Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 November 2013

10 Mitos yang Salah Tentang Sejarah Mesir Kuno

Bangsa Mesir Kuno penuh dengan aura misteri dan intrik terselubung, hal ini semakin dibuktikan oleh penemuan-penemuan arkeologis terbaru. Sayangnya, rasa kagum yang meliputi Mesir Kuno juga telah menghasilkan mitos yang tak terhitung jumlahnya.

Daftar ini akan menyelidiki kesalahpahaman yang paling umum tentang Mesir Kuno, dan mencakup beberapa penyimpangan yang menarik yang akan menerangi daerah baru dari budaya maju mereka.

10. Cleopatra Itu Sangat Jelita


Cleopatra VII,adalah Firaun terakhir dari Mesir Kuno, selalu menjadi tokoh budaya, yang terkenal karena kecantikannya yang sangat memikat . Ide ini telah diabadikan oleh semua orang dari Shakespeare untuk film sutradara Joseph L. Mankiewicz. 

Namun, koin Romawi menunjukkan Cleopatra memiliki fitur maskulin: hidung besar, dagu menonjol dan bibir tipis - bukan archetype dari setiap budaya yang ingin menampilkan sosok feminim yang anggun.

Di sisi lain, ia tidak memiliki kekurangan dalam kualitas intektualnya; sumber-sumber kontemporer mencatat kelebihan menonjol Cleopatra adalah sosok yang karismatik dan pintar, bukan kecantikan fisik.

9. Mesir Kuno Terobsesi Dengan Kematian

Membaca tentang Mesir Kuno dengan piramida mereka, mumi dan dewa-dewa , mudah untuk mencapai kesimpulan bahwa mereka sibuk dengan kematian.
Bahkan, tidak bisa lebih jauh dari kebenaran.Tenaga kerja berjumlah besar dari orang Mesir dalam upacara penguburan sebenarnya adalah suatu cara untuk memuliakan hidup. 

Sebagai contoh, banyak ilustrasi yang menghiasi bagian dalam makam adalah perayaan dari pertanian, berburu dan memancing. 

Selain itu, ornamen mahal yang terkubur dimaksudakan untuk membantu mereka yang mati mencapai akhirat, dimana mereka melanjutkan pekerjaan mereka di akhirat tanpa kesulitan. 

Mummifikasi adalah cara untuk menjaga mayat agar awet seperti manusia hidup, sebagai bentuk ideal dari kehidupan sehari-hari. Mesir jelas terobsesi dengan kehidupan, bukan kematian.

8. Mesir Kuno Punya Kontak dengan Alien

Ada beberapa yang percaya bahwa Mesir mempunyai kontak dengan alien. Mereka menyatakan bahwa piramida adalah prestasi super dan bahwa beberapa lukisan mural benar-benar menggambarkan makhluk luar angkasa. 

Ini menghina warisan dari bangsa Mesir Kuno. karena Piramida Besar di Giza secara matematis memang sangat menakjubkan, namun konstruksinya tidak melampaui kepandaian para ilmuwan astronom jenius dan arsitek pada masa itu.
Dan sementara Piramida Besar berdiri sebagai struktur tertinggi selama hampir 4000 tahun, itu tidak berarti bahwa orang Mesir berteman dengan alien, itu hanya berarti bahwa tidak ada budaya yangh bisa menyaingi orang Mesir dalam membangun monumen setinggi itu sampai abad ke-19. 

Mengenai mural, gambar di atas adalah penyebab dugaan Mesir kuno punya kontak dengan Alien

7. Peninggalan Mesir Kuno Sepenuhnya Primbon-arti.blogspot.com

Banyak yang percaya bahwa kita telah menemukan segala sesuatu tentang Mesir Kuno, Tentang Upacara Kematian dan prosesi penguburan. 

Ini tidak benar. Penemuan menarik masih terus berlangsung setiap hari tentang Mesir Kuno, mengungkap cahaya baru tentang peradaban mereka. 

Sebagai contoh, sebuah "perahu bertenaga surya" saat ini sedang diekstrak dari Piramida Besar. 

Hal ini diduga bahwa ,kapal surya ini akan memungkinkan Firaun yang mati untuk membantu dewa matahari Ra dalam pertempuran abadi dengan Apep, iblis dari kegelapan. 

Setiap malam, Dewa Ra berlayar dengan perahu surya ke dalam pertempuran dengan Apep dan saat fajar ia muncul dengan kemenangan dan berlayar di langit.

6. Hieroglyphs

Orang tampaknya menganggap bahwa orang Mesir Kuno menemukan hieroglif. Namun, hieroglif primitif itu mungkin dibawa ke Mesir oleh penjajah Asia Barat.
Mitos lain, dipicu oleh gambar ular dan kaki tanpa tubuh, adalah bahwa hieroglif adalah bahasa kutukan dan mantra magis.

Pada kenyataannya, sebagian besar waktu hieroglif digunakan untuk prasasti berbahaya atau penggambaran historis. 

Kutukan jarang ditemukan di kuburan dan sebagian dari mereka telah ditemukan impoten: "tahunnya akan berkurang", "Dia tidak akan memiliki pewaris". 

Menariknya, hingga Batu Rosetta ditemukan pada tahun 1798, dan kemudian diterjemahkan, kebanyakan ahli percaya bahwa hieroglif itu ilustrasi, bukan suara fonetik sebagaimana huruf alfabet.

5. Dekorasi Piramida

Hieroglif banyak menutupi interior makam Mesir Kuno dan istana. Tapi bertentangan dengan mitos, piramida hampir tanpa dekorasi. 

Memang, sampai saat ini piramida di Giza yang dianggap benar-benar polos di dalamnya. 

Anggapan ini hancur ketika hieroglif ditemukan di balik pintu rahasia di Piramida Agung beberapa bulan lalu. 

Juga, tidak semua piramida batu kapur berwarna berusia 4000 tahun : beberapa bagian, seperti pilar interior, dicat merah atau putih. 

Cat dasar dan tulisan tersembunyi masih tersisa di piramida yang sangat keras, itu adalah arsitektur mereka, bahwa semen piramida sebagai bangunan batu tertua dan paling populer di dunia.

4. Firaun Membunuh Pelayannya

Ketika Firaun meninggal, pelayan mereka tidak dibunuh dan dikuburkan dengannya seperti yang populer diyakini, dan beberapa pengecualian. 

Dua Firaun dari dinasti pertama Mesir yang dikenal telah mengubur pelayan mereka bersamanya. 

Kecenderungan manusia untuk menggeneralisasi telah menyebabkan mitos bahwa kejadian penguburan pelayan bersama tuannya adalah umum terjadi di antara 300 atau lebih Firaun lainnya. 

Firaun mungkin menyadari bahwa pelayan terpercaya mereka yang hidup lebih berguna daripada mati, sehingga mereka menguburkan diri dengan 'shabtis' sebagai gantinya. 

'shabtis' adalah patung-patung animasi untuk membantu para Firaun di akhirat.

3. Piramida Dibangun Oleh Budak

Gagasan bahwa budak membangun piramida di Mesir telah beredar sejak laporan sejarawan Yunani Herodotus dalam abad ke-5 SM. 

Hal itu ternyata palsu ketika makam berisi sisa-sisa pembangun piramida ditemukan di samping piramida di Giza. Warga Mesir Kuno yang dikubur di samping para Firaun akan menjadi kehormatan terbesar, tidak pernah diberikan kepada budak. 

Selain itu, sejumlah besar tulang sapi berhasil ditemukan di Giza menunjukkan bahwa daging sapi, makanan lezat di Mesir Kuno, adalah makanan pokok dari pembangun.

Sangat jelas dibuktikan bahwa Pembangun piramida Mesir adalah pengrajin terampil, bukan budak seperti kata filem Hollywood atau mungkin dalam bibel yang membuat orang berpikir.

2. Perbudakan Bangsa Israel

Ini berikut pada dari mitos sebelumnya dan jelas masalah yang rumit. Sayangnya bagi mereka yang mengikuti bibel sebagai account harfiah dari sejarah, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Israel diperbudak di Mesir Kuno. 

Kita tahu banyak tentang Mesir Kuno dari catatan menyeluruh mereka, namun mereka tidak pernah menyebutkan menjaga ras budak, mereka tidak pernah menyebutkan Sepuluh Tulah dan tidak ada informasi arkeologis yang menunjukkan jutaan Ibrani menghuni Mesir atau padang pasir. 

Selain itu, jutaan budak yang melarikan diri akan menghancurkan perekonomian Mesir, namun hal ini berkembang pada 2 milenium SM ketika eksodus besar-besaran diduga terjadi. 

Kemungkinan Bangsa Israel kala itu berada di bawah kasta-kasta terendah bangsa Mesir kuno, dan menjadi buruh kasar.. dan bukannya budak.

1. Kutukan Para Firaun

Populernya 'kutukan' mematikan bagi mereka yang membuka makam Firaun Tutankhamun adalah kemenangan propaganda media atas kerentanan masyarakat.

Mitos itu adalah tentang kutukan Tutankhamun membunuh sang sponsor ekspedisi Lord Carnarvon dan anggota lainnya dalam ekspedisi tersebut.
Meskipun beberapa teori telah datang dengan teori jamur berbahaya dan gas terakumulasi di dalam kubur, kematian mereka tidak memerlukan penjelasan khusus. 

Hanya 8 dari 58 prang yang hadir pada pembukaan makam Tutankhamun meninggal dalam belasan tahun. Pemimpin ekspedisi Carter, target yang paling jelas untuk dikutuk, namun dia hidup selama 16 tahun selanjutnya.

kebetulan lainnya adalah kasus bias konfirmasi: setiap musibah yang menimpa orang dalam ekspedisi itu berasal Kutukan Firaun. 

Kutukan adalah contoh utama dari impuls seseorang untuk percaya cerita menarik dan bukannya fakta.

Selasa, 15 Oktober 2013

Harta Karun dan Rahasia Rempah di Borobudur


Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) akan kembali digelar pada tanggal 17-20 Oktober 2013. Festival ini diadakan oleh Samana Foundation yang berkedudukan di Borobudur dan Jakarta, dan didukung penuh oleh PT. Taman Wisata Candi (PT. TWC).

Pergelaran BWCF 2013 akan mengangkat tema “Arus Balik: Memori Rempah dan Bahari Nusantara, antara Kolonial dan Poskolonial”. BWCF 2013 akan diikuti oleh sekitar 250 penulis dari dalam dan luar negeri.

“Acara utamanya adalah Writers Forum dan Seminar, yaitu kegiatan pertemuan, dialog dan musyawarah yang melibatkan 250 penulis, sejarawan, arkeolog, dan jurnalis nasional,” ujar Yoke Darmawan, direktur Borobudur Writers and Cultural Festival 2013, dalam keterangan tertulisnya Minggu, 13 Oktober 2013.

Festival itu akan berlangung selama empat hari, 17 hingga 20 Oktober 2013, di sejumlah tempat, antara lain di Hotel Manohara, Borobudur, dan Rumah Buku Dunia Tera, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Sementara di Yogyakarta, akan bertempat di Hotel Royal Ambarrukmo, Hotel Hyatt Regency, dan Hotel Sheraton Mustika, Yogyakarta.

Acara yang digelar misalnya Wacana Rempah, berupa pembahasan kekayaan kuliner Nusantara dalam perspektif kesejarahan dan budaya. Acara itu akan diisi oleh para tokoh kuliner dan rempah serta sejarawan-arkeolog. Di antaranya, Jaya Suprana yang akan memberikan kuliah tentang “Jamu, Khazanah Herbal dan Kekayaan Rempah Nusantara”.

Di acara itu juga akan tampil Prof. Dr. Timbul Haryono yang akan membahas “Sejarah Makanan dan Gaya Hidup Nusantara dari Zaman Jawa Kuno hingga abad ke 21”. Selain diskusi, akan digelar juga panggung seni, pemutaran film, dan pesta buku.


Candi Borobudur

Pada acara “Writers Forum dan Seminar” akan dibahas jalur utama rempah-rempah yang telah mengubah dan membentuk peta kekuatan maritim di Nusantara di masa lalu. Bagaimana rempah-rempah membuat nusantara masuk dalam percaturan ekonomi global, seperti Banten yang mengekspor lada sampai ke Eropa.

Tema itu menarik karena akan dikupas perihal “Harta Karun di Laut & Kapal Karam di laut Nusantara”, dan “Kemampuan Maritim Nusantara” sejak zaman pra-sejarah, masa Sriwijaya dan Majapahit.
“Yang menarik, dalam pembahasan ‘Pengalaman dari Laut’, akan hadir seorang penombak Ikan Paus dari Lamalera NTT. Dia akan bercerita mengenai pengalaman di laut, sastra dan teologi laut di daerah itu,” ujar Yoke.

Rencananya seorang pelayar (pelaut) dari Mandar Sulawesi Selatan akan hadir bercerita bagaimana peradaban bahari telah membentuk kultur masyarakat di Sulawesi pada umumnya. Juga pembahasan tentang “Cheng Ho dan Nusantara”, oleh para peneliti dan penapak tilas pelaut besar China ini, yang dilengkapi dengan pembahasan mengenai “Penjelajah & Kapal Nusantara”.

“Ada juga presentasi oleh pihak yang terlibat dalam proses rekonstruksi kapal berdasarkan relief di candi Borobudur dan bagaimana kemudian kapal itu dicoba untuk berlayar ke Ghana melalui Madagaskar,” kata Yoke.

Acara itu akan ditutup dengan pemberian Sang Hyang Kamahayanikan Award 2013 kepada tokoh yang berjasa mengembangkan dan mengkaji sejarah dan peradaban Nusantara.

Festival ini pertama kali diadakan Oktober 2012, dengan tema “Memori dan Imajinasi Nusantara: Musyawarah Agung Penulis Cerita Silat dan Sejarah Nusantara”. Pada festival tahun lalu itu, hadir kurang lebih 350 penulis cerita silat dan penulis berlatar sejarah Nusantara di antaranya Seno Gumira Ajidarma, dan Arswendo Atmowiloto.

Pada perhelatan tahun lalu, anugerah Sang Hyang Kamahayanikan Award 2012 diberikan kepada SH Mintardja, seorang penulis cerita silat yang sangat produktif dan telah memberi kontribusi besar terhadap pemahaman sejarah Nusantara.

Selasa, 08 Oktober 2013

Bukti Baru Penemu Amerika Bukan Columbus, Tapi Laksamana Cheng Ho

Ini yang tertulis dalam sejarah: pedagang asal Genoa, Italia, Christopher Columbus memimpin armada kapal menyeberangi Samudera Atlantik. Ia tiba di 'dunia baru' pada tanggal 12 Oktober 1492.



'Dunia baru' itu yang kemudian disebut Benua Amerika. Meski hingga kematiannya, Columbus yakin benar, ia menemukan rute baru dan berhasil telah mendarat di Asia -- di tanah yang digambarkan Marco Polo.



Namun, sebuah salinan peta berusia 600 tahun yang ditemukan di sebuah toko buku loak mengancam status Columbus sebagai penemu Amerika. Juga menjadi kunci untuk membuktikan bahwa orang dari Negeri China yang pertama menemukan benua itu.

Dokumen tersebut konon berasal dari suatu ketika di Abad ke-18, yang merupakan salinan peta 1418 yang dibuat Laksamana Cheng Ho, yang menunjukkan detil 'dunia baru' dalam beberapa sisi.

Klaim bukti bahwa laksamana China memetakan Belahan Bumi Barat (Western Hemisphere) lebih dari 70 tahun sebelum Columbus, adalah salah satu klaim yang dimuat penulis Gavin Menzies dalam buku barunya, 'Who Discovered America?', yang diluncurkan jelang Hari Columbus tahun ini.

"Kisah tradisional bahwa Columbus menemukan 'dunia baru' adalah fantasi belaka," kata dia seperti dimuat Daily Mail, 8 Oktober 2013.

Ia bahkan yakin, Columbus memiliki salinan peta Cheng Ho saat mengarungi samudera menuju Amerika.

Menzies juga mengatakan, armada megah kapal China yang dipimpin Cheng Ho berlayar di sekitar daratan Amerika Selatan, 100 tahun sebelum Ferdinand Megellan -- orang pertama yang berlayar dari Eropa ke Asia, orang Eropa pertama yang melayari Samudra Pasifik, dan orang pertama yang memimpin ekspedisi yang bertujuan mengelilingi bola dunia.

Lebih jauh lagi, Menzies mengklaim, pemukim pertama Belahan Bumi Barat tidak berasal dari 'Jembatan Selat Bering', tapi pelaut China yang pertama melintasi Samudera Pasifik sekitar 40 ribu tahun lalu.

Ia juga menulis, penanda DNA membuktikan Indian Amerika dan pribumi lainnya adalah keturunan para pemukim dari Asia.

Bukti Peta

Klaim bahwa Cheng Ho menemukan Amerika, bukan kali ini saja diungkap Menzies. Ia pernah mempublikasikannya tahun 2002 lalu. Bedanya, di buku terbarunya, ia menyertakan salinan peta yang ditemukan seorang pengacara di Beijing, Liu Gang di buku loak -- yang ia klaim memperkuat teorinya.



Ia bersikukuh, peta itu jelas-jelas menunjukkan sungai dan perairan di Amerika Utara, demikian juga dengan daratan Amerika Selatan.

Sebelumnya, si penemu peta, Liu mendapatkan pengakuan dari balai lelang Christie's bahwa dokumennya kuno -- dari Abad ke-18, bukan palsu.

Dari peta itu, Menzies juga berkonsultasi dengan tim sejarawan yang menganalisa tulisan yang tertera di sana. Lalu, ia menyimpulkan, peta itu aslinya dibuat pada masa Dinasti Ming -- periode pemerintahan di China yang berlangsung tahun 1368-1644.

Salah satu wilayah dari peta, diyakini Menzies mengacu pada Peru. "Di sini orang-orang mempraktekkan agama Paracas. Di sini juga orang-orang mempraktekkan pengorbanan manusia," demikian ujar dia dalam bukunya.

Menzies menambahkan, apalagi ada banyak istilah China yang digunakan di sejumlah kota dan wilayah di Peru. Dalam peta kuno Peru, misalnya, ada istilah 'Chawan' -- tanah yang disiapkan untuk disemaikan dan 'Chulin' yang artinya kayu atau hutan.

Pemukim dari Asia

Menzies tak diakui sebagai sejarawan dan bukan lulusan universitas ternama. Dia adalah bekas serdadu di kapal perang milik Angkatan Laut Inggris. Tapi, ia bukan amatiran.

'Who Discovered America?' adalah buku keempatnya di mana ia berusaha menulis kembali sejarah dalam kaca mata Timur.

Namun teori-teorinya yang 'pro-Asia' tidak diterima oleh komunitas akademik. Pada 2008, profesor sejarah University of London, Felipe Fernandez-Armesto mengatakan, buku Menzies sekelas buku kisah hidup Elvis Presley yang dijual di supermarket atau kisah hamster alien.

Debut Menzies dimulai pada 2002 lalu dalam bukunya, '1421: The Year China Discovered the World' -- yang menyebut Laksamana Ceng Ho mencapai Eropa dan Afrika, juga melintasi Samudera Pasifik, ke Belahan Bumi Barat.

Dia mengklaim Cheng Ho tak hanya menemukan dunia baru pada 1421, tapi meninggalkan koloni di sana. Armadanya juga berlayar di sekitar ujung Amerika Selatan - melalui Selat Megellan sekitar Teluk Meksiko dan sampai Mississippi .

Sementara dalam buku barunya, Menzies fokus pada teori tentang orang Asia yang berhasil sampai ke Amerika Utara dan Selatan jauh sebelum Cheng Ho. "Setidaknya 40 ribu tahun lalu," tulis dia. Dari laut.

Kebanyakan ilmuwan percaya bahwa manusia pertama menghuni Belahan Bumi Barat sekitar 13.000 sampai 16.500 tahun yang lalu.

Teori universal di kalangan para akademisi adalah, manusia tiba di 'dunia baru' dengan menyeberangi 'Jembatan Selat Bering' -- lewat tanah menghubungkan antara Asia dan Amerika Utara.

"Semakin saya berpikir tentang teori Bering Straight, makin terasa konyol," kata Menzies. Menzies mengatakan ide bahwa manusia mampu menyeberangi Samudra Pasifik di masa sekitar 40 ribu SM tak sedramatis kedengarannya.

"Jika Anda masuk ke bak mandi plastik, arus juga akan membawa Anda ke sana," kata dia. "Kuncinya ada pada arus." Jadi, siapa penemu benua Amerika?

7 Agama yang telah Punah di Dunia


Modernisasi telah mengubah keberadaan agama di seluruh dunia. Sejak zaman dahulu, era baru telah mengganti era sebelumnya, baik itu dalam segi tradisi, adat istiadat, maupun kepercayaan. Seiring perjalanan waktu, banyak agama yang telah punah di dunia ini.

Seiring dengan kepunahan ini, banyak tradisi dan adat istiadat juga ikut menghilang. Alasan kenapa agama ikut punah, bisa banyak sekali. Seperti bencana alam, invasi, perang, migrasi manusia atau penggabungan sebuah ordo.

Beberapa agama juga berimprovisasi dengan perubahan zaman, sehingga masih mampu bertahan hingga sekarang. Sementara beberapa agama lainnya benar-benar punah. Dikutip dari boldsky, ada beberapa fakta dari heiroglif yang memperlihatkan kepunahan beberapa agama di dunia, seperti di Sumeria dan Mesir.

Berikut beberapa agama yang telah punah yang ada di dunia:

Sumeria
Seperti agama tua lainnya di dunia, Agama Sumeria sangat melibatkan penyembahan terhadap alam.

Yunani
Dominasi orang-orang Yunani di dunia sangat terkenal. Demikian juga agama yang mereka gunakan, yaitu melakukan penyembahan dan praktik pemujaan. Agama Yunani hancur tahun 475 Sebelum Masehi, seiring dengan hancurnya penguasa Bizantium yang dipimpin oleh Zeus.

Rumva
Ini adalah agama pagan terakhir di Eropa. Agama ini berasal dari Lithuania, dan dihancurkan oleh Teutonic dalam perang salib Livonian tahun 1387.

Mithraisme
Agama ini tumbuh secara paralel dengan agama Kristen. Yang mengajarkan keselamatan dalam pengabdian. Agama ini juga sangat populer di Mediterrania dan beberapa bagian di Inggris. Namun punah pada abad ke 5 Masehi.

Manicaeisme
Ini merupakan agama kenabian yang pertama, yang dibawa oleh Nabi Mani, sekitar tahun 200 SM. Agama ini mirip dengan agama Zoroaster. Ada banyak kuil Manichaei di Suriah, Mesir dan Asia Tengah. Namun telah dihancurkan pada abad ke-13, dan tidak ditemukan alasannya, kenapa agama ini menghilang.

Mesoamerika
Suku Aztec, Maya dan agama di sekitar sungan Mississipi sangat populer dengan agama Mesoamerika, yang telah punah beberapa waktu lalu. Semua itu hancur oleh bencana alam.

Din E Ilahi
Agama ini dimulai di India oleh kaisar Mughal Akbar pada tahun 1582 Masehi. Agama ini menggabungkan semua elemen kebaikan dari beberapa agama. Seiring kematian kaisarnya, agama ini juga menghilang ditelan masa.

Senin, 07 Oktober 2013

Hasil Pembukaan Cupu Kyai Panjala (yang dibuka tadi malam)

Primbon-arti.blogspot.comlagi - Setelah melalui beberapa proses ritual, tepat jam 00.45 WIB, Selasa Kliwon (08/10/2013) Cupu Kyai Panjala yang berselimut mori di buka. Pembukaan cupu dipimpin langsung oleh mbah Dwijo Sumarto (75) selaku juru kunci sekaligus keturunan Kyai Panjala yang ke-7.


Dari lembar pertama hingga sepertiga tidak dibaca hasilnya, baru setelah lembar sepertiga ketahuan ada yang terbaca. Hasil dari bukaan lembar per lembar mori pembungkus cupu adalah sebagai berikut :

1. Kemule garing kemrisik (Kain kering kerontang)
2. Sepertiga kemul kotor.
3. Sisih lor kulon ada gambar telapak tangan seko ugel2 tekan driji (barat laut ada gambar telapak tangan)
4. Lor kulon ada gambar wayang Gatotkaca (barat laut ada gambar tokoh wayang Gatotkaca)
5. Kemule selembar nglemek (Kain selembar agak basah)
6. Kulon ono gambar gajah sikile mburi ndodok sikil ngarep nongkrong (Barat ada Gajah jongkok hendak bangun)
7. Sisih kulon ono gambar bocah cilik malang kerik nganggar pistol (barat ada anak kecil yang bersikap menantang sambil mengacungkan pistol)
8. Kidul kulon gambar iwak banyu (barat daya ada ikan air)
9. Sisih wetan ono gambar sirah naga madep ngalor (timur ada kepala naga menghadap ke utara)
10. Lor kulon ono gambar kelinci, sakcerake ono gambar wong lanang wadon sirah thok. Kidul kulon ono gambar wong wadon leyeh-leyeh madep ngetan.(Barat laut ada gambar kelinci di dekatnya ada lelaki dan wanita hanya kepalanya saja. Lantas disisi barat daya ada wanita bersandar menghadap ke barat)
11. Kemule kotor mubeng (Sekeliling kain kafan kotor)
12. Sisih kulon ono gambar bal tending (sebelah barat ada gambar bola sepak)
13. Kidul wetan gambar bercak-bercak getih garing (tenggara ada bercak-bercak darah kering)
14. Sisih wetan ono gambar ndas sapi (timur ada gambar kepala sapi)
15. Sisih kulon ono gambar wayang Durna (sebelah barat gambar wayang tokoh Durna)
16. Sisih lor ono wujud rambut cendak (utara ada wujud rambut pendek)
17. Sisih wetan ono wujud kembang bayem (timur ada wujud bunga bayam)
18. Kemule garing terus ono nglemek maneh. (setelah sekian halaman kering, kain agak basah lagi)
19. Lor kulon ono gambar bintang cacahe 5, sing 2 gede sing 3 cilik (Barat laut ada gambar bintang jumlahnya lima, yang nomor dua dan tiga paling besar membentuk huruf letter L)
20. Sisih kidul kulon ono gambar pulau Jawa, Lombok, dan Sumbawa (Sebelah barat daya ada gambar Pulau Jawa, Lombok dan Sumbawa)
21. Kidul kulon ono gambar wong nembak (Barat daya lagi ada gambar orang menembak)
22. Sisih kulon ono gambar ongko 8 (sebelah barat ada angka 8)
23. Sisih lor ono gambar ongko 42 (sebelah utara ada angka 42)
24. Kemule garing kotor kabeh mubeng (Kain kering, kotor menyeluruh)
25. Sisih kidul ono gambar huruf K (selatan ada huruf K)
26. Sisih lor ono gambar wayang Werkudara, Kumbakarna, Kresna, mung Werkudara lan Kumbakarna kaling-kalingan Kresna. (sebelah utara ada tokoh wayang Werkudara, Kumbakarna dan Kresna. Hanya saja Werkudara dan Kumbakarna agak tertutup Kresna)
27. Sisih kidul gambar wong wadon akeh jingkrak-jingkrak, sisih wetan yo podo. (Sebelah selatan ada banyak wanita melompat-lompat kegirangan, demikian juga sebelah timur)
28. Lor kulon ono gambar kelir, sisih wetan ongko 3 (sebelah barat laut ada gambar kelir, sebelah timur angka 3)
29. Sisih kidul kulon ono gambar singo madep ngetan sebelah barat daya ada singa menghadap ke timur)
30. Lor wetan ono wujud kleci kacang (timur laut ada kulit ari kacang tanah)
31. Kemule mangkat resik garing (kain kembali kering bersih)
32. Kemule bentuk U trotol kuning (kain berbentuk U dengan bercak-bercak kuning)
33. Sisih kulon ono gambar wong seko dada munggah nganggo kucir madep ngalor (barat ada gambar separuh badan, dada keatas, rambut dikuncir menghadap utara)
34. Sisih wetan ono wujud kapur garing putih. (Timur ada ujud kapur putih dan kering)
35. Kidul kulon ono gambar ongko 7 jaman mbiyen (barat daya ada gambar angka 7 kuno, atau 7 yang ada setrip tengahnya)
36. Lor wetan ono wujud jentik-jentik mati (barat laut banyak jentik-jentik yang mati)
37. Sisih lor karo kulon kemule ngeres (sebelah utara dan barat selimutnya kasar)
38. Sisih wetan ono gambar pitik babon madep ngidul (sebelah timur ada ayam betina menghadap ke selatan)
39. Kemule teles (Kain basah kembali)
40. Kemule garing maneh (Kain kembali kering)
41. Kidul wetan antarane 6 lembar kemule suwek (Tenggara ada 6 lembar kain kafan yang sobek-sobek)
42. Kemule resik garing (selimut kering kembali)
43. Kemule teles maneh (selimut kembali basah)
44. Lor wetan ono gambar ongko romawi VI (timur laut ada angka romawi VI)
45. Pojok kidul kulon gambar sirah wong, wetane gambar wayang Semar (pinggir barat daya ada gambar kepala orang, sebelahnya tokoh wayang Semar)
46. Kidul kulon bercak darah garing (barat daya ada bercak darah kering)
47. Sisih lor kulon ono angka 18-11-AA, OBN (timur laut ada angka 18-11-AA, OBN)
48. Sisih kidul wetan ono ongko 5 (selatan ada angka 5)
49. Sisih wetan karo kidul kulon ono gambar trotol nanah (Timur dan barat daya ada bercak-bercak nanah)
50. Sisih lor ono wujud benik klambi bolongane 4 warnane pinggir coklat tengah ireng putih (utara ada kancing baju lobangnya 4 warna tepi coklat, tengah hitam putih)
51. Kemule garing terus tekan njero (Kain kembali kering hingga ke dalam)
52.Kidul kulon ono wong botak kaca moto, wetan nganggo iket.(Barat daya ada orang botak berkaca mata, sebelah timur memakai ikat kepala mirip penyanyi Campursari)

Selanjutnya posisi ketiga guci setelah dibuka adalah untuk Semar Tinandu (gambaran orang besar/pejabat tinggi Negara) doyong ngalor (condong ke utara), Palang Kinantang (pejabat/pengusaha kelas menengah) ngalor wetan (timur laut) dengan keadaan tutup Palang Kinantang ambrol sedangkan posisi Kenthiwiri (rakyat kecil) jejeg (lurus).

Naga Perlambang Kekerasan, Singa Waspada Ekspansi Asing
Ritual pembukaan Cupu Kyai Panjala selalu menarik minat ribuan masyarakat, tak terkecuali parakasepuhan(red-orang pintar). Widodo (50) warga Karangduwet, Paliyan yang juga salah satu trah Eyang Seyek (pemilik Cupu Kyai Panjala) menuturkan makna-makna atau symbol yang muncul setiap kali ramalan dibacakan. Dia mengaku setiap tahun pasti selalu hadir dan mengikuti ritual pembukaan Cupu Kyai Panjala tersebut.

“Ini sebenarnya adalah warisan dari Eyang Seyek yang hidup ratusan tahun yang lalu. Berhubung Eyang Seyek itu tidak pernah menikah dan tidak mempunyai keturunan, maka wanita dipantangkan ikut memasuki arena pembukaan Cupu Kyai Panjala ini. Demikian juga anak kecil yang belum disunat, jika dilanggar, maka hasilnya akanmalati(berbahaya),” katanya disela-sela ritual Pembukaan Singkep Cupu Kyai Panjala, Selasa (08/10/2013).

“Itu ada naga di selatan dan menghadap utara, analisa saya masih banyak aksi-aksi kekerasan yang menelan korban jiwa. Sebab naga adalah perlambang kekerasan. Lalu ada anak kecil yang berkacak pinggang sambil mengacungkan pistol, saya menduga orang kecil berani sama penguasa serta peredaran senjata api illegal juga sulit dikontrol. Lha yang gambar kelinci sama lelaki wanita berjajar itu suatu perlambang yang agak‘saru’tahu sendiri lah, kelinci adalah logo suatu majalah porno ? Disisinya lelaki dan wanita. Maka saya duga perselingkuhan merebak dimana-mana.” Jelasnya.

Ditambahkan Widodo, untuk gambar Singa yang berada di sebelah barat dan menghadap ke timur, juga perlambang kurang baik, “Singa itu bulunya pirang, hati-hati ancaman negara asing terhadap kedaulatan NKRI. Disisi lain, adanya tepian kain yang kotor, itu juga menggambarkan banyaknya kotoran atau limbah dari negara asing yang dikirim ke negara kita,” tambahnya.

Sedangkan mengenai kehidupan rakyat kecil, Widodo menyatakan kelihatannya masih sulit untuk maju, “Bayangkan, kain kering lalu agak sedikit basah, dibawahnya kering lagi hingga agak banyak lembaran. Saya menduga jarang hujan dan kemarau yang agak berkepanjangan, maka penghidupan petani juga belum banyak perubahan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.” Tegasnya.

Lalu masalah politik, dengan agak enggan Widodo menjawab, “Banyak simbol-simbol angka dan tokoh wayang bermunculan, ada angka 8, 3, 7, VI romawi, tokoh Gatotkaca, Werkudara, Kumbakarna, Kresna, Durna dan Semar. Itu semua ada perlambangnya sendiri-sendiri, saya belum sanggup menjabarkan keseluruhannya,” jawabnya.

Sumber: http://sorotgunungkidul.com

Rabu, 02 Oktober 2013

Artefak-Artefak Terbaru Bangsa Maya, Kaitan Dengan Alien?

Primbon-arti.blogspot.comlagi - Artefak-Artefak menakjubkan dari bangsa Maya yang baru ditemukan, mungkin membuktikan hubungan luar bumi antara Maya dan pengunjung dari luar bumi. Beberapa artefak dibawah ini di klaim sebagai artefak bangsa Maya ....



Banyak orang berspekulasi bahwa bangsa Maya pernah dikunjungi oleh makhluk ET dan bahwa setidaknya satu dari dewa mereka, Kukulcan (juga dikenal sebagai Quetzalcoatl oleh suku Aztec), mungkin adalah pengunjung dari luar bumi yang mengajari bangsa Maya tentang pertanian, matematika, kedokteran dan astronomi. Dan ini juga di klaim menjelaskan bagaimana bangsa Maya memiliki kalender yang begitu akurat.



Bangsa Maya telah mengenal planet-planet yang tidak "ditemukan" sampai beberapa abad kemudian. Mereka juga peradaban pertama yang menggunakan "nol" dalam matematika.

Menariknya, meskipun Quetzalcoatl digambarkan oleh bangsa Maya memiliki rambut pirang dan mata biru, yang mirip denga kaukasian, beberapa artefak tampaknya memiliki karakteristik Afrika, sehingga membuat beberapa orang percaya kepada hipotesis yang mengatakan bahwa peradaban kita ini adalah "sumbangan" dari berbagai jenis alien..



Runtuhnya peradaban Maya pada tahun 1521 ketika Hernán Cortés menginvasi Maya selama Penaklukan Spanyol di Yucatan, yang didanai oleh Gereja Katolik Roma. Cortés percaya bahwa bangsa Maya adalah peradaban pagan dan memerintahkan conquistador untuk menyerang bangunan Maya. Buku, biografi, komposisi musik, sejarah, silsilah dan karya Maya lainnya dibakar, sehingga menghancurkan hampir setiap jejak dari peradaban besar ini.











Apakah benar bangsa Maya pernah mendapat pendidikan dari Alien? Kalau begitu, mengapa mereka mudah dikalahkan oleh Spanyol? Silahkan anda menilainya sendiri ...

Misteri Kekuatan 'Magis' Dalam Gerakan Tari Saman Aceh



Primbon-arti.blogspot.comlagi - Zaman sekarang bisa dikatakan tidak ada orang yang tidak mengenal tari Saman. Hampir semua orang mengenalnya baik yang berada didalam maupun di luar negeri. Dalam setiap penampilannya tari Saman sungguh memukau. Dari awal hingga akhir pertunjukan tarian ini selalu menghadirkan suasana magis baik bagi penari maupun penontonnya.

Kami akan coba membawa anda semua masuk kedalam babak demi babak dalam tari saman. Pada awal pertunjukan tarian saman di mulai dengan persalaman. Persalaman ini terdiri dari rengum dan salam. Rengum adalah suara bergumam dari seluruh penari. Walau tak terdengar jelas tetapi sebenarnya mereka memuji dan membesarkan nama Allah SWT dengan lafaz;

Hmm laila la ho
Hmm laila la ho
Hmm tiada Tuhan selain Allah
Hmm tiada Tuhan selain Allah

Bila anda menyaksikan pementasan tarian Saman ini, anda akan terdiam seketika saat mendengar gumaman para penari dan ikut larut bersama emosi para penarinya. Rengum ini diucapkan dengan suara rendah namun menggema. Menggetarkan panggung dan jiwa-jiwa penari dan penontonnya. Bagi yang pernah menonton pertunjukan Saman tentu tahu maksud saya. Suasana hening langsung tercipta saat itu. Penonton diajak untuk ikut hikmat dalam mentauhidkan Tuhan.

Gerak tarinya sendiri masih sangat terbatas dan sederhana. Kepala tertunduk dan tangan bersikap sembah. Regum menunjukan penyerahan diri kepada Allah SWT, juga berperan menyamakan vokal dan konsentrasi. Setelah tercipta suasana khidmat lalu dilanjutkan dengan persalaman. Ucapan salam ditujukan kepada penonton dan berbagai pihak dengan ucapan Assalamualaikum. lalu meminta izin untuk bermain Saman (adab dan etika).

Setelah persalaman barulah dilanjutkan dengan Ulu Ni Lagu. Secara harfiah ulu ni lagu berarti kepala lagu. Namun disini lebih berarti ragam-ragam gerak tari. Dalam babakan ulu ni lagu ini gerakan telah bervariasi, kesenyawaan antara gerak tangan, tepuk didada – gerakan badan dan kepala. Namun gerakan masih lamban. Suasana khidmat masih terasa disini. Bagian ini seperti pemanasan sebelum kita diajak dalam ekstase gerak cepat Saman lainnya. Lalu yang disebut sebagai syekh dengan suara melengking akan memberkan aba-aba pada saat akhir gerak ulu ni lagu yang menandakan akan segera berganti gerak dan memasuki ritme cepat dengan ucapan syair:

Inget-inget pongku – male i guncang
Ingat -ingat teman akan diguncang

Masuklah kita pada babak lagu-lagu. Babak ini adalah puncak gerakan tari saman. Para penari dituntut konsentrasi optimal dan stamina yang prima. Selain harus bergerak cepat babak ini juga diselingi dengan vokal bersama (derek). Gerakan yang utuh tampak pada kecepatan gerak tangan yang menghentak dada, paha maupun tepukan, gerakan badan keatas-kebawah secara serentak maupun bersilang, badan miring kekiri – ke kanan kiri serentak maupun bersilang (singkeh kuwen), gerakan kepala mengangguk cepat maupun kepala berputar dibawah (girik), maupun petikan jari. Diselingi gerakan lambat yang diawali ucapan syair dari syekh.

Demikian gerakan ini berulang-ulang antara cepat dan lambat, dengan iringan beberapa lagu. Selain penari yang terbawa dalam ekstase gerakan cepat dan kedinamisannya, para penontonpun ikut menahan nafas mengikuti pergantian gerak dan naik-turunnya ritme tarian. Bagai tersihir dalam gerak indah itu. Saya yakin saat anda menyaksikan babak ini anda tak ingin mengedipkan mata sedikitpun. Karena kecepatan dan keseragaman yang memukau itulah yang menarik anda seakan ikut dalam irama penari yang bergerak serentak.

Lalu anda diajak mengendorkan ketegangan dan mengembalikan pernafasan dalam babak Uak Ni Kemuh yang berarti secara harfiah obatnya gerak. Diiringi nyanyian sederhana dan nada rendah tidak memaksa. Apabila kondisi penari telah pulih, dimulai gerak cepat yang diawali aba-aba oleh syekh dengan ragam gerak yang lain. Pada saat gerak menggebu-gebu puncak, iringan vokal berhenti hanya terlihat gerak saja. Disini tak ada suara selain suara memukul, menghentakkan dada, tepuk tangan, meghentak paha yang di tarikan secara cepat. Anda dapat bayangkan suasana yang tercipta saat itu. Gerak cepat tanpa vokal inilah yang kemudian bagai menciptakan suasana magis bagi penari dan penontonnya.

Barulah setelah itu anda akan kembali menyaksikan gerak sederhana sebagai penutup dalam tarian saman. Dalam babak ini yang dipentingkan adalah syair, ungkapan kata, kata perpisahan, permintaan maaf kepada penonton dan pihak-pihak tertentu.

Setelah menyaksikan tari saman secara keseluruhan anda akan mendapat kesan yang mendalam terhadap tarian ini. Bisa karena kecepatan dalam membawakannya atau suasana magis yang anda rasa saat mengikuti setiap gerak dan ritme tariannya. Namun apa yang saya gambarkan masih jauh dari keindahan tari saman itu sendiri.

Lafal Bahasa Kuno Berusia 6.500 Tahun Ditemukan


Primbon-arti.blogspot.comlagi - Untuk pertama kalinya, bahasa kuno yang berasal dari Proto, Indo, dan Eropa, atau disebut PIE, berusia 4.000 tahun, berhasil diucapkan atau dilafalkan oleh para peneliti.



Melansir Daily Mail, 2 Oktober 2013, seorang ahli linguistik dari University of Kentucky, Amerika Serikat, Dr Andrew Byrd, berhasil membaca perumpamaan tentang domba dan kuda di bahasa kuno yang disebut sebagai PIE.

Meskipun bahasa kuno hanya dalam bentuk ucapan dan bukan tulisan, tapi Byrd telah menciptakan versi perkiraan yang didapat dari teks-teks kuno bahasa Indo-Eropa, seperti Latin, Yunani, dan Sansekerta.

Bahasa kuno ini terakhir kali diucapkan oleh nenek moyang orang Asia dan Eropa sekitar 2.500 sampai 4.500 sebelum masehi (SM), atau sekitar 6.500 tahun yang lalu.

"Perumpamaan domba dan kuda yang ada di bahasa kuno itu pernah dituliskan oleh Dr August Schleicher, ahli bahasa asal Jerman, pada tahun 1868," kata Byrd.

Byrd menjelaskan, bahasa kuno itu tercipta dari sebuah pola suara dan kebanyakan para nenek moyang menciptakan kata-kata baru dari sebuah suara. Bahasa kuno PIE digunakan dengan suara yang sangat parau atau serak.

"Bahasa modern yang ada saat ini sebenarnya berasal dari keluarga bahasa Indo, Eropa, Inggris, Swedia, dan Farsi. Bahasa Inggris dan Farsi pada 6.500 tahun lalu adalah bahasa yang sama dan itu telah menciptakan rasa persatuan," ujar Byrd.

Literatur sejarah bahasa PIE masih sangat minim, sehingga pengucapan bahasa PIE oleh Byrd masih menjadi topik perdebatan di kalangan peneliti.

Byrd juga menyampaikan, bahwa ia sangat percaya bahwa bahasa kuno PIE pernah diucapkan di Eurasia sekitar 6.500 tahun yang lalu. Namun, baru-baru ini, banyak peneliti yang menyatakan bahasa kuno PIE juga pernah diucapkan beberapa ribu tahun lalu di Turki.

"Sayangnya, ucapan bahasa kuno PIE yang saya ciptakan mungkin bukan seperti bahasa PIE yang asli. Ada satu cara untuk mengetahui ucapan suara dari bahasa kuno Pie, yaitu dengan menciptakan mesin waktu," kata Byrd.

Sumber Berita: http://techno.iannnews.com/read-begini-bunyi-bahasa-kuno-yang-berusia-6500-tahun.html#ixzz2gZJmuDRa

Minggu, 29 September 2013

Misteri Candi Pangonan di Dataran Tinggi Dieng

Sebuah candi baru ditemukan di Bukit Pangonan di dataran tinggi Dieng. Candi yang diberi nama Candi Pangonan itu berada di ketinggian 2.400 meter. Cukup menarik pertanyaan, bagaimana pembangunan candi itu.

"Itu balok-baloknya kalau dibawa dua orang juga berat," kata petugas UPT Pariwisata Dieng, Saroji saat berbincang, Jumat (27/9/2013).

Keberadaan batu-batu itu di atas perbukitan memang mengundang tanya. Bagaimana balok-balok batu itu dibawa ke atas. Menurut Saroji, untuk mendaki ke atas bukit itu diperlukan waktu 1 jam, itu pun bagi mereka yang terbiasa naik.

Candi itu diperkirakan dibangun di abad ke-7, sama seperti candi lainnya di sekitar kawasan Dieng. Candi itu diperkirakan peninggalan kerajaan Singosari.



"Candi ini lebih kecil dari candi-candi yang lainnya, tingginya sekitar 3 meter," timpal Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara, Aziz Ahmad.

Aziz menuturkan, candi ini diduga untuk tempat pemujaan. Namun belum diketahui, mengapa berada di tempat yang tinggi. Candi ini tengah dieskavasi tim balai purbakala.

"Kita tunggu saja hasilnya soal candi ini," tuturnya.

Candi ini ditemukan pada Minggu (22/9) oleh Saroji. Saat itu dia mencari sunrise di dataran tinggi Dieng. Setelah habis melihat sunrise dia melihat bangunan candi di perbukitan itu.

Amerika Kembalikan Artefak Iran Berusia 2700 Tahun

Amerika Kembalikan Artefak Iran Berusia 2700 Tahun

Primbon-arti.blogspot.comlagi - Sebuah piala perak berusia 2700 telah dikembalikan oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS), ke negara pemilik artefak tersebut, Iran. Kepala Warisan Budaya Iran, Mohammad-Ali Najafi menilai pengembalian artefak itu merupakan hasil dari membaiknya hubungan diplomatik antara AS dan Iran.

Selama bertahun-tahun, piala yang digunakan dalam upacara atau rhyton itu berada di gudang bea cukai AS, setelah pihak berwenang menyitanya dari seorang pedagang seni yang coba menyeludupkannya di tahun 2003.

Petugas bea cukai telah lama ingin mengembalikan rhyton ke Iran, namun karena buruknya hubungan diplomatik antara kedua negara, mereka hanya menyimpannya di gudang.

Rython berbentuk seperti makhluk mitologi, yaitu hewan bertubuh singa, berkepala burung pemangsa bersayap. Diperkirakan peralatan yang terbuat dari perak itu berasal dari era Achaemenid, kekaisaran Persia sekitar 700 SM.

Departemen Luar Negeri AS dalam akun Twitternya mengumumkan Rython itu akan diserahkan langsung kepada Pemerintah Iran, melalui wakilnya, Kepala Warisan Budaya Iran, Mohammad-Ali Najafi pada pekan depan.

"Kami memberikannya sebagai souvenir kepada rakyat Iran," kata Najafi, dikutip dari CNN, Minggu (29/9/2013).

Souvenir dari luar negeri bebernya merupakan sesuatu yang spesial bagi masyarakat Iran. Kabar baik itu datang setelah Presiden AS, Barack Obama, berbicara dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani melalui sambungan telepon. Peristiwa itu menandai memulihnya hubungan kedua negara, dan lembar bersejarah sejak terakhir kali Presiden AS menghubungi Presiden Iran, di tahun 1979.

Senin, 16 September 2013

Batu Kalimaya dan Kisah Mistisnya

Batu Kalimaya dan Kisah Mistisnya

Primbon-arti.blogspot.comlagi - Batu ini menjadi salah satu jenis batu yang cukup digemari oleh para penggemar atau pengkoleksi batu mulia. Perpaduan aneka warna yang terkandung di dalam batu tersebut membuat batu jenis ini memiliki daya tarik tersendiri. Masyarakat Indonesia mengenal jenis batu ini dengan nama batu Kalimaya. Sementara masyarakat internasional lebih mengenal jenis batu ini dengan sebutanbatu Opal.

Ada perbedaan pendapat terkait asal usul nama Opal. Sebagian kalangan meyakini nama Opal diambil dari istilah Romawi, Opalus. Mengacu kepada istri Saturnus dan dewi kesuburan yang bernama Opalia. Pendapat lain mengatakan penggunaan nama Opal berasal dari bahasa Yunani, opillos yang memiliki dua makna.

Makna pertama berarti melihat. Dan makna kedua adalah ‘sesuatu yang lain’ atau ‘perubahan’. Penggunaan nama ini tentu mengacu kepada karakteristik batu ini yang kerap mengalami perubahan warna jika terpapar cahaya. Namun, ada juga pendapat yang mengatakan nama Opal berasal dari bahasa sansekerta, Upala.

Batu Kalimaya dan Kisah Mistisnya
Batu Kalimaya Hitam

Kepercayaan asal nama Opal dari bahasa Sanskerta mengacu kepada catatan Romawi sekitar tahun 250 SM. Awalnya batu ini diketahui memiliki nama yang bermacam-macam dan baru dibakukan penggunaan nama Opal setelah 250 SM. Dalam catatan tersebut diketahui Opal didatangkan oleh pedagang Bosporus yang mengaku memasok Opal dari India.

Opal atau Kalimaya memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dari batu permata lainnya. Struktur internal yang unik membuat batu Kalimaya lentur terhadap cahaya dan memancarkan aneka warna. Warna yang terkandung di batu Kalimaya biasanya warna putih yang dikombinasikan dengan warna abu-abu, merah, oranye, kuning, hijau, biru, magenta, mawar, merah muda, batu tulis, zaitun, cokelat, dan hitam.

Kalimaya yang memiliki perpaduan warna merah dan hitam merupakan jenis yang langka. Sedangkan Kalimaya yang memiliki perpaduan warna putih dan hijau merupakan jenis yang umum dan sering ditemukan.

Hingga kini Australia masih menjadi pemasok terbesar batu Kalimaya. Negeri Kanguru itu memproduksi 97 persen dari pasokan Kalimaya dunia. Kota Coober Pedy di Australia Selatan merupakan sumber utama dari Opal Kristal. Lahan Mintabie Opal yang berjarak 250 km arah barat laut dari Coober Pedy juga telah menghasilkan jumlah besar dari Kalimaya Kristal dan sejumlah kecil Kalimaya Hitam.

Beragam jenis Kalimaya juga ditemukan di sejumlah daerah di Australia seperti diantaranya di Andamooka, Lightning Ridge di New South Wales dan Queensland bagian barat. Sementara di Meksiko kerap ditemukan jenis Kalimaya Api.

Selain Australia dan Meksiko, sejumlah negara di belahan dunia juga diketahui menghasilkan batu Kalimaya seperti di Republik Ceko, Slowakia, Hungaria, Turki, Indonesia, Brasil, Honduras, Guatemala, Nikaragua dan Ethiopia. Pada akhir 2008, NASA bahkan mengumumkan telah menemukan endapan mengandung Kalimaya di planet Mars.

Tuah Batu Kalimaya di Mata Masyarakat

Batu Kalimaya dan Kisah Mistisnya
Batu Kalimaya Api

Sejak abad Pertengahan, bangsa Eropa percaya batu Kalimaya bisa membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Pasalnya, Kalimaya dianggap memiliki semua keistimewaan di setiap batu permata yang diwakili oleh aneka warna yang terdapat pada Kalimaya.

Namun sejak tahun 1829, kepopuleran batu Kalimaya menurun lantaran sebagian masyarakat meyakini batu jenis tersebut bisa menimbulkan malapetaka dan nasib buruk hingga kematian. Keyakinan itu mengacu pada cerita tragis seorang bangsawan wanita yang selalu memakai batu Kalimaya yang memiliki kekuatan supranatural.

Ketika batu miliknya terkena cipratan air suci, segera batu Kalimaya miliknya berubah menjadi batu kasar dan sang bangsawan tidak lama berselang meninggal. Kisah yang disampaikan dari mulut-ke mulut itu berimbas pada penjualan batu Kalimaya yang anjlok di Eropa. Kanepercayaan ini terbawa hingga saat ini dan terus berkembang dengan menganggap batu Kalimaya merupakan perwujudan mata setan.

Bagaimana dengan di Indonesia? Masyarakat Indonesia juga memiliki dua pandangan yang berbeda terkait batu Kalimaya. Ada yang mempercayai batu Kalimaya membawa pengaruh baik terhadap pemiliknya. Bahkan batu Kalimaya dipercaya bisa membawa kebahagiaan kepada pemiliknya. Dan suasana hati si pemilik bisa terlihat dari kilap batu Kalimaya yang dimiliki.

Jika bercahaya berarti pemiliknya sedang merasakan kebahagiaan dan jika meredup maka menandakan pemiliknya sedang ditimpa rasa murung.

Namun tidak sedikit juga yang percaya batu Kalimaya hanya membawa nasib buruk. Mereka percaya batu Kalimaya bisa meningkatkan nafsu birahi si pemilik yang membuat pikiran kacau dan mengganggu urat syaraf.

Selain itu, wanita baik-baik dipercaya akan berubah menjadi nakal jika mengenakan batu ini. Masyarakat Cina bahkan menganggap batu Kalimaya bisa mengganggu rumah tangga dan memberi dampak buruk bagi kesehatan pemiliknya.

Ada pula kepercayaan lain yang mengatakan jenis batu Kalimaya Hitam tidak boleh dimiliki oleh sembarang orang. Pasalnya, jika tidak cocok maka batu Kalimaya itu akan membawa bencana bagi pemiliknya. Tapi jika cocok, maka akan membawa kebahagiaan buat si pemilik.

Penemuan Nisan Beraksara Cina Kuno di Tangerang

Primbon-arti.blogspot.comlagi - Penemuan nisan ukuran besar beraksara Cina kuno hebohkan masyarakat Tangerang. Nisan tersebut ditemukan pertengahan pekan lalu di tanah kosong yang terletak di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Penemuan Nisan Beraksara Cina Kuno di Tangerang

Seorang warga bernama, Muchlis, 32 tahun mengungkapkan penemuan ini terjadi saat sebuah perusahaan pengembang sedang melakukan penggalian tanah. Penggalian sempat dihentikan sesaat karena alat berat mereka membentur benda keras yang ternyata sebuah batu nisan besar.

Penemuan ini menghebohkan warga sekitar. Tidak ada yang mengetahui kepemilikan nisan kuno tersebut. Muchlis yang merupakan warga asli di daerah tersebut menuturkan daerah ini sejak abad 16 dihuni oleh warga keturunan Arab.

“Dari cerita para orang tua kami, daerah ini sejak beberapa abad lalu merupakan pemukiman masyarakat keturunan Arab. Sementara pemukiman warga asal Tiongkok agak jauh dari sini. Sehingga kami cukup heran dengan penemuan nisan beraksara Cina ini,” kata Muchlis kepada Neomisteri.

“Kami sempat meminta pemilik klenteng di sekitar daerah ini untuk menterjemahkan tulisan yang ada di nisan ini. Tapi mereka mengaku kesulitan. Karena ini aksara Cina kuno,” cerita Muchlis. Saat ini, nisan kuno tersebut disimpan di salah satu rumah warga.

Penemuan Tusuk Konde, Tengkorak dan Koin Kuno
Sebelumnya, beberapa waktu lalu di sekitar wilayah ini juga ditemukan tulang-belulang, tusuk konde dan koin yang bertuliskan tahun 1727 saat dilakukan penggalian. Disinyalir itu merupakan bekas makam tua warga Cina tempo dulu.

Sejarah Terbentuknya Pulau Jawa

tarian jawa, Sejarah Terbentuknya Pulau Jawa

Isuk diisi, sore mati
"isuk diisi, sore mati" adalah simbol untuk pulau Jawa dahulu kala. Jauh sebelum ajaran Hindu masuk ke pulau Jawa, pulau Jawa banyak berisi makhluk-makhluk gaib dan yang paling berkuasa adalah makhluk gaib yang mungkin anda sudah tahu, yaitu Semar, Togog, Bagong, Petruk, sama Gareng.

Karena kesaktian dan keserakahan kelima makhluk gaib inilah pulau Jawa dapat sebutan isuk diisi sore mati, yang maksudnya pulau Jawa tidak bisa dihuni oleh manusia, jikalaupun dihuni akan terjadi pertumpahan darah diantaranya, baik karena perang ataupun bencana alam.

Kelima makhluk ini berhuni mulai dari ujung barat sampai ujung timur pulau Jawa, seperti contoh satu tempat, tempatnya Semar, yaitu di pulau Ismoyo, pantai Balekambang, Malang.

sugeng rawuh huruf honocoroko

Aji Saka
Pasti anda sudah tahu siapa Aji Saka dan bagaimana ceritanya, bagi yang dari luar Jawa, Aji Saka adalah penemu huruf Jawa (honocoroko) seperti kata-kata sugeng rawuh diatas.

kelengkapan huruf honocoroko

Nah ini sejarah yang saya yakin tidak semua orang tahu, yaitu ketika Aji Saka menumbali tanah Jawa agar bisa dihuni manusia. Singkat cerita Aji Saka datang ke pulau Jawa dan sudah menciptakan huruf Jawa. Dalam pengembaraannya dia sadar bahwa tanah Jawa tidak stabil, sering sekali darah manusia bercucuran dan akhirnya beliau tahu kalau penyebabnya adalah kelima makhluk gaib diatas. Akhirnya tanah Jawa ditumbali (diberi rajah dan doa) untuk bisa dihuni. Untuk tempatnya saya tidak mengetahuinya.

Syekh Subakir
Sebuah rajah juga memiliki tanggal kadaluarsa. Dalam perkembangannya, seiring dengan waktu dan semakin ramai pulau Jawa, rajah Aji Saka tidak bisa bertahan lama dan menjadi kadaluarsa. Kembalilah keadaan dimana Jin berkuasa, hujan darah dimana-mana, bencana merajalela.


Lalu pada suatu ketika datanglah waliyulloh pertama di Jawa, yaitu Syekh Subakir. Mengetahui kondisi pulau Jawa yang sulit dihuni manusia, beliau menumbali tanah Jawa dengan rajah Kolocokro di Gunung Tidar (sekarang rajah ini juga banyak digunakan).

Dan menjadi damai kembalilah pulau Jawa kita tercinta ini. Namun seperti rajah Aji Saka, jelasnya rajah Syekh Subakir juga memiliki tanggal kadaluarsa, pertanyaannya kapankah itu terjadi? semoga Allah senantiasa melindungi kita semua.

Rabu, 11 September 2013

Tahukah Anda Asal Usul Hajar Aswad

Primbon-arti.blogspot.comlagi - Hajar Aswad adalah batu hitam yang terletak di sudut sebelah Tenggara Ka’bah, yaitu sudut dari mana Tawaf dimulai. Hajar Aswad merupakan jenis batu ‘ruby’ yang diturunkan Allah dari surga melalui malaikat Jibril. Hajar Aswad terdiri dari delapan keping yang terkumpul dan diikat dengan lingkaran perak. Batu hitam itu sudah licin karena terus menerus dikecup, dicium dan diusap-usap oleh jutaan bahkan milyaran manusia sejak Nabi Adam, yaitu jamaah yang datang ke Baitullah, baik untuk haji maupun untuk tujuan Umrah.

Tahukah Anda Asal Usul Hajar Aswad

Hadist Sahih riwayat Imam Bathaqie dan Ibnu ‘Abas RA, bahwa Rasul SAW bersabda: “Allah akan membangkitkan Al-Hajar (Hajar Aswad) pada hari kiamat. Ia dapat melihat dan dapat berkata. Ia akan menjadi saksi terhadap orang yang pernah memegangnya dengan ikhlas dan benar”.

Hadis tersebut mengatakan bahwa disunatkan membaca do’a ketika hendak istilam (mengusap) atau melambainya pada permulaan thawaf atau pada setiap putaran, sebagai mana, diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA. “Bahwa Nabi Muhammad SAW datang ke Ka’bah lalu diusapnya Hajar Aswad sambil membaca Bismillah Wallahu Akbar”.

ASAL – USUL HAJAR ASWAD

Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya membangun Ka’bah banyak kekurangan yang dialaminya. Pada mulanya Ka’bah itu tidak ada bumbung dan pintu masuk. Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail mau membangunnya dengan meninggikan bangunannya dan mengangkut batu dari berbagai gunung. setelah bangunan Ka’bah itu hampir selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasa kekurangan sebuah batu lagi untuk diletakkan di Kaabah.

Nabi Ibrahim berkata pada Nabi Ismail, “Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia.”

Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril a.s memberikan sebuah batu yang cantik. Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahim a.s. merasa gembira melihat batu yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bertanya, “Dari mana kamu dapat batu ini?”

Nabi Ismail berkata, “Batu ini kuterima dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril).”

Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s. Sehingga sekarang Hajar Aswad itu dicium oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah. Siapa saja yang bertawaf di Ka’bah disunnahkan mencium Hajar Aswad.

Hadis Siti Aisyah RA mengatakan bahwa Rasul SAW bersabda: “Nikmatilah (peganglah) Hajar Aswad ini sebelum diangkat (dari bumi). Ia berasal dari surga dan setiap sesuatu yang keluar dari surga akan kembali ke surga sebelum kiamat.”

Umar bin Khatabpun juga pernah mengatakan “Aku tahu bahwa kau hanyalah batu, kalaulah bukan karena aku melihat kekasihku Nabi SAW menciummu dan menyentuhmu, maka aku tidak akan menyentuhmu atau menciummu.”

Kamis, 05 September 2013

Ada Apa dengan Serial Kartun Shingeki no Kyojin?


Primbon-arti.blogspot.comlagi - Sebagai seorang pecinta komik atau kartun Jepang, saya sering mendapati hal-hal yang orang lain jarang memperhatikannya. Mungkin kebiasaan iseng ini juga sering dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki hobi yang sama dengan saya. Dari kebiasaan iseng inilah saya menemukan beberapa informasi menarik, yang sering diselipkan secara sadar oleh para komikus ataupun rumah produksi kartun Jepang. Sebenarnya tak hanya di komik ataupun kartun saja, kebiasaan iseng ini juga saya lakukan ketika saya memperhatikan apa saja, utamanya media hiburan seperti film, kartun dan lain sebagainya.

Keinginan menulis tentang hal ini kembali saya dapati ketika berhadapan dengan teman-teman yang sedang membicarakan tentang serial kartun Jepang terbaru, Shingeki no Kyojin (disingkat SnK) atau dalam bahasa Indonesia, Serangan Kaum Titan. Arti Titan apa sih? Cari sendiri aja ya. Hehehe…

Secara garis besar ceritanya sih bercerita tentang sebuah negara yang dilindungi oleh tiga lapis tembok pembatas, yang kemudian diserang oleh beratus raksasa yang sulit sekali dikalahkan. Maklumlah, para manusianya masih memakai teknologi yang belum canggih dimasanya. Cerita menjadi pelik karena adanya konspirasi para petinggi dan orang penting di negeri tersebut terhadap keberadaan para titan-titan tersebut.

Yang menarik disini adalah kisah ini sendiri mirip dengan kisah Ya’juj dan Ma’juj (Gog Magog dalam kisah Kristen). Yakni para manusia yang melindungi diri dengan membangun tembok pembatas di antara dua gunung dari gangguan makhluk barbar bernama Ya’juj Ma’juj tadi. Bedanya, jika di kisah SnK, manusia membangun tembok di negaranya untuk melindungi diri dari gangguan raksasa titan. Di kisah Ya’juj Ma’juj, umat manusia membangun tembok diantara dua gunung, karena di dalam gunung tersebut adalah tempat tinggal Ya’juj Ma’juj tadi (Di dalam Surah Al-Kahfi ayat 92 hingga 99 disebutkan bahwa penduduk kota tersebut meminta pertolongan kepada Dzulqarnain untuk membuat dinding yang membatasi antara kaum tersebut dengan kaum Ya’juj Ma’juj).

Yang sama dari dua kisah ini, para raksasa atau dalam bahasa melayu disebut gergazi ini adalah sama-sama buas. Bedanya lagi, kalo di SnK makhluknya berbentuk raksasa dan hanya memangsa manusia saja untuk kesenangan, sedangkan di kisah nyata, Ya’juj Ma’juj itu bentuknya adalah manusia, perawakannya mirip seperti orang mongol dan suka memangsa dan menyerang apa saja yang berada di depan mereka, tak hanya manusia. Bahkan kerakusannya dikisahkan dalam sebuah hadis dapat mengerikan laut sehingga hanya tinggal air laut setetes saja. Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim disebutkan, kematian kaum Ya’juj Ma’juj ini disebabkan oleh wabah penyakit yang menyerang leher kaum barbar ini. Sedikit mirip dengan cara membunuh para Titan.

Lalu adanya daerah yang di kisah SnK, yang rancangan desain kotanya diambil dari kota di Eropa abad pertengahan bernama Carcassonne, yang berada di Perancis selatan di bekas propinsi Languedoc. Kota Carcassonne ini sendiri memiliki dua buah tembok yang melindungi kota ini dari gangguan musuh dari luar. Menurut beberapa peneliti tentang sejarah para Ksatria Salib atau Knight Templars, Perancis selatan adalah wilayah yang memiliki segudang misteri dan juga mitos yang menyertainya. Seperti kisah tentang desa Rennes le Chetaeau yang memiliki peraturan untuk tidak melakukan penggalian di atas tanah di dalam desa ini untuk tujuan apapun. Dan juga kisah tentang tiga orang pemuka agama di daerah ini yang kematiannya misterius, yakni Pendeta Berenger Sauniere, Pastur Antoine Gelis dan Pastur Henry Boudet. Dan kabarnya harta karun dari kuil Sulaiman di Yerusalem, konon disimpan dan dikubur di desa ini. Sehingga wajar, kalau ada larangan tentang melakukan penggalian tanah untuk tujuan apapun, meskipun cuma untuk menanam bunga setangkai.

Begitulah hal-hal yang menarik yang saya temukan dari kisah Shingeki no Kyojin, meskipun ada kesan bahwa saya terlalu mengait-ngaitkan. Tapi, setidaknya ini bisa memberi informasi tambahan buat para pecinta komik ataupun kartun Shingeki no Kyojin. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Sumber referensi:
Serial kartun Shingeki no Kyojin.
Majalah Animonstar edisi Juli 2013.
Rizki Ridyasmara, Knights Templar Knights of Christ, Pustaka Al-Kautsar 2007.
Ikhwan Fauzi, Fenomena Kiamat, Penerbit AMZAH 2005.


Oleh: Antoni Abdul Fattah, Penulis adalah Narablog di Ksatriapena.wordpress.com

Selasa, 03 September 2013

Sihir di Kalangan Penduduk Babilonia

Primbon-arti.blogspot.comlagi - Sihir menurut pemahaman bangsa kuno dan dianggap bagian dari fenomena alam. Di antara bangsa kuno yang mempraktekan sihir dan tersesat karenanya adalah bangsa Babilonia. Allah berfirman: “Hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir), mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan paragraph yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri ababil, yaitu: Harut dan Marut.”

Sihir di Kalangan Penduduk Babilonia

Babilonia yang dimaksud oleh Nash Alkariem diatas maksudnya adalah kota di negeri Iraq, yang letaknya di tepi sungai Euprat, bekas kota ini masih ada sampai sekarang. Babilonia adalah kota yang terbesar di dunia, penjurunya banyak, banyak ilmu pengetahuan dan seni diantara ilmu pengetahuan dan seni ini adalah sihir dan falak (astronomi). Herodos tokoh sejarawan dimasanya telah mengilustrasikan kota Babilonia sangat indah yang menunjukkan kehebatan dan kemajuan, penduduk Babilonia tak lain adalah bangsa Nabath dan Surniyyin.

Merajalelanya sihir di bangsa Babilonia dan maraknya ilmu pengetahuan sudah popular kemana-mana, seiring telah dinaskan Alquranul kariem, Ibnu Kholdun mengatakan: adapun eksistensi sihir dikalangan penduduk Babilonia, yaitu orang-orang Celodonia dari Nabath dan Suryaniyin adalah teramat banyak, telah diekspos ke dalam Alquran dan telah didokumentasikan oleh banyak berita sampai-sampai sihir di Negara Babilonia dan Mesir di masa-masa bit’sah nabi Musa As mempunyai pasar yang ramai dikunjungi orang.

Pengarang kitab “Dairotull maarif alquranul alisyriin” menceritakan kemahiran penduduk Babilonia tentang sihir demikian: Penduduk Babilonia dan orang Celodonia dari Nabath dan Suryaniyin dianggap merupakan bangsa yang terlihai dalam sihir dan astrologi. Seni tukar-menukar roh dan mengeluarkannya dari badan adalah diantara seni yang mendapat kedudukan teristimewa di kalangan mereka.

Abu Bakar Arrozi yang popular dengan Aljashahhhos menyebutkan; penduduk Babilonia adalah kaum Shobi’in yang suka menyembah tujuh planet dan mereka menamakan dewa mereka punya keyakinan bahwasanya fenomena-fenomena alam keseluruhannya adalah dari perbuatan ketujuh planet ini. Mereka adalah kaum Mu’aththilah (meniadakan Allah) yang tak kenal dengan Sang Pencipta yang Maha Esa yang telah membuat bintang-bintang dan seluruh kebesaran alam. Kaum Babilonia ialah yang Allah Ta’ala telah mengutus kepadanya nabi Ibrahim As lantas mengajak mereka kepada Allah Ta’ala, dan mengajak dialog mereka dengan argumentasi yang ia jelaskan kepada mereka secara transparan lalu beliau mengemukakan argumentasi solidnya, sehingga mereka tak bisa memungkiri, lantas mereka melemparkannya kedalam api yang menyala, dan dijadikan api tersebut oleh Allah Ta’ala menjadi dingin dan sejuk. Kemudian Allah memerinahkan nabi Ibrahim berhijrah ke negeri Syam.

Imam Aljashshosh juga menyebutkan: Bahwasanya penduduk Babilonia menyembah arca-arca yang mereka buat dengan nama-nama ketujuh planet. Masing-masing arca mereka buatkan sebuah kuil, mereka bertaqorrub kepadanya dengan aneka ragam perbuatan sesuai keyakinan mereka lewat persetujuan bintang yang mereka minta yang mereka minta yang bisa mendatangkan kebaikan dan keburukan siapapun yang ingin minta kebaikan dan kebahagiaan.

Mereka bertaqorrub kepada arcanya dengan persetujuan bintang Yupiter yang mensyaratkan si pemohon mendatangkan asap kemenyan antara buhul dan tiupan kepadanya. Siapa-siapa yang meminta keburukan peperangan, kematian, dan kebinasaan untuk orang lain, mereka bertaqorrub kepada bintang Saturnus dengan syarat persetujuannya. Siapa yang ingin petir, kebakaran dan wabah Tho’un, mereka bertaqorrub kepada bintang Mars dengan syarat menyembelih sebahagian hewan.

Imam Aljashshosh juga menyatakan: bahwasanya semua mantra dianggap nabath, semua demi mengagungkan bintang-bintang yang mereka minta agar mendatangkan kebaikan, keburukan, kecintaan, kemurkaan dan bisa memenuhi permintaan. Jadilah mereka punya keyakikan bahwasanya mereka bisa mempermainkan orang sesuka hatinya tanpa menyentuh dan meraba kecuali sesajian yang mereka persembahkan untuk planet tempat mereka memohon.

Sudah menjadi tradisi umum diantara yang mengaku bisa mengubah manusia menjadi keledai atau anjing, jika berkehendak mengembalikan ke bentuk semula, dan bisa mengendarai telur, sapu, sekam, bisa terbang diangkasa, lantas berangkat ke Iraq, India atau negeri lainnya, sesukanya kemudian pulang di malam hari.

Orang awam meyakini demikian, karena mereka menyembah planet dan meyakini semua untuk yang diagungkan, di sela-sela itu juru sihir mengelabui mereka dengan siasat “kamuflase”. Untuk meyakini kebenarannya, dengan cara menanamkan bahwasanya yang demikian tak akan terlaksana dan tidak bermanfaat bagi seseorang, serta tak akan memenuhi keinginannya, kecuali bagi orang yang yakin membenarkannya.

 ***

Tukang tenung bangsa Caledonia dan tukang sihir mereka banyak mempunyai keyakinan-keyakinan syirik dan kufur yang meyakini pengaruh bintang-bintang dan meteor bagi kehidupan manusia. Tak heran banyak urusan kepadanya diantaranya meyakini bahwasanya muncul planet Yupiter dimalam purnama adalah pertanda gembira bagi wanita hamil dengan kelahiran anak laki-laki. Muncul planet Mercurius adalah pertanda bertambahnya transaksi perdagangan dan perbaikan situasi ekonomi negara, semakin pesatnya ilmu pengetahuan, budaya orang-orang yang menekuninya. Muncul planet saturnus adalah menunjukkan akan terjadinya perselisihan rumah tangga dan merajalelanya kriminalitas dengan cara-cara rahasia.

Adapun muncul planet Mars, maka lengsernya raja-raja dan kewafatannya, merebak kelaparan dan penyakit atau meletusnya perang. Munculnya planet venus adalah pertanda larisnya bursa pernikahan khusus bagi perawan.

Tukang-tukang sihir Caledonia menyadarkan kepercayaan praktek-praktek sihirnya ini kepada gerakan planet, dan waktunya, datangnya, menjauhnya, dan semua tersangkut paut dengannya yang demikian karena keyakinan kentalnya terhadap pengaruh planet ini bagi kehidupan anak Adam.

Semua kekufuran dan kesesatan inilah yang dijadikan setan-setan manusia dan jin sebagai perangkap untuk menyesatkan hamba-hambaNya.

Para peneliti bekas bangsa-bangsa kuno berhasil telah mengungkapkan banyak peninggalan yang tertinggal di kota Babilonia, menunjukkan tulisan-tulisan serta prasasti yang ditinggalkan oleh bangsa Babilonia dan Asyuria. Demikian relief-relief dengan huruf paku yang menyingkap bahwasanya ilmu sihir mempunyai andil terbesar bagi tulisan-tulisan dan prasasti ini.

Mereka para peneliti menunjukkan dengan bekas peninggalan tersebut, kecemasan dari jin dan setan adalah fenomena asasi dalam theologi bangsa bangsa Babilonia dan Asyuria, yang kehidupannya identik dengan sihir.

Kota “Ur” adalah sentral kuno civility bangsa Samuria adalah lokasi besar dan seni sihir dan karangan-karangan Samuria kuno banyak mengangkat topik-topik sihir serta mantra, jimat, pellet.

Raja Asyur Baanepal misalnya, raja Asyuria sejak tahun 668-629 SM telah mendokumentasikan untuk kita dalam museumnya Nash-nash religious dan sihir. Dokumen ini telah dikumpulkan dari lokasi-lokasi dari sembahan yang berlainan yang tersebar di kota kuno, mayoritasnya tertulis dalam bahasa Samuria.

Para peneliti telah membagi karya-karya dan dokumentasi sihir bangsa Babilonia kedalam manuskrip pokok:

Pertama. Dokumen-dokumen astrologi, isinya berisikan keterangan bahwasanya planet-planet adalah dewa-dewa yang mempengaruhi kehidupan manusia, perbuatan dan nasib kembalinya.

Kedua. Prasati tentang cara-cara yang digunakan menenung dan mencari berita ghaib.

Ketiga. Mantra dan jampi yang digunakan untuk membentengi kejahatan sihir hitam (Black Magic) dan mengusir roh yang merasuki badan yang menyebabkan orang yang terkena menjadi sakit dan terancam bahaya. Artinya berkeyakinan yang ada pada, sebab terjadi penyakit secara umum kembali kepada setan-setan dan roh jahat untuk menyembuhkan seseorang dari penyakitnya harus mengusir dari badan.

Bangsa Babilonia berkeyakinan, bahwasanya roh-roh jahat adalah biang keladinya bencana yang melanda dunia dari masa ke masa seperti gempa, gunung meletus, angin topan, dan banjir besar dari yang demikian adalah keharusan menggunakan mantra-mantra untuk mencegah gentayangan roh ini dengan aturan-aturan yang alam semesta berjalan sesuai aturan ini. Mantra tertulis sedemikian rapi dalam prasasti yang beraneka macam yang masing-masing mempunyai pengaruh tertentu bagi salah satu dimensi.

Bangsa Babilonia menjadikan darah burung setelah disembelih sebagai tumbal dalam praktek sihirnya inilah yang melatarbelakangi mereka amat antusias memperhatikan masalah ini, dan memberikan makanan special untuknya dan selamanya tak mau menyantapnya. Sudahkan dan sekarang ini telah melihat, bagaimana sihir telah menjerumuskan bangsa tersebut kedalam kesesatan dan kejahatan yang meratakan mereka.

Di antara kisah aneh tentang sihir dan darah burung ini: adalah kejadian disaat tentara raja mereka Faalameyeus berhadapan dengan tentara Qortojiyyin dengan komandan Hanibal. Raja Faalameyeus memerintahkan dedengkot tukang sihirnya untuk menyembelih seekor burung. Dan mempraktekan sihir manjur yang dipastikan menjamin kehancuran musuh-musuhnya. http://primbon-arti.blogspot.com

Tatkala tukang sihir menyembelih burung yang dimaksud dan memberi makan sebelum disembelih agar sihir merauk kedalam nya dan sang burung tak mau makan, lalu sang tukang sihir memperhitungkannya bahwasannyayang demikian adalah bukti kehancuran panglimanya.

Tukang sihir kembali menasehati raja agar tidak melakukan penyerangan di waktu itu juga kepada musuh-musuhnya. Raja hanya tertawa terkekeh-kekeh dari omongan tukang sihir lantas beliau bertanya apa yang dikerjakan jika burung tak mau makan hari ini besok, lusa dsb. Tukang sihir menjawab : “ raja harus menunggu..”

Raja Faalamaneyeus tak menghiraukan nasehat si tukang sihir bahkan tersenyum sinis dan tetap memerintahkannya untuk menyembelih burung segera dan mempraktekan sihir seketika, tukang sihir menolak dan akan di bunuh seketika itu pula.

Raja segera memerintahkan tentaranya menyerang kaum Qortojiyyin, terjadilah peperangan disekitar danau Tasemin dan terbunuhlah disana raja tersebut dan l5 jendral-jendralnya.

Tidak anda lihat betapa dangkalnya akal orang-orang yang mempercayai bahwa burung ,mengetahui hal yang ghaib dan mencipta hukumnya semisal kebohongan dan kata-kata yang tak berguna semacam ini.

Imam Al-Jasehasehaos menyebutkan, bahwa kesesatan, menyebabkan kepada tujuh bintang tidaklah sebatas bangsa Babilonia tetapi telah meluas di territorial Iraq, Syam, Mesir, Romawi, hinga hari-hari Bayorasep yang orang arab menamakan Adhohak ( hari Bagelan). Cerita bahwa Afreden dari bangsa Denbawend meminta pasukan tentara untuk negrinya, maka ditulislah surat kepada semua orang yang mentaatinya..(kisqah ini amat panjang yang tak bisa di tulis, yang klimaks ini justru menghilangkan kerajaannya sendiri ).

Ibnu Katsir mengatakan bahwasannya orang-orang yang memakmurkan kota Damaskus berkeyakinan mistik dan sihir semacam ini mereka dalam penyembahannya selalu menghadap kutub utara dan planet tujuh dengan berbagai cara dan mantra-mantra karena pada masing-masing pintu gerbang tujuh kota Damaskus kuno di atasnya terdapat rumah berhala (Haikal) setiap planet dan masing-masing mereka buatkan hari dan mereka persembahkan sesajian.

Senin, 26 Agustus 2013

Suku Naulu: Persembahan Kepala Manusia Yang Mengerikan

Primbon-arti.blogspot.comlagi - Suku Naulu yang hidup di Petuanan Negeri sepa, merupakan salah satu suku terasing di Pulau Seram, tepatnya di Dusun Bonara, yang berjarak 35 km2 dari Pusat kota Kecamatan. Tradisi suku ini sama dengan suku wuahulu di Kecamatan Seram Utara. Tradisi Penamou dan pataheri juga menjadi tradisi suku Naulu.


Tradisi Pataheri, yaitu upacara adat bagi pria yang sudah dewasa, dimana pria tersebut harus mengenakan cidaku (celana pendek) dan ikat kepala, tetapi ikat kepala suku ini berwarna merah/berang. Berbeda dengan ikat kepala suku Wuahulu di kecamatan Seram Utara. Upacara adat ini berlangsung selama 1 bulan, sedangkan pria dewasa tadi harus mengenakan cidaku dan berang selama lima hari, serta tidak diperbolehkan menggunakan pedang/parang untuk kebutuhan apapun. Tradisi Penamou, yaitu bagi wanita yang datang bulan/haid, pertanda telah memasuki usia dewasa sehingga harus dikarantinakan dan tidak berkomunikasi dengan lingkungannya, demikian halnya bagi wanita yang mengandung. Wanita dewasa ini akan dikarantinakan pada rumah kecil (2 x 2 m2) berdinding atap daun rumbia, dan berlantai tanah. Pada saat upacara penamou dilakukan, dilarang untuk dilewati/disinggahi oleh lelaki.



Tradisi ini tetap eksis hingga kini. Rumah karantina ini di sebut : Posune. Kalau di Daerah Denpasar (Bali), tradisi pemakaman dengan cara mayatnya diletakkan pada susunan kayu setinggi (1 m2) dari Lantai kemudian mayat tersebut di bakar (Ngaben), maka tradisi pemakaman Suku Naulu ini agak berbeda, dimana mayat yang diletakkan pada susunan kayu yang tingginya (2 m2) itu, tetapi mayat tersebut tidak di bakar, melainkan di tinggalkan. Tempat pemakaman seperti ini letaknya di dalam hutan yang jaraknya jauh dari pusat Negeri, serta jarang dikunjungi oleh masyarakat. Selain itu, prosesi pengantaran mayat ke tempat pamakaman hanya dilakukan khusus oleh kaum pria.

RITUAL masyarakat adat di tanah Maluku banyak yang menarik untuk disimak. Selain unik karena sukar ditemukan di daerah lain, prosesi ritual adat itu masih terus dilestarikan generasi masyarakat adat hingga datangnya jaman yang serba modern ini.

Dari sekian banyak tradisi masyarakat adat di Maluku, ternyata ada tradisi masyarakat adat yang terbilang paling enah dan menggerihkan. Saking ngerinya akhirnya dilarang, lantaran berlawanan dengan hukum.

duniadndromedaku.blogspot.com mengangkat dua tradisi yang dilakoni masyarakat suku Naulu di Pulau Seram, Provinsi Maluku. Suku terasing di pedalaman Pulau Seram ini memiliki tradisi yang unik. Yang satunya terpaksa dilarang karena terbilang cukup sadis, satunya lagi masih terus terjaga. Dua tradisi itu adalah tradisi memanggal kepala manusia untuk persembahan kepada rumah adat dan tradisi pengasingan perempuan hamil dan gadis yang memasuki datang bulan di gubuk kecil.

Persembahan Kepala Manusia
Tradisi memanggal kepala manusia oleh Suku Naulu sudah tidak ditemukan lagi, setelah dilarang pasca kejadian pembunuhan bermotif persembahan kepada rumah adat suku tersebut bulan Juli tahun 2005 silam. Sedangkan tradisi pengasingan perempuan hamil, hingga kini masih terus dilakukan, namun perlahan juga mulai hilang.

Tradisi adat memotong kepala manusia buat persembahan, oleh masyarakat Suku Naulu diyakini sebagai kepercayaan yang mutlak dilakukan. Keyakinan itu mengalahkan akal sehat dan logika manusia, karena diyakini jika tidak mendapat kepala manusia buat persembahan bisa mendatangkan bala atau musibah.

Suku ini sebagian kaum prianya masih menggunakan ikat kepala berwarna merah sebagai ciri khasnya. Agama yang dianut adalah aliran kepercayaan, sebagaimana agama para leluhurnya. Kehidupan masyarakatnya yang suka berburu dan berladang untuk makan itu, membuat sebagain dari suku ini masih hidup mengembara atau tidak menetap dalam satu perkampungan besar. Mereka tersebar pada lima lokasi di Pulau Seram dengan dusun masing-masing Nuane, Bonara, Naulu Lama, Hauwalan, dan Rohua.

Meski memiliki tradisi yang cukup sadis yakni memenggal kepala manusia untuk persembahan, namun tidak banyak masyarakat di Pulau Seram yang mengetahui tradisi tersebut.

Tradisi ini baru tercium khalayak ramai setelah terjadinya kejadian tahun 2005 lalu. Warga di Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah digegerkan dengan penemuan dua sosok mayat manusia yang sudah terpotong-potong bagian tubuhnya. Bonefer Nuniary dan Brusly Lakrane adalah korban persembahan tradisi Suku Naulu saat akan melakukan ritual adat memperbaiki rumah adat marga Sounawe. Kepala manusia yang dikorbankan diyakini akan menjaga rumah adat mereka.

Bagian tubuh kedua korban yang diambil selain kepala yang nantinya diasapi adalah jantung, lidah, dan jari-jari. Sementara anggota tubuh yang tidak diambil dihanyutkan di aliran sungai Ruata, tidak jauh dari perkampungan suku Naulu dari komunitas Nuane.

Akibat perbuatannya itu, tiga warga Naulu yang merupakan komunitas adat tertinggal di Pulau Seram ini divonis hukuman mati oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Masohi. Mereka adalah Patti Sounawe, Nusy Sounawe, dan Sekeranane Soumorry. Sementara tiga lainnya divonis hakim hukuman penjara seumur hidup masing-masing Saniayu Sounawe, Tohonu Somory, dan Sumon Sounawe. Para pelaku mutilasi ini dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan secara berencana, sebagaimana diatur dalam pasal 340 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Raja Naulu dari suku Nuane, Sahune Matoke, mengatakan tindakan yang dilakukan warganya disebabkan karena ketidaktahuannya akan hukum formal yang berlaku di Indonesia. Motivasi pembunuhan dengan mengambil kepala manusia dilakukan karena keyakinannya untuk melakukan ritual adat yang dinilai sakral.

“Warga saya tidak tahu kalau membunuh itu hukumannya apa,” terang Sahune kala itu.

Peristiwa pengambilan kepala manusia ini bukan baru pertama kali terjadi. Sebelumnya pada tahun 1990-an, tiga warga Naulu dari komunitas Nuane dihukum 17 tahun penjara karena melakukan hal yang sama. Saat itu korbannya dua orang yang tengah berburu di hutan dibunuh dan diambil kepalanya untuk ritual adat seperti yang terjadi pada Juli 2005 lalu.

Tradisi tersebut sudah terjadi sejak jaman dulu, saat sering terjadi perang antar suku di pedalaman Pulau Seram. Dalam kondisi seperti itu siapa yang kuat dialah yang menang. Bahkan dalam tradisi dulu, seorang raja yang ingin mengangkat seorang menantu laki-laki, syarat yang ditetepkan harus heroik. Calon menantu harus menunjukan kejantanannya dengan mempersembahkan kepala manusia sebagai mas kawin.

Perkampungan Nuane yang didiami 525 keluarga atau sekitar 900 jiwa itu, hingga kini belum tersentuh pembangunan yang memadai. Padahal tidak jauh dari perkampungan tersebut atau sekitar dua kilometer terdapat pemukiman transmigrasi lokal yang baru ada belasan tahun silam.

Pengasingan Perempuan Hamil
Jauh dari dunia pendidikan dipadu dengan kentalnya aturan adat yang memikat, ternyata makin lengkap dan menambah panjang kehidupan yang serba gelap bagi suku terasing Naulu. Leluhur dari suku ini bukan saja mewariskan tradisi memenggal kepala manusia sebagai persembahan. Tradisi lainnya juga mengasingkan kaum hawa, yang telah hamil dan mendekat waktu melahirkan momongan.

Biasanya di setiap pemukiman masyarakat suku ini baik yang telah dimukimkan pihak pemerintah maupun yayasan pembinaan masyarakat terasing bahkan yang masih hidup mengembara di pedalaman Pulau Seram, kaum lelakinya membangun gubuk-gubuk kecil yang disebut gubuk pamali atau dalam bahasa suku ini disebut tikusune.

Gubuk –gubuk ini dibangun sebagai tempat berlindung sementara yang aman bagi kaum wanita saat mereka menjalani masa haid maupun melahirkan.

Gubuk pamali sebagai tempat mengasingkan diri sementara itu berukuran 2×2 meter berdinding dan beratap daun sagu dilengkapi sebuah tempat tidur yang disebut tapalang berukuran 1×2 meter.

Suku adat Naulu maupun suku terasing lainnya seperti Hoaulu dan Yalahatan di Pulau Seram, tikusune yang dibangun tidak boleh ditengok atau dimasuki kaum pria saat kaum wanita menjalani masa datang bulan maupun melahirkan.

“Mereka hanya bisa ditengok oleh kaum hawa untuk memberikan makanan dan keperluan lainnya maupun pelayanan saat melahirkan oleh dukun beranak,” kata tua adat setempat Touisa Matoke.

Kaum wanita yang mulai merasa tanda-tanda datangnya haid harus segera meninggalkan rumahnya untuk memasuki gubuk pamali yang telah disiapkan dan tinggal di gubuk tersebut hingga masa haidnya selesai baru diperkenankan kembali ke rumah. Di perkampungan suku Naulu yang telah dibina Depsos maupun pihak yayasan di Seram bagian selatan terutama di pemukiman Rohua, Bonara dan Simaoluw, tradisi mengasingkan diri di gubuk pamali ini masih tetap dipertahankan.

Khusus bagi kaum wanita yang hendak melahirkan biasanya diantar keluarga ke gubuk Pamali tersebut, kemudian saat persalinan ditolong dukun beranak, sedangkan pusar bayi dipotong dengan sembilu (kulit bambu yang cukup tajam). Anehnya, penggunaan sembilu yang beresiko itu dapat diatasi oleh dukun beranak. Perawatan sang ibu yang baru melahirkan termasuk pengobatan pusar bayi umumnya dilakukan dengan menggunakan bahan ramuan tradisional.

Usai masa melahirkan dan perawatan di gubuk pamali, sekitar dua minggu sang ibu bersama anaknya sudah bisa keluar gubuk untuk mandi di kali, sedangkan pihak keluarga dan sang dukun (biang) harus berpuasa selama sehari sebelum menerima sang istri dan buah hati saat kembali pulang ke rumah.

Saat kembali ke rumah mereka diterima secara adat dalam suasana sukacita dengan sajian makanan yang disiapkan dari pihak keluarga perempuan untuk disantap bersama warga suku setempat. Beberapa hari kemudian pihak keluarga lelaki juga melakukan hal serupa sebagai jamuan balasan kepada pihak keluarga perempuan bersama masyarakat setempat untuk dinikmati bersama sebagai ungkapan syukur.

Sejauh ini tidak ada yang melanggar tradisi adat tersebut. Sanksi bagi pelanggarnya akan dikucilkan dari masyarakat adat setempat dan juga dikenakan denda berupa pembayaran piring tua dan kain berang (merah) bagi kaum perempuan. Kepatuhan masyarakat terasing Naulu, Hoaulu, Yalahatan serta kelompok masyarakat terasing lainnya di pulau Seram kepada adat yang diwariskan tidak bisa dipisahkan dengan adat istiadat dan budaya suku Alifuru yang mendiami pulau Seram. Kelompok suku Rohua dan Bonara berdasarkan kisah tua adat setempat awalnya berasal dari pedalaman pulau Seram, sekitar hulu sungai Sapalewa (Sekarang Seram Bagian Barat) salah satu sungai terbesar di pulau Seram.

Gara-gara pemimpin adat dari suku ini beristri dua, sang istri pertama dan anak cucunya memilih mengungsi ke perkampungan baru, selanjutnya turun ke desa Rohua dan Bonara di wilayah Seram bagian selatan, sekitar 35 kilometer dari kota Masohi, ibu kota Kabupaten Maluku Tengah.

Kamis, 22 Agustus 2013

Mengungkap jejak Kadipaten Terung di akhir Majapahit

Primbon-arti.blogspot.comlagi - Penemuan struktur dasar tembok, bekas bangunan kuno dari material bata merah kuno disebut-sebut sebagai penanda jejak kuno Kadipaten Terung--kota kecil di akhir Majapahit. Struktur itu memiliki panjang sekitar 5 meter, dan sudah terpendam sekitar dua meter di atas permukaan tanah.

Bangunan itu memanjang, satu sisi nampak dari luar, sementara ujung sisinya masih terpendam dalam tanah. Lokasi situs itu berada di daerah Krian, Sidoarjo, Jawa Timur. Menurut Kepala Pokja Penyelamatan dan Perlindungan BP3 Trowulan Danang Wahyu Utomo, Kadipaten Terung dulu disebut-sebut sebagai kota Sidoarjo kuno.


"Sebenarnya itu dulu sudah kelihatan, tapi sekarang digali lagi, diungkap lagi oleh warga. Zaman Majapahit akhir dulu, itu pusat kabupaten Sidoarjo," kata dia kepada merdeka.com, Kamis (22/8).

Namun demikian, belum terang benar apakah situs itu berkaitan dengan temuan jejak-jejak situs lainnya. Konteks temuannya juga belum menunjukkan keterkaitan. Namun demikian, data dan laporan ke BP3 sudah masuk, dan akan kembali diteliti.

Terung merupakan nama kadipaten yang sering disebut dalam tarikh Babad Tanah Jawa ataupun kitab Negarakertagama. Kadipaten ini konon berdiri di ujung masa kerajaan Majapahit. Diduga Kadipaten Terung berada di Desa Terung Wetan, Kecamatan Krian, Sidoarjo.

Slamet Muljana menulis dalam bukunya yang berjudul: Runtuhnya Kerajaan Hindu -Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara, menulis bahwa Raden Hussen atau masyarakat menyebutnya Kusen, penguasa Terung di Krian, merupakan adik tiri Sultan Demak, Raden Patah.

Dia dijadikan sebagai adipati Terung untuk menjalankan misi spionase, memata-matai Majapahit, sebagai bagian dari strategi perang antara Demak dengan Majapahit. Karena ambisi besar Raden Patah memang ingin meluaskan kerajaan Islam hingga ke seluruh Jawa termasuk Majapahit yang dipimpin oleh ayahnya sendiri, yakni Raja Brawijaya.

Walhasil, strategi itu jitu. Sebab ketika menyerang Majapahit, Demak tidak mengalami kendala apa-apa karena dukungan intelijen yang kuat. Dalam tempo singkat, kerajaan pusat kota Majapahit di Trowulan, Mojokerto berhasil dikuasai.

Selasa, 20 Agustus 2013

Lycantrophy - monster setengah manusia setengah serigala

Primbon-arti.blogspot.comlagi - Lycantrophy adalah sebuah mitos dari Eropa kuno berupa makhluk monster setengah manusia setengah serigala. Konon manusia serigala akan berubah pada saat bulan purnama tiba, yang mana kekuatan mistiknya mencapai puncaknya. Dalam mitologi tersebut, manusia serigala senantiasa akan memburu manusia dan barang siapa yang tergigit atau terkena cakarannya akan menjadi salah satu dari manusia serigala pula. Dia konon hanya bisa mati jika ditembak dengan peluru perak.

Lycantrophy - monster setengah manusia setengah serigala

Seperti yang pernah terjadi di India pada Pruthviraj Patil dan beberapa anak lainnya, remaja India penderita Werewolf Syndrome, kelainan terjadi akibat mutasi pada kromosom. Penderita sindrom ini rambutnya akan terus tumbuh secara abnormal dan berlebihan. Kelainan genetik ini sudah bisa dilihat saat kelahiran, dimana bayi yang lahir sekujur tubuhnya memiliki rambut berlebih. Penderita sindrom ini penampilannya menyerupai siluman manusia serigala (werewolf). Ternyata semua binatang jadi-jadian itu memiliki karakter serupa. Misalnya, perubahan di malam hari, menularkan kemampuan berubah bentuk melalui tetesan darah dalam gigitan, luka yang terjadi dalam bentuk binatang juga muncul dalam ujud manusia, atau binatang jadi-jadian yang mati segera kembali berubah jadi manusia.

Mungkin kita akan membahas apa yang kita dapat dari beberapa sumber tentang fenomena Lycantropy yang memang aneh tapi nyata ada di dunia kita yang memang sulit untuk dipungkiri bahwa aneh tapi nyata selalu menarik untuk diperdalami lebih lanjut.

Akibat kutukan
Herodotus, sejarawan Yunani dari abad V SM, mengatakan pada + 2.400 tahun lalu, bahwa penduduk di daerah yang sekarang bernama Lithuania dan Polandia, mengaku berubah menjadi manusia serigala selama beberapa hari dalam setahun. Masa itu manusia serigala adalah manusia dengan dorongan kuat memangsa manusia lainnya. Melalui sihir mereka berubah menjadi serigala hitam untuk memudahkan mewujudkan niatnya. Sekali berubah, menurut kepercayaan lama, akan terus menyimpan kekuatan dan kelicikan serigala.



Baru di abad 1 SM Virgil sebagai penulis Latin yang pertama kali menyebut-nyebut soal takhayul ini, kemudian diikuti oleh Propertius, Servius, dan Petronius. Petronius yang kepala urusan hiburan zaman pemerintahan Kaisar Nero (54 – 68) bertutur tentang manusia serigala dalam bentuk sastra roman Satyricon. Dengan bumbu terang bulan, pekuburan, dan luka abadi setelah kembali jadi manusia, membuat roman itu sebagai bacaan hiburan.

Sebagian tradisi Roma dan Yunani menganggap manusia berubah jadi serigala sebagai hukuman dewa, karena ia telah mempersembahkan korban berupa manusia, ujar Pliny (61 – 113). Meski baru abad XVIII kisah tentang manusia serigala diterbitkan, bukan berarti orang berkurang minat terhadap manusia serigala. Justru kepercayaan itu demikian kuat, bahkan sering diterima sebagai kebenaran, bukan fiksi.

Menurut kepercayaan lama ada tiga macam manusia serigala. Pertama, yang memperolah kemampuan itu melalui keturunan. Konon, kutukan terhadap nenek moyang menjadikan setiap keturunannya menjadi manusia serigala. Kedua, orang yang dengan sukarela jadi serigala dengan alasan dan tujuan jahat. Sedangkan yang terakhir adalah manusia serigala berhati lembut dan baik. Kondisinya yang tidak lazim, malah membuatnya merasa malu.

Sebenarnya, transformasi sering dilakukan oleh dukun-dukun suku tertentu dengan tujuan baik untuk mengatasi masalah di kelompoknya. Saat langka makanan, misalnya, si dukun bisa saja berubah ujud menjadi binatang jadi-jadian serupa makhluk yang akan diburu, supaya lebih mudah melacak buruan itu. Ada juga yang tidak berubah ujud tetapi meminjam tubuh binatang untuk memata-matai, menyantet, atau sekadar menakut-nakuti musuh.



Berjubah kulit serigala
Kasus manusia serigala yang mencolok terjadi di Prancis, awal abad XVII. Adalah Jean Grenier (13) yang merasa yakin dirinya manusia serigala. Di pengadilan Bordeaux, Grenier mengaku, 2 tahun sebelumnya membuat perjanjian dengan setan di hutan. Dengan kulit serigala yang menurut pengakuannya pemberian setan, tiap malam ia bisa berkeliaran sebagai serigala, namun di siang hari kembali ke bentuk manusia. Ia telah membunuh dan memangsa beberapa anak kecil yang sendirian di ladang, juga menculik bayi yang ditinggal di rumah.

Sejauh menyangkut perilaku kanibalisme, penyelidikan menunjukkan kebenaran pengakuannya. Namun dari sudut kedokteran, remaja ini digolongkan penderita lycanthropy. Kelainan jiwa ini menyebabkannya berkhayal tubuhnya berubah bentuk menjadi hewan. Menilik usianya yang masih belia, Grenier cuma dihukum kurungan seumur hidup di Biara Fransiskan, Bordeaux.

Perubahan Grenier dengan menyamar di bawah kulit serigala serupa dengan cara transformasi manusia beruang di Skandinavia yang menggunakan kulit beruang. Selain kulit binatang, konon ada alat lain, yaitu korset. Ada yang terbuat dari kulit asli binatang, ada yang dari kulit manusia yang dihukum gantung. Dua alat itu banyak dipakai di Prancis, Jerman, Skandinavia, dan beberapa negara Eropa Timur. “Benda sakti” lainnya adalah salep khusus berisi ramuan dari kelompok tanaman solanaceae yang membangkitkan halusinasi.

Selain itu ada lagi alat dan cara untuk bertransformasi yang berupa jimat, ramuan, dan mantera pemujaan pada iblis. Khusus pemakaian jimat, justru orang di sekitar si pemakai yang terpengaruh seakan melihat manusia serigala, padahal si pelaku tidak berubah. Di luar saat bulan purnama, perubahan sering terjadi spontan dan lepas dari kendali pelakunya.

Penampilan si pelaku yang menakutkan, tindak kejahatannya yang mengerikan, dan terutama karena kengerian terhadap kekuatan setan, membuat manusia serigala jadi obyek yang harus diburu dan dimusnahkan. Penghukuman terhadap mereka terjadi di hampir sepanjang sejarah di Eropa. Malah pelaku kejahatan apa pun dengan mudahnya dapat dijuluki manusia serigala.

Pembunuhan massal sering disebut akibat kejahatan serigala. Seperti yang menimpa Peter Stubbe di tahun 1590 (ada yang menyebut Peter Stump di tahun 1589) dari Bedburg, dekat Cologne. Ia dituduh sebagai serigala yang kanibal setidaknya pada 2 pria, 2 wanita hamil, dan 13 kanak-kanak, dan inses dengan adik perempuannya.

Hukuman yang diterimanya luar biasa. Setelah dicabik-cabik dengan penjepit, dilindas roda, dipancung, akhirnya tubuh tanpa kepala itu dibakar. Hukuman bakar hidup-hidup juga diberlakukan untuk gundik dan anak perempuannya.

Di Prancis dan Jerman, manusia serigala biasanya memang dibakar atau digantung. Seperti yang terjadi terhadap lebih dari 200 laki-laki dan perempuan Pirenea (antara Prancis dan Spanyol) di seputar abad XVI, karena diduga manusia serigala.

Menurut Elton B. McNeil dalam The Psychoses (1970), demam berburu manusia serigala bisa disamakan dengan perburuan terhadap penyihir. Secara kejiwaan mereka yakin, orang akan diberkati bila mampu menangkap pelayan atau sekutu iblis.

Tak heran, saat itu di Prancis banyak ditemukan manusia serigala kagetan. Dalam satu periode – antara 1520 – 1630 – di Prancis tercatat 30.000 kasus manusia serigala.

Ada beberapa patokan untuk menentukan apakah seekor serigala jadi-jadian atau tidak. Konon, manusia serigala akan mempertahankan suara dan mata manusianya. Sedangkan menurut suku Indian, yang berubah jadi serigala hanya bagian kepala, tangan, dan kaki.

Dalam ujud manusia, ada beberapa ciri khas yang membedakannya dengan manusia biasa. Dua ujung alisnya saling bertemu di tengah, jari-jari tangannya yang panjang agak kemerahan, dengan jari tengah yang sangat panjang. Selain telinganya agak ke bawah dan sedikit ke belakang, tangan dan kakinya cenderung berbulu lebat.

Rasa takut terhadap manusia serigala lebih mudah dipahami dengan mengetahui alasan takut terhadap serigala. Sebelum abad XX di Eropa dan Asia Utara, serigala dianggap binatang paling cerdik yang berbahaya bagi manusia dan ternak. Apalagi bila serigala itu gila. Cukup sekali gigit korbannya bisa tewas mengerikan. Sampai-sampai ada institusi pemerintah Prancis yang khusus mengontrol serigala, paling tidak sejak pemerintahan Charlemagne (768 – 814), hingga abad ini.

Di Eropa pada abad pertengahan, serigala terkadang digantung bersebelahan dengan pelaku kejahatan di tiang gantungan, sebagai simbol ditaklukkannya kejahatan. Serigala pernah jadi masalah serius Irlandia abad XVII, sehingga sepotong kepala serigala sama nilai hadiahnya dengan kepala pemberontak.



Hanya halusinasi
Ada pendapat, manusia serigala timbul akibat halusinasi. Antara lain, pengaruh racun ergot yang dihasilkan oleh jamur Claviceps purpurea pada gandum. Ergot mengandung bahan serupa materi mentah untuk membuat LSD.

Halusinasi akibat ergot banyak terjadi di Eropa pada abad pertengahan. Itu tak lain karena masyarakat kebanyakan hanya bisa mengkonsumsi biji gandum yang terkontaminasi, sementara gandum bersih disimpan hanya untuk bangsawan. Maka, tanpa pengalaman atau ilmu sihir, bila memakan biji-bijian itu orang bisa merasa jadi katak atau serigala.

Satu kisah tragis terjadi tahun 1951 di Pont St Esprit di Rhone Valley, dengan korban keracunan ergot +300 orang. Lima orang mati, sedangkan kebanyakan cacat seumur hidup. Mereka yang cacat mengaku, telah mengalami halusinasi mengerikan. Ada pria yang merasa seolah-olah otaknya dilahap segerombolan ular merah. Ada pula yang sanggup membebaskan diri dari jaket pengikat orang gila sampai 7x, rontok giginya karena menggigit putus tali pengikat dari kulit yang membelenggunya, dan mampu membengkokkan dua batang teralis besi di jendela rumah sakit! Alasannya, pria itu merasa dikejar-kejar harimau.

Pendapat lain menduga manusia serigala adalah akibat persepsi keliru terhadap penyakit keturunan congenital porphyria. Menurut dr. Lee Illis dari Guy Hospital, London, pengidapnya amat tak tahan terhadap cahaya (karena itu mereka hanya bisa keluar malam hari), giginya berwarna merah atau coklat kemerahan, dan menunjukkan gejala gangguan jiwa (dari histeris ringan hingga depresi maniak). Borok lambat laun mengubah bentuk tangan mereka menjadi serupa cakar.

Namun, pendapat ini disanggah cendekiawan Almotarus, yang menjelaskan manusia serigala dalam bentuk manusia memiliki ciri khusus berupa mata cekung dan kering, serta kulit pucat. Selain itu luka pada kulit penderita jauh berbeda dengan kulit serigala.