Tampilkan postingan dengan label doa kesuksesan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doa kesuksesan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 September 2012

Doa sehari hari

Doa sehari hari


Pada waktu bangun pagi:

Om, Utedanim bhagavantah syamota prapitva uta madhye ahnam, utodinau madhvantan tsuryasya vayam devanam sumantausyama.(Atharva Veda III.16.4)
Artinya:
"Ya Tuhan Yang Maha Pemurah! Jadikanlah kami selalu bernasib baik pada pagi hari ini, menjelang tengah hari, apalagi matahari tepat di tengah-tengah dan seterusnya. Semoga para Dewa berkenaan menganugharkan rakhmat-Nya kepada kami".

Menggosok gigi

Om Cri Dewi Bhatrimsa Yogini namah
Artinya:
Om, sujud pada (sakti-Mu) Cri Dewi Bhatrimsa (dan) Yogini.

Membersihkan mulut:

Om Um Phat astraya namah.
Artinya:
Om, sujud kepada Um, astra Phat (itu).


Mencuci muka:

Om Um Waktra Paricuddha mam swaha.
Artinya:
Om, Om (dewi) membersihkan muka hamba.

Pada waktu mandi:

Om, Gangga-Amrta-Sarira Cuddha Mam Swaha.
Artinya:
Om, Amrta dari Gangga, membuat badan hamba suci.

Pada waktu berpakaian:

Kaupina Brahma-Samyuktah, mekhala Wisnu-Samsmrtah Antarwasewaro dewah, bandham astu Sada Ciwa.
Artinya:
Penutup berpakaian adalah Brahma, pengikat pinggang (adalah) Wisnu, penutup tubuh (oleh) Iswara (dan) Sada Ciwa pengikat semuanya.

Pada waktu makan:

Doa Mulai Makan

Om Anugraha Amertadi sanjivani ya namah svaha.
Artinya:
Ya Hyang Widhi, semoga makanan ini menjadi penghidupan hamba lahir bathin yang suci

Doa Selesai Makan

Om Dhirgayur astu, avighnam astu, subham astu, Om Sriyam bhavantu, purnam bhavantu, ksama sampurna ya namah svaha.
Artinya:
Ya Hyang Widhi, semoga makanan yang telah masuk ke dalam badan hamba memberi kekuatan, keselamatan, panjang umur dan tak kena halngan apapun. Demikian pula agar hamba mendapatkan kebahagiaan dan suka cita dengan sempurna.

Doa Selesai Makan, dapat pula menggunakan doa (mantra) berikut:

Om Annapate annasya no dehyanmi vasya susminah, pra-pra dataram taris urjam no dhehi dvipade catuspade. (Yajur Veda XI.83)
Artinya:
Ya Hyang Widhi, Engkau penguasa makanan, anugrahkanlah makanan ini memberikan kekuatan, menjauhkan dari penyakit. Selanjutnya bimbinglah kami, anugrahkanlah kekuatan kepada mahluk berkaki empat dan dua.

Doa saat melakukan Yadnya Sesa (Ngejot) :

"Om Sarva bhuta sukha pretebhyah svaha".
Artinya:
Ya Hyang Widhi, hamba berikan sedikit kepada sarwa bhuta agar tidak mengacau.

Mohon perlindungan:

Om Apasyam gopam anipadyamanam a ca para ca prthibhih carantam sa sadhricih sa visucir vasana.
Artinya:
Ya Tuhan! hamba memandang Engkau Maha Pelindung, yang terus bergerak tanpa berhenti, maju dan mundur di atas bumi. Ia yang mengenakan hiasan yang serba meriah, muncul dan mengembara terus bersama bumi ini.

Mohon kebenaran (jalan yang benar):

Om A visvadevam satpatim suktai adya vrnimahe stayasavam sawitaram.
Artinya:
Ya Tuhan Yang Maha Agung! dengan kidung kami memujaMu, Tuhan sumber kebaikan! Engkau Maha Cemerlang yang memiliki takdir yang maha benar.

Salam Penganjali

(salam penghormatan) :
Om Svastyastu.
Artinya:
Semoga selalu ada dalam keadaan baik (selamat) atas karunia Tuhan (Hyang Widhi Wasa).

Om santhi, Santhi, Santhi, Om.
Artinya:
Semoga damai, damai di dunia, damai di akhirat dan damai selalu.

Doa Memulai Sesuatu Kegiatan:

Om Avighnam astu namo sidham Om Sidhirastu tad astu astu svaha.
Artinya:
Ya Hyang Widhi, semoga atas perkenan-Mu tiada suatu halangan bagi kami memulai pekerjaan (kegiatan) ini dan semoga sukses.

Doa Mohon Inspirasi :

Om Pra no devi sarasvati vajebhir vajinivati dhinam avinyavantu. (Rg Veda VI.61.4)
Artinya:
Ya Hyang Widhi, Hyang Saraswati Yang Maha Agung dan Kuasa, Engkau sebagai sumber ilmu pengetahuan, semoga Engkau memelihara kecerdasan kami.

Doa Memohon Kesehatan :

Om Vata a vatu bhesajam sambhu majobhu no hrde, pra na ayumsi tarisat. (Rg Veda X.1986.1)
Artinya:
Ya hyang Widhi, semoga Wayu menghembuskan angin sejuk-Nya kepada kami. Wayu yang memberikan kesehatan dan kesejahteraan kepada kami. Semoga Ia memberikan umur panjang kepada kami.

Doa Mohon Bimbingan Spiritual :

Om Asato ma sadgamaya tamasoma ma tyotir gamaya mrtor ma amrtam gamaya. (Brh. Ar. Up. XL.15)
Artinya:
Ya Hyang Widhi, bimbinglah kami dari yang tidak benar menuju yang benar. Bimbinglah kami dari kegelapan pikiran menuju cahaya (pengetahuan) yang terang. Bimbinglah kami dari kematian menuju kehidupan yang abadi.

Doa Mohon Kebahagiaan dan Keberuntungan :

Om sarve bhavantu sukhinah sarve santu niramayah sarve bhadrani pasyantu ma kascid duhkha bhag bhavet
Artinya:
Ya Hyang Widhi, semoga semuanya memperoleh kebahagiaan, semoga semuanya terbebas dari penderitaan, semoga semuanya dapat memperoleh keberuntungan, semoga tiada kedukaan.

Doa Memulai Belajar :

Om Agne naya supatha raye asman visvani deva vayunani vidvan, yuyodhyasmaj juhuranam eno bhuyistam te namauktim vidhema. (Rg Veda I.189.1)
Artinya:
Ya Hyang Widhi (Hyang Agni), tunjukkanlah kepada kami jalan yang benar untuk mencapai kesejahteraan; Hyang Widhi yang mengetahui semua kewajiban, lenyapkanlah dosa kami yang menyengsarakan kami. Kami memuja Engkau.

Doa Menghilangkan Rasa Takut :

Om Om Jaya jivad sarira raksan dadasi me, Om Mjum sah vaosat mrityun jaya namah svaha.
Artinya:
Ya Hyang Widhi Yang Maha Jaya, yang mengatasi segala kematian, kami memuja-Mu. Lindungilah kami dari mara bahaya.

Doa Selesai Melakukan Kegiatan:

Om Deva suksma parama acintya ya namah svaha sarva karya prasidhantam. Om Shanti, Shanti, Shanti, Om.
Artinya:
Ya Hyang Widhi dalam wujud Parama Acintya yang maha gaib dan maka karya, atas rakhmat-Mu maka pekerjaan ini sukses. Semoga damai selalu.

Doa Sebelum Tidur:

Om Yajjagrato duram udaiti daivam tad u suptasya tatha iva iti, durangamam jyotisam jyotir ekam tanme manah siva samkalpam astu. (Yajur Veda XXXIV.1)
Artinya:
Ya hyang Widhi, Engkau nampak jauh dari orang yang tidur, nampak jauh dari orang yang terjaga. Engkau sinar utama, yang nampak jauh itu, semoga pikiran kami senantiasa mengarah kepada Engkau, yang baik itu.

Doa Untuk Ketabahan Hidup:

Om Krdhi na udhvarny carathaya jivase.
Artinya:
Ya Hyang Widhi, semoga kami bisa tetap tegak dalam perjalanan hidup kami.

Doa Untuk Orang Meninggal

(yang disampaikan/diucapkan saat bela sungkawa):
Om vayur anilam amrtam athedam bhasmantam sariram Om krato smara, klie smara, krtam smara. (Yajur Veda XL.15)
Artinya:
Ya Hyang Widhi, Penguasa hidup, pada saat kematian ini semoga ia mengingat wijaksana suci Om, semoga ia mengingat Engkau Yang Maha Kuasa dan kekal abadi. Ingat pula kepada karmanya. Semoga ia mengetahui bahwa Atma adalah abadi dan badan ini akhirnya hancur menjadi abu.

Saat melihat atau mendengar orang meninggal:

Om svargantu, moksantu, sunyantu, murcantu, Om ksama sampurna ya namah svaha.
Artinya:
Ya Hyang Widhi, semogalah arwah almarhum mencapai sorga, manunggal dengan-Mu, mencapai keheningan tanpa suka-duka. Ampunilah ia, semoga sempurna atas Kemahakuasaan-Mu.

Saat mengunjungi orang sakit:

Om sarva vighna sarva klesa, sarva lara roga vinasa ya namah.
Artinya:
Ya Hyang Widhi, semoga segala halangan, segala penyakit, segala penderitaan dan gangguan binasa oleh-Mu.

Doa Untuk Pembukaan Rapat (sidang) atau Seminar:

Om sam gacchadhvam sam vadadhvam sam vo manamsi janatam, devo bhagam yatha purve samjanana upasate. (Rg. Veda X.191.2)
samano mantrah samitih samani samanam manah saha cittam esam, samanam mantram abhi mantraye vah samanena vo havisa juhomi. (Rg Veda X.191.3)
samani va akutih samana hrdayani vah samanam astu vo mano yatha vah susahasati. (Rg Veda X.191.4)
Artinya:
Ya Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa), semogalah pertemuan dan rapat ini mencapai satu kesepakatan. Semoga tercapai tujuan bersama, kesepakatan bersama satu dalam pikiran menuju stau tujuan.
Ya Hyang Widhi, Engkau canangkan satu tujuan, tujuan bersama kami sekalian, kami adakan pemujaan dengan persembahan bersama, agar tujuan kami satu, seia dan sekata.

Doa Untuk Menutup Suatu Pertemuan:

Om dyauh santir antariksam santih prthiva santir apah santir osadhayah santih vanaspatayah santir visve devah santir brahma santih sarvam santih santir eva santih sa ma santir edhi. (Yayur Veda XXXVI.17)
Artinya:
Ya Hyang Widhi Yang Maha Kuasa, anugrahkanlah kedamaian di langit, damai di angkasa, damai di bumi, damai di air, damai pada tumbuh-tumbuhan, damai pada pepohonan, damai bagi para Dewata, damailah Brahma, damailah alam semesta, semogalah kedamaian senantiasa datang pada kami.

Arti Om Awighnam Astu sebagai doa kesuksesan

Arti Om Awighnam Astu sebagai doa kesuksesan


Om avighnam astu
Salam Om Swastyastu, namaste, Astungkara dan Om Avighnamastu, ditutup dengan Om shanti-Shanti-Shanti Om, merupakan doa mantra pendek, ringkas dan padat, yang sering diucapkan untuk mengaitkan Tuhan yang Maha suci dengan aktivitas manusia Hindu. Mantra atau doa sesungguhnya tidak lain ucapan dari keinginan manusia yang ditujukan kepada Hyang Widhi atau Ida Bhatara. Bahasa yang dipakai untuk menyampaikan keinginan itu, bisa dengan bahasa Bali (sehe), bahasa Kawi dan bahasa Sanskerta. Doa yang memakai bahasa Sanskerta sering disebut mantra. Sedangkan yang memakai bahasa Bali dan Kawi sering disebut sehe atau sesontengan. Jika memakai bahasa sanskerta cara mengucapkan dengan menyanyi (seronca atau sruti), sedangkan jika doa dengan bahasa Kawi maka ucapannya dengan menggunakan palawakia, dan jika berdoa dengan menggunakan bahasa Bali maka ucapannya seperti berkomunikasi biasa dengan orang yang lebih tinggi (bahasa halus).

Om Avighnamastu 

adalah salah satu doa sehari – hari yang digunakan dengan tujuan agar suatu kegiatan yang dilaksanakan berjalan lancer tanpa hambatan dan akhirnya menjadi sukses.

Om Awighnamastu
Mantra itu sering kata-katanya tidak dimengerti oleh sebagian besar orang dalam masyarakat. Justru disitulah memberikan nilai magis atau suasana kramat dan gaib, misalnya kata AUM atau Om atau Ong.

Om atau Ongkara adalah prenawa, yaitu simbol kehidupan. Dalam mantra om dianggap mempunyai kekuatan gaib. Kata Om dimaksudkan widyasakti dari Hyang Widhi yang merupakan dari unsur-unsur Tri Sakti yakni kesaktian untuk menciptakan disimbolkan dalam hurup atau ucapan Ang, kesaktian untuk memelihara atau menghidupkan disimbolkan dalam ucapan Ung, dan kesaktian untuk mengembalikan semua ciptaannya ke asalnya (pralina) diwujudkan dalam simbol ucapan atau hurup Mang. Gabungan ketiga bunyi inilah (Ang, Ung, Mang) berubah menjadi Om atau Ongkara. Ongkara adalah pranawa atau Bija Mantra dalam setiap doa atau mantra. Artinya setia memulai mengucapkan bait mantra, selalu didahului dengan Om.

Dalam wrespati kalpa disebutkan bahwa:
Om ng sarira, awi ng aksara, gna ng palinggihan, mastu ng pangulu, nama ng panugrahan, si ng surya, dem ng bulan. Samangkana kaweruhakna tingkah rangne, yatna kna sang hyang sastra, mwang palinggyanya. Iki lwir tandoh ring tkep putih maka palinggih sang hyang sastra sujati, hana usadhaning usadha, mangkana sloka ning dewek, OM.

Mungkin maksud kalimat tersebut adalah “……tubuh kita terdiri atas aksara suci yang merupakan tempat beliau (tuhan) berstana sehingga apa kehendak kita terpenuhi baik di siang atau malam…”

Sedangkan dalam Lontar Parta Adnyana Sura pada lembar 2a, disebutkan pula arti mantra “ Om Awighanam Astu Nama Sidham” bahwa
Om Awighnam berarti siang, Astu Nama Sidham artinya malam. Om Awighnam berarti mengetahui suka duka, juga berarti hidup mati, ada dan tiada, pembahasan ini mempunyai pengertian berbeda dalam satu kalimat (Rwa Bhineda).

Dalam ritual hindia juga terdapat kata “ Avighnam ” yaitu pada ritual samskaras. Dimana Sebagian besar dari para Brahmana yang digunakan untuk mengikuti ritual yang kompleks sehubungan dengan peristiwa besar dalam hidup mereka, seperti kehamilan, melahirkan, pendidikan, pernikahan, dan kematian.

Pada salah satu ritual besar tersebut yaitu Vidyarambha atau Akshararambha (Vidya berarti Pengetahuan dan Arambham berarti awal, harfiah Vidyarambha diartikan dimulainya studi) yang dilakukan baik ketika anak mencapai tiga atau lima tahun. Di lidah anak huruf "Hari Sri Ganapataye Namah Avignamastu" dan semua huruf ditulis dengan sepotong emas. Anak dibuat untuk menulis surat yang sama dari "Sri Hari" dan seterusnya dengan jari telunjuk pada beras mentah dalam bejana logam bel dan anak dibuat untuk mengucapkan setiap kata kalau ditulis. Inisiasi ke dunia huruf untuk anak biasanya dimulai dengan penulisan mantra 'Om Hari sri ganapataye namah. " 'Hari' mengacu pada Tuhan, 'sri,' menuju kemakmuran. Pada awalnya, mantra akan ditulis di atas pasir atau di nampan butir beras. Kemudian, guru akan menulis mantra di lidah anak dengan emas. Menulis di pasir menunjukkan praktik. Menulis pada butir menunjukkan penguasaan pengetahuan, yang mengarah ke kemakmuran. Menulis di lidah dengan emas memanggil rahmat Saraswathi, Dewi Belajar, dimana seseorang mencapai kekayaan pengetahuan sejati.

Jadi tidaklah salah kalau dibali, ditemukan pula Doa sebelum memulai suatu pekerjaan:

Om Awighnam Astu Namo Sidhham Om Sidhirastu Tad Astu Swaha
Yang artinya:
Ya Tuhan, semoga atas perkenanMu, tiada suatu halangan bagi hamba memulai pekerjaan ini dan semoga berhasil dengan baik. maksudnya, ucapan syukur bahwa kita selamat, atau memohon supaya diberi keselamatan dari suatu peristiwa yang sudah terjadi.

MENCINTAI PEKERJAAN Manusia yang bekerja disayang Tuhan (Hyang Widhi). Makin rajin, bersemangat, jujur dan berprestasi ia dalam bekerja maka makin sayanglah Tuhan kepadanya, sehingga pahala dari karma-nya pun berlimpah.

Manusia dapat bekerja dan berhasil baik jika ia mencintai pekerjaannya. Mencintai pekerjaan adalah sama dengan mencintai Tuhan. Mereka yang yakin bahwa bekerja dengan baik adalah perintah Tuhan maka ia akan sedih dan merasa malu bilamana hasil pekerjaannya tidak baik atau bila merugikan masyarakat,baik secara langsung maupun tidak langsung.