Tampilkan postingan dengan label Menakjubkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menakjubkan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Oktober 2013

Pengalaman Menolak Tawaran Rp500 juta untuk Seekor Burung Gagak

Ini kisah sahabat saya yang kesadaran agamanya luar biasa. Saya menjadikannya sebagai guru. Marilah simak kisahnya untuk jadi renungan bagi kita semua, alangkah indahnya bila Allah menganugrahkan kita kemampuan untuk bisa mencontohnya. Sahabat ini sebutlah namanya Ahmad.



Suatu sore menjelang maghrib, di depan Masjid Agung Ujungberung, Bandung, Ahmad bertemu seorang bapak yang membawa seekor burung gagak hitam. Burung itu dibawa-bawa kesana kemari. Melihatnya seperti tak menentu, Ahmad bertanya:

“Pak, mau dibawa kemana itu burung?”
“Iya mau dijual nih, beli sajalah sama Bapak!”
“Mau dijual berapa?”
“Bayar sajalah Rp. 50.000, saya butuh buat ongkos pulang Pak!”

Melihat hari sudah hampir maghrib dan si bapak sedang butuh uang untuk ongkos pulang, Ahmad tergerak menolongnya. Ia tidak banyak bertanya langsung membelinya. Bahkan entah mengapa, hatinya tergerak memberikan uang yang ada disakunya semuanya.

“Pak, bawa saja uang ini semuanya, buat ongkos dan lumayan buat anak istri di rumah ya!”
Si penjual burung tentu saja kaget: “Lho Pak, saya nawarkannya lima puluh ribu, kok dibayar segini?” Ahmad memberikan Rp. 150.000 dari sakunya tanpa sisa. Burung itu selintas agak istimewa, bulu-bulu dan kakinya semuanya berwarna hitam legam.

Baru beberapa hari, burung itu dipelihara di rumahnya, datanglah hal aneh diluar dugaan. Ada orang mengetahui, entah darimana datangnya, bahwa Ahmad punya seekor burung gagak hitam. Orang itu menawarnya Rp. 2,5 juta. Ahmad kaget tapi tidak tertarik dengan tawaran itu. Ia hanya berfikir: “Masa membelinya hanya Rp. 150.000, mau dibeli 2,5 juta?

Apa tidak aneh? Yang bener aja… itu kan tidak wajar.” Beberapa hari orang itu datang lagi dan menaikkan harganya menjadi 5 juta rupiah. Ahmad makin heran dan tidak juga menjualnya. Beberapa hari kemudian, orang itu datang dan datang lagi. Kedatangannya mulai dirasakan cukup memusingkan karena datang berulang-ulang sedang Ahmad tidak mau melayaninya.

Ia mencari-cari Ahmad, bertanya kesana-kemari, menemui dan menemuinya lagi. Ahmad mulai merasa terganggu oleh urusan aneh ini. Sangat mengherankan, orang itu terus menaikkan harganya menjadi 10 juta, 50 juta hingga 250.000 juta hanya untuk seekor burung gagak. Seekor burung gagak akan dibeli dengan harga Rp. 250 juta?? Wooooww …..

kalau terjadi pada saya atau Anda pasti sudah menerkamnya, jangankan 250 juta, 5 juta sajalah, pasti sudah gembira bukan kepalang, iya kan?? Ahmad semakin heran dan tetap mempertahankan tidak menjualnya. Hatinya berbicara, semakin tinggi tawarannya semakin tidak mau ia menjualnya. Pasti ada sesuatu dengan burung itu, sesuatu yang tidak normal dan tidak wajar.

Akhirnya, karena memaksa terus, dalam suatu dialog dengan pembeli yang terus memaksanya itu, Ahmad bertanya:

“Pak sebenarnya untuk apa burung itu? Bapak menawarnya dengan harga tidak wajar. Terus terang, saya tidak akan menjualnya karena harganya aneh. Saya tidak tertarik dengan uang besar yang didapatkan dengan tidak wajar. Masa bapak membeli seekor burung dengan harga ratusan juta. Apa tidak aneh? Apa bapak tidak berfikir? Bapak ini siapa dan darimana?”

Orang itu pun akhirnya bercerita. Ia diutus oleh bosnya, seorang pengusaha Cina yang sedang membangun sebuah gedung bisnis pertokoan besar berkelas internasional. Ternyata itu adalah gedung yang saat itu sedang dibangun dan belum selesai di perempatan Jl. Soekarno-Hatta dan Kiara Condong. Pada tahun 2008, semua orang Bandung yang melewati perempatan strategis itu bisa menyaksikan pembangunan sebuah gedung pertokoan yang besar milik jaringan bisnis Perancis yang sekarang sudah berjalan. Ahmad menjadi tahu dan semakin kuat untuk tidak menjualnya. Rupanya burung itu akan disembelih sebagai tumbal keselamatan dan kelancaran bisnis perusahaan internasional itu.

Berulang-ulang, ketika menceritakan peristiwa ini semua kepada penulis sebagai sahabat dekatnya, Ahmad berpendirian, ia tidak mau memiliki uang besar dari cara yang tidak wajar walaupun secara hukum agama halal. Menurutnya, dan ia sangat meyakininya, memiliki uang dari cara seperti itu tidak akan berkah buat kehidupannya, tidak akan membawa kebaikan pada dirinya. Ia sering melemparkan pertanyaan kepada saya: “Apakah wajar seekor burung harganya ratusan juta?” Yang saya kagumi, prinsip itu dipegangnya sambil ia sendiri sering tidak punya uang bahkan sedang ditagih terus oleh cicilan motornya yang harus dibayar Rp. 400 ribu/bulan yang lunasnya masih lama. Sebagai orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap, beban ekonominya untuk memenuhi kebutuhan lain pun sering kerepotan.

Ia meneruskan kemuliaannya:

“Selain uang itu tidak wajar, membayangkan uang banyak, saya bukannya senang tapi malah takut. Saya takut hidup saya terpengaruh oleh uang itu. Saya takut tidak bisa membawanya, takut tidak amanat. Saya takut hidup saya menjadi tidak wajar.

Ketika memiliki uang sebanyak itu, siapa pun dipikirannya pasti membeli ini membeli itu, belanja ini-itu, segala dibeli, yang tidak perlu pun dipikirkan, foya-foya.. wong uangnya banyak. Iya kan? Nah, itukan hidup yang gak bener. Saya tidak mau seperti itu.

Saya pun pasti akan sama, membeli ini itu yang tidak perlu dan hidup saya akan berubah jadi tidak normal. Saya sangat yakin dengan rizki Allah, tak pernah takut sedikit pun. Saya lebih senang hidup wajar saja seperti ini.

Ketika lapar saya berusaha mencari makan, ketika ada kebutuhan saya bekerja, disuruh orang mengerjakan apa dan imbalannya saya terima. Mendapat uang dari hasil keringat sendiri jauh lebih nikmat saya rasakan.

Allah menganugrahkan saya pikiran dan tenaga untuk digunakan secara maksimal, amanat yang akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak, bukannya menempuh cara-cara tidak normal dan tidak wajar.

Mendapat sesuatu dengan terlalu mudah, apalagi dengan cara tidak baik, menurut hati saya itu tidak benar. Apalagi, ini yang membuat saya semakin tidak mau menjualnya, burung itu akan disembelih sebagai tumbal. Berarti saya memfasilitasi kemusyrikan. Walaupun mereka bukan Muslim, tapi saya kan tidak mau menyediakan fasilitas untuk itu. Saya takut Allah murka pada saya.”

Saya hanya bergumam: “Subhanallah.., ada orang seperti ini di zaman sekarang! Tidak tertarik dengan uang besar hanya karena alasan tidak wajar, tidak berkah, takut tidak amanat, bukan karena haram. Allahu akbar…!” Saya bersyukur kepada Allah didekatkan dengan orang seperti ini. Kesadarannya lebih dari ulama. Saya harus banyak belajar darinya.

Karena namanya juga pengusaha non-Muslim yang mengimani pertumbalan dalam menjalanan bisnis sebagai syarat keberuntungan, utusan itu rupanya tidak menyerah, ia pun datang lagi. Karena sangat heran ada orang zaman sekarang tidak tertarik dengan uang sebanyak itu, halal lagi, orang itu datang dua mobil dengan rombongannya sebanyak delapan orang.

Ternyata, termasuk dukunnya yang memberikan nasehet pada pengusaha Cina untuk menyembelih gagak hitam yang dimiliki Ahmad untuk kelancaran usahanya itu. Setelah mereka datang menemui Ahmad, mereka mematok harga terakhir Rp. 500 juta rupiah untuk burung gagak hitam yang istimewa itu. Mereka berusaha meyakinkan bahwa mereka serius, tidak main-main. Untuk meyakinkan, Ahmad diajak melihat uang itu di dalam mobil.

Masya Allah.., tercengang juga Ahmad menyaksikan sebuah koper berisi uang cash gepokan seratus ribuan yang masih baru dengan jumlah nominal 500 juta rupiah. Sang dukun duduk di mobil dan mengawasinya. Badannya besar dengan cincin-cincin di jari tangannya persis seperti tukang obat dipinggir jalan. Sang dukun, menurut Ahmad, melihat Ahmad bukan sebagai orang biasa, bukan orang sembarangan, orang yang mempunyai “ilmu” (Saya juga tahu Ahmad memang bukan orang sembarangan …)

Karena itulah justru harga burung itu semakin tinggi karena dibeli bukan dari orang biasa-biasa, berarti memang jimat yang istimewa. Mereka mengatakan, kalau Ahmad tidak percaya dengan keaslian uang itu, mereka siap mentransfernya lewat rekening bank.

Reaksi Ahmad bukannya senang. Yang membuat Ahmad semakin tidak suka, sambil memperlihatkan uang itu, diantara mereka ada yang nyeletuk agak menyinggung, agak merendahkan, menganggap bodoh karena menolak uang sebanyak itu. Ahmad pun akhirnya berang dan marah. Merasa sudah dipaksa-paksa selama beberapa minggu dan mengganggu ketenangannya, ia kemudian membentak mereka semua sebagai orang bodoh dan hina, yang hidupnya sudah gelap.

Ketika mereka mau melawan, bentakkan Ahmad semakin keras dan menantang mereka semua berkelahi termasuk dukunnya. Dukun itu diteriaki, disuruh turun dan dibentak habis-habisan sambil ditantang untuk membuktikan kehebatannya kalau ia memang hebat. Melihat “bukan orang sembarangan” itu marah-marah dan berteriak-teriak, dan takut terjadi keributan yang lebih besar, mereka tidak berani memenuhi tantangan Ahmad. Mereka ketakutan dan buru-buru naik mobilnya, diusir dan kemudian kabur alias ngaciirr…… dan jenis burung cerdas yang pertama kali mengilhami manusia bagaimana menguburkan orang mati pada zaman Nabi Adam itu, selamat dari kematian buruknya, disembelih sebagai tumbal.

Beberapa hari kemudian, ketika kami bertandang silaturahmi ke sebuah pesantren di Garut, kami menceritakan pengalaman itu kepada kiayinya. Sang kiayi memintanya agar burung itu dipelihara saja di pesantrennya. Ahmad yang cukup pusing dan tidak sedikit pun menganggap burung itu istimewa, menyetujuinya. Sang The Black Crowitu pun dihijrahkan ke pesantren tersebut.

Mungkin, karena burung itu memang bukan burung sembarangan, esoknya, sungguh aneh, di tempat yang penuh ketenangan dan kedamaian itu, sang gagak wafat dengan terhormat. Ia berpulang ke rahmatullah disitu entah apa sebabnya. Sang Kiayi pun heran. Sang Gagak telah memilih kematiannya di tempat yang mulia!! Saya dan Ahmad yang mengantarkan burung itu, hanya tersenyum saja. Syukurlah burung itu khusnul khatimah!!

Cerita belum selesai. Beberapa hari setelah itu, ternyata datang lagi dua orang utusan yang mencari-cari Ahmad dan datang ke rumahnya. Utusan itu bukan dari pengusaha sebelumnya tapi dari pengusaha Cina yang lain, Ahmad harus membayar cicilan motor Honda Supra Fit-nya yang sudah nunggak dua bulan. Ahmad tersenyum karena tidak punya uang. Ia berjanji akan berusaha membayarnya tapi akan mencarinya dulu. Ahmad meminta keduanya untuk bersabar.

Hari itu disakunya hanya ada uang Rp. 15.000. Wajah Ahmad tampak jauh dari keruwetan menghadapi masalah. Ia selalu tenang, riang, optimis dan sumringah!! Wajahnya cerah membersitkan cahaya keimanan dan keterpeliharaan hidupnya.
Subhanallah. Wallahu ‘alam!!

Kamis, 29 Agustus 2013

Emang Cuma Mobil Patroli Polisi Dubai Yang Keren? Jakarta Juga

Beberapa waktu lalu kita dibuat terkagum-kagum dengan mobil patroli Polisi Dubai yang menggunakan mobil-mobil mewah dan keren.

Emang Cuma Mobil Patroli Polisi Dubai Yang Keren? Jakarta Juga

Namun bagaimana dengan penampakan ini di Jakarta? Anda sendiri yang bisa menilai.

Emang Cuma Mobil Patroli Polisi Dubai Yang Keren? Jakarta Juga

Emang Cuma Mobil Patroli Polisi Dubai Yang Keren? Jakarta Juga

Emang Cuma Mobil Patroli Polisi Dubai Yang Keren? Jakarta Juga

Emang Cuma Mobil Patroli Polisi Dubai Yang Keren? Jakarta Juga

Emang Cuma Mobil Patroli Polisi Dubai Yang Keren? Jakarta Juga

Emang Cuma Mobil Patroli Polisi Dubai Yang Keren? Jakarta Juga

Emang Cuma Mobil Patroli Polisi Dubai Yang Keren? Jakarta Juga

Emang Cuma Mobil Patroli Polisi Dubai Yang Keren? Jakarta Juga

Selasa, 06 Agustus 2013

Gunung Padang, Mahakarya Teknologi Purba

Pada Maret tahun ini Tim Peneliti Mandiri Terpadu kembali menggelar survei di Gunung Padang. Kali ini Tim melakukan penggalian arkeologi dan survei geolistrik detil di sekitar penggalian lereng timur bukit, di luar pagar situs cagar budaya.

Tim arkeologi dipimpin DR. Ali Akbar dari Universitas Indonesia. Tim itu menemukan bukti yang mengkonfirmasi hipotesa tim bahwa di bawah tanah Gunung Padang ada struktur bangunan buatan manusia yang terdiri dari susunan batu kolom andesit, sama seperti struktur teras batu yang sudah tersingkap, dan dijadikan situs budaya di atas bukit. Terlihat di kotak gali permukaan fitur, susunan batu kolom andesit ini sudah tertimbun lapisan tanah setebal setengah sampai dua meter yang bercampur bongkahan pecahan batu kolom andesit (Gambar 1).



Gambar 1. Kotak gali arkeologi Tim Dr. Ali Akbar UI. memperlihatkan permukaan bangunan yang disusun dari batu-batu kolom andesit yang sudah tertutup oleh lapisan tanah dengan bongkah-bongkah pecaan batuan. Batu kolom ini posisinya memanjang sejajar lapisan. Doc.Foto: DHN

Batu-batu kolom andesit disusun dengan posisi mendekati horisontal dengan arah memanjang hampir barat-timur (sekitar 70 derajat dari utara ke timur - N 70 E), sama dengan arah susunan batu kolom di dinding timur-barat teras satu, dan undak lereng terjal yang menghubungkan teras satu dengan teras dua. Dari posisi horisontal batu-batu kolom andesit dan arah lapisannya, dapat disimpulkan dengan pasti, bahwa batu-batu kolom atau “columnar joints” ini bukan dalam kondisi alamiah.

Batu-batu kolom hasil pendinginan dan pelapukan batuan lava/intrusi vulkanis di alam maka arah memanjang kolomnya akan tegak lurus terhadap arah lapisan atau aliran seperti ditemukan di banyak tempat di dunia. Kenampakan susunan batu-kolom yang terkuak di kotak gali memang terlihat luarbiasa rapi seperti layaknya kondisi alami saja (contoh diGambar 3).



Gambar 3. Giant Coast Way di Irlandia Utara UK, singkapan batu kolom andesit alamiah yang sangat terkenal. Arah kolom tegak lurus arah lapisan batuan lava yang membentuk tebing-tebing di sepanjang pantai. Struktur rekahan tegak lurus kolom adalah cerminan dari perlapisan mineral yang berasosiasi dengan aliran lavanya. Doc. DHN

Sehingga tidak heran apabila di akhir 2012 lalu ada tim arkeolog lain bekerja terpisah, dan sudah ikut menggali di sini menyimpulkan batu-batu kolom andesit di bawah tanah ini merupakan sumber batuan alamiahnya; mungkin karena mereka belum mempertimbangkan aspek geologinya dengan lengkap, dan juga tidak mengetahui data struktur bawah permukaan seperti diperlihatkan oleh hasil survei geolistrik.

Semen purba

Yang lebih mengejutkan adalah ditemukannya material pengisi diantara batu-batu kolom ini. Bahkan diantaranya ada batu kolom yang sudah pecah berkeping-keping, namun ditata dan disatukan lagi oleh material pengisi, atau kita sebut saja sebagai semen purba (Gambar 2).



Gambar 2. Fragmen batu kolom yang pecah berkeping-keping disusun dan direkatkan oleh semen purba. Doc photo DHN

Makin ke bawah kotak gali, semen purba ini terlihat makin banyak, dan merata setebal 2 sentimeteran di antara batu-batu kolom. Selain di kotak gali, semen purba ini juga sudah ditemukan pada tebing undak antara teras satu dan dua, dan juga pada sampel inti bor dari kedalaman 1 sampai 15 meter dari pemboran yang dilakukan oleh tim pada tahun 2012 lalu di atas situs (Gambar 4).



Gambar 4. Contoh sampel inti bor pada kedalaman 11.15 – 11.35 meter yang memperlihatkan isian semen diantara batu-batu kolom andesit.

Ahli geologi tim dan juga pembina pusat Ikatan Ahli Geologi Indonesia pusat, DR. Andang Bachtiar, berdasarkan hasil analisis kimia yang dilakukannya pada sampel semen purba dari undak terjal teras satu ke dua, menemukan fakta lebih mengejutkan lagi. Ternyata material semen ini mempunyai komposisi utama 45% mineral besi dan 41% mineral silika. Sisanya adalah 14% mineral lempung, dan juga terdapat unsur karbon. Ini adalah komposisi bagus untuk semen perekat yang sangat kuat.

Barangkali ia menggabungkan konsep membuat resin, atau perekat modern dari bahan baku utama silika, dan penggunaan konsentrasi unsur besi yang menjadi penguat bata merah. Tingginya kandungan silika mengindikasikan semen ini bukan hasil pelapukan dari batuan kolom andesit di sekelilingnya yang miskin silika.

Kemudian, kadar besi di alam, bahkan di batuan yang ada di pertambangan mineral bijih sekalipun umumnya tak lebih dari 5% kandungan besinya, sehingga kadar besi “semen Gunung Padang” ini berlipat kali lebih tinggi dari kondisi alamiah.

Oleh karena itu dapat disimpulkan material diantara batu-batu kolom andesit ini adalah adonan semen buatan manusia. Artinya, teknologi masa itu kelihatannya sudah mengenal metalurgi. Andang menjelaskan, bahwa satu teknik umum untuk mendapatkan konsentrasi tinggi besi adalah dengan melakukan proses pembakaran dari hancuran bebatuan dengan suhu sangat tinggi. Mirip pembuatan bata merah, yaitu membakar lempung kaolinit dan illit untuk menghasilkan konsentrasi besi tinggi pada bata tersebut.

Metalurgi purba?

Indikasi adanya teknologi metalurgi purba ini diperkuat lagi oleh temuan segumpal material seperti logam sebesar 10 sentimeter oleh tim Ali Akbar pada kedalaman 1 meter di lereng timur Gunung Padang. Material logam berkarat ini mempunyai permukaan kasar berongga-rongga kecil dipermukaannya. Diduga material ini adalah adonan logam sisa pembakaran (“slug”) yang masih bercampur dengan material karbon yang menjadi bahan pembakarnya, bisa dari kayu, batu bara atau lainnya. Rongga-rongga itu kemungkinan terjadi akibat pelepasan gas CO2 ketika pembakaran. Tim akan melakukan analisa lab lebih lanjut untuk meneliti hal ini.

Yang tidak kalah mencengangkan adalah perkiraan umur dari semen purba ini. Hasil analisis radiometrik dari kandungan unsur karbonnya pada beberapa sampel semen di bor inti dari kedalaman 5 – 15 meter yang dilakukan pada 2012 di laboratorium bergengsi BETALAB, Miami, USA pada pertengahan 2012 menunjukan umur dengan kisaran antara 13.000 sampai 23.000 tahun lalu. Kemudian, hasil carbon dating dari lapisan tanah yang menutupi susunan batu kolom andesit di kedalaman 3-4 meter di Teras 5 menunjukkan umur sekitar 8700 tahun lalu.

Sebelumnya hasil carbon dating yang dilakukan di laboratorium BATAN dari pasir dominan kuarsa yang mengisi rongga di antara kolom-kolom andesit di kedalaman 8-10 meter di bawah Teras lima, juga menunjukkan kisaran umur sama yaitu sekitar 13.000 tahun lalu.

Fakta itu sangat kontroversial karena pengetahuan mainstream sekarang belum mengenal atau mengakui ada peradaban (tinggi) pada masa se-purba ini, di manapun di dunia, apalagi di nusantara yang konon masa pra-sejarahnya banyak diyakini masih primitif walaupun alamnya luarbiasa indah dan kaya; sementara di wilayah tandus gurun pasir Mesir orang bisa membuat bangunan piramida yang sangat luarbiasa itu. Tapi fakta di Gunung Padang berbicara lain. Rasanya bukan mustahil lagi bangsa Nusantara mempunyai peradaban yang semaju peradaban Mesir purba, bahkan pada masa yang jauh lebih tua lagi.

Struktur bangunan dari susunan batu-batu kolom berdiameter sampai 50 cm dengan panjang bisa lebih dari 1 meter ini sudah sangat spektakuler karena bagaimanakah masyarakat purbakala dapat menyusun batu-batu besar yang sangat berat ini demikian rapi dan disemen pula oleh adonan material yang istimewa. Selanjutnya survei geolistrik yang dilakukan di sekitar lokasi pengalian oleh tim geologi/geofisika dari LabEarth LIPI, menguak fakta yang tidak kalah fantastis dari fitur bangunan purba di bawah permukaan ini.

Survei terbaru ini adalah survei pendetilan sebagai lanjutan dari puluhan lintasan survei geolistrik 2-D, 3-D dan survei georadar yang sudah dilakukan pada tahun 2011, 2012 dan awal 2013 di sekujur badan Gunung Padang, dari kaki sampai puncak bukit.

Hasil survei geolistrik memperlihatkan bahwa lapisan susunan batu kolom yang terlihat di kotak gali keberadaannya dapat diikuti terus sampai ke atas bersatu di bawah badan situs Gunung Padang di atas bukit, dan juga melebar sampai jauh ke kaki bukit (Gambar 5).



Gambar 5. Penampang struktur bawah permukaan berdasarkan resistivitas batuan dari lintasan geolistrik melewati kotak gali (testpit) arkeologi. Lapisan bangunan dari susunan kolom andesit terlihat menerus ke bagian bawah dari situs di atas bukit dan juga ke kaki bukit. Di bawahnya terlihat geometri unik yang diduga masih bangunan. Peralatan survey memakai Supersting R8 dan software Earth Imager. Model di atas memakai metoda Average Resistivity. Nilai RMS menunjukkan bahwa hasil simulasi dari model ini mempunyai perbedaan/tingkat kesalahan hanya 4% dibandingkan dengan data hasil survey. Doc. DHN-LabEarth LIPI.

Teka-teki batuan lava

Fakta ini mendukung hasil penelitian ahli arsitektur Pon Purajatniko, anggota tim terpadu yang juga pernah menjabat Ketua Ikatan Ahli Arsitektur Jawa Barat, yang pertama kali melontarkan gagasan tentang struktur teras-teras Gunung Padang mirip situs Michu Pichu di Peru.

Sampai saat ini penggalian dilakukan baru sampai kedalaman 4 meteran saja, namun survei geolistrik memperlihatkan di bawahnya masih ada kenampakan struktur bangunan dengan geometri yang terlihat menakjubkan sampai kedalaman lebih dari 10 meter. Hasil survei geolistrik, dan georadar juga sudah dapat memperlihatkan struktur (geologi) bawah permukaan yang membentuk morfologi bukit Gunung Padang adalah lapisan batuan dengan ketebalan 30-50 meter yang mempunyai nilai tahanan listrik (resistivitas) sangat tinggi (ribuan Ohm-Meter) berbentuk seperti lidah dengan posisi hampir horisontal, selaras dengan bukit memanjang utara-selatan, dan miring landai ke arah utara. Jadi selaras juga dengan undak-undak teras yang dibangun di atasnya.

Lapisan batu berbentuk seperli lidah ini juga mempunyai bidang miring yang rata ke arah barat dan timur bukit selaras dengan kemiringan lerengnya. Lapisan lava ini berada pada kedalaman lebih dari 10 meter di bawah permukaan.

Dari data pemboran yang dilakukan oleh DR. Andang Bachtiar dan juga analisis mikroskopik batuan dari sampel inti bor yang dilakukan oleh DR. Andri Subandrio, ahli geologi batuan gunung api dari Lab. Petrologi ITB, dapat dipastikan tubuh batuan dengan resistivitas tinggi ini adalah batuan lava andesit, sama seperti tipe batu kolom dari situs Gunung Padang. Hal lain cukup menarik dari analisa petrologi adalah temuan banyaknya retakan-retakan mikroskopik pada sayatan tipis batu kolom andesit yang diduga non-alamiah. Soalnya, retakan itu memotong kristal-kristal mineral penyusunnya.

Dari banyak penampang geolistrik, terlihat lidah lava andesit ini mempunyai leher intrusi (sumber terobosan batuan vulkanis dari bawah) berlokasi di area lereng selatan dari situs Gunung Padang. Jadi setelah cairan panas intrusi magma mencapai permukaan kemudian mengalir ke utara, dan setelah mendingin membentuk lidah lava tersebut. Yang masih menjadi teka-teki besar adalah apakah tubuh batuan lava di perut Gunung Padang ini adalah sumber dari batu-batu kolom andesit yang dipakai untuk menyusun situs?

Boleh jadi benar. Sampai saat ini tidak ditemukan ada sumber batuan kolom andesit dalam radius beberapa kilometer dari Gunung Padang. Masalahnya tidak ada bekas-bekas penambangan, atau lapisan lava yang tersingkap di area Gunung Padang.

Jadi, apabila orang berhipotesa bahwa sumber batuannya dari dalam bukit, maka mau tidak mau harus juga mengasumsikan dulunya lapisan lava itu pernah tersingkap, atau ditambang oleh manusia purba, kemudian baru batu-batu kolom yang sudah diambil lalu disusun-ulang untuk menutupi sekujur badan lava menjadi satu mahakarya monumen arsitektur besar yang luarbiasa.

Perlu juga dicatat bahwa mengekstraksi batu-batu kolom andesit dari batuan induknya bukanlah hal mudah. Ia harus dapat memisahkan batu-batu besar dan berat tersebut dengan utuh dari batuan induknya dalam jumlah sangat besar. Berbeda dengan penambangan batuan biasa yang tidak perlu kuatir dengan batu yang pecah, misalnya dengan peledakan dinamit. Yang jelas untuk abad sekarang atau ratusan tahun ke belakang di dunia ini tak pernah ada penambangan batu-batu kolom andesit untuk dipakai sebagai bata bangunan.

Lebih dahsyat dari Borobudur?

Penelitian di Gunung Padang belum selesai. Tim Mandiri Terpadu , walaupun tanpa dibantu dana negara, akan terus bekerja keras meneliti banyak misteri besar yang masih belum terkuak. Termasuk melakukan pemboran, atau eskavasi dalam untuk membuktikan dengan lebih gamblang keberadaan struktur bangunan dan ruang-ruang di bawah kedalaman 4-5 meter.

Demikian juga pentarikhan umur situs. Walaupun sudah dilakukan dengan teliti dan hati-hati, masih perlu dicek ulang dengan sampel-sampel yang lebih baik lagi, karena umur ini hal yang sangat vital untuk kesimpulan akhirnya nanti.

Tim juga menduga situs Gunung Padang kemungkinan besar tidak dibangun dalam satu masa, tapi produk lebih dari satu lapis kebudayaan. Misalnya, yang membuat batu-batu kolom menjadi menhir-menhir, belum tentu sama dengan masyarakat yang membuat susunan batu-batu kolom dengan semen purba. Demikian juga bangunan susunan batu kolom andesit di permukaan, atau yang sudah tertimbun beberapa meter di bawah, belum tentu dibangun satu masa dengan struktur bangunan di bawahnya lagi.

Penelitian ala Tim Mandiri Terpadu memperlihatkan bahwa bahu membahu yang erat dari berbagai disiplin ilmu dengan metoda penelitian saling mengisi sangat diperlukan untuk menguak warisan kebudayaan nusantara. Masalah Gunung Padang tidak bisa lagi dikesampingkan. Walaupun masih banyak pertanyaan belum terjawab, dan analisa yang belum tuntas, hasil-hasil penelitian yang sudah ada memberikan banyak informasi penting.

Juga ada harapan situs Gunung Padang berpotensi setara Borobudur, dengan makna yang penting karena dapat menjadi terobosan pengetahuan tentang “the craddle of civilizations” pada abad ini. Ia bisa menjadi bukti monumen besar dari peradaban adijaya tertua di dunia, yang entah karena bencana apa, musnah ribuan tahun lalu dalam masa pra-sejarah Indonesia. Wallahua alam.

Rabu, 24 Juli 2013

Fenomena Ribuan Pilar Karang di Pinnacles Desert, Australia

[Primbon-arti.blogspot.com] - Bagi turis yang suka berpetualang jangan lewatkan Pinnacles Desert di Western Australia. Disini ditemukan beribu-ribu limestone atau pilar karang di atas pasir seperti kuburan massal. Misterius!

Pinnacles Desert terletak di Taman Nasional Nambung. Tempat ini berjarak sekitar 245 kilometer atau tiga jam perjalanan ke utara Kota Perth. Untuk menuju kawasan itu, dari Perth hanya bisa melalui akses Brand Highway menuju Carventas. Dari Carventas menuju Nambung National Park masih berjarak 16 kilometer.

Fenomena Ribuan Pilar Karang di Pinnacles Desert, Australia

Pinnacles adalah gurun pasir yang dipenuhi ribuan pilar-pilar batu kapur alami, menyembul dari gurun pasir.

Ukuran batu-batu tersebut bervariasi, dari seukuran tikus hingga yang lebih tinggi 4 meter. Sebagian bersisik tajam seperti gergaji, sebagian berujung runcing, sebagian tumpul. Pertama tiba, terkesan batu-batu itu sepintas mirip kuburan massal dengan ribuan nisan terpancang kokoh.

Dominasi kuning terang pada batu dan pasir memberi kesan seolah anda berada di planet asing tanpa penghuni, seperti dalam film-fiksi ilmiah. Pengunjung tidak dikenai biaya bila mengitari dengan berjalan kaki. Tetapi bila anda ingin mengelilingi wilayah itu dengan mobil khusus, harus merogoh kocek AUD 11 (Rp 110.000).

Menurut Department of Environment and Conservation West Australia (DECWA), taman nasional seluas lebih 17 ribu hektar ini juga meliputi pantai, dan hutan pohon Tuart yang rindang. Pada musim semi dibulan Agustus-Oktober, pohon-pohon Tuart akan berbunga mekar. Ada yang berwarna kuning, merah dan hijau menyuguhkan pemandangan yang tak mudah anda lupakan. Jika beruntung, anda akan bertemu dengan kawanan burung Emu dan Kangguru liar di sini.

Nama Nambung diberikan oleh penduduk asli, Aborigin. Nambung sendiri merupakan nama sebuah sungai di kawasan itu. Dalam bahasa Aborigin, Nambung berarti dibengkokkan atau dipelintir.

Pinnacles Desert mulai dimasukan peta Australia oleh orang Eropa pada tahun 1658. Namun hingga akhir 1960-an, Pinnacle Dessert relatif tidak dikenal, sampai saat Department of Lands and Surveys negara bagian WA menjadikan kawasan ini sebagai taman nasional. Kini, sekitar 150 ribu pengunjung mendatangi Pinnacles Dessert setiap tahun.

DECWA menyebutkan, batu-batu kapur Pinnacles terbentuk secara alamiah. Asal mulanya adalah dari kerang laut pada masa ketika bumi masih sangat kaya dengan kehidupan laut. Melalui proses ribuan tahun, kerang laut pecah menjadi pasir yang kaya kandungan kapur. Pasir kapur ini lalu hanyut bersama ombak ke daratan, ditiup angin dan membentuk bukit pasir yang tinggi dan berpindah-pindah.

Jika musim dingin tiba dan frekuensi hujan tinggi, unsur asam pada hujan melarutkan kalsium karbonat yang kemudian meresap ke dalam pasir. Saat bukit pasir mengalami kekeringan di musim panas, komposisi tersebut mengendap membentuk sejenis semen, bercampur dengan pasir, dan secara perlahan membentuk batuan kapur. Gurun pasir lama-kelamaan menjadi tipis akibat dikikis air dan angin.

Bagian-bagian yang lebih keras bertahan, meninggalkan Pinnacles alias pilar-pilar batu. Pembentukan Pinnacles adalah proses ribuan tahun. Sekitar enam ribu tahun lalu, temuan arkeologi membuktikan bahwa kawasan ini pernah menjadi pemukiman suku Aborigin.

Fenomena Ribuan Pilar Karang di Pinnacles Desert, Australia

Fenomena Ribuan Pilar Karang di Pinnacles Desert, Australia

Fenomena Ribuan Pilar Karang di Pinnacles Desert, Australia

Senin, 22 Juli 2013

Fenomena Natasha Demkina, Gadis Bermata Super X-Ray

Mungkinkah manusia mutan seperti dalam film X-Men bukan khayalan? Mungkinkah ada manusia seperti Superman yang memiliki kemampuan melihat tembus pandang X-Ray? Gejala ke arah itu semakin terkuak belakangan ini. Telah banyak laporan tentang orang-orang dengan kemampuan unik, salah satunya Natasha Demkina si gadis X-Ray.



Berita soal keistimewaan Natasha sudah beredar sejak beberapa tahun lalu. Gadis asal Rusia ini bisa melihat isi tubuh seseorang dan kehebatannya digunakan untuk mendiagnosa penyakit.


Kabar menghebohkan itu tentu mengundang perhatian ilmuwan. Kita tahu, sains harus penuh pembuktian. Jangan-jangan hoax belaka. Maka Natasha diundang ke London dan New York untuk eksperimen ilmiah. Ia diminta mencari penyakit yang diderita pada beberapa orang sebagai sampel.

Ilmuwan di London terperangah. Mereka mengakui kehebatan Natasha. Ilmuwan di Amerika agak skeptis, karena hanya empat dari tujuh pasien berhasil didiagnosa dengan memuaskan.

Mendengar hal tersebut, ilmuwan Jepang pun tertarik dan mengundangnya ke Tokyo. Selama uji coba, Natasha bisa melihat bahwa salah satu pasien memiliki lutut palsu. Pasien lainnya memiliki letak organ dalam tubuh yang asimetris. Ia juga dengan mudah melihat tahap awal kehamilan, bahkan patologi janin pada seorang pasien wanita yang hamil.

Seorang pasien laki-laki dilihat Natasha memiliki lengkungan tulang belakang yang bergelombang. Para ilmuwan Jepang lalu memotret si pasien dengan mesin X-Ray, dan terlihat hasil foto sangat serupa dengan hasil diagnosa Natasha.

Akhir kata, setelah tujuh pasien selesai ‘dilihat’ Natasha, tepuk tangan membahana dalam ruang eksperimen. Ilmuwan Jepang terpesona dengan kehebatan gadis berusia 26 tahun ini.

Tapi tunggu sebentar… hanya pada manusia?

Ilmuwan Jepang membawa seekor anjing Rottweiler yang sudah tua. Awalnya Natasha takut melihat moncong si anjing. Namun para ilmuwan meminta agar memusatkan perhatian pada kuku-kukunya. 5 menit kemudian Natasha menunjukkan ada perangkat palsu di kaki belakang sebelah kanan. Ah, rupanya anjing rotweiler ini pernah dioperasi sebelumnya.

Dan percobaan pun selesai. Kesimpulannya, Natasha memang punya kemampuan unik, memiliki mata X-Ray yang bisa mendiagnosa penyakit pada mahluk hidup, manusia atau pun hewan.


Natasha saat masuk acara Discovery Channel

Eksperimen hampir selesai, ketika tiba-tiba Natasha berkata bahwa ia bisa juga melihat penyakit walau hanya lewat foto. Para ilmuwan Jepang semakin terkejut.

Tak lama kemudian, satu ilmuwan datang membawa paspor milik seseorang. Kita tahu, hanya terpampang foto kecil dalam paspor. Setelah Natasha melihatnya, dalam beberapa menit ia mengatakan, “Orang ini kena penyakit kanker hati.”

Selesai. Ilmuwan geleng-geleng melihat kehebatan Natasha. Lantas, mengapa ia sempa gagal ketika diuji oleh ilmuwan Amerika?

“Saya perlu waktu untuk mendiagnosa pasien. Saya bisa melihat ada yang tak beres dalam tubuh mereka di tahap awal. Namun dokter Amerika dan para pasien banyak menonjolkan sikap curiga dan tekanan berlebihan terhadap saya, itulah mungkin penyebab masalah dengan ilmuwan Amerika,” paparnya pada media sains.

Sejak Usia 10 Tahun

Natasha Demkina – atau ejaan Rusia yang lebih tepat Natalya Nikolayevna Demkina (Ната́лья Никола́евна Де́мкина) lahir di Saransk, Mordovia, Rusia.

Orang tuanya menemukan keunikan pada dirinya saat ia berumur 10 tahun. Suatu hari ia mengatakan pada ibunya tentang struktur tubuh manusia. Karena masih kecil dan tak tahu istilah medis, Natasha menggambarkan bahwa ginjal seperti kacang, dan dalam perut manusia banyak saluran pipa (maksudnya usus).

Ibunya ketakutan. Ia pun dibawa ke dokter. Ternyata justru sang dokter kaget karena penjelasan Natasha begitu rinci – walau tak mengerti istilah medis. Beberapa dokter pun dipanggil. Gadis kecil ini lalu menjelaskan ia bisa mendeteksi sel, bakteri bahkan virus dalam tubuh seseorang.

Sang ibu, Tatyana Demkina takut dengan fenomena ini. Ia berupaya menyembunyikan Natasha di apartemennya. Apa daya, berita tentang Natasha telah menyebar. Semakin banyak orang berdatangan minta disembuhkan. Satu peristiwa yang sangat ajaib misalnya, ketika datang seorang wanita yang tidak bisa memiliki anak setelah sembilan tahun berkeluarga. Namun, berkat bantuan Natasha, wanita ini akhirnya bisa punya anak.

Semenjak itu, Natasha jadi tersohor. Orang-orang Rusia menyebutnya “Gadis X-Ray”. Di tahun 2004, ia tampil di berbagai acara televisi, termasuk Discovery Channel.

Kamis, 18 Juli 2013

Sejarah, Mitos dan Temuan Arkeologi Piramida Raksasa



Piramida raksasa Mesir merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia saat ini, sejak dulu dipandang sebagai bangunan yang misterius dan megah oleh orang-orang. Namun, meskipun telah berlalu berapa tahun lamanya, setelah sarjana dan ahli menggunakan sejumlah besar alat peneliti yang akurat dan canggih, masih belum diketahui, siapakah sebenarnya yang telah membuat bangunan raksasa yang tinggi dan megah itu? Dan berasal dari kecerdasan manusia manakah prestasi yang tidak dapat dibayangkan di atas bangunan itu?

Serta apa tujuannya membuat bangunan tersebut? Dan pada waktu itu ia memiliki kegunaan yang bagaimana atau apa artinya? Teka-teki yang terus berputar di dalam benak semua orang selama ribuan tahun, dari awal hingga akhir merupakan misteri yang tidak dapat dijelaskan.

Meskipun sejarawan mengatakan ia didirikan pada tahun 2000 lebih SM, namun pendapat yang demikian malah tidak bisa menjelaskan kebimbangan yang diinisiasikan oleh sejumlah besar penemuan hasil penelitian.

Sejak abad ke-6 SM, Mesir merupakan tempat pelarian kerajaan Poshi, yang kehilangan kedudukannya setelah berdiri lebih dari 2.000 tahun, menerima kekuasaan yang berasal dari luar yaitu kerajaan Yunani, Roma, kerajaan Islam serta kekuasaan bangsa lain.

Semasa itu sejumlah besar karya terkenal zaman Firaun dihancurkan, aksara dan kepercayaan agama bangsa Mesir sendiri secara berangsur-angsur digantikan oleh budaya lain, sehingga kebudayaan Mesir kuno menjadi surut dan hancur, generasi belakangan juga kehilangan sejumlah besar peninggalan yang dapat menguraikan petunjuk yang ditinggalkan oleh para pendahulu.

Tahun 450 SM, setelah seorang sejarawan Yunani berkeliling dan tiba di Mesir, membubuhkan tulisan: Cheops, (aksara Yunani Khufu), konon katanya, hancur setelah 50 tahun. Dalam batas tertentu sejarawan Yunani tersebut menggunakan kalimat "konon katanya", maksudnya bahwa kebenarannya perlu dibuktikan lagi. Namun, sejak itu pendapat sejarawan Yunani tersebut malah menjadi kutipan generasi belakangan sebagai bukti penting bahwa piramida didirikan pada dinasti kerajaan ke-4.

Selama ini, para sejarawan menganggap bahwa piramida adalah makam raja. Dengan demikian, begitu membicarakan piramida, yang terbayang dalam benak secara tanpa disadari adalah perhiasan dan barang-barang yang gemerlap. Dan, pada tahun 820 M, ketika gubernur jenderal Islam Kairo yaitu Khalifah Al-Ma'mun memimpin pasukan, pertama kali menggali jalan rahasia dan masuk ke piramida, dan ketika dengan tidak sabar masuk ke ruangan, pemandangan yang terlihat malah membuatnya sangat kecewa.

Bukan saja tidak ada satu pun benda yang biasanya dikubur bersama mayat, seperti mutiara, maupun ukiran, bahkan sekeping serpihan pecah belah pun tidak ada, yang ada hanya sebuah peti batu kosong yang tidak ada penutupnya. Sedangkan tembok pun hanya bidang yang bersih kosong, juga tak ada sedikit pun ukiran tulisan.



Kesimpulan para sejarawan terhadap prestasi pertama kali memasuki piramida ini adalah "mengalami perampokan benda-benda dalam makam". Namun, hasil penyelidikan nyata menunjukkan, kemungkinan pencuri makam masuk ke piramida melalui jalan lainnya adalah sangat kecil sekali. Di bawah kondisi biasa, pencuri makam juga tidak mungkin dapat mencuri tanpa meninggalkan jejak sedikit pun, dan lebih tidak mungkin lagi menghapus seluruh prasasti Firaun yang dilukiskan di atas tembok.

Dibanding dengan makam-makam lain yang umumnya dipenuhi perhiasan-perhiasan dan harta karun yang berlimpah ruah, piramida raksasa yang dibangun untuk memperingati keagungan raja Firaun menjadi sangat berbeda.

Selain itu, dalam catatan "Inventory Stela" yang disimpan di dalam museum Kairo, pernah disinggung bahwa piramida telah ada sejak awal sebelum Khufu meneruskan takhta kerajaan. Namun, oleh karena catatan pada batu prasasti tersebut secara keras menantang pandangan tradisional, terdapat masalah antara hasil penelitian para ahli dan cara penulisan pada buku, selanjutnya secara keras mengecam nilai penelitiannya.

Sebenarnya dalam keterbatasan catatan sejarah yang bisa diperoleh, jika karena pandangan tertentu lalu mengesampingkan sebagian bukti sejarah, tanpa disadari telah menghambat kita secara obyektif dalam memandang kedudukan sejarah yang sebenarnya.

Teknik Bangunan yang Luar Biasa

Di Mesir, terdapat begitu banyak piramida berbagai macam ukuran, standarnya bukan saja jauh lebih kecil, strukturnya pun kasar. Di antaranya piramida yang didirikan pada masa kerajaan ke-5 dan 6, banyak yang sudah rusak dan hancur, menjadi timbunan puing, seperti misalnya piramida Raja Menkaure seperti pada gambar.

Kemudian, piramida besar yang dibangun pada masa yang lebih awal, dalam sebuah gempa bumi dahsyat pada abad ke-13, di mana sebagian batu ditembok sebelah luar telah hancur, namun karena bagian dalam ditunjang oleh tembok penyangga, sehingga seluruh strukturnya tetap sangat kuat.

Karenanya, ketika membangun piramida raksasa, bukan hanya secara sederhana menyusun 3 juta batu menjadi bentuk kerucut, jika terdapat kekurangan pada rancangan konstruksi yang khusus ini, sebagian saja yang rusak, maka bisa mengakibatkan seluruhnya ambruk karena beratnya beban yang ditopang.

Lagi pula, bagaimanakah proyek bangunan piramida raksasa itu dikerjakan, tetap merupakan topik yang membuat pusing para sarjana. Selain mempertimbangkan sejumlah besar batu dan tenaga yang diperlukan, faktor terpenting adalah titik puncak piramida harus berada di bidang dasar tepat di titik tengah 4 sudut atas.

Karena jika ke-4 sudutnya miring dan sedikit menyimpang, maka ketika menutup titik puncak tidak mungkin menyatu di satu titik, berarti proyek bangunan ini dinyatakan gagal. Karenanya, merupakan suatu poin yang amat penting, bagaimanakah meletakkan sejumlah 2,3 juta -2,6 juta buah batu besar yang setiap batunya berbobot 2,5 ton dari permukaan tanah hingga setinggi lebih dari seratus meter di angkasa dan dipasang dari awal sampai akhir pada posisi yang tepat.



Seperti yang dikatakan oleh pengarang Graham Hancock dalam karangannya "Sidik Jari Tuhan": Di tempat yang terhuyung-huyung ini, di satu sisi harus menjaga keseimbangan tubuh, dan sisi lainnya harus memindahkan satu demi satu batu yang paling tidak beratnya 2 kali lipat mobil kecil ke atas, diangkut ke tempat yang tepat, dan mengarah tepat pada tempatnya, entah apa yang ada dalam pikiran pekerja-pekerja pengangkut batu tersebut.

Meskipun ilmu pengetahuan modern telah memperkirakan berbagai macam cara dan tenaga yang memungkinkan untuk membangun, namun jika dipertimbangkan lagi kondisi riilnya, akan kita temukan bahwa orang-orang tersebut tentunya memiliki kemampuan atau kekuatan fisik yang melebihi manusia biasa, baru bisa menyelesaikan proyek raksasa tersebut serta memastikan keakuratan maupun ketepatan presisinya.

Terhadap hal ini, Jean Francois Champollion yang mendapat sebutan sebagai "Bapak Pengetahuan Mesir Kuno Modern" memperkirakan bahwa orang yang mendirikan piramida berbeda dengan manusia sekarang, paling tidak dalam "pemikiran mereka mempunyai tinggi tubuh 100 kaki yang tingginya sama seperti manusia raksasa". Ia berpendapat, dilihat dari sisi pembuatan piramida, itu adalah hasil karya manusia raksasa.

Senada dengan itu, Master Li Hongzhi dalam ceramahnya pada keliling Amerika Utara tahun 2002 juga pernah menyinggung kemungkinan itu. "Manusia tidak dapat memahami bagaimana piramida dibuat. Batu yang begitu besar bagaimana manusia mengangkutnya?

Beberapa orang manusia raksasa yang tingginya lima meter mengangkut sesuatu, itu dengan manusia sekarang memindahkan sebuah batu besar adalah sama. Untuk membangun piramida itu, manusia setinggi lima meter sama seperti kita sekarang membangun sebuah gedung besar."

Pemikiran demikian mau tidak mau membuat kita membayangkan, bahwa piramida raksasa dan sejumlah besar bangunan batu raksasa kuno yang ditemukan di berbagai penjuru dunia telah mendatangkan keraguan yang sama kepada semua orang: tinggi besar dan megah, terbentuk dengan menggunakan susunan batu yang sangat besar, bahkan penyusunannya sangat sempurna.

Seperti misalnya, di pinggiran kota utara Mexico ada Kastil Sacsahuaman yang disusun dengan batu raksasa yang beratnya melebihi 100 ton lebih, di antaranya ada sebuah batu raksasa yang tingginya mencapai 28 kaki, diperkirakan beratnya mencapai 360 ton (setara dengan 500 buah mobil keluarga).

Dan di dataran barat daya Inggris terdapat formasi batu raksasa, dikelilingi puluhan batu raksasa dan membentuk sebuah bundaran besar, di antara beberapa batu tingginya mencapai 6 meter. Sebenarnya, sekelompok manusia yang bagaimanakah mereka itu? Mengapa selalu menggunakan batu raksasa, dan tidak menggunakan batu yang ukurannya dalam jangkauan kemampuan kita untuk membangun?

Sphinx, singa bermuka manusia yang juga merupakan obyek penting dalam penelitian ilmuwan, tingginya 20 meter, panjang keseluruhan 73 meter, dianggap didirikan oleh kerjaan Firaun ke-4 yaitu Khafre. Namun, melalui bekas yang dimakan karat (erosi) pada permukaan badan Sphinx, ilmuwan memperkirakan bahwa masa pembuatannya mungkin lebih awal, paling tidak 10 ribu tahun silam sebelum Masehi.

Seorang sarjana John Washeth juga berpendapat: Bahwa Piramida raksasa dan tetangga dekatnya yaitu Sphinx dengan bangunan masa kerajaan ke-4 lainnya sama sekali berbeda, ia dibangun pada masa yang lebih purbakala dibanding masa kerajaan ke-4. Dalam bukunya "Ular Angkasa", John Washeth mengemukakan: perkembangan budaya Mesir mungkin bukan berasal dari daerah aliran sungai Nil, melainkan berasal dari budaya yang lebih awal dan hebat yang lebih kuno ribuan tahun dibanding Mesir kuno, warisan budaya yang diwariskan yang tidak diketahui oleh kita.

Ini, selain alasan secara teknologi bangunan yang diuraikan sebelumnya, dan yang ditemukan di atas yaitu patung Sphinx sangat parah dimakan karat juga telah membuktikan hal ini.

Ahli ilmu pasti Swalle Rubich dalam "Ilmu Pengetahuan Kudus" menunjukkan: pada tahun 11.000 SM, Mesir pasti telah mempunyai sebuah budaya yang hebat. Pada saat itu Sphinx telah ada, sebab bagian badan singa bermuka manusia itu, selain kepala, jelas sekali ada bekas erosi. Perkiraannya adalah pada sebuah banjir dahsyat tahun 11.000 SM dan hujan lebat yang silih berganti lalu mengakibatkan bekas erosi.

Perkiraan erosi lainnya pada Sphinx adalah air hujan dan angin. Washeth mengesampingkan dari kemungkinan air hujan, sebab selama 9.000 tahun di masa lalu dataran tinggi Jazirah, air hujan selalu tidak mencukupi, dan harus melacak kembali hingga tahun 10000 SM baru ada cuaca buruk yang demikian.

Washeth juga mengesam-pingkan kemungkinan tererosi oleh angin, karena bangunan batu kapur lainnya pada masa kerajaan ke-4 malah tidak mengalami erosi yang sama. Tulisan berbentuk gajah dan prasasti yang ditinggalkan masa kerajaan kuno tidak ada sepotong batu pun yang mengalami erosi yang parah seperti yang terjadi pada Sphinx.

Profesor Universitas Boston, dan ahli dari segi batuan erosi Robert S. juga setuju dengan pandangan Washeth sekaligus menujukkan: Bahwa erosi yang dialami Sphinx, ada beberapa bagian yang kedalamannya mencapai 2 meter lebih, sehingga berliku-liku jika dipandang dari sudut luar, bagaikan gelombang, jelas sekali merupakan bekas setelah mengalami tiupan dan terpaan angin yang hebat selama ribuan tahun.

Washeth dan Robert S. juga menunjukkan: Teknologi bangsa Mesir kuno tidak mungkin dapat mengukir skala yang sedemikian besar di atas sebuah batu raksasa, produk seni yang tekniknya rumit.

Jika diamati secara keseluruhan, kita bisa menyimpulkan secara logis, bahwa pada masa purbakala, di atas tanah Mesir, pernah ada sebuah budaya yang sangat maju, namun karena adanya pergeseran lempengan bumi, daratan batu tenggelam di lautan, dan budaya yang sangat purba pada waktu itu akhirnya disingkirkan, meninggalkan piramida dan Sphinx dengan menggunakan teknologi bangunan yang sempurna.

Dalam jangka waktu yang panjang di dasar lautan, piramida raksasa dan Sphinx mengalami rendaman air dan pengikisan dalam waktu yang panjang, adalah penyebab langsung yang mengakibatkan erosi yang parah terhadap Sphinx.

Karena bahan bangunan piramida raksasa Jazirah adalah hasil teknologi manusia yang tidak diketahui orang sekarang, kemampuan erosi tahan airnya jauh melampaui batu alam, sedangkan Sphinx terukir dengan keseluruhan batu alam, mungkin ini penyebab yang nyata piramida raksasa dikikis oleh air laut yang tidak tampak dari permukaan.

Keterangan gambar: Sphinx yang bertetangga dekat dengan piramida raksasa kelihatannya sangat kuno. Para ilmuwan memastikan bahwa dari badannya, saluran dan irigasi yang seperti dikikis air, ia pernah mengalami sebagian cuaca yang lembab, karenanya memperkirakan bahwa ia sangat berkemungkinan telah ada sebelum 10 ribu tahun silam.

Kamis, 27 Juni 2013

Pilar Cahaya Tanda Alien Mengunjungi Bumi

Menurut laporan media Inggris 16 Januari lalu, di salah satu dari tiga negara Baltik, Republik Latvia terjadi peristiwa aneh. Beberapa hari lalu seorang fotografer amatir,berhasil mengambil foto cahaya misterius yang mengejutkan "turun" ke sebuah desa kecil di negara tersebut, cahaya ini tampak seperti pilar warna.

Fotografer amatir bernama Igoe, saat itu dia menggunakan kamera digital portabel sendiri mengambil foto di langit gelap yang tiba-tiba muncul pilar cahaya yang indah, anaknya saat itu berteriak: "Oh Tuhan, aliens sudah datang!"



Setelah berhasil pengambilan foto tesrbut, Igoe mengupload foto tesebut ke Internet dan jadi gempar, penjelasannya pun beragam.



Beberapa orang mengatakan bahwa cahaya berwarna warni tesebut mungkin adalah aura yang terpancar oleh kristal es di udara. Menurut informasi, di negara Eropa setiap musim dingin menyerang, di langit akan muncul Aurora. Namun, mereka mengakui, situasi seperti bidikan Igoe ini belum pernah terlihat sebelumnya.

Beberapa orang berkata: "Bahkan profesional yang berkecimpung dalam atmospheric optik selama bertahun-tahun pun juga tidak dapat dengan yakin bisa membedakan pilar misterius ini." Mereka tidak dapat menjelaskan "mengapa pilar cahaya ini bisa berbelok di atas, dan bahkan beberapa 'dasar'pilar di bagian bawah bisa muncul bentuk lengkung." Fitur-fitur ini tidak ada dalam Aurora.

Cahaya indah yang tidak dapat dijelaskan para ahli dan ilmuwan (Foto internet)

Para ahli dan ilmuwan juga tidak bisa memberikan penjelasan yang meyakinkan, karena baik di dalam buku maupun dalam praktek mereka tidak pernah melihat pemandangan yang aneh seperti itu.



Dalam dunia sekarang ini terdapat banyak sekali peristiwa aneh yang dapat dilihat dan diraba oleh tangan, tetapi tidak ada seorangpun yang dapat menjelaskannya. Hal ini menunjukkan bahwa dalam alam semesta ini terdapat banyak kehidupan yang memiliki kemampuan lebih besar. Selain dari Buddha, Tao dan Dewa, bahkan aliens yang aneh dapat dengan mudah mengontrol manusia, memerintah manusia, dan juga bisa memperlihatkan berbagai pemandangan ajaib. Umat manusia selamanya tidak akan dapat bersaing dengan kehidupan ruang dimensi lain, apalagi untuk menjadi komandan mereka.

Karena itu, "manusia akan menang atas alam" adalah kebohongan besar yang tidak berdasar, manusia harus belajar rendah hati.