Tampilkan postingan dengan label Arkeologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arkeologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 September 2013

Apakah Salah Satu Piramida Mesir Meledak 12.000 Tahun Lalu?

Piramida Mesir

Apakah mungkin bahwa salah satu Piramida Mesir meledak 12.000 tahun yang lalu. Video di bawah ini mengklaim bahwa salah satu dari Piramida tersebut meledak 12.000 tahun yang lalu.  

Ada 138 piramida yang ditemukan di Mesir pada tahun 2008. Sebagian besar dibangun sebagai makam untuk Firaun dan selir mereka selama periode Kerajaan Lama dan Tengah.

Piramida Mesir paling awal ditemukan di Saqqara, sebelah barat laut Memphis.Yang paling awal di antaranya dikenal sebagai Piramida Djoser (dibangun 2630 SM-2611 SM) yang dibuat selama dinasti ketiga.



Piramida ini dan kompleks disekitarnya dirancang oleh arsitek Imhotep dan umumnya dianggap sebagai struktur monumental tertua di dunia yang terbuat dari batu. Perkiraan jumlah pekerja untuk membangun piramida berkisar dari beberapa ribu sampai 100.000.

Minggu, 08 September 2013

Peta Kuno Ungkap Evolusi Monster Laut

http://resep-buat.blogspot.com/
Peta Sea Monsters on Medieval and Renaissance Maps

Penggambaran tentang adanya monster laut di abad pertengahan terungkap dalam peta kuno di zaman Renaissance tersebut.

Peta berjudul Sea Monsters on Medieval and Renaissance Maps itu memaparkan grafik evolusi makhluk laut dari abad ke-10 sampai abad ke-17.


http://resep-buat.blogspot.com/


Kartografer ini digunakan untuk menggambarkan wilayah misterius yang belum dijelajahi dunia, dan bahaya yang mungkin timbul dari lautnya. Dari mulai ular laut raksasa, gurita raksasa, hingga putri duyung ada di dalam peta ini.


http://resep-buat.blogspot.com/


Meski disebut mitos, pembuat peta ini tentunya tidak asal menggambarkan sejumlah makhluk tersebut. Hampir seluruhnya digambarkan berdasarkan kisah nyata seputar penjelajahan di wilayah laut itu.

"Makhluknya terlihat sangat fantastis. Mereka semua tampak seperti mereka benar-benar ada," kata Chet Van Duzer, seorang sejarawan peta di Library of Congress, seperti dilansir LiveScience.

"Pada kenyataannya, banyak dari mereka berasal dari apa yang dianggap sebagai kisah nyata pada waktu itu, dari sumber-sumber ilmiah," tuturnya.

Mungkin peta ini tidak akurat secara geografis, tetapi mereka memberikan pengetahuan berharga tentang mahluk yang ada di laut pada zaman itu.


Penggambaran makhluk tersebut menjadi lebih realistis selama awal abad ke-17. Peta dari era ini menunjukkan kapal-kapal yang mengerahkan kekuatannya melawan monster laut hingga akhirnya para monster tersebut benar-benar menghilang dari peta. 

Sumber : Inilah.com

Rabu, 04 September 2013

Hewan Tertua Yang Hidup Di Daratan Benua Gondwana Ditemukan

http://resep-buat.blogspot.com/
Fosil Gondwanascorpio Emzantsiensis

Benua super pada 350 juta tahun yang lalu itu bernama Gondwana, dan ilmuwan menemukan fosil kalajengking, yang merupakan hewan darat pertama tinggal di sana.

Spesies bernama Gondwanascorpio Emzantsiensis yang ditemukan para ilmuwan tersebut, menyediakan kepada para ilmuwan petunjuk kehidupan pada masa 350 juta tahun yang lalu.

Gondwanascorpio merupakan bagian dari wilayah di benua super bernama 'Pangaea'; yang merupakan gabungan dari benua Afrika, Amerika Selatan dan Australia.

"Kalajengking ini sudah ada dari jaman Devonian, dan saat itu beberapa benua sedang bersatu," jelas Robert Gess dari Evolutionary Studies Institute, Wits University, Afrika Selatan.

Senin, 05 Agustus 2013

Mineral Baru Sepadat Berlian Berhasil Ditemukan

Ilustrasi

Geolog asal University of California (UC), Riverside, Amerika Serikat telah menemukan satu jenis mineral baru, yakni cubic boron nitride, yang mereka beri nama "qingsongite". Sebenarnya mineral tersebut pertama kali ditemukan pada tahun 2009, namun baru mendapatkan pengakuan sebagai sebuah mineral baru dari International Mineralogical Association, pekan ini.

Larissa Dobrzhinetskaya dan Harry Green, keduanya geolog dari UC Riverside, dibantu oleh ilmuwan asal Lawrence Livermore National Laboratory, University of Maine, dan berbagai institusi asal Cina dan Jerman saat menemukan mineral tersebut.

"Keunikan dari qingsongite adalah bahwa ia merupakan mineral boraks pertama yang didapati terbentuk pada kondisi ekstrem jauh di perut bumi," kata Dobrzhinetskaya. "Mineral boraks jenis lainnya biasanya ditemukan di permukaan Bumi," ucapnya.

Mineral baru ini sendiri ditemukan di selatan Tibet pegunungan kawasan Cina di dalam batu-batuan yang kaya akan chromium yang berasal dari kerak paleooceanic. Lapisan ini pernah terhimpit hingga kedalaman 300 kilometer, direkristalisasi di sana dengan temperatur sekitar 1.300 derajat Celcius, serta tekanan hingga 118.430 atmosfer.

"Sekitar 180 juta tahun lalu, bebatuan tersebut kembali ke permukaan Bumi akibat proses tektonik yang mengakibatkan penutupan samudra Paleo-Thethys, sebuah samudra purba di masa Paleozoic, dan bertumbuknya India dengan lempeng Asia," jelas Dobrzhinetskaya.

Cubic boron nitride, yang pertama kali dibuat di laboratorium pada tahun 1957, dikenal sebagai material penting untuk teknologi. Alasannya adalah karena struktur atomnya memiliki kesamaan dengan ikatan karbon pada berlian. Ia punya kepadatan yang sangat tinggi dan bisa memiliki kekuatan yang sama dengan berlian.

Sampai saat ini, sudah lebih dari 4.700 jenis mineral yang diketahui, dan sekitar 100 proposal untuk mineral baru diajukan ke International Mineralogical Association untuk mendapatkan pengakuan.

Qingsongite sendiri berasal dari nama Qingsong Fang (1939-2010), seorang profesor dari Institute of Geology, the Chinese Academy of Geological Sciences, yang pertama kali menemukan berlian di bebatuan kaya chromium di Tibet, akhir 1970-an. Ia juga berkontribusi atas empat temuan mineral baru.

Sumber : National Geographic

Minggu, 04 Agustus 2013

Seorang Bocah Jerman Temukan Mumi di Loteng Rumah Neneknya

http://resep-buat.blogspot.com/
Ilustrasi

Seorang bocah Jerman berusia 10 tahun menemukan mumi di dalam peti kayu tua yang berada di loteng rumah neneknya. Si bocah yang bernama Alexander Kettler ini menemukan mumi yang terbaring di dalam sarkofagus kala ia berkunjung ke rumah neneknya di Kota Diepholz, Jerman.

“Anda tidak akan menyangka, sesuatu yang tidak bisa dibeli di toko ada di loteng rumah Anda. Itu perasaan yang tak bisa dijelaskan,” ujar Lutz Wolfgang Kettler, ayah Alexander, kepada Daily Mail, Sabtu, 3 Agustus 2013.

Diperkirakan mumi itu telah terbaring lebih dari empat dekade. Ia menduga mumi ini adalah milik ayahnya yang telah meninggal 10 tahun lalu. Ketika masih hidup, kakek Alexander pernah melakukan perjalanan ke Afrika Utara pada tahun 1950. Pada tahun itu, perdagangan mumi ilegal marak terjadi. Kakek Alexander diduga terlibat dalam perdagangan itu.

Tidak hanya mumi, topeng kematian dan stoples kanopik untuk menyimpan organ juga berada dalam sarkofagus itu. Kini, mumi tersebut telah dibawa ke Berlin untuk diteliti lebih lanjut. Diperlukan sinar-X untuk mengetahui keaslian mumi.

Kamis, 25 Juli 2013

Fosil Ikan Terbesar di Dunia Ditemukan


Para ilmuwan telah menemukan fosil ikan raksasa yang memiliki panjang 52 kaki (sekira 16 meter) atau setara dengan panjang kolam renang ukuran Olimpiade. Makhluk besar pemakan plankton bernama Leedsichthys itu diyakini hidup pada 160 juta tahun yang lalu bersamaan dengan dinosaurus.

Peneliti dari University of Bristol di Inggris meyakini, pertumbuhan ikan ini bisa mencapai sekira sembilan meter dalam 20 tahun. Akan tetapi, setelah menginjak usia 38 tahun pertumbuhan akan terhenti sampai 16,5 meter saja. Ukuran ini jelas melampaui panjang ikan paus masa kini.

Spesies ini pertama kali ditemukan oleh Alfred Nicholson Leeds pada 1886. Ikan yang memiliki berat hingga 21,5 ton atau sekira 19504 kilogram (kg) ini diduga mampu bertahan hidup hingga 40 tahun. Dengan mulutnya yang besar, Leedsichthys dapat menyedot ribuan ikan kecil termasuk udang dan ubur-ubur sekaligus.

Dilansir Daily Mail, Rabu (24/7/2013), Profesor Jeff Liston dari University of Kunming di China dan University of Bristol School of Earth Science mengatakan bahwa keberadaan ikan besar ini sangat penting karena akan menjadi bukti yang jelas dari perubahan populasi plankton di lautan.

“Hal ini memiliki implikasi bagi pemahaman kita tentang produktivitas biologi di samudera modern dan bagaimana perubahan produktivitas dari waktu ke waktu. Kami sudah melihat berbagai spesimen mereka yang menyerupai cincin pertumbuhan pada pohon untuk menentukan usia serta ukurannya,” ujar Liston.

“Menariknya, ikan ini memiliki struktur yang unik pada insangnya untuk membantu mengekstrak plankton dalam melewati mulutnya. Ini berfungsi seperti jaring pukat yang efektif, mengingat ukuran tubuhnya yang besar,” tutupnya.


Sumber : Okezone

Selasa, 23 Juli 2013

Reruntuhan Istana Nabi Daud Ditemukan?

Reruntuhan yang diduga merupakan bekas ruang penyimpanan di istana Raja sekaligus Nabi Daud.

Arkeolog asal Jerusalem mengklaim telah menemukan dua bangunan yang diyakini sebagai kerajaan milik raja tersohor dalam sejarah Islam, Kristen, dan Yahudi, Raja sekaligus Nabi Daud.

Klaim muncul setelah para arkeolog melakukan penggalian di situs yang mereka yakini sebagai benteng kota Yudea di Shaaraim sepanjang tahun lalu.

Shaaraim, kini lebih dikenal sebagai Khirbet Qeiyafa, adalah tempat yang dipercaya sebagai tempat Daud mengalahkan Goliat, seperti yang dikisahkan dalam Alkitab.

"Hingga saat ini, reruntuhan tersebut adalah bukti terbaik untuk membongkar benteng kota Raja Daud. Penemuan ini adalah bukti tak terbantahkan atas keberadaan pusat otoritas di Yehuda selama masa kepemimpinan Raja Daud," ujar Profesor Yossi Garfinkel dari Hebrew University dan Saar Ganor, pemimpin proyek penggalian.

Garfinkel dan Ganor menemukan dua bangunan yang dibangun sejak abad 10 SM di Jerusalem. Satu struktur bangunan diidentifikasi sebagai istana Daud, sedangkan yang lain diduga sebagai gudang besar milik istana tersebut.

"Bagian selatan dari istana besar yang membentang seluas 1.000 meter persegi ditemukan di bagian atas kota," demikian pernyataan Garfinkel dan ganor seperti dikutip Foxnews, Kamis (18/7/2013).

"Tembok yang mengurung istana punya panjang 30 meter dan sebuah gerbang masuk terdapat untuk mengantarkan orang ke gerbang selatan kota, di seberang Lembah Valley," imbuh kedua arkeolog itu.

Mereka menambahkan, di sekeliling istana terdapat ruangan dengan beragam instalasi seperti bejana tembikar dan pecahan bejana pualam. Temuan ini sekaligus menjadi bukti jika pada masa itu masyarakat Mesir telah mengenal industri logam.

Yoli Schwartz, juru bicara Israel Antiquities Authority (IAA), mengatakan, "Ini adalah satu-satunya situs yang ditemukan bersamaan dengan adanya material organik, termasuk biji zaitun, yang bisa dianalisis karbon."

Menurutnya, istana ini terletak di wilayah yang strategis, berada di pusat situs dan mampu mengontrol semua rumah yang ada di bawahnya. Bahkan dari tempat ini akan diperoleh pandangan yang luas mulai dari Laut Mediterania di sebelah barat serta Gunung Hebron dan Jerusalem di sebelah timur.

Meski temuan terdengar mencengangkan, tak semua sejarawan setuju. Beberapa sejarawan mengatakan bahwa istana dan kerajaan itu tak pernah ada. Jika ada, mungkin besarnya tak lebih besar dari Jerusalem. Kota Jerusalem sendiri tak lebih besar dari desa-desa umumnya.

Prof Aren Meir dari Bar Ilan University menyatakan setuju jika situs ini merupakan sebuah penemuan yang penting. Namun, menurutnya, para arkeolog terlalu mengandalkan Alkitab sebagai sumber bukti.

"Bisakah kita mengumpulkan argumen mengenai kerajaan Daud dan Salomo? Bagi saya, hal ini terlihat terlalu muluk," ujar Meir.

Ratusan artefak turut ditemukan dalam penggalian ini, mulai dari peralatan batu, bejana tembikar, segel, dan alat-alat keagamaan yang khas dari zaman itu. Bukti ini meyakinkan para ahli bahwa memang penemuan ini signifikan, meskipun belum tentu merupakan peninggalan dari kerajaan Daud.

IAA berharap bahwa penemuan ini akan membawa Khirbet Qeiyafa sebagai taman nasional yang mampu mengundang wisatawan untuk datang dan belajar mengenai kehidupan kerajaan pada masa kekuasaan Daud.