Tampilkan postingan dengan label Arkeologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arkeologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 September 2013

Apakah Salah Satu Piramida Mesir Meledak 12.000 Tahun Lalu?

Piramida Mesir

Apakah mungkin bahwa salah satu Piramida Mesir meledak 12.000 tahun yang lalu. Video di bawah ini mengklaim bahwa salah satu dari Piramida tersebut meledak 12.000 tahun yang lalu.  

Ada 138 piramida yang ditemukan di Mesir pada tahun 2008. Sebagian besar dibangun sebagai makam untuk Firaun dan selir mereka selama periode Kerajaan Lama dan Tengah.

Piramida Mesir paling awal ditemukan di Saqqara, sebelah barat laut Memphis.Yang paling awal di antaranya dikenal sebagai Piramida Djoser (dibangun 2630 SM-2611 SM) yang dibuat selama dinasti ketiga.



Piramida ini dan kompleks disekitarnya dirancang oleh arsitek Imhotep dan umumnya dianggap sebagai struktur monumental tertua di dunia yang terbuat dari batu. Perkiraan jumlah pekerja untuk membangun piramida berkisar dari beberapa ribu sampai 100.000.

Minggu, 08 September 2013

Peta Kuno Ungkap Evolusi Monster Laut

http://resep-buat.blogspot.com/
Peta Sea Monsters on Medieval and Renaissance Maps

Penggambaran tentang adanya monster laut di abad pertengahan terungkap dalam peta kuno di zaman Renaissance tersebut.

Peta berjudul Sea Monsters on Medieval and Renaissance Maps itu memaparkan grafik evolusi makhluk laut dari abad ke-10 sampai abad ke-17.


http://resep-buat.blogspot.com/


Kartografer ini digunakan untuk menggambarkan wilayah misterius yang belum dijelajahi dunia, dan bahaya yang mungkin timbul dari lautnya. Dari mulai ular laut raksasa, gurita raksasa, hingga putri duyung ada di dalam peta ini.


http://resep-buat.blogspot.com/


Meski disebut mitos, pembuat peta ini tentunya tidak asal menggambarkan sejumlah makhluk tersebut. Hampir seluruhnya digambarkan berdasarkan kisah nyata seputar penjelajahan di wilayah laut itu.

"Makhluknya terlihat sangat fantastis. Mereka semua tampak seperti mereka benar-benar ada," kata Chet Van Duzer, seorang sejarawan peta di Library of Congress, seperti dilansir LiveScience.

"Pada kenyataannya, banyak dari mereka berasal dari apa yang dianggap sebagai kisah nyata pada waktu itu, dari sumber-sumber ilmiah," tuturnya.

Mungkin peta ini tidak akurat secara geografis, tetapi mereka memberikan pengetahuan berharga tentang mahluk yang ada di laut pada zaman itu.


Penggambaran makhluk tersebut menjadi lebih realistis selama awal abad ke-17. Peta dari era ini menunjukkan kapal-kapal yang mengerahkan kekuatannya melawan monster laut hingga akhirnya para monster tersebut benar-benar menghilang dari peta. 

Sumber : Inilah.com

Rabu, 04 September 2013

Hewan Tertua Yang Hidup Di Daratan Benua Gondwana Ditemukan

http://resep-buat.blogspot.com/
Fosil Gondwanascorpio Emzantsiensis

Benua super pada 350 juta tahun yang lalu itu bernama Gondwana, dan ilmuwan menemukan fosil kalajengking, yang merupakan hewan darat pertama tinggal di sana.

Spesies bernama Gondwanascorpio Emzantsiensis yang ditemukan para ilmuwan tersebut, menyediakan kepada para ilmuwan petunjuk kehidupan pada masa 350 juta tahun yang lalu.

Gondwanascorpio merupakan bagian dari wilayah di benua super bernama 'Pangaea'; yang merupakan gabungan dari benua Afrika, Amerika Selatan dan Australia.

"Kalajengking ini sudah ada dari jaman Devonian, dan saat itu beberapa benua sedang bersatu," jelas Robert Gess dari Evolutionary Studies Institute, Wits University, Afrika Selatan.

Senin, 05 Agustus 2013

Mineral Baru Sepadat Berlian Berhasil Ditemukan

Ilustrasi

Geolog asal University of California (UC), Riverside, Amerika Serikat telah menemukan satu jenis mineral baru, yakni cubic boron nitride, yang mereka beri nama "qingsongite". Sebenarnya mineral tersebut pertama kali ditemukan pada tahun 2009, namun baru mendapatkan pengakuan sebagai sebuah mineral baru dari International Mineralogical Association, pekan ini.

Larissa Dobrzhinetskaya dan Harry Green, keduanya geolog dari UC Riverside, dibantu oleh ilmuwan asal Lawrence Livermore National Laboratory, University of Maine, dan berbagai institusi asal Cina dan Jerman saat menemukan mineral tersebut.

"Keunikan dari qingsongite adalah bahwa ia merupakan mineral boraks pertama yang didapati terbentuk pada kondisi ekstrem jauh di perut bumi," kata Dobrzhinetskaya. "Mineral boraks jenis lainnya biasanya ditemukan di permukaan Bumi," ucapnya.

Mineral baru ini sendiri ditemukan di selatan Tibet pegunungan kawasan Cina di dalam batu-batuan yang kaya akan chromium yang berasal dari kerak paleooceanic. Lapisan ini pernah terhimpit hingga kedalaman 300 kilometer, direkristalisasi di sana dengan temperatur sekitar 1.300 derajat Celcius, serta tekanan hingga 118.430 atmosfer.

"Sekitar 180 juta tahun lalu, bebatuan tersebut kembali ke permukaan Bumi akibat proses tektonik yang mengakibatkan penutupan samudra Paleo-Thethys, sebuah samudra purba di masa Paleozoic, dan bertumbuknya India dengan lempeng Asia," jelas Dobrzhinetskaya.

Cubic boron nitride, yang pertama kali dibuat di laboratorium pada tahun 1957, dikenal sebagai material penting untuk teknologi. Alasannya adalah karena struktur atomnya memiliki kesamaan dengan ikatan karbon pada berlian. Ia punya kepadatan yang sangat tinggi dan bisa memiliki kekuatan yang sama dengan berlian.

Sampai saat ini, sudah lebih dari 4.700 jenis mineral yang diketahui, dan sekitar 100 proposal untuk mineral baru diajukan ke International Mineralogical Association untuk mendapatkan pengakuan.

Qingsongite sendiri berasal dari nama Qingsong Fang (1939-2010), seorang profesor dari Institute of Geology, the Chinese Academy of Geological Sciences, yang pertama kali menemukan berlian di bebatuan kaya chromium di Tibet, akhir 1970-an. Ia juga berkontribusi atas empat temuan mineral baru.

Sumber : National Geographic

Minggu, 04 Agustus 2013

Seorang Bocah Jerman Temukan Mumi di Loteng Rumah Neneknya

http://resep-buat.blogspot.com/
Ilustrasi

Seorang bocah Jerman berusia 10 tahun menemukan mumi di dalam peti kayu tua yang berada di loteng rumah neneknya. Si bocah yang bernama Alexander Kettler ini menemukan mumi yang terbaring di dalam sarkofagus kala ia berkunjung ke rumah neneknya di Kota Diepholz, Jerman.

“Anda tidak akan menyangka, sesuatu yang tidak bisa dibeli di toko ada di loteng rumah Anda. Itu perasaan yang tak bisa dijelaskan,” ujar Lutz Wolfgang Kettler, ayah Alexander, kepada Daily Mail, Sabtu, 3 Agustus 2013.

Diperkirakan mumi itu telah terbaring lebih dari empat dekade. Ia menduga mumi ini adalah milik ayahnya yang telah meninggal 10 tahun lalu. Ketika masih hidup, kakek Alexander pernah melakukan perjalanan ke Afrika Utara pada tahun 1950. Pada tahun itu, perdagangan mumi ilegal marak terjadi. Kakek Alexander diduga terlibat dalam perdagangan itu.

Tidak hanya mumi, topeng kematian dan stoples kanopik untuk menyimpan organ juga berada dalam sarkofagus itu. Kini, mumi tersebut telah dibawa ke Berlin untuk diteliti lebih lanjut. Diperlukan sinar-X untuk mengetahui keaslian mumi.

Kamis, 25 Juli 2013

Fosil Ikan Terbesar di Dunia Ditemukan


Para ilmuwan telah menemukan fosil ikan raksasa yang memiliki panjang 52 kaki (sekira 16 meter) atau setara dengan panjang kolam renang ukuran Olimpiade. Makhluk besar pemakan plankton bernama Leedsichthys itu diyakini hidup pada 160 juta tahun yang lalu bersamaan dengan dinosaurus.

Peneliti dari University of Bristol di Inggris meyakini, pertumbuhan ikan ini bisa mencapai sekira sembilan meter dalam 20 tahun. Akan tetapi, setelah menginjak usia 38 tahun pertumbuhan akan terhenti sampai 16,5 meter saja. Ukuran ini jelas melampaui panjang ikan paus masa kini.

Spesies ini pertama kali ditemukan oleh Alfred Nicholson Leeds pada 1886. Ikan yang memiliki berat hingga 21,5 ton atau sekira 19504 kilogram (kg) ini diduga mampu bertahan hidup hingga 40 tahun. Dengan mulutnya yang besar, Leedsichthys dapat menyedot ribuan ikan kecil termasuk udang dan ubur-ubur sekaligus.

Dilansir Daily Mail, Rabu (24/7/2013), Profesor Jeff Liston dari University of Kunming di China dan University of Bristol School of Earth Science mengatakan bahwa keberadaan ikan besar ini sangat penting karena akan menjadi bukti yang jelas dari perubahan populasi plankton di lautan.

“Hal ini memiliki implikasi bagi pemahaman kita tentang produktivitas biologi di samudera modern dan bagaimana perubahan produktivitas dari waktu ke waktu. Kami sudah melihat berbagai spesimen mereka yang menyerupai cincin pertumbuhan pada pohon untuk menentukan usia serta ukurannya,” ujar Liston.

“Menariknya, ikan ini memiliki struktur yang unik pada insangnya untuk membantu mengekstrak plankton dalam melewati mulutnya. Ini berfungsi seperti jaring pukat yang efektif, mengingat ukuran tubuhnya yang besar,” tutupnya.


Sumber : Okezone

Selasa, 23 Juli 2013

Reruntuhan Istana Nabi Daud Ditemukan?

Reruntuhan yang diduga merupakan bekas ruang penyimpanan di istana Raja sekaligus Nabi Daud.

Arkeolog asal Jerusalem mengklaim telah menemukan dua bangunan yang diyakini sebagai kerajaan milik raja tersohor dalam sejarah Islam, Kristen, dan Yahudi, Raja sekaligus Nabi Daud.

Klaim muncul setelah para arkeolog melakukan penggalian di situs yang mereka yakini sebagai benteng kota Yudea di Shaaraim sepanjang tahun lalu.

Shaaraim, kini lebih dikenal sebagai Khirbet Qeiyafa, adalah tempat yang dipercaya sebagai tempat Daud mengalahkan Goliat, seperti yang dikisahkan dalam Alkitab.

"Hingga saat ini, reruntuhan tersebut adalah bukti terbaik untuk membongkar benteng kota Raja Daud. Penemuan ini adalah bukti tak terbantahkan atas keberadaan pusat otoritas di Yehuda selama masa kepemimpinan Raja Daud," ujar Profesor Yossi Garfinkel dari Hebrew University dan Saar Ganor, pemimpin proyek penggalian.

Garfinkel dan Ganor menemukan dua bangunan yang dibangun sejak abad 10 SM di Jerusalem. Satu struktur bangunan diidentifikasi sebagai istana Daud, sedangkan yang lain diduga sebagai gudang besar milik istana tersebut.

"Bagian selatan dari istana besar yang membentang seluas 1.000 meter persegi ditemukan di bagian atas kota," demikian pernyataan Garfinkel dan ganor seperti dikutip Foxnews, Kamis (18/7/2013).

"Tembok yang mengurung istana punya panjang 30 meter dan sebuah gerbang masuk terdapat untuk mengantarkan orang ke gerbang selatan kota, di seberang Lembah Valley," imbuh kedua arkeolog itu.

Mereka menambahkan, di sekeliling istana terdapat ruangan dengan beragam instalasi seperti bejana tembikar dan pecahan bejana pualam. Temuan ini sekaligus menjadi bukti jika pada masa itu masyarakat Mesir telah mengenal industri logam.

Yoli Schwartz, juru bicara Israel Antiquities Authority (IAA), mengatakan, "Ini adalah satu-satunya situs yang ditemukan bersamaan dengan adanya material organik, termasuk biji zaitun, yang bisa dianalisis karbon."

Menurutnya, istana ini terletak di wilayah yang strategis, berada di pusat situs dan mampu mengontrol semua rumah yang ada di bawahnya. Bahkan dari tempat ini akan diperoleh pandangan yang luas mulai dari Laut Mediterania di sebelah barat serta Gunung Hebron dan Jerusalem di sebelah timur.

Meski temuan terdengar mencengangkan, tak semua sejarawan setuju. Beberapa sejarawan mengatakan bahwa istana dan kerajaan itu tak pernah ada. Jika ada, mungkin besarnya tak lebih besar dari Jerusalem. Kota Jerusalem sendiri tak lebih besar dari desa-desa umumnya.

Prof Aren Meir dari Bar Ilan University menyatakan setuju jika situs ini merupakan sebuah penemuan yang penting. Namun, menurutnya, para arkeolog terlalu mengandalkan Alkitab sebagai sumber bukti.

"Bisakah kita mengumpulkan argumen mengenai kerajaan Daud dan Salomo? Bagi saya, hal ini terlihat terlalu muluk," ujar Meir.

Ratusan artefak turut ditemukan dalam penggalian ini, mulai dari peralatan batu, bejana tembikar, segel, dan alat-alat keagamaan yang khas dari zaman itu. Bukti ini meyakinkan para ahli bahwa memang penemuan ini signifikan, meskipun belum tentu merupakan peninggalan dari kerajaan Daud.

IAA berharap bahwa penemuan ini akan membawa Khirbet Qeiyafa sebagai taman nasional yang mampu mengundang wisatawan untuk datang dan belajar mengenai kehidupan kerajaan pada masa kekuasaan Daud.

Sabtu, 20 Juli 2013

Dinosaurus Dari 'Benua yang Hilang' Berhasil Ditemukan



Para paleontolog di Utah, AS, mengatakan bahwa mereka menemukan dinosaurus bertanduk aneh, yang dulunya pernah hidup di pulau besar (yang kini telah tiada) bernama Laramidia.

Dinosaurus yang bernama Nasutoceratops Titusi, hidup di periode akhir zaman Cretaceous, sekitar 76 juta tahun lalu.

Namun setelah diteliti, fosil dinosaurus itu berasal dari keluarga dinosaurus bertanduk, yang salah satunya adalah Triceratops.

Kata 'Nasutoceratops Titusi' berarti luar biasa, menurut para ilmuwan.

Dinosaurus ini memiliki tanduk menyerupai pisau menutupi bagian mata. Panjang dinosaurus ini adalah sekitar empat meter.

"Namun, besarnya ukuran tanduk di Nasutoceratops tidak ada hubungannya dengan penciuman mereka," ujar Scott Sampson dari University of Utah, seperti dilansir The News.

"Fungsi dari ornamen-ornamen unik ini juga masih belum jelas," tambah Sampson.


Sumber : Inilah

Selasa, 16 Juli 2013

Peninggalan Nyata Blackbeard "Pirate of The Caribbean"

http://resep-buat.blogspot.com/
Belenggu besi yang dibalut tali peninggalan kapal Queen Anne's Revenge yang kandas tahun 1718

Kisah bajak laut ternama dari Karibia ternyata bukan kisah film Hollywood semata. Pengungkapan hasil penelitian artefak dari kapal Queen Anne's Revenge yang kandas tahun 1718, membuktikan adanya barang peninggalan dari Blackbeard, Pirate of The Caribbean nyata.

Kapal ini ditemukan arkeolog bersama dengan North Carolina Department of Cultural Resources di lepas pantai Beaufort, North Carolina, kala 1995. Namun, barang-barang peninggalannya baru dipastikan milik Blackbeard pada 2011 silam.

Selama kurun waktu satu dekade, artefak dari kapal ini dipulihkan dan disimpan di East Carolina University, Greenville, North Carolina. Salah satunya adalah belenggu besi yang digunakan untuk mengungkung budak dalam perjalanan menuju Dunia Baru, tawanan untuk tebusan, atau sebagai bentuk hukuman pada anak buah kapal. Belenggu ini dibungkus dengan tali agar tidak bisa dicongkel oleh tahanan.

Tapi perangkat ini nampaknya bukan artefak asli milik Blackbeard, melainkan berasal dari masa pra-Queen Anne's Revenge. Kapal ini dulunya merupakan kapal budak milik Prancis bernama Le Concorde

Blackbeard mengambil alih kapal Le Concorde pada 1717, menamainya ulang, dan menggunakannya untuk menebar teror di Laut Karibia hingga pantai kolonial Amerika.

Karir Blackbeard sebagai bajak laut kandas ketika ia tewas dalam pertempuran melawan Angkatan Laut Inggris pada 1718 di lepas pantai North Carolina. Namun, di balik sosoknya yang digambarkan menakutkan, kaum sejarawan menilai bukan kebiasaan Blackbeard untuk membunuh orang.

Senin, 15 Juli 2013

Kuburan Vampir Ditemukan di Polandia

Kerangka vampir yang ditusuk sebatang besi dipamerkan di Sofia, Bulgaria

Tim arkeolog asal Polandia mengklaim telah menemukan penemuan yang sangat mengejutkan, yaitu penemuan kuburan sekelompok vampir.

Kuburan-kuburan vampir itu ditemukan di kota Gliwice, Polandia, yang merupakan tempat para arkeolog mencari sisa-sisa Perang Dunia ke II, seperti dilansir Live Science, 15 Juli 2013.

Tapi, bukan kuburan tentara yang ditemukan para arkeolog, malah liang berisi kerangka yang kepalanya telah dipotong dan ditempatkan di kaki.

Para arkeolog mengatakan, fenomena itu menunjukkan bahwa mayat tersebut telah dieksekusi dengan ritual khusus untuk memastikan orang yang meninggal tidak akan hidup lagi.



Kerangka yang diduga vampir wanita ditemukan di Venesia, Itali.

Menurut takhayul kuno, dengan memisahkan kepala dengan tubuh maka bisa menghindari mayat itu hidup kembali atau disebut mayat hidup alias vampir. Pemenggalan kepala adalah salah satu cara untuk mencapai tujuan itu.

Menurut Jacek Pierzak, salah satu arkeolog situs, sampai saat ini belum diketahui umur dari mayat-mayat yang diduga vampir yang ditemukan di situs Gliwice, Polandia.

"Tim arkeolog tidak menemukan perhiasan atau artefak lainnya, untuk mengetahui kapan pemakaman ini dilakukan. Kami masih menelitinya," kata Pierzak.

Tradisi penguburan vampir

Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Matteo Borrini, antropolog forensik, tentang cara aneh dalam penguburan vampir, ia merujuk kasus seorang wanita yang meninggal akibat terserang wabah pada abad ke-16 di Venesia, Itali.

Wanita itu dikubur dengan batu bata dimasukkan ke mulutnya. Metode itu sangat populer di abad ke-16 untuk mencegah vampir hidup kembali untuk mencari darah. Kuburan wanita tersebut barangkali kuburan vampir pertama yang pernah ditemukan.


Berbeda lokasi, berbeda pula metode penguburan mayat yang diduga vampir ini. Pada tahun 2012 lalu, arkeolog asal Bulgaria menemukan dua kerangka mayat yang ditusukkan batang besi pada dadanya. Itu juga menunjukkan kedua mayat itu mungkin dianggap sebagai vampir.

Namun, praktik pemenggalan kepala mayat yang diduga vampir adalah cara eksekusi yang paling umum sebelum dilakukan penguburan, terutama di negara-negara Eropa Slavia.

Sabtu, 13 Juli 2013

10 Hewan Manakjubkan Yang Sudah Punah

Berikut ini adalah 10 binatang menakjubkan yang sudah punah

1. Tyrannosaurus rex



Tyrannosaurus rex adalah salah satu karnivora darat terbesar sepanjang masa, dengan panjang sampai 43,3 kaki dan tinggi sekitar 16,6 kaki serta perkiraan berat mencapai 7 ton.Seperti tyrannosaurids lainnya, Tyrannosaurus adalah karnivora berkaki dua dengan tengkorak besar diimbangi dengan ekor berat yang panjang.

Fosil T. rex sudah ditemukan dalam formasi batu Amerika utara yang berasal tiga juta tahun terakhir dari Periode Cretaceous di akhir tahap Maastrichtian, sekitar 68,5-65.500.000 tahun yang lalu.Lebih dari 30 spesimen T. rex telah diidentifikasi, beberapa di antaranya kerangka hampir lengkap.

2. Quagga: setengah zebra, setengah kuda



Salah satu binatang punah paling terkenal di Afrika adalah quagga,subspesies dari zebra, yang pernah ditemukan dalam jumlah besar di Provinsi Cape Afrika Selatan dan bagian selatan Orange Free State.Binatang ini beda dari jenis zebra lain karena hanya memiliki tanda zebra di bagian depan tubuhnya saja.Pada bagian pertengahan, garis-garis memudar dan gelap, ruang antar-garis menjadi lebih luas, dan bagian belakangnya berubah menjadi warna coklat polos.

Quagga liar terakhir di tembak sekitar tahun 1870-an, dan spesimen terakhirnya meninggal di penangkaran pada tanggal 12 Agustus 1883 di kebun binatang Artis Magistra di Amsterdam.

3. Thylacine: Harimau Tasmania



Harimau Tasmania adalah karnivora berkantung yang dikenal terbesar di zaman modern. Berasal dari Australia dan New Guinea, diperkirakan telah punah pada abad ke-20.

4. Sapi Laut



Sebelumnya ditemukan di dekat pantai Asiatic Laut Bering,pada pada 1741 oleh naturalis Georg Steller, yang bepergian dengan explorer Vitus Bering. Sapi laut tumbuh dengan panjang 7,9 meter (25,9 kaki) dan beratnya sampai tiga ton, jauh lebih besar daripada manatee atau dugong.

Hewan ini dinyatakan punah pada tahun 1768.

5. Irish Deer: rusa terbesar yang pernah hidup



Irlandia Elk atau Rusa Raksasa, adalah rusa terbesar yang pernah hidup. Ia tinggal di Eurasia.Spesies terakhir hewan ini diperkirakan hidup sekitar 5.700 BC, atau sekitar 7.700 tahun yang lalu.Rusa ini memiliki ukuran sekitar 2,1 meter atau 7 kaki tinggi sampai di bahunya,dan memiliki tanduk tanduk terbesar dari setiap cervid dikenal yakni sekitar 3,65 meters/12 meter dari ujung ke ujung dan beratnya mencapai 90 pon.

6. Caspian Tiger: terbesar ketiga

http://resep-buat.blogspot.com/


Caspian Tiger atau harimau Persia adalah subspesies harimau barat, ditemukan di Iran, Irak, Afghanistan, Turki, Mongolia, Kazakhstan, Kaukasus, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan dan tidak terlihat lagi di tahun 1970-an. Dari semua harimau yang dikenal di dunia, harimau Caspian adalah terbesar ketiga.

7. Aurochs: jenis hewan ternak yang sangat besar

http://resep-buat.blogspot.com/


Salah satu binatang punah paling terkenal di Eropa, aurochs atau urus (Bos primigenius) adalah jenis hewan ternak yang sangat besar.Aurochs berkembang di India sekitar dua juta tahun yang lalu, bermigrasi ke Timur Tengah dan lebih lanjut ke Asia, dan mencapai Eropa sekitar 250.000 tahun yang lalu.

Hewan ini dinyatakan punah pada tahun 1627

8.  Great Auk

http://resep-buat.blogspot.com/


The Great Auk adalah satu-satunya spesies dalam genus Pinguinus yang bisa terbang.Jika berdiri,hewan ini memiliki tinggi sekitar 75 cm atau 30-34 inci dan berat 5kg.Bulunya berwarna hitam putih.

Hewan ini punah tahun 1844

9. Singa Gua :Cave Lion

http://resep-buat.blogspot.com/


Singa gua atau dikenal juga sebagai European or Eurasian cave lion, adalah subspesies singa yang punah kemudian diketahui keberadaannya melalui fosil.Subspesies ini adalah salah satu singa terbesar. Seekor jantan dewasa, yang ditemukan pada tahun 1985 dekat Siegsdorf (Jerman), memiliki tinggi bahu sekitar 1,2 m dan panjang 2,1 m tanpa ekor.

Hewan ini punah 2000 tahun yang lalu. 

10. Burung Dodo

http://resep-buat.blogspot.com/


Burung Dodo (Raphus cucullatus) adalah burung yang tidak dapat terbang yang hidup di pulau Mauritius.Burung ini berhubungan dengan merpati. Burung ini memiliki tinggi sekitar satu meter, pemakan buah-buahan, dan bersarang di tanah.

Dodo punah antara pertengahan sampai akhir abad ke-17. Kepunahannya sering dijadikan arketipe karena terjadi dalam sejarah manusia dan akibat aktivitas manusia.

Jumat, 12 Juli 2013

Manusia Flores Terbukti Spesies Baru

http://resep-buat.blogspot.com/
Rekosntruksi wajah manusia Flores atau The Hobbit

Sejak penemuan pada tahun 2003, Homo floresiensis terus memicu perdebatan, apakah merupakan spesies baru atau bukan. Kini, berdasarkan analisis tiga dimensi, ilmuwan menemukan bukti baru bahwa manusia Flores memang spesies baru.

Hasil penelitian yang menyatakan kebaruan spesies H floresiensis tersebut dipublikasikan di jurnal PLOS ONE pada Rabu (10/7/2013).

Penelitian dilakukan oleh ilmuwan dari Stony Brook University New York, Senckenberg Center for Human Evolution and Palaeoenvironment, Eberhard-Karls Universitat Tubingen, dan University of Minnesota.

Manusia Flores berbeda dengan manusia modern. H floresiensis memiliki ukuran tubuh dan kepala kerdil walaupun riset terbaru menyatakan bahwa ukuran otaknya tak sekecil yang diduga.

Selama ini, ada juga dugaan terkait manusia Flores. Ada yang menganggap bahwa spesies ini adalah jenis berbeda yang punah, turunan Homo erectus yang mengalami pengerdilan karena tinggal di wilayah terisolasi, atau manusia modern yang abnormal.

Abnormalitas yang mungkin diidap adalah microcephaly, yang menyebabkan kepala berukuran lebih kecil ataupun kretinisme alias kekerdilan.

Dalam studi ini, ilmuwan membandingkan bentuk tengkorak H floresiensis, manusia modern, manusia modern yang mengalami abnormalitas, dan fosil Homo lain.

Untuk menguak perbedaan bentuk antartengkorak, ilmuwan menggunakan pencitraan tiga dimensi dengan komputer dan analisis statistik.

"Studi kami memberikan bukti paling komprehensif bahwa H floresiensis lebih punya persamaan dengan fosil manusia purba yang sudah punah daripada dengan manusia modern yang punya abnormalitas," ungkap ilmuwan dalam publikasi.

"Hasil studi kami menolak hipotesis bahwa spesies ini merepresentasikan manusia modern dengan kondisi patologis, seperti microcephaly," demikian kata ilmuwan seperti dikutip Physorg, Kamis (11/7/2013).

Manusia Flores ditemukan di goa Liang Bua pada tahun 2003. Tengkorak manusia Flores lazim disebut LB1 karena minus rahang bawah.


Sumber : kompas

Kamis, 11 Juli 2013

Kaki Sphinx Ditemukan Di Hazor Israel

Bagian patung Sphinx yang ditemukan di Israel.

Arkeolog yang sedang melakukan penggalian di Israel mendapatkan hal tak terduga: kaki dari sphinx Mesir. Kaki depan patung itu ditemukan di Hazor, satu Situs Warisan Dunia UNESCO di utara Danau Galilea. Di antara kaki terdapat prasasti hieroglif dengan nama Raja Menkaure (kadang-kadang disebut Mycerinus), yang memerintah Mesir lebih dari 4.000 tahun yang lalu dan membangun salah satu piramida Giza.
Para peneliti tidak yakin Mesir memiliki hubungan dengan Israel selama pemerintahan Menkaure itu. Mereka menduga sphinx dibawa ke Israel pada kemudian hari, selama milenium kedua Sebelum Masehi.

Prasasti itu juga memuat kata, "Dikasihi oleh Ilahi ... yang memberinya hidup yang kekal." Amnon Ben-Tor, salah satu arkeolog Universitas Hebrew yang memimpin penggalian di Hazor, menilai deskriptor itu dapat menjadi petunjuk bahwa sphinx tersebut berasal dari tempat pemujaan matahari, Heliopolis, yang saat ini sebagian besar hancur dan tertutupi oleh lempeng Kairo.

Sphinx--berbentuk sebagian singa dan sebagian manusia--merupakan makhluk mitos yang terwakili dalam seni di seluruh Timur Dekat kuno serta India dan Yunani. Ben-Tor dan rekannya mengatakan artefak yang ditemukan di Hazor adalah fragmen sphinx pertama yang ditemukan terkait Raja Menkaure. Ia juga satu-satunya sphinx Mesir kerajaan yang pernah digali di Israel.

Patung fragmen itu ditemukan di pintu masuk ke istana kota pada lapisan arkeologi, yang merujuk tanggal kehancuran misterius Hazor ketika diduduki oleh orang Kanaan pada abad 13 Sebelum Masehi.

Para peneliti menduga sphinx itu dibawa ke Israel selama abad 17-16 Sebelum Masehi, ketika bagian dari Mesir dikendalikan oleh Hyksos, orang-orang yang diyakini berasal dari Kanaan utara. Atau, patung kerajaan itu mungkin telah tiba di Hazor sebagai hadiah dari raja Mesir pada abad 15-13 Sebelum Masehi, ketika Mesir menguasai sebagian Kanaan melalui sistem negara bawahan. Pada saat itu Hazor adalah kota paling penting di selatan Levant, meliputi sekitar 80 hektare dengan perkiraan populasi sekitar 20 ribu.

Hazor secara strategis terletak di persimpangan jalan antara Mesir dan Babilonia. Awalnya sebuah Kota Kanaan, Hazor dibentengi sejak awal milenium kedua Sebelum Masehi, kemudian ditaklukkan oleh orang Israel, dibangun kembali di bawah Raja Salomon dan akhirnya dihancurkan oleh bangsa Assyria pada tahun 732 SM. 


Sumber : Tempo

Rabu, 10 Juli 2013

Akankah Mammoth Hidup Seperti di Jurassic Park

ammoth yang ditemukan di pedalaman Siberia ini, akan dipamerkan di Yokohama, Jepang, mulai dari 13 Juli sampai 16 September.
 
Mammoth yang ditemukan di Siberia pada Mei lalu kini tengah dipamerkan di Yokohama, Jepang. Saat ditemukan, di dalam tubuh mammoth ini masih terdapat darah. Dari darah ini, peneliti mengklaim mereka dapat "menghidupkan" kembali makhluk ini. Namun, proyek tersebut menimbulkan perdebatan moralitas.

“Banyak yang khawatir, proyek ini akan seperti Jurassic Park,” tulis Daily Mail, hari ini. Pasalnya, tidak mudah mengembalikan hewan yang terpisah jarak ribuan tahun dengan manusia untuk dapat hidup bersama-sama lagi.

Darah hewan itu kini berada dalam laboratorium bioteknologi milik peneliti Hwang Woo di Korea Selatan. Laboratorium telah mengkonfirmasi untuk memadumadankan DNA dalam darah mammoth tersebut dengan sampel mammoth lainnya untuk mengembalikan kepunahan raksasa Siberia ini.

Rencananya, peneliti akan menanamkan telur mammoth ke dalam rahim gajah hidup. Jabang bayi mammoth akan dikandung selama 22 bulan. Peneliti berharap setidaknya satu sel hidup dari raksasa ini dapat dipertahankan, meskipun mereka tahu bahwa ini adalah hal yang sangat sulit bahkan hampir tidak mungkin terjadi.


Awal tahun ini, sekelompok ilmuwan dari seluruh dunia bertemu untuk konferensi TEDx di Washington. Konferensi ini disponsori oleh National Geographic. Dalam konferensi ini, mereka mendiskusikan kemungkinan membawa kembali 24 hewan dari kepunahan.

Dari ke 24 hewan tersebut, burung dodo asal Florida termasuk di dalamnya. Burung ini terakhir kali terlihat pada tahun 1904. Ada pula The Quagga, jenis zebra yang pernah tinggal di Afrika Selatan. Spesies terakhirnya mati pada 1883.


Meskipun demikian, beberapa ilmuwan berkeras menyatakan bahwa mustahil untuk menciptakan mammoth yang sama dengan mammoth yang pernah ada di muka bumi. Mereka yakin mammoth yang dihasilkan akan sangat jauh berbeda.

Selasa, 02 Juli 2013

Jasad Bigfoot Dipamerkan di AS

http://resep-buat.blogspot.com/

Jasad Bigfoot beku yang terkenal dengan nama Minnesota Iceman akan dipamerkan di Museum of the Weird di Austin, Texas, Amerika Serikat, mulai hari ini, 3 Juli, waktu setempat.

Minnesota Iceman adalah Bigfoot beku dengan tinggi enam kaki, setara 1,8 meter, yang dipamerkan pertama kali sekitar awal tahun 1968. Makhluk raksasa berbulu itu ditampilkan di dalam balok es, di dalam peti mati yang didinginkan.

Di dalam buku 'An Anthropologist Examines America's Enduring Legend', Bigfoot beku itu pertama kali ditemukan oleh Frank Hansen, seperti dilansir Daily Mail, 3 Juli 2013.

Menurut Steve Busti, pemilik Museum of the Weird, Minnesota Iceman pertama kali ditemukan Frank Hansen di kawasan hutan Minnesota.

"Pada awalnya, Hansen mengaku telah menembak Bigfoot itu di hutan Minnesota dan mengawetkannya di dalam sebuah balok es. Namun, banyak perdebatan terhadap keberadaan Bigfoot itu, lalu dilakukan penyelidikan-penyelidikan," kata Busti.

Dua cryptozoologists—peneliti hewan-hewan yang keberadaannya belum diketahui—Ivan Sanderson dan Bernard Heuvelmans, kemudian memeriksa jasad Bigfoot tersebut. Mereka pun yakin makhluk itu nyata, karena mencium bau busuk dari dalam balok es.

Dua peneliti itu bahkan yakin mengatakan makhluk di dalam balok es itu adalah missing link dari evolusi dan dijuluki sebagai Homo pongoides.


Membeku dalam es, monster berbulu ini dimiliki oleh Frank Hansen. Dia mengklaim, monster itu ditembaknya di Minnesota, AS. (Dailymail)

Omong kosong

Mendengar kabar dari Sanderson, seorang peneliti dari Smithsonian Institution, AS, merasa penasaran dan sangat ingin memeriksa keaslian dari makhluk berbulu tersebut.

Namun, sebelum penyelidikan resmi dilakukan, Hansen mengakui kalau Bigfoot itu hanya omong kosong, tidak asli dan terbuat dari karet lateks.

Dia mengatakan, Bigfoot itu adalah boneka yang dipersiapkan untuk sebuah karnaval dan dibuat dengan semirip mungkin dengan persepsi Bigfoot selama ini, dari bentuk tubuh sampai bulu-bulunya.

Peneliti dari Smithsonian Institution juga menemukan bahwa Minnesota Iceman dibuat oleh sebuah perusahaan pembuat replika di tahun 1967. Perusahaan itu mendapat pesanan dari Hansen untuk membuat replika Bigfoot.

Minnesota Iceman pernah dipamerkan di beberapa negara pada tahun 1970-an, dan menghilang sejak 10 tahun lalu.

"Tapi, setelah melakukan pencarian dua tahun, akhirnya saya menemukan dan membeli replika Bigfoot itu untuk dipamerkan ke museum," kata Busti.


Sumber : Viva.co.id

Kamis, 27 Juni 2013

5 Benda Tertua Yang Pernah Ditemukan

Perkembangan peradaban manusia selalu menarik diketahui, termasuk untuk hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana atau seperti apa kehidupan sehari-hari manusia purbakala.

Para arkeolog dari berbagai belahan dunia selalu tertarik meneliti benda-benda purbakala ciptaan manusia yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya peralatan rumah tangga seperti kasur, sepatu, bahkan makanan kudapan.

Seperti apa peralatan rumah tangga atau benda-benda yang kerap digunakan manusia zaman dulu itu? Simak ulasan benda-benda tertua pernah ditemukan para arkeolog berikut ini seperti dilansir dari odee.com.


1. Permen karet berusia 5.000 tahun 


Pada 2007 seorang arkeolog asal Inggris menemukan sebuah permen karet berusia lima ribu tahun di Finlandia. Pada permen karet terbuat dari getah kulit pohon itu masih terdapat bekas gigitan.

Trevor Brown, peneliti dari Universitas Derby, Inggris, mengatakan permen karet dari getah kulit pohon itu mengandung zat antiseptik fenol. Diyakini orang Neolitik mengunyah permen ini untuk mengobati infeksi gusi.


2. Sepatu Kulit berusia 5.500 tahun


Sebuah penggalian di dalam gua Armenia pada 2010 menemukan sepatu kulit berusia 5.500 tahun. Benda itu tampak dijahit untuk ukuran sepatu orang dewasa. Sepatu purba itu tampaknya merupakan sepatu kaki sebelah kanan.

Sepatu yang kelihatan agak aus di bagian depan dan belakang itu tampaknya sudah digunakan berjalan ratusan kilometer. Tapi sepatu itu ternyata masih tampak kuat. 
 
3. Popcorn berumur 6.700 tahun

http://resep-buat.blogspot.com/

Pada 2012 para peneliti sal Amerika Serikat dan Peru berhasil menemukan bukti adanya peradaban masyarakat di pesisir Peru yang menyukai makanan kudapan. Bukti itu ternyata lebih tua seribu tahun ketimbang diperkirakan sebelumnya. Bahkan temuan itu lebih tua dari umur benda keramik tanah liat yang pernah ditemukan di sana.

Kudapan yang ditemukan itu adalah semacam popcorn, jagung sekam, yang berusia 6700 tahun. Benda itu ditemukan saat penggalian di Paraones dan Huaca Prieta, dua tempat purbakala di sebelah utara pesisir Peru.

4. Kasur berusia 77.000 tahun

http://resep-buat.blogspot.com/

Sejumlah arkeolog menemukan apa yang mereka sebut kasur tertua sejagat pada 2011 lalu di Afrika Selatan. Kasur terbuat dari beberapa lapis alang-alang dan gelagah itu memiliki usia sekitar 77 ribu tahun.

Kasur itu ditemukan berada di bawah tempat tidur terbuat dari kumpulan rumput dan daun-daunan yang telah disusun. Benda itu ditemukan di Gua Sibudu di Kwazulu-Natal.



5. Rok berumur 5.900 tahun

http://resep-buat.blogspot.com/

Di tempat sepatu kulit tertua ditemukan di Armenia ternyata ditemukan juga rok terbuat dari alang-alang berumur 5.900 tahun. Benda itu tampaknya menjadi pakaian rok tertua sejagat pernah ditemukan hingga saat ini.

Gua tempat ditemukannya rok itu telah diselidiki tim dari Irlandia, Amerika Serikat, dan Armenia sejak 2007.

Semenjak itu sudah banyak benda-benda tua ditemukan setiap tahun, termasuk mumi kambing yang berusia 5.900 tahun. Lebih tua seribu tahun dari sejumlah hewan yang pernah ditemukan di Mesir.


Sumber : Merdeka.com

Rabu, 26 Juni 2013

Fosil Kuda Kuno Berusia 700.000 Tahun Ditemukan

http://resep-buat.blogspot.com/

Peneliti mengungkap kode genetik dari fosil kuda tertua yang pernah hidup di wilayah Yukon, Kanada. Ilmuwan meyakini bahwa hewan ini telah hidup sejak 700.000 tahun lalu.

Dilansir Latimes, Kamis (27/6/2013), sampai saat ini, peneliti percaya bahwa tidak mungkin untuk memulihkan sejumlah DNA dari fosil yang tua. Rekor gen tertua sebelumnya dipegang oleh fosil beruang kutub yang hidup lebih dari 110.000 tahun lalu.

Ilmuwan sukses melakukan pengurutan DNA, yang mengungkap sejumlah peningkatan dramatis dalam seberapa jauh ilmuwan bisa 'mengintip' ke dalam sejarah biokimia.

DNA diesktraksi dari potongan sepanjang 6 inci fosil tulang kaki kuda yang ditemukan sembilan tahun lalu. Dalam kondisi normal, DNA mulai menurun segera setelah kematian. Akan tetapi, tulang ini diawetkan dalam lapisan es di Thistle Creek, teritorial Yukon di Kanada.

Teknik penanggalan mengungkapkan bahwa hewan ini hidup di zaman mammoth, kucing bertaring tajam dan berang-berang raksasa yang berbagi rumput (makanan) serta manusia leluhur.

"Penelitian ini membuka perspektif besar dengan tingkat detail bahwa ilmuwan dapat merekonstruksi asal-usul dan sejarah evolusi setiap hewan di planet Bumi," jelas Ludovic Orlando dari  Center for GeoGenetics di Natural History Museum of Denmark.


Sumber : Okezone

Selasa, 18 Juni 2013

Eropa Diprediksi Akan Bertabrakan dengan Amerika

"Embrio" zona subduksi di lepas pantai Portigal. Ilmuwan memerkirakan, zona subduksi ini memicu tabrakan Eropa dan Amerika.

Aktifnya lempeng tektonik pasif di Samudera Atlantik dapat memicu tabrakan antara benua Eropa dan Amerika. Demikian diungkap dalam studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Geology baru-baru ini.

Dalam studi tersebut, ilmuwan dari Monash Uniersity di Australia menemukan bukti langsung adanya zona subduksi yang sedang terbentuk di lepas pantai Portugal. Zona subduksi itu mulai aktif dan akan "menutup" Samudera Atlantik. Eropa dan Amerika diprediksi akan bertabrakan 220 juta tahun dari sekarang.

"Apa yang kami deteksi adalah margin aktif yang masih sangat awal, seperti embrio zona subduksi," kata Joao Duarte dari School of Geoscience, Monash University, seperti dikutip Red Orbit, Senin (17/6/2013).

"Aktivitas gempa yang signifikan, termasuk gempa tahun 1755 yang menghancurkan Lisbon, mengindikasikan bahwa mungkin ada pergerakan tektonik yang konvergen di area itu. Untuk pertama kali, kami tak cuma menyuguhkan bukti bahwa memang itulah yang terjadi, tetapi juga mekanisme yang konsisten," papar Duarte.

Zona subduksi adalah wilayah di mana satu lempeng tektonik bergerak di bawah lempeng tektonik lain. Zona subduksi yang ditemukan Duarte dan rekannya terbentuk di wilayah Iberian Peninsula, barat daya Eropa.

Untuk menemukan zona subduksi tersebut, ilmuwan melakukan pemetaan dasar laut dan menemukan bahwa margin lempeng di barat daya Iberia yang semula diduga inaktif ternyata mulai patah, menunjukkan adanya aktivitas tektonik. Aktivitas ini, menurut ilmuwan, bisa menjadi sinyal permulaan fenomena Siklus Wilson.

Dalam Siklus Wilson, gerakan lempeng memisahkan benua besar, misalnya Pangaea pada masa lalu, dan laut terbuka. Benua lalu menjadi stabil dan membentuk zona subduksi yang ada di dekat lautan dan menarik massa daratan menjadi satu lagi.

Proses pemisahan dan penyatuan benua besar ini telah berlangsung setidaknya tiga kali selama lebih dari 4 miliar tahun. Zona Subduksi Iberia akan membawa daratan ke arah Eropa. Ilmuwan menduga, butuh waktu 220 juta tahun.

Ilmuwan memprediksi, butuh waktu 20 juta tahun bagi zona subduksi yang pasif menjadi aktif lagi. Menurut Duarte, dengan mempelajari pembentukan zona subduksi ini, ilmuwan bisa memahami bagaimana zona subduksi menjadi aktif pada saat ini dan masa lampau serta mengetahui bagaimana lautan tertutup. 


Sumber : Kompas

Rabu, 12 Juni 2013

Peneliti Temukan Monumen Misterius Di Dasar Danau Galilea

http://resep-buat.blogspot.com/
Sebuah  foto bawah air dari American Friends of Tel Aviv University, menunjukkan struktur yang terbuat dari batu-batu basalt.
Tim peneliti dari Tel Aviv University (TAU), Israel, baru-baru ini menemukan sebuah monumen misterius di dasar Danau Galilea. Tak hanya itu, peneliti juga menemukan struktur situs kuno di lokasi yang sama.

Monumen berbentuk kerucut setinggi 230 meter dengan diameter 39 meter dan berat 60 ribu ton ini diduga sudah berumur 6.000 tahun. Pakar geofisika Shmulik Marco mengatakan, struktur kokoh monumen ini awalnya berdiri di atas lahan kering yang kemudian tenggelam hingga dasar danau.

Ia sendiri terkesan dengan struktur monumen yang terbentuk dari kerikil alluvium yang mungkin dibawa dari lokasi yang cukup jauh khusus untuk pembangunan tersebut. Kemungkinan besar monumen misterius ini dibangun pada awal Zaman Perunggu. Demikian seperti dilansir ScienceDaily, Rabu (12/6/2013).

Saat tim menelaah lebih dalam dengan menggunakan teknologi sonar untuk melakukan survei ke dasar danau, mereka menemukan tumpukan batu-batu besar di tengah cekungan halus. Untuk itu, peneliti juga melakukan perburuan artefak agar mendapatkan petunjuk tentang tujuan pembangunan monumen.

“Dulu disini merupakan lahan kering, tetapi kami memperkirakan letaknya lebih rendah daripada permukaan air yang kita sebut sebagai Laut Galilea kuno. Tapi ini bukan berarti tingkat air meningkat terus menerus dari waktu ke waktu,” ujar Marco.

Danau Galilea merupakan daerah tektonik aktif dan besar, yang kemungkinan struktur dasar danau telah mengalami pergeseran. Sehingga menyebabkan tingkat air bisa mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Sumber : Okezone

Sabtu, 08 Juni 2013

Peneliti Temukan Material Bumi Terlangka di Alaska


Sebuah endapan unik dari elemen terlangka yang ada di Bumi, ditemukan di Gunung Bokan Alaska. Temuan ini bisa membantu ilmuwan memahami proses terbentuknya elemen bumi yang langka atau rare earth elements (REE).

Penelitian ini diusung oleh ilmuwan dar iSaint Mary's University di Halifax dan Geological Survey, Amerika Serikat. Peneliti mengungkapkan bahwa elemen atau unsur tanah langka ini penting, namun sangat langka  untuk ditemukan.

Elemen ini biasanya yang digunakan dalam komponen untuk elektronik dan teknologi di bidang pertahanan. Mempelajari geologi dan bagaimana elemen ini bisa muncul adalah langkah penting untuk dapat menentukan di mana konsentrasi REE yang mungkin bisa ditemukan.

REE terdiri dari 17 elemen, termasuk Yttrium, Scandium, 15 anggota atau jenis dari seri Lanthanide. Ke-17 elemen ini kemudian dibagi ke dalam kelompok REE ringan dan berat, yang bergantung pada berat atomnya.

REE ringan lebih sering dominan pada endapan. Sementara di Gunung Bokan Alaska, elemen REE berat (HREE) kabarnya lebih sering ditemukan.

HREE sangat berharga untuk memproduksi magnet bermutu berukuran kecil, yang biasa digunakan dalam perangkat smartphone dan tablet. Magnet tersebut juga bisa dipakai untuk meningkatkan kemampuan mesi dan transmisi hingga penggunaan operasi di temperatur tinggi.

Gunung Bokan adalah salah satu tempat penyimpan elemen langka, yang terkonsentrasi dan dapat diproduksi lebih efisien. "Pekerjaan kami di Alaska bagian tenggara menunjukkan potensi yang layak, pasokan kelas dunia dari elemen bumi langka dari sumber daya domestik," tutur Jaroslav Dostal, peneliti Saint Mary's University, seperti dikutip Usgs, Jumat (7/6/2013).

Untuk menentukan bagaimana endapan langka ini terbentuk di Gunung Bokan. Dostal menganalisis granit menggunakan teknologi geokimia dan analisis isotop, kemudian membandingkan hasil yang dilakukannya dengan granit lainnya.


Sumber : Okezone