Tampilkan postingan dengan label belajar ilmu hitam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar ilmu hitam. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juni 2014

ILMU GAIB DAN HIPNOTIS KHODAM

ILMU GAIB DAN KHODAM
 Dunia keilmuan gaib terbagi dalam 2 penggolongan besar, yaitu keilmuan
 yang berlatar belakang pengolahan potensi diri (kebatinan / spiritual,
 tenaga dalam, kekuatan pikiran seperti hipnotis, telekinetik, dsb) dan
 yang murni bersifat ilmu gaib dan ilmu khodam.

 Keilmuan gaib (perbuatan-perbuatan gaib dan ajaib) bisa dilakukan oleh
 siapa saja, bukan hanya praktisi ilmu gaib dan yang memiliki khodam
 ilmu mahluk halus, tetapi juga para praktisi tenaga dalam, kebatinan
 dan spiritual (dalam hal ini kekuatan gaibnya berasal dari tenaga
 dalam dan kegaiban sukma mereka sendiri).

 Ilmu gaib dan ilmu khodam sudah banyak digunakan di berbagai belahan
 dunia, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di tanah Arab, Afrika,
 Eropa, Asia dan Amerika (Indian) dalam berbagai bentuk keilmuan gaib /
 perdukunan sesuai pemahaman masyarakatnya masing-masing.

 Pada jaman dulu, di tanah Arab, Afrika dan Eropa, ilmu gaib dan ilmu
 khodam sering disebut sebagai ilmu sihir, tenung dan nujum. Ilmu-ilmu
 dalam ilmu gaib dan ilmu khodam dalam prakteknya memang terbagi dalam
 3 kelompok besar keilmuan tersebut. Sedangkan di tempat-tempat lain,
 ilmu gaib dan ilmu khodam dikonotasikan sebagai ilmu-ilmu perdukunan.

 Ilmu Sihir adalah keilmuan gaib yang terkait dengan kegaiban dan
 perbuatan-perbuatan gaib. Pengertian ilmu sihir bersifat luas dan
 sebagiannya juga merupakan ilmu tenung dan nujum. Dalam prakteknya
 ilmu ini biasa digunakan untuk menggerakkan benda-benda dengan tanpa
 disentuh, menghipnotis / menguasai pikiran dan tubuh seseorang untuk
 maksud tertentu, mengelabui penglihatan / pikiran seseorang (ilusi,
 halusinasi dan halimunan), menciptakan kekuatan tubuh dan kesaktian
 gaib, atau menyakiti dan membunuh orang lain dengan cara gaib, dan
 perbuatan-perbuatan ajaib seperti sulap. Ilmu sihir ini sering disebut
 sebagai ilmu magic, karena berhubungan dengan perbuatan-perbuatan gaib
 / ajaib di mata umum.

 Di dunia Arab dulu, konotasi ilmu sihir adalah untuk tujuan yang tidak
 baik, sehingga sering disebut ilmu black magic (ilmu sihir jahat),
 sedangkan di Eropa, selain ada yang digunakan untuk tujuan yang tidak
 baik (black magic), ada juga ilmu sihir yang digunakan untuk tujuan
 kebaikan, misalnya untuk menyembuhkan orang sakit, menangkal serangan
 gaib atau untuk mengusir gangguan roh-roh jahat, sehingga disebut ilmu
 white magic (ilmu sihir yang baik).

 Di Eropa, walaupun ada, tetapi ilmu sihir tidak selalu digunakan
 terhadap orang lain untuk tujuan yang negatif. Dalam beberapa hal ilmu
 sihir juga digunakan sebagai kemampuan ketrampilan untuk pertunjukan
 hiburan seperti sulap, sehingga ilmu itu disebut ilmu magic (sulap)
 dan pelakunya disebut magician (pesulap).

 Di Eropa, seiring dengan perkembangan peradaban dan agama, banyak
 pelaku ilmu sihir yang dikucilkan atau dihakimi massa (dibunuh),
 karena dituduh sebagai orang yang melakukan perbuatan-perbuatan jahat
 (tenung) terhadap orang lain.

 Ilmu Tenung adalah ilmu gaib yang digunakan untuk tujuan negatif,
 yaitu untuk menguasai pikiran / kesadaran orang lain atau untuk
 menyakiti / membunuh orang lain dengan cara gaib. Pada masa sekarang
 ilmu tenung ini sering disebut sebagai ilmu guna-guna, pelet, teluh
 dan santet. Ilmu tenung ini disebut sebagai ilmu black magic (ilmu
 sihir jahat).

 Dalam ilmu sihir dan ilmu tenung ada kesamaan dalam perbuatan yang
 dilakukan terhadap seseorang, seperti membuat seseorang tersihir /
 berhalusinasi, berilusi, terhipnotis / digendam, lupa diri, lupa
 ingatan, dipelet, dsb. Pada ilmu sihir perbuatan-perbuatan itu
 dilakukan secara langsung berhadapan dengan si manusia objeknya,
 sedangkan pada ilmu tenung perbuatan-perbuatan itu dilakukan di
 belakangnya (dilakukan jarak jauh).

 Ilmu Nujum adalah ilmu gaib yang digunakan untuk peramalan-peramalan
 atau untuk terawangan gaib. Dalam prakteknya ilmu ini biasa digunakan
 untuk untuk meramal kehidupan seseorang atau meramal kehidupan masa
 depan, dilakukan dengan cara penglihatan gaib atau dengan menggunakan
 alat-alat bantu seperti bola kristal, pendulum, kartu bergambar, papan
 ramalan atau alat-alat seperti dalam permainan jaelangkung. Selain
 yang penerapannya mendasarkan diri pada kemampuan gaib, ilmu nujum
 juga banyak yang didasarkan pada hasil pengamatan manusia terhadap
 kondisi alam (zodiak, perbintangan, ramalan cuaca / musim, dsb) dan
 hasil pengamatan pada bentuk dan tanda-tanda tubuh manusia (ramalan
 garis tangan, katuranggan, dsb). Ilmu ini juga biasa digunakan untuk
 terawangan gaib, untuk melihat suatu lokasi di tempat yang jauh atau
 untuk melihat atau mencari keberadaan seseorang di tempat lain.


 Sebelum lahirnya agama Islam, di tanah Arab keilmuan gaib sangat
 membudaya. Selain kondisi moralitas kehidupan manusia jaman itu yang
 mayoritas rendah sekali (seperti kondisi moralitas masyarakat kota
 Sodom dan Gomora yang dibinasakan Allah), ilmu sihir atau ilmu gaib
 juga biasa digunakan di masyarakat untuk tujuan yang tidak baik, dan
 kental hubungannya dengan kehidupan berhala, semua orang memuja
 dewa-dewanya sendiri, dan masing-masing bangsa menciptakan sendiri
 dewa-dewa yang lebih "hebat" daripada dewa-dewa bangsa lain, sehingga
 kondisi peradaban dan moralitas manusia pada masa itu benar-benar
 disebut jaman kegelapan.

 Keilmuan gaib juga digunakan dalam ketentaraan, salah satunya
 digunakan untuk membentuk pasukan khusus yang patuh luar biasa kepada
 tuannya (karena dihipnotis / digendam), tubuhnya kuat dan tidak
 merasakan sakit ketika diserang atau dikenai senjata lawan. Ketika
 kerajaan-kerajaan di Arab menyerang kerajaan lain, ilmu gaib / sihir
 juga digunakan untuk melumpuhkan kekuatan atau psikologis tentara
 lawan, sehingga bila satu kerajaan Arab berperang melawan kerajaan
 Arab yang lain, maka yang terjadi bukan hanya perang ketentaraan,
 tetapi juga perang ilmu gaib.

 Ilmu gaib dan ilmu khodam dari tanah Arab terkenal sekali sampai ke
 Eropa dan Afrika, biasa disebut sebagai ilmu sihir, tenung dan nujum.
 Dan terkenal juga pada masa itu bahwa ilmu gaib Arab hanya bisa
 dikalahkan oleh kekuatan Tuhan, seperti dalam kisah Nabi Musa yang
 berhadapan dengan ahli-ahli sihir Firaun Mesir. Pada masa itu tanah
 Israel sangat terkenal, selain karena daerahnya adalah yang paling
 subur dan banyak sumber air dibandingkan tanah Arab lainnya, sehingga
 menjadi rebutan bangsa-bangsa, batas-batas wilayahnya juga tidak bisa
 ditembus oleh ilmu sihir Arab. Pada masa itu sangat terkenal bahwa
 Allah sebagai "Dewa"- nya bangsa Israel adalah kekuatan yang tidak
 terlawan oleh kekuatan dewa-dewa bangsa manapun, dan terkenal juga
 bahwa selama bangsa Israel patuh kepada Tuhan dan Nabi-Nabi mereka,
 kekuatan Allah melindungi bangsa Israel, sehingga tidak ada satu pun
 kerajaan besar Arab pada masa itu yang dapat menaklukan kerajaan kecil
 Israel.

 Tuhan-nya Israel dipuja oleh banyak bangsa, bukan hanya oleh penganut
 agama Israel, Nasrani, dan Islam, tetapi juga oleh bangsa-bangsa di
 Afrika dan Eropa (Yunani / Romawi), yang menyediakan kuil khusus untuk
 menyembahNya dengan menyebutNya sebagai "Dewa yang tidak kami kenal
 namaNya". Bangsa Israel sebenarnya adalah juga bangsa Arab, karena
 Nabi Abraham sebagai nenek moyang mereka adalah juga orang Arab.
 Tetapi setelah Nabi Abraham diperintahkan Allah keluar dari lingkungan
 keluarga mereka untuk tinggal di tanah Israel sebagai tanah yang
 dijanjikan Allah untuknya dan untuk keturunannya, keturunan Nabi
 Abraham membentuk sebuah bangsa baru, bangsa Israel, yang terpisah
 dari bangsa Arab lain.

 Keilmuan gaib dari India dan Hindu hampir sama, tetapi yang dari India
 lebih luas ragamnya karena berlatar belakang budaya keilmuan yang
 tidak semuanya berlatar belakang agama Hindu, tapi juga berlatar
 belakang sama, yaitu kepercayaan kepada dewa-dewa dan mahluk halus
 lainnya. Tetapi disana kebanyakan ilmu gaib dan ilmu khodam bersifat
 kombinasi dengan tenaga dalam (prana / kundalini), dan kebatinan /
 spiritual, sehingga kadar kekuatannya jauh lebih tinggi dibandingkan
 keilmuan dari daerah lain. Mereka juga mampu mengenal mahluk halus
 tingkat tinggi, sehingga bisa mempunyai khodam ilmu kelas atas, juga
 jimat dan pusaka berkesaktian tinggi.

 Di negara India dan sekitarnya, yang hingga saat ini masih tetap
 merupakan wilayah dengan budaya kebatinan dan spiritual nomor 1
 tertinggi di dunia, ada banyak sekali ajaran tentang ilmu gaib dan
 ilmu khodam (penyatuan manusia dengan roh lain sebagai sumber
 kesaktian). Penyatuan yang paling tinggi antara manusia dengan roh
 lain adalah berupa penitisan Dewa ke dalam diri seseorang, seperti
 penitisan Dewa Wisnu ke dalam diri Prabu Kresna (Dewa Wisnu juga
 pernah menitis ke dalam diri Prabu Airlangga, raja kerajaan Kediri,
 dan Prabu Siliwangi, raja kerajaan Pajajaran).
 Penitisan itu menghasilkan kesaktian dan kewaskitaan yang luar biasa,
 bahkan sejak si manusia tersebut masih kecil dan belum belajar ilmu
 kesaktian. Penitisan itu tidak termasuk sebagai ilmu khodam, tetapi
 dasar kekuatan ilmunya sama, yaitu roh gaib lain. Manusia yang
 bersangkutan disebut 'Manusia Titisan Dewa'.

 Yang berlatar belakang agama Budha kebanyakan bersifat kombinasi
 tenaga dalam, kebatinan dan spiritual, yang diolah dengan tata cara
 meditasi seperti yang diajarkan dalam agama Budha. Dalam meditasi
 mereka, mantra-mantra dibacakan / diwirid dengan bunyi intonasi khusus
 yang bisa membuka dan mengaktifkan cakra-cakra tubuh. Nada-nada
 intonasi tersebut juga dapat digunakan untuk menyerang mahluk halus
 dan menembus pagaran gaib lawan. Keilmuan gaib mereka biasanya tidak
 ditujukan untuk menyerang atau menyakiti, karena didasarkan pada
 ajaran cinta kasih Budha, tetapi bersifat menangkal, menenggelamkan /
 menghapuskan keampuhan ilmu gaib lawan.

 Ilmu gaib dan khodam di tanah Jawa (termasuk Sunda) awalnya banyak
 berdasarkan pada kekuatan kebatinan dan spiritual asli masyarakat
 setempat, tetapi dalam perkembangannya juga banyak mengadaptasi
 keilmuan yang berlatar belakang agama Hindu dan Budha sebagai agama
 masyarakat pada masa itu. Setelah berkembangnya agama Islam di tanah
 Jawa, muncul banyak keilmuan gaib yang mantranya berbahasa Arab, dan
 keilmuan asli setempat banyak yang dibelokkan menjadi bernuansa agama
 Islam (disebut keilmuan Sunda Islam dan Islam kejawen) yang malah
 menjadikan kekuatan gaibnya menurun karena sugestinya dirubah, menjadi
 tidak asli lagi seperti saat pertama ilmu itu diciptakan.

 Keilmuan gaib Arab bersifat murni sebagai ilmu gaib dan ilmu khodam
 dan variasi ilmunya banyak sekali, tetapi kekuatannya tidak setinggi
 keilmuan gaib yang asli Jawa atau Sunda atau yang dari India, Hindu
 atau Budha, karena tidak dilandasi kekuatan kebatinan / spiritual yang
 tinggi, hanya mengandalkan kekuatan sugesti mantra / amalan gaib. Di
 Eropa dan Afrika juga banyak digunakan ilmu gaib, tetapi kadar
 kekuatannya masih di bawah ilmu sihir Arab dan variasi ilmunya tidak
 sebanyak ilmu sihir Arab.

 Kekuatan ilmu gaib yang murni bersifat ilmu gaib, secara rata-rata
 sama, tetapi pada prakteknya kekuatannya tergantung pada kekuatan
 sugesti dan kekuatan khodam masing-masing penggunanya. Banyaknya
 variasi / koleksi ilmu seringkali menjadi ukuran kehebatan keilmuan
 seseorang dibandingkan orang lain. Kekuatan ilmu gaib yang murni
 bersifat ilmu gaib (mengandalkan kekuatan sugesti dan khodam) biasanya
 secara umum kekuatan ilmunya jauh lebih rendah dibandingkan kekuatan
 ilmu yang didasari kekuatan kebatinan / spiritual, apalagi bila orang
 itu juga berkhodam.

 Di Indonesia, terutama di Jawa, sehubungan dengan penyebaran agama
 Islam, istilah ilmu sihir, tenung dan nujum sudah disingkirkan dan
 dianggap sesat, dan digantikan dengan ilmu gaib dan ilmu khodam
 bernuansa Islam yang dianggap halal (tetapi istilah ilmu gaib dan
 ilmu khodam pun seringkali ditutup-tutupi karena ada yang menganggap
 syirik / musyrik, sehingga istilahnya disamarkan dan disamakan dengan
 ilmu kebatinan rohani / karomah). Penggunaan mahluk halus sebagai
 khodam ilmu pun dibagi dalam 2 pengertian, yaitu mahluk halus umum
 (disebut jin kafir) yang dianggap haram penggunaannya dan mahluk halus
 yang sudah di-Islamkan (jin Islam) yang sering dianggap halal.


 Dalam hubungannya dengan budaya Islam di Jawa, aliran keilmuan gaib
 terbagi dalam 3 aliran besar, yaitu Aliran Kejawen, Aliran Hikmah dan
 Aliran Islam Kejawen.

 Keilmuan gaib dalam Aliran Kejawen masih menggunakan amalan-amalan
 yang asli berbahasa Jawa, sebagiannya merupakan ilmu-ilmu tua yang
 masih asli dan diturunkan secara turun-temurun menjadi ilmu keluarga.
 Namun kadar kekuatannya sudah tidak lagi sekuat ilmu aslinya karena
 dalam menekuninya tidak lagi berdasarkan kebatinan jawa dan sudah
 tidak lagi dilakukan cara-cara berat yang sama dengan aslinya dulu,
 misalnya laku puasanya tidak lagi puasa ngebleng, tetapi hanya puasa
 biasa saja dari subuh sampai mahgrib atau hanya puasa berpantang
 makanan tertentu saja.

 Keilmuan gaib dalam Aliran Hikmah banyak berkembang di kalangan
 pesantren dan perguruan-perguruan silat berlatar belakang agama Islam
 dengan ciri khas doa / amalan ilmu berbahasa Arab (kebanyakan diambil
 dari ayat-ayat Al-Quran). Keilmuan ini didasarkan pada penghayatan
 ketuhanan dalam agama Islam.

 Keilmuan gaib aliran Islam Kejawen adalah ilmu gaib kejawen yang
 dilakukan oleh penganut agama Islam, yang dalam prakteknya ilmu gaib
 kejawen itu sudah ditambahkan dengan basmalah dan kalimat syahadat
 (supaya terkesan bernuansa agama Islam dan tidak dibilang sesat), yang
 seringkali menyebabkan kekuatan gaibnya menurun menjadi tinggal
 sepertiganya saja (karena sugestinya dirubah). Misalnya amalan gaib
 kejawen yang awalan pembukanya aslinya berbunyi Hong ........ ,
 kemudian diganti dengan Bismillah ........... , atau yang aslinya
 menyebut Kakang Kawah Adi Ari-ari ........ , kemudian diganti dengan
 kalimat syahadat.

 Dalam hubungannya dengan budaya Islam, terutama di Jawa, ilmu-ilmu
 gaib, ilmu gaib kejawen dan ilmu-ilmu kebatinan seringkali dikatakan
 sesat / musryk / syirik, dan dikonotasikan sebagai ilmu-ilmu
 perdukunan atau disamakan dengan budaya animisme / dinamisme. Di sisi
 lain, semua keilmuan gaib dan kegaiban yang dilakukan oleh tokoh-tokoh
 agama Islam dianggap sebagai karomah, dan ilmu-ilmu gaib yang
 menggunakan amalan-amalan bernuansa agama Islam sering disebut sebagai
 "Ilmu Allah" (namun ada pihak-pihak yang mengkritisi istilah
 tersebut, apakah ilmu itu diajarkan oleh Allah ?, apakah Allah
 menggunakan ilmu gaib untuk menciptakan kegaiban ? ).

 Ilmu gaib dan berkhodam dalam aliran kejawen dan aliran Islam kejawen,
 cara mendapatkannya dan dalam penggunaannya banyak yang masih
 mengikuti budaya lama, yaitu masih harus dilakukan dengan cara
 berpuasa, menyepi, tirakat, sesaji kembang, tumpengan, dsb. Ilmu gaib
 dan berkhodam dalam aliran Islam lebih praktis, seringkali hanya perlu
 puasa ringan dan mewirid amalan gaibnya saja (walaupun harus
 berjam-jam melakukannya), ada juga yang hanya perlu membaca syahadat
 saja untuk mendapatkannya dan menggunakan sesaji minyak arab dalam
 penggunaannya.

 Di Arab Saudi, negara kiblat agama Islam, keberadaan ilmu-ilmu gaib
 sudah tidak kelihatan lagi sehubungan dengan adanya larangan
 penggunaannya dalam agama mereka, tetapi di negara-negara Arab lain
 ilmu-ilmu tersebut masih berkembang dan masih banyak digunakan. Justru
 ilmu-ilmu itulah yang sering dijadikan alat untuk menarik pengikut,
 sehingga kemudian berkembang suatu pandangan (sampai sekarang), bahwa
 seorang tokoh agama akan terkenal atau dianggap istimewa (memiliki
 karomah) jika orang itu menguasai keilmuan gaib atau kesaktian gaib.
 Jika tidak, maka orang itu akan dianggap biasa saja, tidak ada
 keistimewaannya.

Jumat, 26 April 2013

Aneluh Nesti Nerangjana - Santet yang berpadu

Aneluh Nesti Nerangjana - Santet versi Bali

Praktik Dukun Santet
ilmu santet memang tidak dikenal di Bali (hindu) nabun buka berarti ilmu sejenis ini tidak ada.
dibali dikenal tiga jenis ilmu yang menakiti yaitu Aneluh, Nesti dan Nerangjana.
jenis ilmu tersebut dapat dimasukan kedalam jenis ilmu pengiwa karena menyakiti dan menyiksa korbannya, dari ketiga ilmu tersebut yang paling dekat pengertian "Santet" adalah Aneluh.
ilmu Aneluh ini digunakan untuk menyakiti seseorang dari jarak jauh. namun, korbannya tidak mengeluarkan benda seperti paku, jarum dan binatang, seperti yang terjadi dalam ilmu santet. korban hanya merasa sakit disekitar tubuh, sering gelisah, merasa panas atau dingin tanpa sebabyang jelas. setelah itu akan timbul rasa sakit yang tidak jelas. biasanya ilmu ini diterapkan oleh orang yang menguasai Ilmu Pengleakan untuk menyakiti atau mencari korbannya.
dari berbagai literatur lontar dan naskah - naskah kuno lainnya, santet (aneluh) yang berlaku di Jawa maupun Bali bahkan di Indonesia dapat dibagi menjadi 3 jenis. pembagian ini berdasarkan sumber energi yang dipergunakan. adapun jenis - jenisnya antara lain:
  1. santet dematerialisasi, dimana proses merubah materi menjadi energi. proses perubahan tersebut tidak seperti proses pencernaan dimana karbohidrat diolah oleh perut secara mekanik dan kimiawi melalui berbagai tahap hingga akhirnya menjadi senyawa gula yang siap dibakar menjadi sumber energi. dalam tehnik santet ini terjadi secara tiba - tiba menyalahi hukum fisika dan kimia. orang yang memiliki kemampuan seperti ini sebetulnya juga tidak berdiri sendiri, ada jin atau mahluk lain yang membantu.
  2. santet Energi Pribadi. dimana kemampunan visualisasi dengan konsentrasi penuh hingga khayalan dalam visualisasi tersebut seolah - olah menjadi nyata, tehnik ini lebih dikenal dengan sebutan "jnana". apabila jnana pengguna belum kuat, biasanya dibantu dengan alat visualisasi boneka atau benda lainnya, dimana boneka tersebut diibaratkan sebagai orang yang dijadikan korban yang akan disakiti. boneka tersebut ditusik, disayat atau di cabik dengan niat menyakiti dan menyayat tubuh korbannya.
  3. santet Energi Non Pribadi, dimana energi khodam atau energi yang bukan dari diri yang dimanfaatkan, baik yang berasal dari jin ataupun mahluk lain yang digunakan dan dimanfaatkan serta didayagunakan sebagai alat menyampaikan kehendak.
menurut beberapa Balian, santet dijawa tidak jauh berbeda dengan ilmu aneluh di bali, yakni ilmu pelontaran untuk menyakiti seseorang. mungkin karena terjadi koraborasi antara ilmu santet di jawa dan bali, akhirnya ilmu aneluh di bali belakangan banyak menggunakan sarana seperti paku, jarum, serabut kelapa, ijuk bahkan sarana lainnya.

ilmu aneluh masa lalu memang hanya bisa menimbulkan rasa sakit pada korbannya, kalaupun ada yang memakai sarana seperti tulang manusia dan tanah kuburan, sarana itu tidak akan nampak pada tubuh korban, kendati penyakitnya berhasil dimusnahkan. andaikata penyakit itu dimusnahkan, yang bisa dikeluarkan bukan benda tetapi banyak berupa gumpalan darah. tetapi belakanyan banyak Balian (dukun bali) yang berhasil mengeluarkan benda seperti ijuk, serabut kelapa, jarum, paku, binatang dan tulang dari tubuh korbannya. inilah bukti korabolasi antara santet dengan aneluh.

salah satu paranormal kondang Bali mengatakan ilmu aneluh saat ini tidak hanya menggunakan mantra dan sesaji, tetapi sudah memakai sarana berupa pecahan kaca, pisau, tusuk sate, garpu dan lain lain. ini dicontohkan dengan salah satu korban yang dioperasi di salah satu Rumah Sakit di Denpasar, dimana didalam tubunhnya terdapat benda - benda tersebut diatas. kalau dianalisa dengan akal sehat, bagaimana mungkin benda tersebut bisa masuk ke dalam tubuh (perut) seseorang, karena untuk menelan saja sangat susah bahkan tidak mungkin.

dalam ilmu aneluh, semua benda - benda tersebut tidak dimasukan secara utuh kedalam tubuh korbannya, tetapi semua itu lewat kekuatan metafisika. seorang balian (dukun) bisa merubah benda tersebut menjadi partikel - partikel berukuran kecil. partikel ini kemudian disalurkan dengan kekuatan supranatural hingga masuk kedalam tubuh korbannya

didalam tubuh korban, benda itu akan kembali berubah ke wujud semula. demikian juga saat benda itu dikeluarkan dari tubuh korbannya, balian akan mengubah benda tersebut kembali menjadi partikel - partikel dan setelah keluar dari tubuh korban, benda itu akan berubah ke wujud aslinya.

lain halnya bila aneluh ini ditangani dengan cara medis, benda - benda tersebut akan tetap berupa wujud aslinya seperti paku, kawat, sendok dll saat dikeluarkan, sehingga membutuhkan operasi dan bekas luka medis akibat pengobatan medis ini. bila santet atau aneluh ini mengeluarkan sinar saat menuju korbannya, itu desebabkan oleh gesekan partikel bahan aneluh dengan partikel -partikel serta ion - ion lain yang terkandung dalam udara.

menjalankan santet atau aneluh di Bali, ada yang mengunakan Telor angsa. sebelum dikirim, benda - benda berupa paku, ijuk, jarum, kawat ataupun binatang melata tersebut dimasukkan ke dalam telur angsa. proses memasukan benda - benda tersebut melalui sebuah ritual dengan sesaji. setelah benda tersebut berada di dalam telur, kemudian dibawa ke kuburan untuk di PASUPATI (diberi kekuatan niskala). melali mantra khusus disertai sesaji, benda tersebut dikirim ke sasaran hanya dengan menggunakan "jnana". sudah tentu telur tersebut akan berubah dulu menjadi partikel kecil sebelum terbang menghilang, dikirim lewat udara. sesampai di tujuan, telur tersebut akan pecah dan melepaskan semua benda - benda yang ada di dalam kandungan telur tersebut dan masuk kedalam tubuh korbannya. jika benda kiriman tersebut mendapatkan perlawanan karena ada benteng supranatural (energi ghanta) yang kokoh dan kuat di rumah sasaran atau calon korban,  maka telur tersebut akan meledak dan mengeluarkan suara yang cukup keras. dengan demikian punahlah santet (aneluh) tersebut sebelum sampai tujuan dan apabila kekuatan aneluh tersebut jauh lebih rendah, kemungkinan partikel aneluh tersebut akan kembali ke wujud aslinya.

penyakit BEBAI juga termasuk santet ala bali karena dikirim melalui kekuatan mantra juga. penyakit ini juga memakai sarana benda tertentu yang dirajah (digambar dan ditulis) dan disertai sesaji. penyakit ini hanya menyasar orang yang dituju atau dijadikan korban. kalau bukan target, kendati benda tersebut disentuh, dilangkahi atau dilewati, tidak akan masuk kedalam tubuh orang tersebut kecuali targetnya (korban).

dibali santet juga dikenal dengan nama "ilmu acep - acepan" karena dijalankan dengan kekuatan pikiran (jnana) disertai mantra dan sesaji. siapa yang dipikirkan, dialah yang akan menjadi korbannya dan tidak mungkin menuju ke sasaran lainnya. salah satu jenis ilmu acep - acepan adalah bebai.

jadi tidak semua orang bisa kena santet. orang yang gampang kena santet adalah orang yang suka melamun menerawang dan suka tidur (malas). pada umumnya santet menyerang pada malam hari, sehingga guna menghindarinya, sebaiknya tidur lewat tengah malam, karena menjelang pagi kekuatan santet akan melemah. disamping itu, untuk menghindari santet, kita harus yakin dengan kekuatan Tuhan Yang Maha Kuasa (hyang Ghanta), memagari diri dengan kekuatan supranatural anugrah beliau baik dengan belajar ilmu supranatural, bila di Klinik Jala Siddhi yang lebih dikenal dengan sebutan Usadha Ghanta ataupun membekali diri dengan benda - benda magis yang dipasupati oleh orang yang mumpuni seperti cincin, jimat atau kalung pasupati ghanta.

selain itu, ada salah satu pagar alternatif yang dikenal dibali yaitu berupa rerajahan emas, tembaga, batu permata (jagasatru), bebuntilan atau jimat lainnya yang terbuat dari benda - benda berpetuah yang dipasupati oleh balian atau sang guru.

namun ilmu santet apapun itu tidak akan bisa maksimal bila orang yang disasar itu tidak punya kesalahan dan rajin meditasi penyatuan (ghanta) serta mendekatkan diri dengan Ida Hyang Ghanta, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Apabila ada sanak saudara yang terkena santet, cepat - cepatlah melukat atau datang ke Balian. bila berkenan KLINIK JALASIDDHI membuka pintu lebar - lebar membantu anda semua dengan jalan berdasar yadnya keiklasan.


Minggu, 22 Juli 2012

tenaga dalam - belajar Ilmu Sakti Kawisesan ( Bala Ghanta)

Masalah keamanan adalah merupakan masalah yang sangat penting di dalam hidup ini. Semua orang menginginkan agar dirinya selalu dalam keadaan aman dan nyaman. Karena hanya dengan kondisi tubuh fisik dan jiwa yang sehat, kita baru dapat melaksanakan aktivitas kehidupan secara maksimal. Apalagi dijaman global sekarang ini problem kehidupan semakin komplek dan kompetitif, yang betul betul membutuhkan pikiran, tenaga dan waktu yang ekstra maksimal, keamanan yang semakin menurun dan bentuk kejahatan yang semakin meningkat beberapa waktu ke depan ini menyebabkan ketidak nyaman masyarakat dalam melakukan aktifitas kehidupannya baik dalam melakukan pekerjaan di rumah maupun di kantor kantor.

Hal ini langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi tubuh dan fisik kita. Karena begitu pentingnya masalah keamanan itu di dalam hidup, maka kita harus selalu menjaganya dan tetap waspada. Di samping itu di dalam kenyataannya kita tidak bisa menghindarkan dari masalah kesehatan baik fisik maupun mental, karena itu sudah merupakan hukum krodat kita sebagai manusia.


Namun sebagai mahluk yang paling mulia diantara semua mahluk diatas dunia ini, dengan anugrah akal, budi dan pikiran oleh Tuhan, manusia selalu berupaya untuk dapat mengatasi berbagai masalah hidup dan kehidupan termasuk di dalam masalah keamanan diri dan keluarga.

Begitu pentingnya masalah keamanan ini, menyebabkan berbagai cara dan metode yang dipergunakan dan ditawarkan untuk menjaga dan mengatasi berbagai masalah tersebut dari jaman dahulu sampai sekarang. Hal ini dapat diketahui dengan banyaknya peninggalan naskah naskah kuno yang memuat tentang hal tersebut, begitu juga dijaman sekarang ini berbagai cara dan metode dipergunakan serta ditawarkan baik secara spiritual/tradisional maupun secara pengetahuan modern.

Hal tersebut diatas itulah yang mendasari kami hadir, untuk memperkenalkan dan menawarkan sebuah solusi dengan tehnik dan metode olah spiritual yang dapat dipergunakan untuk mengatasi berbagai masalah tentang keamanan baik untuk sendiri dan membantu orang lain. Adapun tehnik dan metode yang dimaksud adalah dengan Yoga Bala Ghanta, mudah dilaksanakan dan cepat dirasakan manfaatnya.

Apa itu Yoga Bala Ghanta?

Yoga Bala Ghanta adalah sebuah cara dan metode olah spiritual untuk dapat memaksimalkan potensi spiritual di dalam diri sehingga dapat dipergunakan untuk menjaga serta mengatasi berbagai masalah tentang keamanan baik fisik maupun mental.

Kita sering tidak menyadari bahwa di dalam diri ada energi Tuhan yang terus menerus mengalir dengan berbagai sifat dan fungsi yang merupakan sumber potensi spiritual. Semua potensi itu bisa dimaksimalkan dengan sebuah tehnik olah spiritual yang berkesinambungan sehingga memancar keluar dan dapat dipergunakan untuk menjalani dan mengatasi berbagai tantangan hidup dan kehidupan. Salah satu cara yang dimaksud adalah dengan mengaktifkan energi Ghanta di dalam diri. Energi Ghanta adalah sebuah energi Tuhan yang mampu mengaktifkan, memfungsikan dan mengendalikan berbagai potensi spiritualdi dalam diri, sehingga memancar keluar. Dengan aktifnya potensi spiritual di dalam diri ini akan menyebabkan seseorang mempunyai kemampuan dan kekuatan spiritual seperti kemukzisatan, kharismatik, kekuasaan dan kemampuan spiritual lainnya. Dalam hal ini potensi spiritual yang akan diaktifkan adalah kemampuan spiritual di dalam bidang kedigjayaan, keteguhan dan yang berhubungan dengan hal tersebut. Itulah yang menyebakan mengapa tehnik dan metode olah spiritual ini disebut Yoga Bala Ghanta.

Tahapan Tahapan di dalam Yoga Bala Ghanta.

Untuk memudahkan di dalam pencapaian dan sebagai sarana untuk mengevaluasi tingkat kemampuan serta keberhasilan peserta, ada beberapa tahapan/level yang harus di ikuti, antara lain :

LEVEL I Yoga Bala Ghanta

  • Menghilangkan segala bentuk penyakit baik fisik maupun mental, medis atau non medis, dan menjaga diri.
  • membangkitkan dan memancarkan segala potensi spiritual dalam diri, yang menyebabkan menjadi sakti digjaya di dalam menegakkan kebenaran, ditakuti dan mampu menundukkan serta menghancurkan musuh baik sekala maupun niskala, menyebabkan tubuh menjadi teguh tidak terlukai oleh senjata apapun, dan rontok sebelum menyentuh tubuh.
  • Adalah energi yang mampu mengaktifkan dan memfungsikan segala potensi spritual di dalam, yang menyebabkan diri menjadi berani di dalam menegakkan dan membela kebenaran, menghilangkan segala bentuk penyakit di dalam tubuhku serta selalu digjaya di dalam menghadapi musuh, begitu juga halnya dengan orang yang bermaksud mencelakai diri, semuanya menjadi tunduk dan hormat. Segala bentuk senjata tidak dapat melukai dan rontok sebelum menyentuh tubuh.

LEVEL 2 Yoga Bala Ghanta

  • Kulit seperti baja dan segala bentuk senjata tidak dapat melukai tubuh, serta setiap orang yang bermaksud jahat tidak dapat mencelakai.
  • kulit bagaikan baja, tidak dapat di lukai dan disentuh oleh berbagai jenis senjata dari orang orang yang ingin mencelakai.
  • energi penguasa kemarahan di dalam diri,
  • redakan kemarahan musuh, sehingga menjadi tunduk dan patuh.
  • jika kemarahan keluar untuk sebuah kebenaran, tidak ada yang berani, diam tidak berkutik, takut dan tunduk

LEVEL 3 Yoga Bala Ghanta

  • Tubuh ringan bagaikan kapas
  • Jika ada yang ingin mencelakai, menjadi dan musuh menjadi tunduk.
  • berbagai jenis senjata, menjadi tidak dapat menembus tubuh dan terpental sebelum menyentuh tubuh.
  • penguasa keberanian.
  • keberanian musuh menjadi hilang dan tidak berani

LEVEL 4 Yoga Bala Ghanta

  • Menjauhkan dan menjaga dari segala mara bahaya yang ingin mencelakai diri, baik riil maupun spiritual.
  • Hilangkan segala jenis penyakit yang ada pada diri.
  • Jadikanlah diri digjaya dan selalu berhasil di dalam menghadapi musuh untuk menegakkan kebenaran.
  • Aktifkan keberanian di dalam diri,
  • menyebabkan keberanian dan kemarahan musuh menjadi sirna dan akhirnya tunduk, takluk serta takut.
  • tubuh menjadi teguh, tidak dapat dilukai oleh berbagai jenis senjata.
  • tubuh ini menjadi ringan bagaikan kapas dan semua menjadi terpental sebelum menyentuh tubuh.

BIAYA
Level 1 Rp. 350.000,-
Level 2 Rp. 500.000,-
Level 3 Rp. 750.000,-
Level 4 Rp. 1.000.000,-