Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Mei 2013

10 Fenomena yang sering dialami Manusia

1. Prosopagnosia



Prosopagnosia adalah fenomena di mana seseorang tidak mampu mengenali wajah-wajah orang atau obyek yang seharusnya sudah dikenal. Orang-orang yang mengalami kekacauan ini biasanya mampu menggunakan perasaan lainnya untuk mengenali orang-orang, seperti bau parfum seseorang, bentuk atau gaya rambut, suara, atau bahkan gaya berjalan mereka. Suatu kasus yang klasik dari kekacauan ini dimuat dalam sebuah buku yang terbit tahun 1998 dan pernah ditampilkan dalam bentuk opera Michael Nyman berjudul “The man who mistook his wife for a hat atau orang yang keliru akan istrinya karena topinya.”

Kita mempunyai beberapa pengalaman akan perasaan, yang datang kepada kita beberapa saat, dari apa yang kita katakan, dilakukan setelah dikatakan atau dilakukan sebelumnya, di suatu waktu yang lampau – dari hal-hal di sekeliling kita, berupa masa lalu, dengan wajah-wajah sama, benda-benda, dan keadaan – dari pengetahuan kita yang sempurna akan apa yang akan dikatakan nanti, seolah-olah kita tiba-tiba mengingatnya! – Charles Dickens

2. Fregoli Delusion



Fregoli Delusion adalah fenomena otak yang jarang terjadi, di mana seseorang mempercayai bahwa orang-orang yang berbeda, sesungguhnya adalah orang yang sama yang sedang menyamar. Hal itu sering dihubungkan dengan paranoid dan kepercayaan bahwa orang yang menyamar itu sedang berusaha untuk menganiaya dirinya. Kondisi itu diberi nama seperti aktor Italia, Leopoldo Fregoli yang terkenal dengan kemampuannya untuk merubah diri secara cepat selama penampilannya aktingnya.

Laporan pertama di 1927 dalam sebuah studi kasus pada seorang wanita berusia 27 tahun yang percaya dia sedang dianiaya oleh dua yang aktor yang sering dilihatnya di sebuah teater. Dia percaya kalau orang-orang ini “mengejarnya terus-menerus dengan berubah wujud seperti orang-orang yang dikenalnya .

3. Capgras Delusion



Capgras delusion adalah fenomena di mana seseorang percaya bahwa sahabat karib atau keluarganya sudah berganti identitas seperti seorang penipu. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan kuno bahwa bayi-bayi telah dicuri dan digantikan oleh peri penculik anak dalam dongeng-dongeng di abad pertengahan, seperti juga khayalan modern mengenai makhluk asing atau alien yang mengambil alih tubuh dari orang-orang di bumi untuk dijadikan sekutu mereka.

Khayalan ini ditemukan paling umum pada pasien berpenyakit jiwa, tetapi tidak menutup kemungkinan itu juga sudah mengacaukan pikiran anda.

4. L esprit de l Escalier



L’esprit de l’escalier adalah rasa untuk berpikir suatu komentar balasan yang cerdas ketika hal itu sudah terlambat untuk disampaikan. Ungkapan itu dapat digunakan untuk menguraikan tentang komentar balasan yang cepat terhadap penghinaan, atau setiap komentar pintar dan jenaka, walaupun kedatangannya sudah terlambat dan tidak berguna lagi.

Sebuah kata dari bahasa Jerman treppenwitz digunakan untuk maksud yang sama. Ungkapan yang terdekat di dalam bahasa Inggris untuk menguraikan situasi ini adalah “being wise after the event atau menjadi bijaksana setelah kejadian.

Peristiwa itu biasanya disertai oleh perasaan penyesalan karena tidak terpikirkan sebelumnya untuk memberikan komentar balasan yang cepat di saat diperlukan. Tapi mungkin lebih bijaksana kalau kita berpikir bahwa balasan itu mungkin bisa merunyamkan hubungan. Tuhan menyintai orang yang sabar dan menahan diri.

5. Presque Vu



Presque vu sering diungkapkan dengan kata-kata, “serasa sudah di ujung lidah” – merupakan perasaan yang kuat bahwa anda akan mendapatkan petunjuk atau ilham akan apa yang terlupa, tapi tidak pernah datang. Istilah “presque vu” artinya “hampir melihat”. Sensasi presque vu dapat sangat mengacaukan perasaan dan pikiran, dan seringkali orang susah tidur dibuatnya.

6. Jamais Vu



Jamais vu (tidak pernah melihat) digambarkan sebagai sebuah situasi sudah pernah dikenal tapi tidak bisa mengenali. Hal itu sering dianggap sebagai kebalikan dari deja vu dan menimbulkan perasaan ngeri dan takut. Anda tidak mengenali sebuah situasi meskipun anda mengetahui secara rasional bahwa anda telah berada di dalam situasi itu sebelumnya. Secara umum dapat dijelaskan ketika seseorang beberapa saat tidak mengenali seseorang, kata, atau tempat yang sebetulnya sudah diketahuinya. Ini menjadikan orang percaya bahwa jamais vu merupakan sejenis gejala dari kelelahan otak.

7. Deja Senti



Déjà Senti adalah fenomena “pernah merasakan” sesuatu. Kejadiannya contohnya seperti ini : “Kamu merasa pernah mengatakan sesuatu, dipikiran kamu mengatakan, “Oh iya aku ngerti!” atau “Oh iya aku ingat!” tapi 1 atau 2 menit kemudian kamu akan sadar kalau kamu sebenarnya tidak pernah mengatakan apa-apa”.

8. Deja Visite



Deja Visite adalah pengalaman yang hanya sedikit orang mengalaminya di mana melibatkan suatu pengetahuan gaib akan suatu tempat yang baru. Sebagai contoh, anda mungkin pernah mengetahui jalur jalan di suatu kota yang baru anda datangi atau pemandangannya meskipun tidak pernah ke sana sebelumnya, dan anda yakin mustahil mempunyai pengetahuan tentang itu.

Kalau Deja Visite tentang hubungan-hubungan geografis dan ruang, selagi Deja Vecu adalah tentang kejadian-kejadian sementara waktu. Nathaniel Hawthorne menulis tentang sebuah pengalaman seperti ini di dalam bukunya “Our Old Home” di mana dia mengunjungi sebuah benteng yang sudah hancur dan mempunyai pengetahuan lengkap mengenai denah tata letaknya. Ia kemudiannya mampu melacak pengalaman itu dalam sebuah puisi karangan Alexander Pope yang dibacanya beberapa tahun kemudian. Puisi itu menggambarkan keadaan benteng itu dengan akurat persis seperti yang diketahuinya.

9. Deja Vecu



Deja vecu (Dibaca deya vay-koo) adalah apa yang dialami banyak orang ketika mereka berpikir sedang mengalami deja vu. Deja vu adalah perasaan telah melihat sesuatu sebelumnya, sedangkan deja vecu adalah pengalaman setelah melihat suatu peristiwa sebelumnya, tapi hanya di dalam detil yang besar – seperti mengenali bau-bauan dan bunyi-bunyian.

Hal ini juga biasanya disertai oleh suatu perasaan yang sangat kuat akan pengetahuan sesuatu yang akan datang kemudian. Pengalaman yang pernah terjadi – tidak hanya mengenal apa yang akan datang berikutnya – tetapi juga mampu mengatakan kepada orang di sekitar apa yang akan datang itu, dan biasanya itu adalah benar. Ini sangat aneh dan sensasi yang tidak bisa dijelaskan.

10. Deja vu



Deja vu adalah pengalaman tertentu akan sesuatu yang sedang berlangsung di mana anda sudah mengalaminya atau melihat situasi baru itu sebelumnya – anda merasa seolah-olah peristiwa telah terjadi atau sedang mengulanginya.

Pengalaman itu biasanya disertai oleh perasaan yang kuat seperti sudah mengenal dan suatu perasaan berupa kengerian, asing, atau aneh. Pengalaman “yang sebelumnya” ini biasanya berhubungan dengan mimpi, tetapi kadangkadang ada suatu perasaan pasti bahwa itu sudah terjadi di masa lalu.

Jumat, 25 Mei 2012

kepribadian seseorang berdasarkan KENTUT


Berikut ini merupakan aneka kepribadian manusia yang bisa di lihat dari cara KENTUTnya

Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan oleh orang yang kurang jelas, maka di dapat hasil yang menunjukan bahwa sifat seseorang dapat terlihat dari cara mereka KENTUT

Berikut ini adalah hasil penelitiannya:

  1. Orang yang tidak jujur: biasanya orang yang memiliki sifat kepribadian seperti ini akan selalu menyalahkan orang yang ada di sekitarnya dan menuduh bahwa merekalah yang kentut.

  2. Orang yang pelit: tipe orang seperti ini kalau dia kentut Cuma sedikit.

  3. Orang yang sombong: cenderung akan mengeluarkan suara kentut yang besar supaya semua orang bisa mendengarnya.

  4. Orang yang tidak gaul: kalau dia kentut sukanya ngelihat.

  5. Orang yang plinplan: cenderung akan mengikuti sekitarnya, bila ada temannya kentut dia akan ikut kentut juga.

  6. Orang yang selalu merasa apes: orang lain yang kentut malahan dia yang di tuduh.

  7. Orang yang boros: kalau dia kentut ga cukup Cuma sekali.

  8. Orang yang dermawan: kalau kentut aromanya akan di bagi - bagi sama semuanya, dengan aroma yang tidak tanggung – tanggung pula.

  9. Orang yang suka selingkuh:  kalau dia kentut suaranya akan di pelankan sehingga bunyi pess...

  10. Orang yang berwibawa: kentutnya tidak bunyi tapi bikin mual, muntah, bahkan pingsan.

  11. Orang yang suka nganggur: yang mau – maunya baca tulisan ini dan membahas masalah KENTUT hi.hi.hi.



Sory Cuma bcanda OK eeeeo...onnkk. hi.hi.hi.

Senin, 19 Juli 2010

KEPRIBADIAN MENURUT TEORI PSIKOANALISA SIGMUND FREUD

Dalam teori ini kepribadian di pandang sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem, yang memiliki fungsi, kelengkapan, prinsip operasi, dinamisme, dan mekanismenya sendiri sendiri. Ketiganya saling berkaitan dan membentuk suatu totalitas.


1. Id atau das es.
Merupakan sistem kepribadian yang paling dasar, dan mengandung naluri bawaan. Id bertindak sebagai penyedia atau penyalur energi yang di butuhkan oleh sistem tersebut untuk operasi atau kegiatannya. Dalam menjalankan fungsi dan operasinya di landasi oleh maksud mempertahankan konstansi /the principle of constancy, yang bertujuan untuk menghindari keadaan tidak menyenangkan dan mencapai keadaan yang menyenangkan /the pleasure principle.

2. Ego.
Merupakan sistem kepribadian yang bertindak sebagai pengarah individu kepada dunia objek dari kenyataan, dan menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip kenyataan /the reality principle. Ego terbentuk pada struktur kepribadian individu sebagai hasil kontak dengan dunia luar.

3. Superego atau das ueberich.
Merupakan sistem kepribadian yang berisi nilai dan aturan yang bersifat evaluatif atau menyangkut baik buruk. Fungsi utama super ego adalah:
  • sebagai pengendali dorongan atau impuls naluri Id agar impuls tersebut tersalurkan dalam bentuk sesuatu yang bisa di terima oleh masyarakat.
  • mengarahkan ego pada tujuan yang sesuai dengan moral dibanding dengan kenyataan.
  • mendorong individu pada kesempurnaan.

Rating: 4.5

Related Posts Psikologi:

Kepribadian Menurut Teori Psikoanalisa Sigmund Freud
Abraham Maslow | Teori Kebutuhan Bertingkat
Hypnosis

Baca juga artikel Miau di blog yang lain di http://kitabkeilmuan.wordpress.com

Artikel Populer Blognya Miau


MAU PENGHASILAN TAMBAHAN DARI MEMASANG IKLAN DI BLOG KAMU? GRATIS, DAPATKAN PASSIVE INCOME TIAP MINGGUNYA. AYO LANGSUNG GABUNG KLIK TOMBOL MERAH DI BAWAH

 

ABRAHAM MASLOW | TEORI KEBUTUHAN BERTINGKAT

Abraham Maslow menyusun teori kebutuhan manusia menjadi lima tingkat kebutuhan.

1. Kebutuhan fisiologis (physiological needs).
Merupakan sekumpulan kebutuhan dasar yang paling mendesak pemuasannya karena berkaitan dengan
pemeliharaan biologis dan kelangsungan hidup, yaitu kebutuhan makanan, air, oksigen, aktif, istirahat, keseimbangan temperatur, sex, dan kebutuhan stimulasi sensoris.

2. Kebutuhan akan rasa aman (need for self security).
Merupakan suatu kebutuhan yang mendorong individu untuk mendapatkan ketentraman, kepastian, serta keteraturan dari keadaan lingkungannya.

3. Kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki (need for love and belongingness).
Merupakan kebutuhan yang mendorong individu untuk mengadakan ikatan emosional dengan individu lain, baik dengan sesama jenis maupun dengan individu yang berlainan jenis dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan kelompok di masyarakat.

4. Kebutuhan rasa harga diri (need for self esteem).
Dalam kebutuhan ini Maslow membagi menjadi dua bagian, yang pertama adalah penghormatan atau penghargaan dari diri sendiri. Yang kedua adalah penghargaan dari orang lain.
Pada bagian pertama meliputi hasrat untuk memperoleh kompetensi, rasa percaya diri, kekuatan pribadi, adekuasi, kemandirian, dan kebebasan. Pada bagian kedua antara lain adalah prestasi, dalam hal ini individu membutuhkan penghargaan atas apa yang dilakukannya.

5. Kebutuhan aktualisasi diri (need for self actualization).
Kebutuhan ini merupakan tingkat yang paling tinggi menurut Maslow, akan muncul bila kebutuhan di tingkat bawahnya telah terpuaskan dengan baik. Bentuk pengaktualisasian diri ini berbeda pada setiap orang hal ini di sebabkan adanya perbedaan individual. Ada beberapa hambatan untuk mencapai taraf aktualisasi diri. Pertama berasal dari individunya sendiri yaitu berupa ketidaktahuan, keraguan, rasa takut dari individu untuk mengungkap potensi yang di milikinya. Kedua berasal dari luar atau masyarakat, berupa kecenderungan men depersonalisasi individu, juga berupa prepresian sifat, bakat, atau potensi. Ketiga berapa pengaruh negatif yang dihasilkan oleh kebutuhan yang kuat akan rasa aman


Rating: 4.5

Related Posts Psikologi:

Kepribadian Menurut Teori Psikoanalisa Sigmund Freud
Abraham Maslow | Teori Kebutuhan Bertingkat
Hypnosis


Baca juga artikel Miau di blog yang lain di http://kitabkeilmuan.wordpress.com

Artikel Populer Blognya Miau


MAU PENGHASILAN TAMBAHAN DARI MEMASANG IKLAN DI BLOG KAMU? GRATIS, DAPATKAN PASSIVE INCOME TIAP MINGGUNYA. AYO LANGSUNG GABUNG KLIK TOMBOL MERAH DI BAWAH