Sabtu, 08 Juni 2013

Peneliti Temukan Material Bumi Terlangka di Alaska


Sebuah endapan unik dari elemen terlangka yang ada di Bumi, ditemukan di Gunung Bokan Alaska. Temuan ini bisa membantu ilmuwan memahami proses terbentuknya elemen bumi yang langka atau rare earth elements (REE).

Penelitian ini diusung oleh ilmuwan dar iSaint Mary's University di Halifax dan Geological Survey, Amerika Serikat. Peneliti mengungkapkan bahwa elemen atau unsur tanah langka ini penting, namun sangat langka  untuk ditemukan.

Elemen ini biasanya yang digunakan dalam komponen untuk elektronik dan teknologi di bidang pertahanan. Mempelajari geologi dan bagaimana elemen ini bisa muncul adalah langkah penting untuk dapat menentukan di mana konsentrasi REE yang mungkin bisa ditemukan.

REE terdiri dari 17 elemen, termasuk Yttrium, Scandium, 15 anggota atau jenis dari seri Lanthanide. Ke-17 elemen ini kemudian dibagi ke dalam kelompok REE ringan dan berat, yang bergantung pada berat atomnya.

REE ringan lebih sering dominan pada endapan. Sementara di Gunung Bokan Alaska, elemen REE berat (HREE) kabarnya lebih sering ditemukan.

HREE sangat berharga untuk memproduksi magnet bermutu berukuran kecil, yang biasa digunakan dalam perangkat smartphone dan tablet. Magnet tersebut juga bisa dipakai untuk meningkatkan kemampuan mesi dan transmisi hingga penggunaan operasi di temperatur tinggi.

Gunung Bokan adalah salah satu tempat penyimpan elemen langka, yang terkonsentrasi dan dapat diproduksi lebih efisien. "Pekerjaan kami di Alaska bagian tenggara menunjukkan potensi yang layak, pasokan kelas dunia dari elemen bumi langka dari sumber daya domestik," tutur Jaroslav Dostal, peneliti Saint Mary's University, seperti dikutip Usgs, Jumat (7/6/2013).

Untuk menentukan bagaimana endapan langka ini terbentuk di Gunung Bokan. Dostal menganalisis granit menggunakan teknologi geokimia dan analisis isotop, kemudian membandingkan hasil yang dilakukannya dengan granit lainnya.


Sumber : Okezone

Artikel Terkait