Tampilkan postingan dengan label Legenda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Legenda. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 November 2013

Primbon-arti.blogspot.com Penyebab Kematian Raja Tut



Selama hampir seratus tahun, penyebab kematian Raja Tutankhamun menjadi misteri. Kini, misteri itu terpecahkan.

Raja Tut adalah salah satu firaun Mesir paling ternama. Dia meninggal dunia di usia sekitar 18 tahun pada lebih dari 3 ribu tahun lalu. Namun, apa yang menjadi penyebab kematiannya? Apakah dia mati karena kecelakaan? atau karena masalah kesehatan?

Ternyata, Raja Tut meninggal akibat kecelakaan saat ambil bagian dalam perlombaan balap kereta tempur.

Para peneliti beberapa waktu lalu mendapatkan kesempatan untuk mempelajari jenazah Raja Tut yang ditemukan pada 1922. Mereka menemukan dua kesimpulan.

Pertama, Tut kemungkinan besar terbunuh dalam perlombaan kereta tempur saat dia terjatuh dari kereta itu.

Para ahli yang melakukan otopsi virtual menemukan bahwa luka-luka yang diderita Raja Tut konsisten dengan seseorang yang tubuhnya hancur terlindas kereta tempur. Iga dan tulang pinggulnya hancur sementara jantungnya remuk.

Kedua, jenazah Tut terbakar karena kesalahan prosedur mumifikasi dan pembalseman yang menyebabkan daging terbakar secara spontan.

Para peneliti menemukan bahwa minyak balsem dikombinasikan dengan oksigen dan linen menyebabkan reaksi kimia yang 'memasak' tubuh Raja Tut dalam temperatur lebih dari 200 derajat celcius.

Salah satu peneliti, Chris Naunton mengatakan, "Terbakarnya tubuh sang raja dalam proses mumifikasi tidak lama setelah dikuburkan kemungkinan sama sekali tidak diduga. Itu adalah informasi yang sama sekali baru."

Jumat, 01 November 2013

10 Mitos yang Salah Tentang Sejarah Mesir Kuno

Bangsa Mesir Kuno penuh dengan aura misteri dan intrik terselubung, hal ini semakin dibuktikan oleh penemuan-penemuan arkeologis terbaru. Sayangnya, rasa kagum yang meliputi Mesir Kuno juga telah menghasilkan mitos yang tak terhitung jumlahnya.

Daftar ini akan menyelidiki kesalahpahaman yang paling umum tentang Mesir Kuno, dan mencakup beberapa penyimpangan yang menarik yang akan menerangi daerah baru dari budaya maju mereka.

10. Cleopatra Itu Sangat Jelita


Cleopatra VII,adalah Firaun terakhir dari Mesir Kuno, selalu menjadi tokoh budaya, yang terkenal karena kecantikannya yang sangat memikat . Ide ini telah diabadikan oleh semua orang dari Shakespeare untuk film sutradara Joseph L. Mankiewicz. 

Namun, koin Romawi menunjukkan Cleopatra memiliki fitur maskulin: hidung besar, dagu menonjol dan bibir tipis - bukan archetype dari setiap budaya yang ingin menampilkan sosok feminim yang anggun.

Di sisi lain, ia tidak memiliki kekurangan dalam kualitas intektualnya; sumber-sumber kontemporer mencatat kelebihan menonjol Cleopatra adalah sosok yang karismatik dan pintar, bukan kecantikan fisik.

9. Mesir Kuno Terobsesi Dengan Kematian

Membaca tentang Mesir Kuno dengan piramida mereka, mumi dan dewa-dewa , mudah untuk mencapai kesimpulan bahwa mereka sibuk dengan kematian.
Bahkan, tidak bisa lebih jauh dari kebenaran.Tenaga kerja berjumlah besar dari orang Mesir dalam upacara penguburan sebenarnya adalah suatu cara untuk memuliakan hidup. 

Sebagai contoh, banyak ilustrasi yang menghiasi bagian dalam makam adalah perayaan dari pertanian, berburu dan memancing. 

Selain itu, ornamen mahal yang terkubur dimaksudakan untuk membantu mereka yang mati mencapai akhirat, dimana mereka melanjutkan pekerjaan mereka di akhirat tanpa kesulitan. 

Mummifikasi adalah cara untuk menjaga mayat agar awet seperti manusia hidup, sebagai bentuk ideal dari kehidupan sehari-hari. Mesir jelas terobsesi dengan kehidupan, bukan kematian.

8. Mesir Kuno Punya Kontak dengan Alien

Ada beberapa yang percaya bahwa Mesir mempunyai kontak dengan alien. Mereka menyatakan bahwa piramida adalah prestasi super dan bahwa beberapa lukisan mural benar-benar menggambarkan makhluk luar angkasa. 

Ini menghina warisan dari bangsa Mesir Kuno. karena Piramida Besar di Giza secara matematis memang sangat menakjubkan, namun konstruksinya tidak melampaui kepandaian para ilmuwan astronom jenius dan arsitek pada masa itu.
Dan sementara Piramida Besar berdiri sebagai struktur tertinggi selama hampir 4000 tahun, itu tidak berarti bahwa orang Mesir berteman dengan alien, itu hanya berarti bahwa tidak ada budaya yangh bisa menyaingi orang Mesir dalam membangun monumen setinggi itu sampai abad ke-19. 

Mengenai mural, gambar di atas adalah penyebab dugaan Mesir kuno punya kontak dengan Alien

7. Peninggalan Mesir Kuno Sepenuhnya Primbon-arti.blogspot.com

Banyak yang percaya bahwa kita telah menemukan segala sesuatu tentang Mesir Kuno, Tentang Upacara Kematian dan prosesi penguburan. 

Ini tidak benar. Penemuan menarik masih terus berlangsung setiap hari tentang Mesir Kuno, mengungkap cahaya baru tentang peradaban mereka. 

Sebagai contoh, sebuah "perahu bertenaga surya" saat ini sedang diekstrak dari Piramida Besar. 

Hal ini diduga bahwa ,kapal surya ini akan memungkinkan Firaun yang mati untuk membantu dewa matahari Ra dalam pertempuran abadi dengan Apep, iblis dari kegelapan. 

Setiap malam, Dewa Ra berlayar dengan perahu surya ke dalam pertempuran dengan Apep dan saat fajar ia muncul dengan kemenangan dan berlayar di langit.

6. Hieroglyphs

Orang tampaknya menganggap bahwa orang Mesir Kuno menemukan hieroglif. Namun, hieroglif primitif itu mungkin dibawa ke Mesir oleh penjajah Asia Barat.
Mitos lain, dipicu oleh gambar ular dan kaki tanpa tubuh, adalah bahwa hieroglif adalah bahasa kutukan dan mantra magis.

Pada kenyataannya, sebagian besar waktu hieroglif digunakan untuk prasasti berbahaya atau penggambaran historis. 

Kutukan jarang ditemukan di kuburan dan sebagian dari mereka telah ditemukan impoten: "tahunnya akan berkurang", "Dia tidak akan memiliki pewaris". 

Menariknya, hingga Batu Rosetta ditemukan pada tahun 1798, dan kemudian diterjemahkan, kebanyakan ahli percaya bahwa hieroglif itu ilustrasi, bukan suara fonetik sebagaimana huruf alfabet.

5. Dekorasi Piramida

Hieroglif banyak menutupi interior makam Mesir Kuno dan istana. Tapi bertentangan dengan mitos, piramida hampir tanpa dekorasi. 

Memang, sampai saat ini piramida di Giza yang dianggap benar-benar polos di dalamnya. 

Anggapan ini hancur ketika hieroglif ditemukan di balik pintu rahasia di Piramida Agung beberapa bulan lalu. 

Juga, tidak semua piramida batu kapur berwarna berusia 4000 tahun : beberapa bagian, seperti pilar interior, dicat merah atau putih. 

Cat dasar dan tulisan tersembunyi masih tersisa di piramida yang sangat keras, itu adalah arsitektur mereka, bahwa semen piramida sebagai bangunan batu tertua dan paling populer di dunia.

4. Firaun Membunuh Pelayannya

Ketika Firaun meninggal, pelayan mereka tidak dibunuh dan dikuburkan dengannya seperti yang populer diyakini, dan beberapa pengecualian. 

Dua Firaun dari dinasti pertama Mesir yang dikenal telah mengubur pelayan mereka bersamanya. 

Kecenderungan manusia untuk menggeneralisasi telah menyebabkan mitos bahwa kejadian penguburan pelayan bersama tuannya adalah umum terjadi di antara 300 atau lebih Firaun lainnya. 

Firaun mungkin menyadari bahwa pelayan terpercaya mereka yang hidup lebih berguna daripada mati, sehingga mereka menguburkan diri dengan 'shabtis' sebagai gantinya. 

'shabtis' adalah patung-patung animasi untuk membantu para Firaun di akhirat.

3. Piramida Dibangun Oleh Budak

Gagasan bahwa budak membangun piramida di Mesir telah beredar sejak laporan sejarawan Yunani Herodotus dalam abad ke-5 SM. 

Hal itu ternyata palsu ketika makam berisi sisa-sisa pembangun piramida ditemukan di samping piramida di Giza. Warga Mesir Kuno yang dikubur di samping para Firaun akan menjadi kehormatan terbesar, tidak pernah diberikan kepada budak. 

Selain itu, sejumlah besar tulang sapi berhasil ditemukan di Giza menunjukkan bahwa daging sapi, makanan lezat di Mesir Kuno, adalah makanan pokok dari pembangun.

Sangat jelas dibuktikan bahwa Pembangun piramida Mesir adalah pengrajin terampil, bukan budak seperti kata filem Hollywood atau mungkin dalam bibel yang membuat orang berpikir.

2. Perbudakan Bangsa Israel

Ini berikut pada dari mitos sebelumnya dan jelas masalah yang rumit. Sayangnya bagi mereka yang mengikuti bibel sebagai account harfiah dari sejarah, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Israel diperbudak di Mesir Kuno. 

Kita tahu banyak tentang Mesir Kuno dari catatan menyeluruh mereka, namun mereka tidak pernah menyebutkan menjaga ras budak, mereka tidak pernah menyebutkan Sepuluh Tulah dan tidak ada informasi arkeologis yang menunjukkan jutaan Ibrani menghuni Mesir atau padang pasir. 

Selain itu, jutaan budak yang melarikan diri akan menghancurkan perekonomian Mesir, namun hal ini berkembang pada 2 milenium SM ketika eksodus besar-besaran diduga terjadi. 

Kemungkinan Bangsa Israel kala itu berada di bawah kasta-kasta terendah bangsa Mesir kuno, dan menjadi buruh kasar.. dan bukannya budak.

1. Kutukan Para Firaun

Populernya 'kutukan' mematikan bagi mereka yang membuka makam Firaun Tutankhamun adalah kemenangan propaganda media atas kerentanan masyarakat.

Mitos itu adalah tentang kutukan Tutankhamun membunuh sang sponsor ekspedisi Lord Carnarvon dan anggota lainnya dalam ekspedisi tersebut.
Meskipun beberapa teori telah datang dengan teori jamur berbahaya dan gas terakumulasi di dalam kubur, kematian mereka tidak memerlukan penjelasan khusus. 

Hanya 8 dari 58 prang yang hadir pada pembukaan makam Tutankhamun meninggal dalam belasan tahun. Pemimpin ekspedisi Carter, target yang paling jelas untuk dikutuk, namun dia hidup selama 16 tahun selanjutnya.

kebetulan lainnya adalah kasus bias konfirmasi: setiap musibah yang menimpa orang dalam ekspedisi itu berasal Kutukan Firaun. 

Kutukan adalah contoh utama dari impuls seseorang untuk percaya cerita menarik dan bukannya fakta.

Kamis, 31 Oktober 2013

Misteri 'Hobbit' di Flores dan Kaitannya dengan Manusia Modern Nusantara

Seorang profesor asal Australia bernama Michael J Moorwood menemukan fosil 'Hobbit' di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada tahun 2003. Ukuran fosil yang kecil dari ukuran tulang manusia modern itu membuat Moorwood meyakini hobbit adalah manusia purba berbadan kecil.

Namun Hobbit yang dikenal dengan nama Homo floresiensis ini menuai kontroversi. Banyak pakar yang menilai fosil berusia 12.000 tahun itu berukuran kecil karena penyakit, namun banyak juga yang meyakini ukuran fosil itu 'sehat'.

Penelitian terkait Hobbit ini masih berjalan hingga sekarang, namun tampaknya muncul harapan untuk menyudahi kontroversi tersebut. Para peneliti kini bergerak memanfaatkan teknologi penguraian DNA dari fosil hobbit, bekerja sama dengan peneliti asal Indonesia.

"Begitu banyak manusia purba yang ada di sini, lalu yang paling muda Hobbit itu. Temuan itu yang kontroversial sampai sekarang. Saya ditanya, apakah benar itu spesies baru atau karena penyakit? Saya sendiri tidak bisa menjawab," kata Deputi Direktur Eijkman Institute Herawati Sudoyo usai acara diskusi 'Human Evolution and Archaic Admixture' di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2013).

Terpilihnya teknologi DNA untuk menjawab misteri Hobbit ini berawal dari penemuan fosil manusia purba di gua Denisova, Siberia, Rusia, pada tahun 2006. Fosil tersebut berhubungan dengan manusia purba 400.000 tahun lalu yang disebut Neanderthal, dan yang mengejutkan juga memiliki kaitan dengan manusia modern di Filipina, Papua, Maluku, Australia, Oceania, dan Flores.

"Rabu (30/10) besok, kita berangkat ke Flores. Kalau mereka (peneliti asing) hanya mendampingi, kita mau ketemu kepala adat, lalu lihat data-datanya. Biasanya kita tak pernah turun langsung, biasanya pendekatan dulu, dan mulai dari awal kita selalu dibantu warga. Kita ingin melihat perbedaan antara yang normal dan pendek, orang situ yang tahu. Jadi kita kumpulkan dan kita data," tutup Herawati.

Herawati menambahkan melalui teknologi DNA, peneliti bisa mengetahui penyakit yang dialami Hobbit, makanannya, dan informasi lainnya yang tak terbayangkan banyaknya. Teknologi ini juga bisa menentukan manusia purba yang disebut Hobbit ini spesies baru atau tidak dari temuan fosil-fosilnya.

"Tapi data awalnya memang dari fisik dan antropologi. Cuma memang DNA memberikan jawaban lebih tepat dan lebih bisa dianalisis. Misalnya, kita bisa melihat gen-gen yang berhubungan dari metabolik, nutrisi, apa makanan mereka, kemudian gen yang berurusan dengan kepekaan terhadap penyakit. Jadi dari situ banyak informasi," ujar Herawati.

Penggunaan DNA dalam penelitian ini juga diharapkan mampu menjawab keterkaitan antara manusia modern saat ini dengan manusia purba yang hidup sejak masa pra sejarah. Sehingga para peneliti membutuhkan genom DNA dari fosil manusia purba dan DNA dari manusia modern yang diduga atau terbukti memiliki hubungan.

"Kita bisa mengungkap urutan DNA Naenderthal, seperti kita ketahui bahwa Neanderthal itu terakhir hidup 30.000 tahun lalu, dan pemurnian dari DNA dapat dilakukan saat ini. Jadi kita dengan memiliki sample sedikit, bisa melakukan pemeriksaan DNA," kata Deputi Direktur Eijkman Institute Herawati Sudoyo di lokasi yang sama.

Penemuan ini selangkah lebih maju untuk menjawab mata rantai yang hilang dari teori evolusi manusia Charles Darwin. Rahasianya adalah meneliti DNA fosil yang ditemukan untuk mendapatkan segudang informasi kehidupan si pemilik fosil saat hidup.

"Tantangan khusus dalam menganalisis urutan DNA dari gugus kromosom atau genom Neanderthal adalah bahwa fragmen DNA yang paling Neanderthal diharapkan identik dengan manusia masa kini," kata peneliti dari Universitas California, Richard Edward Green, di lokasi yang sama.

Kamis, 17 Oktober 2013

Misteri Kematian Bruce Lee


1940 adalah tahun naga, pada tahun itu di suatu rumah sakit di San Fransisco lahirlah Lee Hsiao Lung. Dokter yang menangani kelahiran bayi itu, memberinya nama Inggris, Bruce. Demikianlah sang legenda terlahir.

Saat berusia 6 tahun Bruce kecil sudah berakting untuk pertama kalinya dalam film berjudul â??A Beginning Of A Boyâ??. Hal ini tidak mengherankan karena ayahnya Lee Hoi Chun adalah seorang aktor film.

Bruce Lee
Sebenarnya Bruce adalah anak yang rapuh bahkan ia termasuk anak yang susah makan. Sehingga ketika dia terlibat perkelahian ala jalanan ia mengalami kekalahan. Waktu itu ia berumur 14 tahun. Setelah berdiskusi dengan ibunya, ia memutuskan belajar seni bela diri.

Jenis ilmu bela diri yang ia pelajari adalah Wing Chun, ia berguru dengan Sifu Yip Man. Ia juga berguru dengan master kungfu Siu Hon Sung. Biasanya dibutuhkan tiga minggu untuk menguasai 30 jurus Siu Hon Sung, Bruce Lee hanya memerlukan tiga malam saja. Disamping itu Bruce Lee juga mendapat ketrampilan anggar dari ayahnya. Ada satu hal unik, Bruce Lee tidak hanya mahir beladiri. Ternyata ia pintar menari cha-cha bahkan pada tahun 1958 ia berhasil meraih trophy Hongkong Cha-Cha Championship.

Seiring dengan berjalannya waktu, Bruce lee ingin sekali menguji keahlian kungfunya dalam perkelahian yang sesungguhnya. Maka ia pun terlibat dalam perkelahian jalanan. Polisi memberi peringatan kepada ibunya jika Bruce tidak menghentikan ulahnya maka ia akan ditahan. Lalu ayahnya membuat keputusan untuk mengirim Bruce ke Amerika agar menjadi orang yang lebih bertanggung jawab.Dengan berbekal 100 US$ berangkatlah ia ke tanah kelahirannya San Fransisco dengan kapal laut. Dalam perjalanan Bruce masih sempat mencari uang dengan memberi kursus tari cha-cha.

Di San Fransisco, Bruce dititipkan kepada teman ayahnya, Ruby Chow, pemilik sebuah restoran. Bruce pun ikut bekerja di restoran tersebut. Setelah menyelesaikan SMA, Bruce masih giat membina fisiknya. Baginya tidak cukup sekedar menjadi ahli seni bela diri yang baik, ia harus menjadi yang terbaik.

Bruce pun kemudian memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Seattle dan mengambil jurusan filsafat. Di universitas tersebut ia bersua dengan sesama teman dari Asia bernama Taki Kimura Kimura pernah mengalami serangkaian serangan rasialis. Didasari belas kasihan, Bruce memotivasi Kimura untuk meningkatkan harga dirinya dengan cara melatih dia seni beladiri. Inilah cikal bakal sekolah seni beladiri kungfu dan tidak lama kemudian sekolah itu pun berdiri. Sekolah ini terbuka untuk umum atau bagi siapa saja yang berminat. Berbeda sekali dengan di Hong Kong. Di Hong Kong, kung fu adalah ilmu rahasia yang tidak boleh sembarangan diajarkan kepada orang. Hanya orang terhormat saja yang boleh mempelajari kung fu.

Tahun 1961 ia berjumpa dengan seorang gadis bernama Linda Emery. Mereka jatuh cinta, menikah, lalu lahirlah Brandon disusul Shannon dua tahun kemudian.

Tahun 1964, dalam suatu turnamen karate, Bruce mendemonstrasikan jurus pukulan satu inchi yang legendaris. Seorang producer acara televisi sangat terkesan dengan penampilan Bruce yang penuh intensitas dan konsentrasi. Lalu ia melakukan pendekatan pada pihak Bruce Lee. Setelah melalui screening test, akhirnya Bruce mendapat peran sebagai kato dalam film Green Hornet. Kato hanyalah peran pembantu dalam film itu, namun popularitasnya mengalahkan peran utamanya, terlebih di Hong Kong

Van Williams, bintang utama Green Hornet, menceritakan tentang banyaknya stunt-man terluka karena gerakan Bruce, akibatnya sukar mencari stunt-man yang bersedia bekerja dengan Bruce. Bruce juga memiliki gerakan yang teramat cepat untuk ditangkap oleh kamera sehingga Bruce terpaksa memperlambat pergerakannya.

Setelah proyek â??Green Hornetâ?? usai Bruce membuka sekolah kung fu lagi yang baru bernama â??Lee Jun Fan, Gung Fu Instituteâ??. Di tempat inilah Bruce Lee belajar menggunakan senjata nunchaku. Para pesohor pun belajar kung fu di tempat ini seperti Kareem Abdul-Jabbar, James Coburn, dan Steve McQueen. Popularitas Bruce pun meningkat dan ini menaikkan nilai seorang Bruce Lee, untuk satu sesi latihan selama satu jam harga yang ditetapkan 300US$.

Di sekolah yang baru itu pula lah Bruce menciptakan teknik Jeet Kune Do, teknik memotong serangan. Bruce berpendapat memotong serangan lebih baik dan lebih cepat dari pada menahan lalu melakukan serangan.

Tahun 1967, Bruce membintangi â??A Man Called Ironsideâ??, sebagai seorang master martial art, Bruce sering melakukan adegan berbahaya sendiri tanpa stunt-man. Karir filmnya terus berlanjut, sampai akhirnya ia bisa memenuhi apa yang dicita-citakan yaitu dibayar lebih mahal daripada Steve McQueen perfilm.

Dengan pertimbangan tertentu Bruce memutuskan melanjutkan karir filmnya di Hong Kong. Beberapa film dibintanginya, sekarang Bruce sudah dianggap sebagai pahlawan nasional. Tidak puas dengan itu semua, dia membuka perusahaan sendiri karena ia ingin menulis skenario, menyutradarai, sekaligus membintangi film selanjutnya. Lagi-lagi Bruce berhasil, beberapa film produksi perusahaannya laris manis di pasaran.

Setelah berbagai film dibuat dan berbagai kesuksesan diraih, pada tanggal 10 Mei 1973 Bruce tiba-tiba pingsan selama setengah jam saat mengisi dubbing untuk â??Enter The Dragonâ??. Dokter memberinya resep Manatol, obat untuk mengatasi gejala brain swelling (pengembangan otak).

Pada 20 Juli 1973, Bruce berencana akan bertemu dengan Raymond Chow dan Betty Ting Pei, yang akan menjadi salah satu bintang dalam film â??Game of Deathâ??. Di rumah Betty, Bruce mengeluh sakit kepala kemudian dia meminum Aguagesic, obat sakit kepala yg biasa dikonsumsi Betty. Lalu Bruce merebahkan diri, saat tertidur ternyata serangan brain swelling datang kembali. Akhirnya Bruce meninggal di ruang gawat darurat RS Queen Elizabeth.

Misteri Di Balik Kematian Bruce Lee
Kabar kematian Bruce Lee sangat mengejutkan, bahkan banyak yang tidak percaya. Berbagai spekulasi tentang kematiannya bermunculan, seperti:
  • Dia dibunuh oleh gangster karena menolak membayar uang keamanan, suatu praktek yang lazim dalan dunia perfilman Hong Kong saat itu.
  • Dia dibunuh pendekar shaolin yang marah karena Bruce telah menyebarkan kung fu kepada semua orang di penjuru dunia
  • Bruce dikutuk karena telah membeli rumah berhantu
  • Bruce meninggal saat berselingkuh dengan Betty Ting Pei
  • Kebanyakan orang Cina yakin Bruce tewas karena terlalu keras berlatih kung fu

Terlepas dari spekulasi tersebut, fakta medis menyebutkan Bruce meninggal setelah mengalami koma karena Cerebral Edema, pembengkakan otak karena cairan yang berlebih.

Selasa, 15 Oktober 2013

Geger Sosok Nyi Roro Kidul Di Obor Api Monas


Orang Indonesia mana yang belum tahu Tugu Monas? Bisa dipastikan semuanya tahu, namun yang jadi persoalannya pernahkah anda melihat sosok wanita di obor api Tugu Monas? Penasaran, yuk simak selengkapnya dibawah ini.

Monumen Nasional (Monas), sebagaimana dilansir indocropcircles.wordpress.com, berada dipusat kota Jakarta yaitu di Lapangan Monas Jakarta Pusat, atau ke arah selatan dari Istana Negara di Jakarta. Tugu Peringatan Nasional yang satu ini merupakan salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat melawan penjajah Belanda.

Dibangun pada tahun 1959 dan selesai pada tahun 1960. Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obelik yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 meter (433 kaki) yang dibangun di areal seluas 80 hektar.

Tugu ini diarsiteki oleh R.M. Soedarsono dan Friedrich Silaban (arsitek Mesjid Istiqlal), dengan konsultan Ir. Rooseno. Resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Dalam sejarahnya, Monas mengalami lima kali pergantian nama, yang pertama yaitu Lapangan Gambir karena dulu merupakan daerah Pasar Gambir.

Kemudian ganti nama lagi menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga.



Friedrich Silaban (1912-1984) Bung Karno menjulukinya sebagai “by the grace of God” karena kemenangannya mengikuti sayembara desain Mesjid Istiqlal dan pembangunan Monas… Friedrich Silaban, seorang penganut Kristen Protestan yang taat kelahiran Bonandolok, Sumatera Utara, 16 Desember 1912, wafat dalam usia 72 tahun pada hari Senin, 14 Mei 1984 RSPAD Gatot Subroto Jakarta, karena komplikasi beberapa penyakit yang dideritanya.

Biasanya pada hari-hari libur, seperti hari Minggu atau hari libur sekolah, banyak masyarakat yang berkunjung kesini. Dalam masa kurun waktu beberapa tahun belakangan ini, malah semakin banyak orang datang kesini.

Monas adalah Indonesia, Indonesia adalah negara bermacam kultur, ras dan agama – Negara Kesatuan, dan monas juga melambangkan “Bhinneka Tunggal Ika” atau “Unity in Diversity“. Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi.

Selain itu di Kompleks Taman Monas juga terdapat diorama tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia. Tempat itu bisa dilihat di bawah tanah dekat monumen ini, tepatnya dekat dengan patung Pangeran Diponegoro. Para pengunjung dapat naik hingga keatas dengan menggunakan elevator. Hingga saat ini sejak pagi hari apalagi di tiap akhir Minggu, antrian naik ke tugu Monas kian ramai.

Lidah api atau obor diatas tugu monas merupakan simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin mencapai kemerdekaan. Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 38 kilogram. Dan 28 kilogram di antaranya adalah sumbangan dari Teuku Markam , salah seorang saudagar Aceh yang pernah menjadi orang terkaya Indonesia.

Teuku Markam pun ikut membebaskan lahan Senayan untuk dijadikan pusat olah raga terbesar Indonesia bahkan se- Asia Tenggara.



Teuku Markam turunan Uleebalang. Lahir tahun 1925 memasuki pendidikan wajib militer di Koeta Radja (Banda Aceh sekarang) dan tamat dengan pangkat letnan satu.

Lahir tahun 1925, Teuku Markam merupakan keturunan Uleebalang. Ia menjadi pemuda dan memasuki pendidikan wajib militer di Koeta Radja (Banda Aceh sekarang) dan tamat dengan pangkat letnan satu.

Teuku Markam bergabung dengan Tentara Rakyat Indonesia (TRI) dan ikut pertempuran di Tembung, Sumatera Utara bersama-sama dengan Jendral Bejo, Kaharuddin Nasution, Bustanil Arifin dan lain-lain.

Selama bertugas di Sumatera Utara, Teuku Markam aktif di berbagai lapangan pertempuran. Bahkan ia ikut mendamaikan bentrokan antara pasukan Simbolon dengan pasukan Manaf Lubis. Dan masih banyak bantuan-bantuan Teuku Markam lainnya yang pantas di catat dalam sejarah Indonesia.



Relief sejarah Indonesia di Taman Monas, Jakarta. Terlihat sosok Mahapatih Gadjah Mada berada dibarisan terdepan. Gadjah Mada memperingatkan kerajaan diluar kepulauan Nusantara agar tidak menyerang wilayah Nusantara setelah mereka berikrar untuk bersatu menjadi wilayah kepulauan terbesar di dunia.

Sosok Wanita di Api Obor Monas

“Apa yang ada diatas tugu Monas? Gambar apa yang terlihat dari lidah api di atas monas itu?”

Sosok perempuan sedang duduk simpuh dengan gerai rambutnya yang panjang. Rambut atasnya disimpul seperti sanggul kecil. Duduk menghadap langsung ke Istana Negara.” Patung lidah api terbalut emas itu menggambarkan seorang perempuan. Ternyata bukan gambar abstrak lidah api semata. Dapat dilihat dari sisi sebelah kiri Monas di Jalan Medan Merdeka Barat sebelah utara, dekat dengan Istana Presiden.

Patung yang bersosok perempuan itu sengaja dibuat dengan sebaik-baiknya agar orang yang melihatnya tidak mengetahuinya secara langsung, begitu hebatnya Bung Karno sebagai penggagas dan juga sang arsitek yang membuatnya.



Jika peradaban manusia mungkin bisa punah, maka paling tidak Indonesia sudah punya peninggalan berupa warisan para pemahat ulung di zaman modern, pembuatan tahun 2000-an ini. Salah satunya ialah patung penari cantik di Monas, Dewi Pertiwi. Ukiran dan pahatannya sangat halus dan detail. (sources: wikipedia)

Presiden Soekarno juga sudah mengetahui sosok patung “tak terlihat” ini. Sosok perempuan itu sangat akurat mengarah ke istana Presiden. Jadi, disaat kita berada di halaman Istana Presiden, patung tersebut paling mudah untuk dikenali.

Sedangkan dari sisi lainnya akan susah untuk dikenali, apalagi jika anda ada di daerah Medan Merdeka Selatan, takkan terlihat – karena Anda hanya melihat punggungnya. Apa tujuan pembuatan lidah api sebagai simbol semangat yang membara dengan sosok perempuan tersebut? Tiada orang yang tahu persis.

Beberapa orang hanya beranggapan bahwa sosok itu dibuat karena Presiden Soekarno sangat menghormati perempuan. Atau mungkin juga sang arsitek sengaja membuatnya agar setiap Presiden Indonesia bisa melihat sang “Ratu” atau “Puteri” atau “Dewi” ini ke arah nyala obor diatas monas.

Perancang relief ini mungkin juga bermaksud agar sang wanita layaknya menyemangati pekerjaan berat yang sedang diemban sang Presiden. Agar presiden tetap terpacu, tidak melunturkan tekadnya, tak mudah menyerah dan semangatnya tetap menyala untuk memakmurkan rakyatnya dan membangun negeri yang besar ini.

Atau bisa jadi juga bermaksud agar setiap Presiden Indonesia merasa akan diawasi oleh sang sosok wanita itu sebagai layaknya Ibu kita, Ibu Negeri, “Ibu Pertiwi”. Apapun alasannya tapi masalah misteri api obor ini masih merupakan suatu misteri. Namun hingga kini, banyak kontroversi mengenai siapa sosok itu. Sosok perempuan misterius ini tidak mungkin dibuat “tanpa nama” alias asal berwujud saja.

Apapun kontroversi dan konspirasi tentang masalah ini, namun yang jelas relief sosok perempuan yang terwujud di api obor bagian atas Monas yang berlapis emas tersebut bukanlah isapan jempol! Untuk bapak-bapak kita atau orang tua yang berusia 60 tahun keatas, sebagian besar juga pernah mendengar mitos ini.

Akan tetapi jangan tak percaya, karena anda juga dapat melihatnya dengan mata kepala sendiri. Jangan lupa jika sedang berada disekitar Istana Negara, pandanglah ke arah monas pada relief kobaran api obornya, terlihat kan?


Wujud relief wanita pada obor api diatas Tugu Monumen Nasional (Monas) Jakarta. (courtesy: yudiweb)

Pandangan terbaik untuk melihat sosok wanita ini adalah jika anda berada dibagian utara tugu ini.



Antara Monas dan Istana Presiden, jika ditarik garis lurus maka akan menjadi garis pandangan terbaik untuk melihat sosok wanita ini, karena sosok wanita tersebut duduk simpuh dan menghadap langsung ke Istana Presiden.

Dan hebatnya, jika anda melihatnya secara jarak dekat – misal memakai teropong, relief sosok wanita tersebut justru menjadi semakin tidak jelas dan semakin tak terlihat bahkan lenyap. Hanya terlihat relief api obor?!

Relief tersebut tak terlihat karena sosok tersebut hanya dapat dilihat dari kejauhan, karena jika dari jarak dekat, yang terlihat hanyalah relief ukiran api obor yang berbentuk abstrak.


Lukisan ilustrasi Ratu Pantai Selatan, sang Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul.

Sudut penglihatan terbaik adalah jika anda berdiri segaris lurus antara tugu Monas dan Istana Presiden yang berada di jalan Merdeka Utara. Begitu misteriusnya sosok wanita ini bahkan hingga konspirasinya sampai ke arah dunia mistis. Karena bisa jadi sosok itu adalah sosok relief dari Ratu Pantai Selatan, sang Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul….Believe it or not?

Silahkan pergi ke Monas dan lihatlah dengan mata dan kepala anda sendiri. Terlihatkah oleh Anda, bahwa relief api obor tersebut seperti sosok patung seorang wanita sedang duduk simpuh diatas Monas…??? Are you believe it? Just prove it …

Bukti sosok relif wanita tersebut hanya akan peroleh dalam pembuktian lapangan saja alias buktikan sendiri karena pada gambar artikel sosok tersebut tidak berwujud. Mengapa tidak berwujud? karena relif wanita hanya dapat terlihat pada jarak pandangan dari jauh, bukan pada jarak dekat. 

Harta Karun dan Rahasia Rempah di Borobudur


Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) akan kembali digelar pada tanggal 17-20 Oktober 2013. Festival ini diadakan oleh Samana Foundation yang berkedudukan di Borobudur dan Jakarta, dan didukung penuh oleh PT. Taman Wisata Candi (PT. TWC).

Pergelaran BWCF 2013 akan mengangkat tema “Arus Balik: Memori Rempah dan Bahari Nusantara, antara Kolonial dan Poskolonial”. BWCF 2013 akan diikuti oleh sekitar 250 penulis dari dalam dan luar negeri.

“Acara utamanya adalah Writers Forum dan Seminar, yaitu kegiatan pertemuan, dialog dan musyawarah yang melibatkan 250 penulis, sejarawan, arkeolog, dan jurnalis nasional,” ujar Yoke Darmawan, direktur Borobudur Writers and Cultural Festival 2013, dalam keterangan tertulisnya Minggu, 13 Oktober 2013.

Festival itu akan berlangung selama empat hari, 17 hingga 20 Oktober 2013, di sejumlah tempat, antara lain di Hotel Manohara, Borobudur, dan Rumah Buku Dunia Tera, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Sementara di Yogyakarta, akan bertempat di Hotel Royal Ambarrukmo, Hotel Hyatt Regency, dan Hotel Sheraton Mustika, Yogyakarta.

Acara yang digelar misalnya Wacana Rempah, berupa pembahasan kekayaan kuliner Nusantara dalam perspektif kesejarahan dan budaya. Acara itu akan diisi oleh para tokoh kuliner dan rempah serta sejarawan-arkeolog. Di antaranya, Jaya Suprana yang akan memberikan kuliah tentang “Jamu, Khazanah Herbal dan Kekayaan Rempah Nusantara”.

Di acara itu juga akan tampil Prof. Dr. Timbul Haryono yang akan membahas “Sejarah Makanan dan Gaya Hidup Nusantara dari Zaman Jawa Kuno hingga abad ke 21”. Selain diskusi, akan digelar juga panggung seni, pemutaran film, dan pesta buku.


Candi Borobudur

Pada acara “Writers Forum dan Seminar” akan dibahas jalur utama rempah-rempah yang telah mengubah dan membentuk peta kekuatan maritim di Nusantara di masa lalu. Bagaimana rempah-rempah membuat nusantara masuk dalam percaturan ekonomi global, seperti Banten yang mengekspor lada sampai ke Eropa.

Tema itu menarik karena akan dikupas perihal “Harta Karun di Laut & Kapal Karam di laut Nusantara”, dan “Kemampuan Maritim Nusantara” sejak zaman pra-sejarah, masa Sriwijaya dan Majapahit.
“Yang menarik, dalam pembahasan ‘Pengalaman dari Laut’, akan hadir seorang penombak Ikan Paus dari Lamalera NTT. Dia akan bercerita mengenai pengalaman di laut, sastra dan teologi laut di daerah itu,” ujar Yoke.

Rencananya seorang pelayar (pelaut) dari Mandar Sulawesi Selatan akan hadir bercerita bagaimana peradaban bahari telah membentuk kultur masyarakat di Sulawesi pada umumnya. Juga pembahasan tentang “Cheng Ho dan Nusantara”, oleh para peneliti dan penapak tilas pelaut besar China ini, yang dilengkapi dengan pembahasan mengenai “Penjelajah & Kapal Nusantara”.

“Ada juga presentasi oleh pihak yang terlibat dalam proses rekonstruksi kapal berdasarkan relief di candi Borobudur dan bagaimana kemudian kapal itu dicoba untuk berlayar ke Ghana melalui Madagaskar,” kata Yoke.

Acara itu akan ditutup dengan pemberian Sang Hyang Kamahayanikan Award 2013 kepada tokoh yang berjasa mengembangkan dan mengkaji sejarah dan peradaban Nusantara.

Festival ini pertama kali diadakan Oktober 2012, dengan tema “Memori dan Imajinasi Nusantara: Musyawarah Agung Penulis Cerita Silat dan Sejarah Nusantara”. Pada festival tahun lalu itu, hadir kurang lebih 350 penulis cerita silat dan penulis berlatar sejarah Nusantara di antaranya Seno Gumira Ajidarma, dan Arswendo Atmowiloto.

Pada perhelatan tahun lalu, anugerah Sang Hyang Kamahayanikan Award 2012 diberikan kepada SH Mintardja, seorang penulis cerita silat yang sangat produktif dan telah memberi kontribusi besar terhadap pemahaman sejarah Nusantara.

Sabtu, 12 Oktober 2013

Ternyata Keturunan 'Manusia Es' Masih Ada Hingga Sekarang

Pada tahun 1991 silam, seorang pejalan kaki menemukan jasad manusia es membeku di pegunungan Alpen, di wilayah Italia.

Kemudian, para peneliti mengadakan investigasi terhadap manusia es yang disebut 'Oetzi' ini hingga sekarang. Penelitian tersebut didasarkan oleh analisa DNA penduduk di Tyrol, Austria.





Hasilnya, sebanyak 19 warga Tyrol, Austria memiliki kesamaan DNA dengan Oetzi. Peneliti menduga bahwa belasan warga tersebut adalah titisan atau keturunan dari Oetzi. Meski ini dinilai sebuah temuan yang luar biasa, namun peneliti mengungkapkan bahwa keturunan Oetzi masih mungkin ditemukan lebih banyak lagi di kawasab Swiss dan Italia.

"Kami telah menemukan mitra kerja di Swiss dan Italia, sehingga kita dapat melanjutkan penelitian kami," ujar Walther Parsin dari Institute of Legal Medicine.