Sabtu, 23 Juni 2012

Kisah Urban Legend Alat Perangkap Beruang

Alat perangkap beruang
adalah kisah urban legend
tentang seorang Jenderal
yang kehilangan giginya di
saat perang dan meminta
kepada pihak medis untuk digantikan giginya yang hilang
dengan menggunakan sebuah
alat perangkap yang
digunakan untuk menjebak
seekor beruang, alat itu
terbuat dari baja, runcing dan sangat tajam. Kisah yang mengerikan ini
telah terjadi selama perang
Vietnam. Ada seorang jenderal
yang kepripadianya sangat
keras dan kasar. Semua
prajurit dibawahnya, sangat takut padanya, sehingga tidak
ada satu orang pun yang
berani berbicara kepadanya.
Saat itu malam hari di
markasnya, pasukanya telah
diserang secara tiba-tiba di markasnya. Ada seorang
prajurit yang menyerang sang
Jenderal dengan melemparkan
sebuah granat tangan dan
granat itu mendarat tepat di
dekat sang Jenderal dan meledak saat itu juga.
Jenderal itu terlempar jauh
dan menabrak sebuah
generator mesin baja,
wajahnya terbentur oleh
generator dan menghancurkan semua giginya. Setelah itu, perang pun telah
berakhir dengan kekalahan
dan kerugian dimana banyak
para perajurit yang telah
mati, kerusakan bangunan
sebuah markas, dan penderitaan pun telah
menimpa mereka seperti tidak
adanya bantuan pertolongan,
karena alat telekomunikasi
yang terputus akibat perang.
Ada beberapa petugas medis yang berhasil selamat dari
perang itu dan segeralah
para medis harus melakukan
pengobatan terhadap para
perajurit yang terluka
khususnya untuk sang Jenderal, karena mereka
harus segera melakukan
operasi yang bersifat sangat
darurat kepada Jenderal
akibat luka serius yang
dialaminya khususnya dibagian wajah dan di bagian giginya
yang telah hancur, namun
operasi ini pun mempunyai
kendala seperti tanpa
tersedianya alat-alat medis
dan fasilitas kesehatan lainya, karena tidak adanya alat
operasi, terpaksa para medis
harus menggunakan alat apa
pun yang ditemukanya.
Operasi itu berlangsung
sangat kasar dan menyakitkan bagi Jenderal,
tetapi dengan operasi itu,
para medis telah berhasil
menyelamatkan nyawa sang
Jenderal. Namun, sayangnya ia
mengalami cacat permanen terutama di bagian wajahnya.
Para medis telah mengambil
langkah alternatif mengganti
giginya yang hancur dengan
menggunakan sebuah alat Perangkap Beruang yang terbuat dari besi baja dan
sangat runcing. Dua bulan telah berlalu, begitu
juga dengan luka-luka sang
Jenderal yang kian membaik
dan sembuh, namun wajah
sang Jenderal saat ini sangat
mengerikan untuk dilihat, terutama di bagian gigi
barunya yang tajam dan
selalu mengeluarkan suara
kertakan-kertakan yang
menakutkan. Saat ia mulai
kembali ke markas dan mulai bekerja, ia pun telah menolak
segala perawatan medis rutin
yang seharusnya ia selalu
check up selama cideranya,
karena ia sudah merasa baik
dan sehat dari cideranya maka ia menolaknya. Di
markasnya, para perajuritnya
kali ini sangat takut
kepadanya bahkan sangat-
sangat takut sekali apabila
sang Jenderal marah di hadapan mereka. Lemahnya kualitas operasi
telah menyebabkan infeksi di
mulut sang Jenderal, dan
kemudian suhu tubuhnya
meningkat dan mengakibatkan
demam di iringi dengan kejang-kejang sesaat. Saat
itu ia merasa sangat
menderita dan membuat ia
menjadi sangat frustasi dan
kemudian hilanglah pikiran akal
sehatnya dan berubah menjadi gila. Saat itulah ia
dijuluki sebagaiPria Tua Yang Bergigi Besi. Suatu hari ia telah berhasil
menangkap tawanan perang,
dan di saat tawanan perang
itu di interogasi, sang
Jenderal sering memainkan
gigi-giginya yang tajam untuk mengancamnya. Bahkan sang
Jenderal akan menggigitnya,
merobek kulitnya hingga
menjadi beberapa potongan
daging dan melukainya hingga
tawanan itu menderita dan berujung dengan kematian.
Suatu malam, di kabarkan
bahwa beberapa tahanan di
sel telah menghilang secara
misterius, dan keesokan
harinya di sel mereka telah di temukan beberapa genangan
darah di lantai sel. Pada
awalnya, para penjaga sel
telah mengira bahwa para
tahanan telah melarikan diri,
tetapi kemudian ada saksi yang melihat bahwa ada
seseorang yang telah
membuka beberapa sel
tahanan di tengah malam, dan
orang itu sedang memakan
hidup-hidup para tawanan sel lalu menjilati sisa-sisa tulang
yang masih berlumuran darah
dan membuah sisa bangkainya
ke hutan, sungguh
mengerikan! Karena
perilakunya yang sangat mencurigakan, sang Jenderal
pun menjadi buah bibir di
markasnya dan ia mulai
kehilangan kehormatanya dari
pasukannya. Kemudian sang Jenderal pun
telah diadili di ruang sidang
militer dan di berikan pidana
bahwa ia telah bersalah atas
pembunuhan dan kanibalisme.
Pengadilan menjatuhkan hukuman kepadanya penjara
seumur hidup, tetapi setelah
ia mendekam selama satu hari
di sel, ia telah menghilang dari
selnya dan telah berhasil
melarikan diri ke hutan. Selama bertahun-tahun pihak
militer telah berusaha untuk
melacaknya di hutan, tetapi
mereka tidak bisa menemukan
jejaknya, ia sudah di cap
sebagai tawanan yang melarikan diri. Di pihak militer
pun telah membuat
pengumuman di berbagai
media dengan sebuah topik Peringatan : Pria tua
bergigi besi telah
menghilang dari sel, hidup
atau mati segera hubungi
kami! Namun sayangnya tindakan ini sama sekali tidak
membuahkan hasil apapun,
entahlah ia telah pergi
kemana? dan tidak ada
seorang pun yang tau
keberadaanya, Warga pun sangat khawatir dengan
tawanan itu karena
dikabarkan tawanan itu
adalah orang yang tidak
waras dan seorang
kanibalisme. Dan sampai saat ini, sang Jenderal alias pria
tua bergigi besi itu tidak
berhasil di temukan dan
menghilang secara misterius di
hutan Vietnam. Note : Jika kalian
berwisata ke negara
Vietnam, berhati-hatilah
jika berada di hutan,
telah dikabarkan bahwa
kemungkinan pria bergigi besi ini masih hidup dan
berada di suatu hutan di
Vietnam dan siap
mengintai anda di hutan!

Artikel Terkait