilmu
  15. Amalan Memanggil Istri Atau Suami Yang Kabur
  16. Amalan Pada Bulan Muharram
  17. Amalan Untuk Memanggil 4 Jin Muslim
  18. Amalan Untuk Menajam Kan Mata Batin
  19. Amalan Zikir untuk mohon ampunan, perlindungan, keselamatan
  20. Amalan dalam Bulan Ramadhan
  21. Ayat Kursi - Khasiat Dan Manfaat Ayat Kursi
  22. CARA DZIKIR DAN PERNAPASAN YANG KONSENTRASI
  23. Dialog,Ruqyah,Menangkap,Jin Setan Secara Islami
  24. Dzikir Ketika Melihat Hilal
  25. Dzikir Nafas - Tata Cara Zikir Nafas
  26. HIKMAH MENGAMAL KAN AYAT QURSI
  27. Hikmah Dan Kelebihan Membaca Surat Yasin
  28. Ilmu Menghilang Dari Pandangan Manusia
  29. KASIAT SURAH AT-TAUBAH
  30. KHASIAT SURAH AL-FATIHAH
  31. Khasiat al-Fatihah Untuk Pengobatan
  32. MENGATASI GANGGUAN JIN DAN SYETAN DENGAN TADABBUR QUR’AN
  33. PUASA ADALAH IBADAH YANG SANGAT RAHASIA - New !!
  34. SHODAQOH DALAM BULAN RAJAB
  35. SHOLAT SUNAT PADA BULAN RAJAB
  36. SURAT YASIN TULISAN LATIN - MANFAAT MEMBACA SURAT YASIN
  37. Sahalat Sunat Tahajud - Tata Cara Dan Manfaat Sahalat Sunat Tahajud
  38. Ucapan Ketika Dicela Orang
berita
  1. Gelombang Pembubaran Densus 88 Di Sumatera Barat
  2. KABAR DUKA - USTAD JEFRI AL BUKHORI MENINGGAL DUNIA - New !!
  3. Kampanye Anti Islam Di Australia
  4. Konflik Sabah Hanya Adu Domba Sesama Muslim
  5. Membongkar Kedok Densus 88 - Habib Rizieq
  6. Pencuri Punya Ilmu Menghilang - New !!
  7. Perayaan Valentine Sebagai Perayaan Perzinaan
  8. Politisi Anti-Islam Ernaud van Dorn Masuk Islam di Masjid Den Haag
  9. Selamat Jalan Ustad Jefri Bukhori - New !!
  10. Video Kebiadaban Densus 88 terhadap Aktivis Islam
  11. Yang Sering Menghina Islam - Paus Benediktus XVI Pemimpin Katolik Mundur Dari Jabatan
bulan Rajab
  1. AMALAN PADA BULAN RAJAB
  2. SHODAQOH DALAM BULAN RAJAB
  3. SHOLAT SUNAT PADA BULAN RAJAB
fenomena Santet
  1. Fenomena Santet Dan Ilmu Hitam
  2. MENGATASI GANGGUAN JIN DAN SYETAN DENGAN TADABBUR QUR’AN
  3. Perempuan 19 Tahun Berubah Jadi Nenek-Nenek 70 tahun - Fenomena Santet
  4. Tanda Gangguan Jin Pada Manusia
  5. Tanda Tanda Orang Yang Dipengaruhi Santet Atau Guna Guna - New !!
primbon
  1. Ramalan Jodoh Menurut Primbon
sejarah
  1. Kehidupan Empat Sahabat Nabi Muhammad SAW
takbiran
  1. Kumpulan Takbiran Online Bersama
  2. Takbiran House MIx Vs Koplo 2012
wajib
  1. Mandi Wajib atau Ber Junub

Jumat, 06 Juli 2012

Ramadhan : Amal amalan di Bulan Ramadhan

Tabir Mimpi - Amal amalan di Bulan Ramadhan 

Bulan Suci Ramadhan, telah datang! Inilah bulan istimewa, bulan seribu bulan, bulan penuh rahmat dan barokah, bulan keampunan yang ditunggu oleh umat Islam. Inilah kesempatan emas kita untuk meraih pahala sebanyak mungkin dan mendapat ampunan atas dosa-dosa yang pernah kita buat dengan memperbanyak ibadah / amalan sunnah tentu tanpa meninggalkan yang wajib. Lewat puasa diharapkan manusia mensucikan diri, melakukan peleburan jiwa untuk menemukan kembali jati diri. Puasa adalah ibadah yang dilaksanakan dengan jalan meninggalkan segala yang menyebabkan batalnya puasa seperti makan dan minum serta hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Dengan menahan lapar dan dahaga, kita merasakan bagaimana penderitaan orang-orang yang hanya mampu makan satu kali sehari, misalnya. Dengan puasa juga kita dilatih untuk bersabar menahan hawa nafsu.Berikut Amalan-Amalan Sunnah Di Bulan Ramadhan | Anjuran Di Bulan Ramadhan :


1. Makan sahur dan mengakhirkannya

Gambar Amalan Sunnah yaitu Makan sahur dan mengakhirkannya di Bulan Ramadhan
Makan sahur bisa dilakukan mulai dari pertengahan malam sehingga sebelum waktu subuh menjelang. Adapun yang dianjurkan dalam makan sahur ini adalah hendaklah kita mengakhirkan waktunya sehingga sebelum waktu subuh menjelang. Hikmah yang bisa kita ambil dari makan sahur adalah untuk menjaga stamina selama berpuasa, jadi waktu yang sangat sesuai adalah di akhirkan. Usahakan untuk sahur walaupun hanya se teguk air. Dan bagi yang memiliki kesibukan dan susah untuk bangun sahur bisa mempercepat sahur pada tengah malam agar ke esokan harinya kita tetap kuat dalam mejalankan ibadah puasa.
Rasulullah Bersabda :
“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Zar Al-Ghifari ra. dengan riwayat marfu`, ”Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan buka puasa dan mengakhirkan sahur.”(HR Ahmad: 1/547)
Dari Abi Said al-Khudri RA : “ Sahur itu barakah maka jangan tinggalkan meski hanya dengan seteguk air. Sesungguhnya … dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur. (HR Ahmad: 3:12)


2. Menyegerakan Berbuka Puasa

Gambar Amalan Sunnah yaitu Menyegerakan Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan
Gambar Kurma yang sangat dianjurkan di konsumsi waktu Awal Berbuka Puasa
Menyegerakan berbuka akan mendatangkan kebaikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Mengawali berbuka puasa dengan kurma, atau manis-manisan kalau tidak ada maka dengan minum air. ” Rasulullah saw berbuka dengan rutbaat (kurma segar) sebelum beliau shalat, apabila tidak ada maka dengan beberapa tamar (kurma) dan apabila tidak ada, beliau meminum air. (HR Abu Dawud, Hakim dan menshahihkannya serta Tirmidzi meng-hasankannya).




3. Membaca Al Qur’an (tadarus)

Gambar Amalan Sunnah yaitu Memperbanyak Tadarus Al-Qur'an di Bulan Ramadhan
"Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf. " (HR. At-Tirmidzi, katanya: hadits hasan shahih).
Al-Qur'an diturunkan untuk dibaca oleh setiap orang muslim, direnungkan dan dipahami makna, perintah dan larangannya, kemudian diamalkan. Sehingga ia akan menjadi hujjah baginya di hadapan Tuhannya dan pemberi syafa'at baginya pada hari Kiamat. Allah telah menjamin bagi siapa yang membaca Al-Qur'an dan mengamalkan isi kandungannya tidak akan tersesat di dunia dan tidak celaka di akhirat, dengan firmanNya " Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. " (Thaha:123),


4. Shalat tarawih

Gambar Amalan Sunnah yaitu Sholat Tarawih di Bulan Suci Ramadhan
Salah satu keutamaan bulan Ramadhan yang tidak kita dapati pada bulan yang lain adalah adanya sholat malam atau tarawih dengan pahalanya yang begitu melimpah. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barangsiapa sholat tarawih dengan dilandasi keimanan dan mengharap pahala dari Alloh maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhori dan Muslim).


5. Meninggalkan perkataan kotor

Gambar Amalan Sunnah yaitu Banyak Berdizikir di Bulan Suci Ramadhan
Selalu berpikir positif dan melakukan hal-hal yang bermanfaat serta meninggalkan perkataan-perkataan yang sia-sia apalagi kata-kata kotor yang dapat merusak pahala ibadah puasa kita.
Dari Abu hurairah ra bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:” Berpuasa bukan hanya (menahan) dari makan dan minum, sesungguhnya berpuasa dari lagwun (perbuatan yang sia-sia) dan rofats (perkataan yang kotor)…( HR Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Hakim)


6. Memperbanyak Sedekah

Gambar Amalan Sunnah yaitu Perbanyak Sedekah di Bulan Suci Ramadhan
Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih keuntungan besar dari bulan Ramadhan adalah melalui sedekah. Islam sering menganjurkan umatnya untuk banyak bersedekah. Dan bulan Ramadhan, amalan ini menjadi lebih dianjurkan lagi. Dan demikianlah sepatutnya akhlak seorang mukmin, yaitu dermawan. Allah dan Rasul-Nya memerintahkan bahkan memberi contoh kepada umat Islam untuk menjadi orang yang dermawan serta pemurah. Ketahuilah bahwa kedermawanan adalah salah satu sifat Allah Ta’ala, sebagaimana hadits:
“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. Al Baihaqi, di shahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 1744)


7. Memperbanyak Doa

Gambar Amalan Sunnah yaitu Senantiasa berdoa minta ampun di Bulan Suci Ramadhan
Doa orang berpuasa adalah salah satu doa yang paling mustajab. Dalam kondisi seseorang berpuasa, apalagi jika yang berpuasa itu bukan hanya panca inderanya, akan tetapi juga hati (kalbu)nya yang ikut berpuasa maka doanya akan mudah dikabulkan oleh Allah Swt. Ibarat penyucian, puasa akan menyucikan kembali diri kita dari debu-debu dosa yang selama ini menempel. Dengan berpuasa seseorang tengah membersihkan diri sehingga hatinya pun ikut bersih, dan ketika ia memanjatkan doa kepada Allah Swt, doa itupun akan mudah dikabulkan. Sebab salah satu sebab dikabulkannya doa adalah bersihnya hati kita sehingga cahaya doa dapat langsung menembus arys dan didengar serta dikabulkan oleh Allah Swt.


8. Menyibukan diri Dalam Kebaikan

Gambar Amalan Sunnah yaitu Senantiasa Melakukan Hal2 Positif di Bulan Suci Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah peluang emas bagi setiap muslim untuk menambah ‘rekening’ pahalanya di sisi Allah. Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi dikatakan bahwa amalan sunnah pada bulan Ramadhan bernilai seperti amalan wajib dan amalan wajib senilai 70 amalan wajib di luar Ramadhan. Raihlah setiap peluang untuk berbuat kebaikan sekecil apapun meskipun hanya ‘sekedar’ tersenyum di depan orang lain.


9. Memberi Makan Kepada Orang yang Berpuasa Dan Menjalin Silaturahmi

Gambar Amalan Sunnah yaitu Memper erat Silaturahmi di Bulan Suci Ramadhan
Dianjurkan kepada orang-orang yang sedang berpuasa untuk memberikan ifthor kepada saudara-saudaranya yang juga sedang berpuasa. Ibadah puasa menjadi salah satu sarana untuk merekatkan jalinan persaudaraan diantara umat. Karena diantara hikmahnya adalah untuk ber empati terhadap kondisi yang sedang dihadapi oleh umat Islam, baik satu daerah ataupun berbeda wilayah. Pada realitanya tidak semua umat Islam berada dalam keadaan yang senang dengan fasilitas hidup. Masih banyak umat Islam yang berada dalam kesusahan dan terdzalimi. Pada bulan Ramadan inilah saatnya kita menunjukan solidaritas terhadap mereka, saudara kita.
Rasulullah Bersabda :
“Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka) orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun”. (HR Bukhari dan Muslim)


10. Beri‘tikaf

Gambar Amalan Sunnah yaitu BerI'tikaf di Akhir Bulan Suci Ramadhan
Disunnahkan untuk beri‘tikaf terutama pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Salah satunya untuk mendapatkan pahala lailatul qadar yang menurut Rasulullah SAW ada pada malam-malam 10 terakhir bulan Ramadhan. Dengan mengkhususkan diri berdiam selama beberapa hari di masjid untuk lebih ber mujahadah dalam ibadah, maka hal ini juga sebagai bentuk latihan pembentukan diri menjadi hamba Allah yang sedang mendekati Rabb nya. Baginda Nabi saw apabila datang sepuluh hari terakhir Ramadan maka beliau segera menyambutnya dengan penuh kekhusyuan.
Aisyah RA berkata, ”Bila telah memasuki 10 malam terakhir bulan Ramadhan, Nabi SAW menghidupkan malam, membangunkan keluarganya (isterinya) dan meninggalkan isterinya (tidak berhubungan suami isteri).(HR Bukhari dan Muslim)

Demikianlah kumpulan Anjuran Di Bulan Ramadhan | Amalan-Amalan Sunnah Di Bulan Ramadhan yang sangat dianjurkan pada Bulan ramadhan jangan sampai momen yang indah dan istimewa ini terlewatkan begitu saja. Semoga di bulan Suci ramadhan ini kita mendapatkan begitu banyak hikmah, pahala, serta ampunan dari Allah SWT Amin…

Sabtu, 03 November 2012

Amalan-Amalan Pamungkas

 Mukaddimah

Mencapai kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat merupakan cita-cita setiap muslim tentunya, namun hal itu tidak bisa hanya sebatas cita-cita dan angan-angan. Harus ada aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari sehingga cita-cita itu benar-benar dapat teralisasi.

Salah satu cara untuk merelisasikannya adalah dengan menjalankan amalan-amalan yang sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya, khususnya amalan-amalan pamungkas dan pilar utamanya. Nah, apakah amalan-amalan itu? Mari ikuti kajian berikut ini!

Naskah Hadits

Dari Mu’adz bin Jabal RA, ia berkata, “Dalam suatu perjalanan, pernah aku bersama Rasululah SAW. Pada suatu hari saat sedang berjalan-jalan, aku mendekat kepadanya, lalu berkata, Wahai Rasulullah, informasikan kepadaku akan suatu amalan yang dapat menyebabkan aku masuk surga dan jauh dari neraka.” Beliau menjawab, “Engkau telah menanyakan suatu perkara yang amat besar namun sebenarnya ringan bagi orang yang dimudahkan oleh Allah; hendaklah kamu menyembah Allah dan tidak berbuat syirik terhadap-Nya dengan sesuatu apapun, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadlan dan melakukan haji.” Kemudian beliau bersabda lagi, “Maukah kamu aku tunjukkan pintu-pintu kebaikan; puasa merupakan penjaga (pelindung) dari api neraka, sedekah dapat memadamkan kesalahan (dosa kecil) sebagaimana air dapat memadamkan api, dan shalat seseorang di tengah malam seraya membaca ayat ‘Tatajaafa Junuubuhum ‘Anil Madlaaji’i yad’uuna rabbahum…. [hingga firman-Nya]… Ya’maluun.’ (as-Sajdah:16) Kemudian beliau juga mengatakan, “Dan maukah kamu aku tunjukkan kepala (pangkal) semua perkara, tiang dan puncaknya.?” Aku menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.!” Beliau bersabda, “Kepala (Pangkal) dari semua perkara itu adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad.” Kemudian beliau bersabda lagi, “Maukah kamu aku tunjukkan pilar dari semua hal itu.?” Aku menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.!” Lalu beliau memegang lisan (lidah) nya seraya berkata, “Jagalah ini olehmu.” Lantas aku bertanya, “Wahai Nabiyyullah, apakah kami akan disiksa atas apa yang kami bicarakan.?” Beliau bersabda, “Celakalah engkau wahai Mu’adz! Tidakkah wajah dan leher manusia dijerembabkan ke dalam api neraka kecuali akibat apa yang diucapkan lidah-lidah mereka.?” (HR.at-Turmduzy, dia berkata, “Hadits Hasan Shahih”)

Kosakata

- Hashaa`id Alsinatihim : kejelekan dan kekejian yang dibicarakan oleh lidah-lidah mereka seperti syirik kepada Allah, ghibah, adu domba, dst’
- Tsaqilatka Ummuka (Celakalah Engkau) : secara zhahirnya, kalimat ini tampak seperti doa agar orang yang didoakan mati akan tetapi yang dimaksud sebenarnya bukan makna zhahirnya tersebut tetapi lebih kepada ucapan yang sudah terbiasa oleh lidah bangsa Arab.

Pesan-Pesan Hadits

1. Hadits tersebut menunjukkan betapa perhatian para shahabat, di antaranya Mu’adz bin Jabal terhadap amal-amal shalih dan hal-hal yang dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah. Mereka selalu memanfa’atkan keberadaan Rasulullah dengan baik untuk bertanya kepadanya, lalu kemudian mengaplikasikan jawaban beliau. Demikianlah seharusnya seorang Muslim, wajib menggunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya, mencari hal-hal yang berguna dan menjadi kepentingannya serta dapat membuatnya masuk surga.

2. Hendaknya kemauan seorang Muslim itu begitu tinggi dengan memikirkan hal-hal besar yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah sehingga kemudian target utamanya adalah akhirat yang harus diupayakannya. Dengan begitu, ia akan sangat berhati-hati dan menghindar dari kemauan yang murahan dan sesaat. Makanya, Rasullah mengatakan kepada Mu’adz dalam hadits di atas, “Engkau telah menanyakan suatu perkara yang amat besar.”

3. Tujuan akhir keinginan manusia di dalam kehidupan ini adalah ‘surga’, masuk ke dalamnya dan hal yang dapat menunjukkannya masuk ke sana. Karena itu, hendaklah ia mencari semua sarana yang dapat menyebabkannya masuk surga dan menjauhkannya dari neraka.

4. Dien ini mencakup hal-hal wajib dan sunnah; hal-hal wajib (faraidl) wajib diamalkan Muslim, dijalankan secara konsisten dan tidak diterima dari siapa pun alasan tidak tahu mengenainya, sementara hal-hal sunnah, harus antusias dilakukannya selama mampu melakukannya.

5. Atas karunia Allah Ta’ala, Dia menjadikan pintu-pintu kebaikan demikian banyaknya, sebagiannya dijelaskan dalam hadits ini, yaitu amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, membuat sampai kepada kecintaan dan ridla-Nya. Di dalam hadits Qudsi, Dia berfirman, “Dan tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya dan senantiasalah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku melalui amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR.Bukhari, 6137)

6. Puasa merupakan ibadah Sirriyyah (yang bersifat rahasia) antara seorang hamba dan Rabbnya. Bila seorang Muslim memperbanyak puasa sunnah, maka hal itu dapat menjadi penjaga dan pelindung dirinya dari api neraka.

7. Sedekah dapat memadamkan kesalahan (dosa kecil) sebagaimana air dapat memadamkan api. Ini merupakan pintu yang begitu agung sebab sedekah sunnah selalu terbuka sekali pun sedikit. Di dalam hadits yang lain disebutkan, “Bertakwalah kamu walau pun dengan sekeping satu buah kurma.” (HR.Bukhari dan Muslim)

8. Adalah sangat penting bila seorang Muslim bersungguh-sungguh di dalam melakukan shalat wajib namun terlebih lagi dengan melakukan shalat malam di mana keheningan malamnya, jauh dari kebisingan-kebisingan, bermunajat kepada sang Pencipta secara sendirian dan kehina-dinaannya di hadapan-Nya akan memberikannya kenikmatan iman yang spesial seperti halnya kondisi para shahabat ketika Allah berfirman mengenai mereka, “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka.” (as-Sajdah:16) Dalam firman-Nya yang lain ketika memuji mereka, “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (adz-Dzariat:17-18)

9. Rasulullah SAW kembali mengulang-ulang untuk menjelaskan urgensi amalan-amalan khusus di dalam agama ini, yaitu:
a. Bahwa kepala (pangkal) semua urusan ini, di mana jasad tidak akan hidup tanpa kepala, adalah tauhid dan syahadat ‘Tiada tuhan –yang haq disembah- selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah.’ Tanpa tauhid seperti ini, tidak akan benar keislaman seseorang, tidak akan lurus kondisinya dan tidak akan selamat pada hari Kiamat.

b. Tiang, pilar dan pondasinya adalah mendirikan shalat sebab suatu bangunan tidak akan mungkin bisa tegak tanpa adanya tiang. Ia merupakan rukun-rukun ilmiah paling penting, yaitu jalinan antara seorang hamba dan Rabbnya.

c. Yang paling tinggi dan puncaknya di mana karenanya agama ini menjadi tinggi dan tersebar adalah jihad di jalan Allah. Dengan jihad, telaga Islam dan kehormatan kaum Muslimin akan terjaga, wibawa mereka akan menjadi bertambah, ‘izzah (rasa bangga keislaman) akan nampak dan para musuh dapat ditaklukkan.

10. Dalam penutup wasiatnya, Rasulullah SAW mengingatkan suatu perkara yang amat penting sekali namun selalu disepelekan oleh banyak orang, yang merupakan pintu besar bagi amal-amal baik dan buruk. Perkara ini adalah lisan (mulut) yang merupakan senjata tajam yang bila digunakan untuk kebaikan dan keta’aan, maka ia akan menjadi pintu besar menuju surga dan bila digunakan untuk kejahatan dan kemaksiatan, mak ia akan menjadi penggiring ke neraka.

11. Seorang Muslim wajib menggunakan lisannya untuk hal-hal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah seperti dzikir, membaca al-Qur’an, memberi nasehat, amar ma’ruf, menunjukkan kepada kebaikan, berdakwah kepada Allah, nahi munkar, menunjukkan jalan bagi orang yang tersesat dan sebagainya. Demikian pula, wajib baginya untuk menghindari penggunaannya pada hal-hal yang dapat menyebabkannya masuk neraka seperti syirik kepada Allah, berdusta, bicara atas nama Allah tanpa ilmu, ghibah, namimah (adu domba) dan persaksian palsu. Lidah yang seperti ini akan menyeret pemiliknya ke dalam neraka, na’uudzu billaahi min dzaalik.

(SUMBER; Silsilah Manaahij Dawraat al-‘Uluum asy-Syar’iyyah- al-Hadiits-Fi`ah an-Naasyi`ah karya Prof Dr Falih bin Muhammad ash-Shaghir, et.ali, h.143-147)

Selasa, 18 Desember 2012

ISTILAH DALAM TASAWUF



ISTILAH – ISTILAH DALAM TASAWUF




a.    Murid

Menurut Al-Kalabazi dalam bukunya “At-Ta’arruf li al-Madzhabi Ahli ash-Shaufiyah, menyatakan bahwa murid adalah orang yang mencari pengetahuan dan bimbingan dalam melaksanakanamal ibadahnya, dengan memusatkan segala perhatian dan usahanya ke arah itu, melepas sgala kemauannya dengan menggantungkan diri dan nasibnya kepada iradah Allah (Al Kalabazi : 167).

     Murid dalam dunia tasawuf dibagi menjadi tiga kelas yakni :

1.       Mubtadi atau pemula, yaitu mereka yang baru mempelajari Syari’at. Jiwanya masih terikat dengan duniawi, kelas pemula ini berlatih melakukan amalan-amalan zhahir secara tetap dengan cara dan dalam waktu tertentu.
2.       Mutawassith, adalah tingkat menengah, yaitu orang yang sudah dapat melewati klas pemula telah mempunyai pengetahuan yang cukup tentang Syari’at. Kelas ini sudah mulai memasuki pengetahuan dan amalan-amalan yang bersifat bathiniyah. Tahap ini adalah tahap belajar dan berlatih mensucikan bathin agar tercapai akhlak yang baik.
3.       Muntahi, adalah tingkat atas, yaitu yang telah matang ilmu Syari’at, sudah menjalani thariqat dan mendalami ilmu bathiniyah. Sudah bebas dari perbuatan maksiat sehingga jiwanya bersih. Orang yang sudah sampai kepada tingkat ini disebut arif, yaitu orang yang sudah diperkenankan mendalami ilmu hakikat. Sesudah itu iapun bebas dari bimbingan guru.

b.    Syekh

Syekh adalah seorang yang memimpin kelompok kerohanian, pengawas murid-murid dalam segala kehidupannya, penunjuk jalan dan sewaktu-waktu dianggap sebagai perantara antara seorang murid dengan Tuhannya.

     Syekh huga sering disebut mursyid, yaitu orang yang sudah melalui tingkat khalifah. Ia adalah seorang yang mempunyai tingkat kerohanian yang tinggi, sempurna ilmu syari’atnya, matang ilmu hakikat dan ilmu ma’rifatnya. Dengan kata lain seorang syekh adalah orang yang telah mencapai maqam rijalul kamal.

     Hubungan antara murid dengan syekh atau mursyid, adalah hubungan penyerahan diri sepenuhnya, seorang murid harus tunduk, setia dan rela dengan perlakuan apa saja yang ia terima dari syekhnya. Ia harus mampu bersikap seperti jenazah yang sedang dimandikan, rela dan ikhlas dibolak-balik tanpa merasa kesal dan menyesal atau menolak.

     Penyerahan diri dengan dengan sebulat hati dan keyakinan, merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi seorang mubtadi dalam tasawuf. Dalam bentuk apa pun, seorang murid tidak boleh membantah, karena syekh adalah penghubung antara dia dengan Allah. Sungguh banyak syarat-syarat yang harus ditaati seorang mubtadi, baik yang berhubungan dengan adab kepada syekh maupun pola hubungan antara sesama murid. (Suhrawardi: 28).

     Secara singkat dapat dikatakan sebagai suatu loyalitas tanpa reserve dan tergambar pula betapa tinggi dan mulianya kedudukan syekh dalam komunitas sosialnya itu. Ia adalah seorang pemimpin yang mengandung makna kesucian bagi pengikutnya. Apa saja yang ia lakukan, bagi pengikutnya adalah suatu kebenaran yang mutlak. Dari itu hendaklah seorang murid betul-betul harus teliti dengan penuh perhatian dalam mencari guru dan penuntun.

c.    Wali dan qutub

Wali dan Qutub adalah seorang yang telah sampai ke puncak kesucian bathin, memperoleh ilmu laduni yang tinggi sehingga tersingkap tabir rahasia yang ghaib-ghaib. Orang seperti ini akan memperoleh karunia dari Allah dan itulah yang disebut wali. Jadi, seorang wali adalah seorang yang telah mencapai puncak kesempurnaan, kecintaan kepada Allah. Karena pengabdian dan amalannya yang luar biasa kepada Allah, ia memperoleh kemampuan yang luar biasa, kemampuan yang supra insani sebagai karunia dari Allah.

     Menurut al-Kalabazi, inilah yang disebutkaromah itu (Al-Kalabazi : 89). Orang-orang yang mulia seperti itu adalah wakil-wakil Nabi pelanjut perjuangan Nabi, dan inilah yang disebut dengan Quthub. Mereka ini mempunyai kedudukan yang hampir sama dengan Nabi dalam hal kesucian rohani, kedalaman ilmu dan ketaatan kepada Allah. Quthub memperoleh ilmu melalui ilham, sedangkan Nabi memperoleh ilmu melalui wahyu.

     Apabila dilihat dari sudut amalan serta jenis ilmu yang dipelajari, maka terdapat beberapa istilah yang khas dalam dunia tasawuf, yaitu ilmu lahir dan imu bathin. Ajaran-ajaran agama itu mengandung arti lahiriah dan mengandung arti bathiniyah yang merupakan inti dari setiap ajaran itu. Oleh karena itu cara memahami dan mengamalkannya juga harus melalui aspek lahir dan aspek bathin. Kedua aspek itu dibagi menjadi empat kelompok yakni :

1.       Syari’at

Syari’at mereka artikan sebagai amalan-amalan yang difardlukan dalam agama, yang biasanya dikenal dengan rukun islam dan segala hal yang berhubungan dengan itu, bersumber dari al-Qur’an dan Sunnah Rasul.

     Seorang yang ingin memasuki dunia tasawuf, harus lebih dahulu mengetahui secara mendalam tentang al-Qur’an dan al-Hadis yang dimulai dengan amalan zhahir baik yang wajib maupun yang sunnah. (H. Zainal Arifin Abas : 143).

     Oleh karena rasa kenikmatan dalam beribadah itu telah merasuk dalam jiwa, maka timbullah amalan sunnat yang ditetapkan  cara dan waktu pengamalannya, seperti : zikir sekian kali pada waktu tertentu, shalat nawafil sekian raka’at pada jam sekian.  Akibatnya hampir seluruh waktu mereka dipergunakan untuk shalat dan zikir dengan cara dan jumlah yang telah ditentukan oleh alirannya masing-masing (Qamar Kailany : 29-30).

     Bukan hanya itu tetapi mereka juga melakukan puasa hampir sepanjang hari, bahkan sampai-sampai lupa makan dan minum, jiwa mereka sudah kenyang karena ibadah dan amal shaleh itu. Dengan demikian setiap sufi, pada hakikatnya adalah orang-orang yang telah mengamalkan perintah Illahi secara tuntas dan menyeluruh. Sebab, tanpa melalui tahapan ini, seseorang tidak akan mampu naik ke jenjang yang lebih tinggi.

2.       Thariqat

Dalam melaksanakan syari’at tersebut di ats, haruslah berdasarkan tata cara yang telah digariskan dalam agama dan dilakukan hanya karena penghambaan diri kepada Allah, karena kecintaan kepada Allah dan karena ingin berjumpa denganNya. Perjalanan menuju kepada Allah itulah yang mereka maksud thariqat, yait thariqat tasawuf. Perjalanan ini sudah mulai bersifat bathiniyah, yaitu amalan zahir yang disertai amalan bathin (Hamka : 104).

Untuk itu, maka ditetapkanlah ketentuan-ketentuan yang bersifat bathiniyah agar pelaksanaan ketentuan-ketentuan zahiriyah itu dapat mengantarkan seseorang kepada akhir perjalananannya melalui tahap demi tahap dan situasi demi situasi, yang kemudian dikenal dengan istilah maqomat dan ahwal.

3.       Hakikat
Secara lughawi hakikat berarti inti sesutu, puncak atau sumber asal dari sesuatu. Dalam dunia sufi, hakikat diartikan sebagai aspek lain dari syari’at yang bersifat lahiriyah, yaitu aspek bathiniyah. Dengan demikian dapat diartikan sebagai rahasia yang paling dalam dari segala amal, inti dari syari’at dan akhir dari perjalanan yang ditempuh oleh seorang sufi (Al-Kabazi : 158).

Dengan demikian jelaslah bahwa hakikat itu tidak lepas dari syari’at, bertalian erat dengan thariqat dan juga terdapat dalam ma’rifat. Oleh karena itu, sering ditemukan pengertian yang tumpang tindih antara hakikat dan ma’rifat, karena masing-masing mengandung arti puncak dari segala amal dan perjalanan, inti dari segala ilmu dan pengalaman. Tetapi yang jelas, hakikat itu diperoleh sebagai hikmah dan anugerah berkat riadlah dan mujahadah, sehingga ia tergolong ahwal.

Dengan sampainya seorang ke tingkat atau kepada hakikat, berarti telah terbuka baginya rahasia-rahasia yang terkandung dalam syari’at, ia dapat memahami  dan menghayati segala kebenaran dan bahkan dapat mengetahui hal-hal yang bertalian dengan Allah.

4.       Ma’rifat

Dari segi bahasa, ma’rifat berarti pengetahuan atau pengalaman, sedangkan dalam istilah sufi, ma’rifat itu diartikan sebagai pengetahuan mengenai Than melalui hati sanubari. Penegtahuan itu sedemikian lengkap dan jelas sehingga jiwanya merasa satu dengan yang diketahuinya itu. (al-Kalabazi : 158-159).

Dalam sejarah perkembangan tasawuf diketahui bahwa Dzun an Nun al-Mishri (156-245 H), seperti yang digambarkan oleh Syafiq Gharbal dalam Al-Masyu’ah al-Arabiyah al-Muyassarah, hal. 848, bahwa Dzun an-Nun al-Mishri, membagi ma’rifat menjadi tiga macam, Pertama, ma’rifah orang awam, Kedua, ma’rifah para mutakallimin dan failasuf, Ketiga, ma’rifah para auliya’ dan muqarrabin dan yang mengenal Allah melalui hati sanubarinya, dan inilah yang tertinggi dan meyakinkan. Karena diperoleh bukan melalui belajar, usaha dan pembuktian, tetapi ia adalah ilham yang dilimpahkan Allah kedalam hati yang paling rahasia pada hambanya. Sehingga ia mengenal Tuhannya dengan Tuhannya. Hal ini juga dipertegas lagi oleh al-Mishri dalam satu ungkapan :

“Aku mengenal Tuhanku melalui Tuhanku, dan sekiranya bukan karena Tuhanku, aku tidak akan mengenal Tuhanku” (al-Qusyairi : 244).

     Selanjutnya RA. Nicholson menjelaskan bahwa menurut kaum sufi ada tiga alat dalam diri manusia untuk memperoleh  ma’rifat, yaitu : Qalb, yang dapat mengetahui sifat-sifat Allah, Ruh, untuk mencintai Allah, Sir, alat yang dapat melihat Allah. Qalb merupakan wadah ruh. Qalb mempunyai dua fungsi, yaitu sebagai alat berfikir dan alat perasa. Dengan demikian Qalb itu tidak sama dengan akal, sebab akal tidak mampu mengetahui hakikat Allah (RA. Nicholson : 68).

     Sampai dimana tingkat ma’rifat manusia kepada Tuhan, terdapat perbedaan-perbedaan pendapat dikalangan sufi. Alghazali berpendapat, bahwa ma’rifat itu tidak menyebabkan seseorang menjadi satu (ittihad) dengan Tuhan. Menurutnya, pengertian ma’rifat adalah mengetahui rahasia Allah secara jelas dan mendalam melalui hati nurani. Karena jelas dan terangnya pengetahuan itu, ia mengungkapkan dengan kalimat “Memandang ke pada wajah Allah” (Abdu ar Raziq : 93). Ia melihat Tuhan dengan mata hatinya (vission of the heart) bukan dengan mata inderanya. Dan menurut Al-Ghazali, inilah maqam yang tertinggi yang dapat dicapai oleh manusia. Akan tetapi, menurut beberapa orang sufi antara lain, Abu Yazid al-Bustami, Al-Hallaj, Ibn al-Farid, bahwa tingkatan itu masih dapat dilampaui manusia, sampai ittihad dengan Allah.

     Al Mahabbah, adalah satu istilah yang hampir selalu berdampingan dengan ma’rifah, baik dalam penempatannya maupun dalam pengertiannya. Kalau ma’rifah merupakan tingkat pengetahuan kepada Tuhan melalui mata hati, maka mahabbah adalah perasaan kedekatan dengan Tuhan melalui cinta. Seluruh jiwanya terisi oleh rasa kasih dan cinta kepada Allah. Rasa cinta itu tumbuh kepada pengetahuan dan pengenalan kepada Tuhan sedah sangat jelas dan mendalam, sehingga yang dilihat dan dirasa bukan lagi cinta tetapi “diri yang dicinta”. Oleh karena itu menurut Al-Ghazali mahabbah itu manifestasi dari ma’rifah kepada Tuhan.

Tokoh aliran al-Hub adalah Rabi’ah al-Adawiyah, lahir di Bashrah tahun 95 H / 715 M, meninggal tahun 185 H. Menurut Rabi’ah al-Hubb itu adalah rindu dan pasrah kepada Allah. Seluruh ingatan dan perasaan tertuju kepada Allah.

Bagi Rabi’ah, rasa cinta kepada Allah menjadi satu-satunya pendorong dalam segala perilakunya, bukan lagi karena rasa takut karena siksa atau karena mengharap nikmat surga. Tidak lain, semuanya demi cinta dan yang dicinta. Ada dua macam cinta yang ada dalam diri Rabi’ah yakni, cinta yang dapat membahagiakannya dan cinta sebagai hak Allah, karena Allah mutlak harus dicintai.

Untuk dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Allah manusia harus mendidik dirinya supaya mencintai segala macam kecantikan di alam ini, merenungkan dan meresapkannya secara mendalam. Sebab, kecantikan itu adalah ciri dari Zat Yang Duci. Karenanya, cinta adalah salah satu ahwal (state) yang akan menyampaikan seseorang kepada Zat Yang Dicintai. Cinta manusia kepada keindahan adalah disukai Allah, karena Allah sendiri adalah sumber asasi dari segala keindahan.

Wahai Tuhanku ...
Tenggelamkanlah aku dalam mencintai-Mu.
Sehingga tidak ada satu pun yang dapat melalaikan aku dari mengingat-Mu.
Wahai Tuhan ...
Bintang-bintang telah gemerlapan,
Mata telah tertidur,
Pintu-pintu istana telah dikunci
Setiap pecinta telah menyendiri dengan yang dicintainya
Dan inilah diriku berada dihadapan-Mu.
Wahai Tuhan ...
Malam telah berlalu,
Siang mulai menampakkan diri.
Bagaimana gerangan perasaanku.
Apakah engkau terima amalanku hingga aku merasa bahagia, Ataukah Engkau tolak hingga aku merasa sedih.
Demi keperkasaan-Mu,
inilah sikapku selama Engkau memberi hayat dan perlindungan kepadaku.
Demi keperkasaan-Mu
Andainya Engkau usir aku dari depan pintu-Mu,
Aku tidak akan pergi karena hatiku telah mencintai-Mu.


Dalam gubahan prosa yang lain yang disenandungkan lewat seuntai sya’ir :

Buah hatiku ...
Hanya Engkaulah yang kukasihi
Beri ampunlah pembuat dosa yang datang kehadirat-Mu
Engkaulah harapanku
Kebahagiaan dan kesenanganku
Hatiku telah enggan mencintai selain dari Engkau