Tampilkan postingan dengan label Plesir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Plesir. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Agustus 2013

Fenomena Frost di Dieng

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sriworo B. Harijono mengatakan fenomena frost atau embun pagi yang membeku bukanlah hal baru. Ia mengatakan penyebab terjadinya frost adalah karena udara lembap yang basah terangkat karena unsur kemiringan gunung atau orografis.

Unsur kemiringan ini kemudian menabrak gunung dan bertemu dengan lapisan yang bertitik beku rendah (freezing level yang rendah) sehingga uap air mengembung dan membeku. "Sebagaimana yang terjadi di Pegunungan Dieng, hal ini bisa terjadi kalau angin yang mengalir terlalu kencang sehingga ada dorongan keatas," jelas Sriworo kepada Media Indonesia pada Jumat (16/8).


Dari pola angin yang membawa uap air atau kelembaban dan kemiringan Gunung Dieng dapat disimpulkan angin mengalir dari timur laut yang dari Jepara yang terletak di utara Semarang atau Laut Jawa kearah Gunung Dieng. Hal itu menyebabkan udara yang dibawa cukup lembap.

Terkait turunnya frost atau yang disebut penduduk setempat sebagai embun upas di Pegunungan Dieng, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Widada Sulistya mengatakan biasanya terjadi di Pegunungan dengan tinggi 2.000 meter atau lebih. Frost biasanya terjadi selama empat atau lima hari selama musim kemarau. "Terjadinya frost tidak selama musim kemarau, hanya beberapa hari atau setidaknya seminggu saja," jelasnya.

Waktu penanaman
Di Pegunungan Dieng yang sudah mengalami kemarau tanpa hujan selama 20 hari, udara akan sangat dingin pada malam hari. Hal ini terjadi karena atmosfer dalam keadaan bersih sehingga menyebabkan radiasi langsung tembus kesana.

"Frost bisa menyebabkan tanaman seperti kentang dan cabai mati karena kekeringan," urainya. Untuk mengantisipasi matinya tanaman, Widada mengatakan para petani biasanya melakukan penanaman lebih awal sebelum musim kemarau datang. Sehingga pada saat frost terjadi, usia tanaman sudah memasuki dua bulan. Usia ini cukup kuat saat menghadapi frost.

Disinggung mengenai cuaca ekstrem, ia mengatakan hal itu terjadi karena keadaan laut lebih panas dari biasanya sehingga menyebabkan suplai uap air ke udara lebih banyak. Hal ini membuat atmosfer menjadi lembap. Hal ini, lanjutnya, biasanya terjadi pada siang hari. Sementara pada malam hari udara akan menjadi sangat dingin.

Rabu, 24 Juli 2013

Fenomena Ribuan Pilar Karang di Pinnacles Desert, Australia

[Primbon-arti.blogspot.com] - Bagi turis yang suka berpetualang jangan lewatkan Pinnacles Desert di Western Australia. Disini ditemukan beribu-ribu limestone atau pilar karang di atas pasir seperti kuburan massal. Misterius!

Pinnacles Desert terletak di Taman Nasional Nambung. Tempat ini berjarak sekitar 245 kilometer atau tiga jam perjalanan ke utara Kota Perth. Untuk menuju kawasan itu, dari Perth hanya bisa melalui akses Brand Highway menuju Carventas. Dari Carventas menuju Nambung National Park masih berjarak 16 kilometer.

Fenomena Ribuan Pilar Karang di Pinnacles Desert, Australia

Pinnacles adalah gurun pasir yang dipenuhi ribuan pilar-pilar batu kapur alami, menyembul dari gurun pasir.

Ukuran batu-batu tersebut bervariasi, dari seukuran tikus hingga yang lebih tinggi 4 meter. Sebagian bersisik tajam seperti gergaji, sebagian berujung runcing, sebagian tumpul. Pertama tiba, terkesan batu-batu itu sepintas mirip kuburan massal dengan ribuan nisan terpancang kokoh.

Dominasi kuning terang pada batu dan pasir memberi kesan seolah anda berada di planet asing tanpa penghuni, seperti dalam film-fiksi ilmiah. Pengunjung tidak dikenai biaya bila mengitari dengan berjalan kaki. Tetapi bila anda ingin mengelilingi wilayah itu dengan mobil khusus, harus merogoh kocek AUD 11 (Rp 110.000).

Menurut Department of Environment and Conservation West Australia (DECWA), taman nasional seluas lebih 17 ribu hektar ini juga meliputi pantai, dan hutan pohon Tuart yang rindang. Pada musim semi dibulan Agustus-Oktober, pohon-pohon Tuart akan berbunga mekar. Ada yang berwarna kuning, merah dan hijau menyuguhkan pemandangan yang tak mudah anda lupakan. Jika beruntung, anda akan bertemu dengan kawanan burung Emu dan Kangguru liar di sini.

Nama Nambung diberikan oleh penduduk asli, Aborigin. Nambung sendiri merupakan nama sebuah sungai di kawasan itu. Dalam bahasa Aborigin, Nambung berarti dibengkokkan atau dipelintir.

Pinnacles Desert mulai dimasukan peta Australia oleh orang Eropa pada tahun 1658. Namun hingga akhir 1960-an, Pinnacle Dessert relatif tidak dikenal, sampai saat Department of Lands and Surveys negara bagian WA menjadikan kawasan ini sebagai taman nasional. Kini, sekitar 150 ribu pengunjung mendatangi Pinnacles Dessert setiap tahun.

DECWA menyebutkan, batu-batu kapur Pinnacles terbentuk secara alamiah. Asal mulanya adalah dari kerang laut pada masa ketika bumi masih sangat kaya dengan kehidupan laut. Melalui proses ribuan tahun, kerang laut pecah menjadi pasir yang kaya kandungan kapur. Pasir kapur ini lalu hanyut bersama ombak ke daratan, ditiup angin dan membentuk bukit pasir yang tinggi dan berpindah-pindah.

Jika musim dingin tiba dan frekuensi hujan tinggi, unsur asam pada hujan melarutkan kalsium karbonat yang kemudian meresap ke dalam pasir. Saat bukit pasir mengalami kekeringan di musim panas, komposisi tersebut mengendap membentuk sejenis semen, bercampur dengan pasir, dan secara perlahan membentuk batuan kapur. Gurun pasir lama-kelamaan menjadi tipis akibat dikikis air dan angin.

Bagian-bagian yang lebih keras bertahan, meninggalkan Pinnacles alias pilar-pilar batu. Pembentukan Pinnacles adalah proses ribuan tahun. Sekitar enam ribu tahun lalu, temuan arkeologi membuktikan bahwa kawasan ini pernah menjadi pemukiman suku Aborigin.

Fenomena Ribuan Pilar Karang di Pinnacles Desert, Australia

Fenomena Ribuan Pilar Karang di Pinnacles Desert, Australia

Fenomena Ribuan Pilar Karang di Pinnacles Desert, Australia

Minggu, 21 Juli 2013

5 Kota Hantu Paling Mengerikan di Jepang

[Primbon-arti.blogspot.com] - Kota hantu biasanya sangat menyeramkan karena sesuai denga namnya kota hantu yang selalu identik dengan hantu dan cerita yang mengerikan nah berikut ini ada beberapa kota hantu paling merngerikan yang ada di Jepang mau tahu kota apa aja itu simak 5 Kota Hantu Paling Mengerikan di Jepang berikut ini.

1. Fuchu US Air Force Base



Funchu US Air Force Base merupakan peninggalan pangkalan Angkatan Udara AS di Fuchu sebagai kenang-kenangan saat Jepang dan Amerika melakukan perang dan kemudian damai. Tempat ini dibangun tak lama setelah Perang Dunia II dalam kerjasama dengan Japan Self-Defense Force Base dan ditinggalkan pada tahun 1980-an.

Kini parabola kembar masih terlihat dari luar, meskipun sekarang setengahnya dimakan oleh waktu, berwarna merah berkarat dan berlubang. Jalan-jalan dipenuhi dengan gulma dan pohon yang menyeruak melalui celah-celah, bangunan barak yang berkilau dengan air terjun, jendela dan pintu yang bisa dilihat dari kegelapan.

2. Sport World Theme Park



Sport World adalah sebuah taman hiburan besar, menyediakan sebuah hotel besar, lapangan golf mini, pusat kebugaran, kolam menyelam, kolam ombak, dan kolam renang. Tapi kini semua dalam kehancuran . Tempat ini dibangun pada tahun 1988 dan ditinggalkan 10 tahun kemudian.

3. Matsuo Ghost Town



Tambang Matsuo di utara Jepang dibuka pada tahun 1914 dan ditutup pada tahun 1969. Pada masa kejayaannya tambang ini merupakan tambang terbesar untuk sulfur di kawasan timur dunia. Tambang ini memiliki 4.000 tenaga kerja dan populasi pemukiman lebih dari 15.000 orang, semuanya ditampung di sebuah kota di pegunungan Hachimantai Park.

Kota ini dikenal sebagai “surga di atas awan” dengan apartemen mewah dengan dikelilingi aliran kabut. Sebuah apartemen raksasa terlihat seperti tebing granit di lereng bukit. Namun kini tempat itu hanya berupa sisa reruntuhan yang mengerikan di antara kabut.

4. Akasaka Love Hotel



Love Hotel adalah sebuah motel pinggir jalan, yang diperuntukkan sebagai tempat bagi orang untuk pergi ketika mereka tidak memiliki tempat pribadi mereka sendiri. Kamar bisa disewa per jam ( “istirahat”) atau untuk sepanjang malam ( “menginap”). The Akasaka Love Hotel terletak di ujung kompleks love hotel di sebuah jalan raya yang tenang di barat Tokyo, namun lalu lintas di jalan raya tersebut sepi. Hotel itu dibangun 11 tahun yang lalu, dan ditutup setelah 3 tahun sejak pertama kali dibuka. Love hotel ini terkenal karena warna kamar yang mencolok sehingga dapat membangun “fantasi”pengunjungnya.

5. The Toyo Bowling Alley



The Bowl Kanagawa Toyo adalah salah satu dari beberapa gang yang dibangun pada tahun 1980-an. Pada tahun 1928 seorang pria bernama Yokoi datang ke Tokyo saat berussia 15 tahun. Lalu ia menjadi manajer tempat bowling pada tahun 1957 serta beberapa toko lainnya.

Pada tahun 1958, ia ditembak oleh seorang gangster Yakuza karena hutang senilai 20 juta yen tapi dia selamat. Pada tahun 1987, ia membangun Boru Toyo dari 108 jalur, dan merupakan tempat bowling terbesar kedua di Jepang. Pada tahun 1991, ia membeli Empire State Building di New York. Perusahaan yang dipegang Yokoi itu bangkrut pada tahun 1999. Semenjak kebangkrutannya,tempat itu kosong.

Kamis, 18 Juli 2013

Gerbang Bumi Menuju Dunia Lain

Berikut ini adalah 5 Lubang di Bumi yang di anggap sebagai gerbang menuju dunia lain.

Cahaya Surga – Gua Jomblang



Tak hanya lubang-lubang besar yang bisa ‘mengirim’ kita ke neraka, di muka bumi ini juga ada lubang tempat masuknya ‘cahaya surga’. Luweng Grubug nama tempat tersebut. Letaknya di Gua Jomblang,Indonesia.

Lorong sepanjang 300 meter di area Gua Jomblang, membawa kita menuju Gua Grubug. Sinar matahari yang menerobos masuk dari Luweng Grubug setinggi 90 meter membentuk satu tiang cahaya indah yang diibaratkan sebagai cahaya surga.

Gerbang Surga – Tianmen



Tak heran jika Gunung Tianmen di China disebut heaven gate atau gerbang surga. Karena ketinggiannya, serta lubang besar yang ada di atas gunung ini, Tianmen lebih menyerupai gerbang ke langit, yang identik dengan surga.

Naik dari kaki gunung menuju ke lubang besar tersebut memang tampak seperti sedang berjalan menuju sebuah gerbang ke arah langit. Tempat ini layak masuk dalam daftar kunjungan keliling dunia.

Gerbang Neraka – Pluto



Turki punya gerbang yang bisa membawa siapa saja langsung ke neraka! Mengapa diibaratkan demikian? Lubang penuh uap karbondioksida yang ada di sana memang sangat berbahaya bagi semua makhluk hidup, dan bahkan mematikan

Peneliti dari Italia menemukan sebuah gerbang ke neraka yang terbentuk dari reruntuhan di sebelah Barat Daya Turki. Gerbang yang disebut Pluto Gate ini ditemukan pada situs purbakala di kota Phrygian,Hierapolis yang sekarang disebut Pamukkale.

Gerbang Neraka Danau Lava – Afar Depression



Afar Depression merupakan tempat di mana dua lempeng tektonik bertemu dan menjadi lokasi geologis paling aktif di dunia. Ada sebuah lubang besar di area tersebut yang merupakan danau lava.

Menjadi danau lava terbesar di dunia, yang penuh api panas, lubang ini lantas dianggap sebagai gerbang menuju neraka. Bagaimana tidak, jika segala yang terperosok ke dalamnya pasti bakal meleleh.

Gerbang Neraka – Namaskaro



Terletak di Islandia, Namaskoro berada di dasar gunung Namatjall yang merupakan salah satu dari beberapa area vulkanik di sana. Merupakan pusat dari aktivitas panas bumi, seluruh area di sekitar tempat ini menggambarkan suasana yang suram.

Kolam lumpur yang mendidih dengan zat sulfur di atasnya, membuat area ini dipenuhi uap gas vulkanik. Pemandangan di sana sangat mengerikan. Tak heran jika Namaskoro akhirnya mendapat julukan sebagai Gerbang Menuju Valhalla.

Sabtu, 06 Juli 2013

Jijik, Laut Kuning di China Jadi Hijau



Wisatawan yang sedang berlibur dan menikmati pantai di Laut Kuning China, menjumpai fenomena alam yang aneh. Laut Kuning menjadi hijau akibat serbuan alga yang berwarna hijau. Wisatawan pun terpaksa berenang bersama alga.

Beraneka foto yang beredar memperlihatkan para wisatawan terpaksa berenang bersama alga di Qingdao. Di pinggir pantai, buldozer tampak mengeruk dan membuang berton-ton alga.

Badan Kelautan Negara China mengatakan alga berjenis Enteromorpha prolifera mulai muncul seminggu lalu dan sudah menyebar di kawasan seluas 28.900 km persegi. Kejadian ini lebih para dari pada tahun 2008.

Menurut kantor berita Xinhua pemerintah Qingdao udah mengeruk 7.335 ton alga. Professor Bao Xianwen dari Ocean University of China mengatakan para ilmuwan masih meneliti penyebab melonjaknya jumlah alga hijau ini.

"Pasti ini terkait dengan perubahan lingkungan, tapi kami secara ilmiah belum tahu penyebabnya apa," kata Xianwen.

Wisatawan pun pasrah, mereka terpaksa berenang dan bermain di tengah alga-aga hijau itu. Alga ini dinyatakan tidak beracun, namun bisa menghabiskan kandungan oksigen di dalam air laut. Selain itu, berenang bersama alga yang menempel di kulit, mungkin menjijikan bagi sebagian wisatawan.

Rabu, 26 Juni 2013

5 Destinasi Wisata Aneh di Dunia

[Primbon-arti.blogspot.com] - Bagi Anda para bagpacker yang senang pelesir, dan menikmati keindahan panorama alam, kota maupun objek wisata indah lainnya, Tak ada salahnya jika mencoba “wisata” yang satu ini. Selain berbeda dan dan tidak biasa, tentunya akan membawa nuansa tersendiri di liburan Anda ini. Di sini berderet daftar dari beberapa objek wisata yang paling aneh dan menakutkan di dunia, yang uniknya.com himpun untuk Anda:

1. Truk Lagoon, Mikronesia

Sebagian besar peralatan pasukan Angkatan Laut Jepang kini tergeletak di bagian bawah Truk Lagoon yang dangkal di Mikronesia, barat daya Hawaii. Di edalaman Biru tersebut, penuh dengan puing-puing kapal perang dan kapal induk, yang tenggelam pada tahun 1944 dan sekarang terbuka bagi para penyelam umum sebagai tujuan wisata.


Truk Lagoon, Mikronesia 

2. Museum Sejarah Kedokteran Mutter, Philadelphia

Museum Sejarah Kedokteran Mutter di Philadelphia adalah museum patologi, peralatan medis tua dan barang-barang pameran biologi. Museum ini paling terkenal untuk koleksi tengkorak raksasanya.


Museum Sejarah Kedokteran Mutter, Philadelphia

3. Pasar Sihir Sonora di Mexico City-Mexico

Pasar Sonora dibuka setiap hari untuk para peziarah dari Mexico City dan wisatawan dari jauh yang datang ke sini untuk prediksi keberuntungan dan janji-janji kehidupan yang lebih baik. Ini adalah tempat di mana penduduk lokal membeli barang “supranatural” seperti beberapa darah ular atau hummingbird kering untuk mendekatkan keberuntungan bagi dirinya.


Pasar Sihir Sonora di Mexico City-Mexico

4. Pulau Paskah, Chile

Salah satu tempat paling misterius di bumi adalah Pulau Paskah, dengan batu besar raksasanya, yang tertanam ke dalam tanah di bawah beban ribuan tahun. Patung yang menatap langit, seolah-olah mereka saksi adanya praktik mistik kuno ribuan tahun silam.


Pulau Paskah, Chile

5. Rawa Manchac, Luisiana

Para turis dengan perahu, menyusuri rawa-rawa dalam cahaya obor yang dikelilingi oleh pohon-pohon cemara tua dan benang panjang dari lumut yang tergantung di cabang pohon cemara. Rawa Manchac juga disebut sebagai “rawa hantu”.


Rawa Manchac, Luisiana 

Selasa, 18 Juni 2013

Jalan Tol Bertumpuk-Tumpuk di Jepang

Jepang bukan hanya terkenal dengan kecerdasan dan kedisiplinan mereka dalam waktu dan bekerja. Struktur pembangunan jalan-jalan kotanya pun sangatlah tersusun rapi. Bisa dibayangkan betapa hebatnya orang Jepang dalam membuat jalan tol seperti di bawah ini:



Di indonesia

Minggu, 26 Mei 2013

Wisata alam di Pasanggrahan Prabu Siliwangi

"Pesanggrahan" atau dalam penyebutan Bahasa Sunda nya adalah "Pasanggrahan" memiliki beberapa artian seperti tempat singgah, tempat tinggal, tempat berdiam, tempat bertapa dan arti-arti sejenis tinggal lainnya. Maka pasanggrahan Prabu Siliwangi pada zaman dulu kala konon merupakan tempat singgah/pertapaan (Petilasan)-nya Prabu Siliwangi. Untuk itu keberadaan Makam Keramat Prabu Siliwangi berupa cungkup batu dan batu besar yang terdapat di lokasi ini bukan berarti Makam dalam artian sebenarnya (kuburan) melainkan adalah "Tempat". Sedangkan makam Prabu Siliwangi yang sebenarnya sampai saat ini masih belum diketahui keberadaan lokasinya.


Pasanggrahan Prabu Siliwangi yang terletak di Desa Pajajar Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka Jawa Barat terletak di dalam hutan kaki Gunung Ciremai sebelah barat dan Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Barat khususnya Kabupaten Majalengka telah menetapkan lokasi ini menjadi salah satu tujuan hutan wisata dan objek keramat di Majalengka. Seperti di lokasi-lokasi wisata di wilayah Jawa Barat, di lokasi ini juga terdapat simbol wilayah Jawa Barat seperti patung Macan Siliwangi dan Tugu Kujang yang merupakan senjata khas Jawa Barat.

Perjalanan menuju lokasi pasanggrahan Prabu Siliwangi juga dapat di tempuh dengan kendaraan, di mulai dari terminal Rajagaluh transportasi yang ada sampai saat ini menggunakan angkutan bak terbuka mobil PickUp. Dengan berkendara bak terbuka selama perjalanan menuju Desa Pajajar melewati jalan yang berliku pegunungan, terlihat panorama begitu indah dengan sejuknya udara pegunungan dan jernihnya sungai pegunungan. Sesampainya pengunjung di Desa Pajajar perjalanan menuju lokasi dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki kurang lebih 5 sampai 10 menit menuju gerbang pesanggrahan.

Dengan membayar retribusi tiket masuk dengan harga yang terjangkau, begitu pengunjung menginjakkan kaki di lokasi Gerbang Pasanggrahan Prabu Siliwangi, pengunjung akan langsung disambut oleh kumpulan-kumpulan monyet yang masih berkeliaran di hutan ini. Puluhan monyet-monyet ini menyambut sambil berharap pengunjung memberikan makanan kecil kacang ataupun roti yang sengaja dijual oleh penjaja makanan di lokasi ini untuk dibagi-bagikan ke monyet-monyet.

Bisa dibilang monyet-monyet ini cukup ramah asalkan pengunjung tidak sembarangan menaruh makanan/jajanan nya, jika demikian biasanya monyet-monyet akan menyambar mengambil makanan yang tergeletak tanpa diawasi pemiliknya. Namun hal yang cukup unik adalah mengenai tingkah monyet-monyet di lokasi Pasanggrahan Prabu Siliwangi yakni saat terdengar kumandang adzan, semua monyet-monyet ini naik ke atas pohon. Setelah beberapa saat kumandang adzan berlalu kurang lebih 15 sampai 30 menit barulah monyet-monyet ini turun dari pohon. Menurut pendapat yang yakini masyarakat sekitar tentang monyet-monyet di lokasi Pasanggrahan Prabu Siliwangi konon dulunya adalah prajurit-prajurit Prabu Siliwangi yang membangkang atau tidak setia.

Masih di kawasan Pasanggrahan Prabu Siliwangi Kabupaten Majalengka, terdapat juga sebuah kolam telaga yang bernama Sanghiang Talaga Emas. Telaga yang tidak terlalu besar ini airnya sangat bening, di dalamnya terdapat ikan-ikan yang sangat besar. Konon dulunya adalah juga prajurit-prajurit yang dikutuk oleh Prabu Siliwangi menjadi ikan dan jumlah ikan-ikan di telaga dewa emas ini selalu tetap, tidak bertambah dan tidak juga berkurang. Ada kepercayaan tentang kebenaran atau tidaknya legenda tentang ikan dewa sampai saat ini tidak ada yang berani mengambil atau memancing ikan ini karena ada kepercayaan bahwa barang siapa yang berani mengganggu ikan-ikan tersebut akan mendapatkan kemalangan.

Di lokasi Pasanggrahan Prabu Siliwangi Desa Pajajar,juga terdapat sebuah telaga kecil yang bernama Sanghiang Talaga Pancuran. Sumber mata air telaga dengan tujuh pancuran ini juga digunakan oleh pengunjung yang datang untuk berziarah ke Petilasan Prabu Siliwangi.

Tak hanya objek wisata keramat yang terdapat di lokasi ini, di Pesanggrahan Prabu Siliwangi juga terdapat Lokasi Outbound, untuk melengkapi petualangan wisata alam Majalengka Petilasan Prabu Siliwangi di Desa Pajajar. Kurang lengkap kiranya jika pengunjung tidak mencoba sensasi Flying Fox melintasi danau dengan bergelantungan kaki diatas dan kepala dibawah.

Berwisata ke Kota Ciamis Mampir di Astana Gede Kawali


Di pintu gerbang Astana Gede Kawali ada loket retribusi. Di situ kita dapat memberli buku penjelasan sejarah Astana Gede Kawali yang disusun H Djadja Sukardja (Alm), pensiunan Kepala Seksi Kebudayaan Kandepdikbud Kabupaten Ciamis. Kita tinggal menjelajah menyaksikan sendiri bukti bukti sejarah yang ditulis di buku tersebut.

Pertama kali masuk kita menemukan makam Adipati Singacala dan Eyang Sancang. Ini memang makam Islam karena Singacala adalah adalah keturuan Sultan Cirebon yang sudah menganut agama Islam. Namun belok ke kanan terdapat prasasti I dan II.

Prasasti I bertuliskan huruf Sunda kuno yang terjemahannya berbunyi “Inilah tanda bekas beliau yang mulia Prabu Raja Wastu yang memerintah di Kota Kawali yang memperindah keraton Surawisesa, yang membuat parit sekeliling kota yang mamakmurkan seluruh desa. Semoga ada penerus yang melaksanakan berbuat kebajikan agar lama jaya di dunia.”

Prasasti di Kawali semula hanya 5. Namun terakhir ditemukan lagi secara tak sengaja oleh pengurus situs, pada tahun 1990-an atau setelah 200 tahun kemudian. Kini batu bertulis aksara Sunda kuno itu disebut Prasasti VI yang lokasinya hanya beberapa langkah dari Prasasti I dan II.

Situs ini pertamakali ditemukan pada zaman Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles pada tahun 1817 Masehi yang dilanjutnya penerusnya, akhirnya dipugar olah Pusat Penelitian Arkeologi Nasional tahun 1984-1985. Hawa di sini cukup sejuk dan segar karena ketinggian dari permukaan air laut sekitar 365 meter di samping dikelilingi saluran air dan sungai serta banyak tumbuh pohon pohon tua yang rindang.

Yang unik dari situs sejarah ini ragam peninggalannya bervariasi dari zaman prasejarah dengan adanya menhir (batu tegak), klasik, zaman Hindu, dengan adanya lingga dan yoni serta prasasti sampai zaman kerajaan Islam dengan makam yang membujur utara -selatan.

Pengunjung situs Kawali sehari ratusan sampai ribuan orang. Tempat parkir meskipun tidak seberapa luas dapat untuk memarkir beberapa bus. Drs H Dirman Surachmat, seorang arkeolog alumnus UI bulan lalu kembali meneliti peninggalan kerajaan Sunda kuno di Kawali tersebut.

“Saya kemari tahun 1967. Batu prasasti VI itu belum ada. Bisa jadi kalau dilakukan penggalian masih ada lagi prasasti atau peninggalan yang lain,” ujarnya.

Selasa, 21 Mei 2013

Misteri Telaga Sarangan di Magetan

Telaga sarangan adalah danau kecil yang juga biasa disebut telaga pasir. Sebuah telaga alam yang terletak di kaki Gunung Lawu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Telaga Sarangan terletak di lereng Gunung Lawu (3.265m) yang memiliki keindahan alam pegunungan nan elok. Telaga ini berjarak sekitar 16 kilometer dari arah barat kota Magetan dan sekitar 5 kilometer dari arah tawangmangu. Telaga ini juga mempunyai luas sekitar 30 hektar dan mempunyai kedalaman 28 meter. Telaga sarangan ini adalah objek wisata andalan di kota tersebut. Untuk lebih menikmati keindahan telaga tersebut, pengunjung juga bisa berkuda dan mengendarai kapal cepat berkeliling telaga sarangan tersebut. Di Telaga Sarangan juga terdapat hidangan makanan khas yang dijajakan oleh penjual di sekitar telaga tersebut, yaitu sate kelinci. Sate ini biasanya di hidangkan dengan lontong dan sambal kacang. Satu porsi sate kelinci biasanya di hargai sekitar 7.000 -10.000. di sekitar telaga juga banyak kios-kios yang menjual hasil hasil home industri setempat yang mampu memproduksi kerajinan-kerajinan souvenir seperti kerajinan kulit, kerajinan sepatu dari kulit, kerajinan anyaman bambu, dll. Ada juga produk makanan khas seperti empeng mlinjo dan lempeng (krupuk puli yang terbuat dari nasi) yang di kenal dengan sebutan lempeng magetan.


Menurut penduduk setempat mereka sering menyebut Telaga Sarangan sebagai Telaga Pasir. Pulau yang ada di tengah telaga tersebut adalah tempat bersemayamnya roh leluhur pencipta Telaga Sarangan, yaitu Kyai Pasir dan Nyai pasir. Bisa disebut sebagai Telaga Pasir karena menurut legenda hingga sampai detik ini masih dipercayai oleh masyarakat sekitar telaga tersebut bahwa terbentuknya telaga tersebut berasal dari cerita sepasang suami istri yang bernama Kyai Pasir dan Nyai Pasir. Pasangan ini bertahun-tahun hidup berdampingan tetapi belum dikaruniai seorang anak pun. Lalu untuk mewujudkan agar pasangan ini mendapatkan keturunan, Kyai dan Nyai Pasir bersemedi dan memohon kepada Sang Hyang Widhi. Setelah mereka melakukan semedinya itu akhirmya mereka pun mendapatkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Joko Lelung. Agar keluarga itu bisa mencukupi kebutuhan hidupnya, sehari-hari mereka bercocok tanam dan berburu. Karena menurut mereka pekerjaan yang di kerjakan itu sangatlah berat, maka pasangan ini memutuskan untuk bersemedi lagi untuk memohon kesehatan dan panjang umur kepada Sang Hyang Widhi. Dalam semedinya kali itu, pasangan suami tersebut mendapatkan wasiat agar keinginannya bisa terwujud, pasangan ini harus dapat menemukan dan memakan telur yang ada didekat ladang mereka. Akhirnya pasangan suami istri itu berhasil menemukan telur itu dan langsung di bawa pulang dan memasaknya. Lalu telur yang sudah matang itu dibagi untuk keduanya . setelah memakannya pasangan itu merasakan panas dan gatal di seluruh tubuhnya setelah ia pergi ke ladangnya. Pasangan suami itu terus menggaruk tubuhnya yang terasa gatal hingga menimbulkan luka lecet di seluruh tubuh mereka. Lama kelamaan keduanya berubah menjadi ular naga yang sangat besar. Lalu kedua ular tersebut berguling-guling di pasir sehingga menimbulkan cekungan yang kemudian mengeluarkan air yang sangat deras dan menggenamgi cekungan yang di buat oleh ular naga tersebut. Akhirnya pasangan tersebut menyadari kemampuan yang mereka miliki, mereka berniat untuk membuat cekungan yang banyak untuk menenggelamkan Gunung Lawu. Mengetahui kedua orang tuanya tiba-tiba berubah menjadi naga dan memiliki niat yang buruk, maka anaknya yaitu Joko Lelung pun juga bersemedi memohon agar niat kedua orang tuanya tersebut dapat digagalkan, dan semedi Joko Lelung pun diterima oleh Hyang Widhi. Saat keduan orang tuanya sedang berguling-guling membuat cekungan baru, lalu timbul wahyu kesadaran agar Kyai dan Nyai Pasir mengurungkan niat mereka untuk menenggelamkan Gunung Lawu.



Begitulah asal mula Telaga Sarangan yang sampai saat ini masih diyakini oleh penduduk setempat. Di Telaga Sarangan tersebut pemerintah juga selalu membuat event setiap tahunnya. Setiap menjelang bulan ruwah( bulan puasa ) selalu diadakan upacara bersih desa dan labuh sesaji untuk tolak bala dan memperingati terbentuknya Telaga Sarangan tersebut. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada roh leluhur Desa Sarangan.

Kamis, 16 Mei 2013

Nama Tempat di Singapura yang berasal dari Bahasa Indonesia


Tidak sedikit pula nama jalan dan nama tempat di Singapura ternyata berasal dari bahasa Indonesia yang berakar dari bahasa Melayu bahkan beberapa orang Indonesia sering berkunjung ke tempat berikut ini:

1. Singapore/Singapura
Nama Singapura berasal dari bahasa Melayu berarti “Kota Singa”. Studi sejarah membuktikan bahwa singa kemungkinan tidak pernah ada di pulau itu; makhluk yang dilihat oleh Sang Nila Utama, pendiri dan pemberi nama Singapura, bisa jadi seekor harimau. Singapura juga bernama awal ‘Temasek’.

2. Bugis Street (Jalan Bugis)
Sejarah Bugis Street jauh berawal pada saat Singapura masih bernama Temasek, yang terkenal sebagai kota pelabuhan, menarik banyak imigran dari berbagai etnis untuk datang dan berdagang. Pedagang dan pelaut ulung Bugis dari Indonesia juga berkumpul di sini. Pada tahun 1829 dari Makasar mereka membawa rempah-rempah dan emas dengan menggunakan perahu pinisi menyeberangi lautan untuk mencari peruntungan baru di tanah Singapura. Kedatangan pelaut-pelaut Bugis sekaligus membentuk komunitas Bugis yang bermukim di kampung Bugis atau Bugis Village yang dikenal saat ini dan memunculkan pedagang, pahlawan dan tokoh baru yang berperan dalam sejarah negara Singapura.

3. Sentosa Island (Pulau Sentosa)
Kata ‘Sentosa’ berasal dari bahasa Sanskrit yakni Santosha. Dalam KBBI IV 2008, kata ‘sentosa’ berarti bebas dr segala kesukaran dan bencana; aman dan tenteram; sejahtera.

4. Orchard Road (Jalan Orchard)
Nama Jalan Orchard berarti jalan kebun, diambil dari perkebunan merica, pala dan buah-buahan di pertengahan tahun 1800-an. Pengembangan komersil daerah ini baru dimulai di abad ke-20 terutama pada pertengahan tahun 1970-an. Terbukti beberapa jalan kecil atau gang di sekitar Orchard Road bernama Jalan Kayu Manis, Jalan Lada Puteh, Jalan Jintan dsb. yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) IV 2008.

5. Tanjong Pagar
Berasal dari bahasa Melayu “Tanjong Passar”, Tanjong berarti tanjung, Passar berati perkampungan sehingg Tanjong Pagar menggambarkan perkampungan nelayan sepanjang pesisir pantai. Menurut sejarah Melayu, dahuu kala perkampungan ini diserang oleh sekumpulan ikan pedang (spearfish), atas nasihat anak lelaki pintar bernama Hang Nadim (yang sekarang nama Bandara Internasional di Batam, Indonesia dan nama Pahlawan dari Riau, Indonesia) kepada Sri Maharajah untuk membuat perangkap di sepanjang pesisir tersebut, akhirnya perangkap tersebut berhasil menahan serangan ikan-ikan tersebut.

6. Pasir Panjang
Nama Pasir Panjang berasal dari bahasa Melayu “Passir Panjang” mulai muncul tahun 1851. Artinya, nama ini menggambarkan pantai berpasir yang panjang membentang sepanjang pesisir daerah ini. Pasir Panjang juga disebut hong heng sua dalam bahasa Hokkien yang berarti “Tanaman milik Hong Heng”.

7. The Istana Singapore
Asal kata Istana dari bahasa Indonesia yang berarti rumah atau kediaman resmi raja (kepala negara, presiden) dan keluarganya serta pusat kegiatan pemerintahan. Seperti halnya Istana Merdeka, Istana Negara, Istana Bogor, Istana Cipanas, Istana Tampak Siring dsb.

8. Kranji
Daerah Kranji di Singapura ini terletak di utara Singaupra, merupakan sebuah daerah pinggiran dan kota kecil terletak sekitar 22 Km dari pusat kota. Kranji atau Keranji berasal dari bahasa Indonesia diambil dari nama sebuah nama buah Dialium indicum atau velvet tamarind. Di Indonesia, buah ini dikenal juga buah kranji atau buah asam atau buah asem. Selain itu, ini merupakan nama kelurahan di kecamatan Bekasi Barat, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.

Senin, 29 April 2013

Cerita Gunung Bernyanyi di China


Terletak di Jalur Sutra, Gunung Pasir Echoing dikenal sebagai satu dari delapan lanskap terindah di Dunhuang dan satu dari empat destinasi "pasir bernyanyi" di China.

Gunung yang membentang sepanjang 40 km dengan lembar 20 km ini memiliki titik tertinggi mencapai 250 meter. Ketika angin bertiup kencang, gunung pasir itu akan terdengar seperti bernyanyi. Sebagaimana dilansir visitourchina.com, suara nyaring dari pasir itu bahkan terdengar seperti petikan alat musik kuno China.



Konon menurut cerita warga setempat, "nyanyian pasir" itu berasal dari perang yang terjadi antara dua pasukan. Namun siapa sangka, ketika sedang berperang, datang badai pasir luar biasa yang kemudian mengubur para tentara dan kuda-kuda mereka hidup-hidup.

Tetapi, kebanyakan orang tentu lebih percaya pada penjelasan ilmiah yang mengatakan suara itu terbentuk oleh aliran listrik statis, resonansi, atau gesekan antar pasir.

Danau bulan sabit

Selain menikmati kemerduan suara pasir Echoing, wisatawan juga disungguhkan keindahan danau berbentuk bulan sabit, Yueyaquan.

Danau Yueyaquan terletak 6 km di selatan Dunhuang, Provinsi Gansu, China. Menurut pengukuran yang dilakukan pada tahun 1960, kedalaman rata-rata danau adalah 4 sampai 5 meter, dengan kedalaman maksimum 7,5 meter. Sayangnya, kedalaman danau yang diberi nama Yueyaquan pada masa Dinasti Qing ini dalam 40 tahun berikutnya (memasuki tahun 2000) terus menurun.



Untuk itu, pada tahun 2006, pemerintah daerah dengan bantuan dari pemerintah pusat mulai mengisi danau dan mengembalikan kedalamannya.