Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Agustus 2012

Kisah Hachiko, Anjing yang Mati Karena Kesetiaan.

Kisah ini Aku ambil berdasarkan kisah nyata, menurutku kisah ini sangat mengharukan jadi selamat membaca :)
hachiko


Seorang Profesor setengah tua tinggal
sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor
Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor
anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab
hubungan anjing dan tuannya itu sehingga
kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar
di universitas selalu menggunakan kereta api.. Hachiko pun setiap hari setia menemani
Profesor sampai stasiun. Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya
pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali. Dan ketika Profesor Ueno
kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu
dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.
Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang
dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar
rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.
Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang
profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya
malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia
yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan
untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-
mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan
jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama
Hachiko.
Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi
memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap
berangkat maupun pulang dari universitas. Kereta api datang tepat waktu. Bunyi
gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh
dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal
dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua
pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya
yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan
setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.
Setelah mengelus dengan kasih saying kepada anjingnya layaknya dua orang
sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari
tepian balkon ke arah menghilangnya
profesor dalam kereta, seakan dia ingin
mengucapkan,” saya akan menunggu tuan
kembali.”
“Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana
ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu
ini pulang!” teriak pegawai kereta setengah
berkelakar.
Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko
menyambut dengan suara agak
keras,”guukh!”
Tidak berapa lama petugas balkon meniup
peluit panjang, pertanda kereta segera
berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit
panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap
melepas kepergian profesor tuannya dengan
gonggongan ringan. Dan didahului semburan
asap yang tebal, kereta pun berangkat.
Getaran yang agak keras membuat salju-salju
yang menempel di dedaunan sekitar stasiun
sedikit berjatuhan.
Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal
mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan
penelitian di laboratorium. Karena itu begitu
selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap
memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang
sangat dingin di luar menerpa Profesor yang
kebetulah lewat koridor kampus.
Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di
dadanya. Seorang staf pengajar yang lain
yang melihat Profesor Ueno limbung segera
memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari
hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi
heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter
yang memeriksanya menyatakan Profesor
Ueno menderita penyakit jantung, dan siang
itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan
menyadarkan kembali Profesor. Namun
tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor
Ueno meninggal dunia.
Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka
datang ke kampus dan memutuskan
membawa jenazah profesor ke kampung
halaman mereka, bukan kembali ke rumah
Profesor di Shibuya.
Menjelang malam udara semakin dingin di
stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap
bergeming dengan menahan udara dingin
dengan perasaan gelisah. Seharusnya
Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil
mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko
mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa
orang yang ada di stasiun merasa iba dengan
kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan
mencoba menghiburnya, namun tetap saja
tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.
Malam pun datang. Stasiun semakin sepi.
Hachiko masih menunggu di situ. Untuk
menghangatkan badannya dia meringkuk di
pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil
sesekali melompat menuju balkon setiap kali
ada kereta datang, mengharap tuannya ada
di antara para penumpang yang datang. Tapi
selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor
Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga
esoknya, dua hari kemu dian , dan berhari-
hari berikutnya dia tidak pernah datang.
Namun Hachiko tetap menunggu dan
menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya
kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.
Para pegawai stasiun yang kasihan melihat
Hachiko dan penasaran kenapa Profesor
Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari
tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar
bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia,
bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.
Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko
bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi
dan membujuk agar dia tidak perlu
menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan
tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap
menunggu dan menunggu tuannya di stasiun
itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti
akan kembali. Semakin hari tubuhnya
semakin kurus kering karena jarang makan.
Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor
anjing yang setia terus menunggu tuannya
walaupun tuannya sudah meninggal. Warga
pun banyak yang datang ingin melihatnya.
Banyak yang terharu. Bahkan sebagian
sempat menitikkan air matanya ketika melihat
dengan mata kepala sendiri seekor anjing
yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk
menunggu tuannya yang sebenarnya tidak
pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu
ada yang memberi makanan, susu, bahkan
selimut agar tidak kedinginan.
Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station
setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana
dia biasa menunggu kepulangan tuannya.
Namun hari-hari itu adalah saat dirinya
tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba.
Dan di suatu pagi, seorang petugas
kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor
kepada pegawai keamanan. Sejenak kemu
dian suasana menjadi ramai. Pegawai itu
menemukan tubuh seekor anjing yang sudah
kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu.
Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko
sudah mati. Kesetiaannya kepada sang
tuannya pun terbawa sampai mati.
Warga yang mendengar kematian Hachiko
segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya.
Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang
kesetiaan anjing itu. Mereka ingin
menghormati untuk yang terakhir kalinya.
Menghormati sebuah arti kesetiaan yang
kadang justru langka terjadi pada manusia.
Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk
mengenang kesetiaan anjing itu mereka
kemu dian membuat sebuah patung di dekat
stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di
sekitar patung itu sering dijadikan tempat
untuk membuat janji bertemu. Karena
masyarakat di sana berharap ada kesetiaan
seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiku
saat mereka harus menunggu maupun janji
untuk datang. Akhirnya patung Hachiku pun
dijadikan symbol kesetiaan. Kesetiaan yang
tulus, yang terbawa sampai mati.

Senin, 30 Juli 2012

Perumpamaan Kelereng Dalam Bejana

Sebuah masalah, seumpama sebuah kelereng di dalam tabung bejana. Masukkan 1 kelereng ke dalamnya dan aduklah dengan sendok. Adukan sendok belum tentu membuat sentripetal kelereng terlempar keluar dari dalam kelereng. Tetapi coba kita masukkan lagi hingga terdapat 2 - 3 kelereng. Maka adukan itu akan membuat salah satu kelereng terlempar keluar, bahkan ketiga kelereng bisa terlempar semuanya " keluar " dari dalam bejana, karena kinematika vektor membuat percepatan arah kelereng bergerak melompatkan keluar dari sumbu index nya.

Sama seperti hidup.

Ketika anda mempunyai 1 masalah ( kelereng ). Anda aduk. Maka masalah itu masih tetap ada. Tidak akan keluar dari kubangan bejana. Tetapi ketika anda ditambahkan 2 masalah ( kelereng ) di dalam bejana. Maka ( biasanya ) anda akan tetap mengeluh. Tetapi ketika masalah itu terus menerus di aduk oleh waktu, sistem, dan keadaan. Maka masalah itu seperti sebuah tumbukan yang saling berlawanan. Sehingga semua masalah akan " keluar " dari dalam bejana / dirimu. Sehingga anda menjadi bebas masalah. Anda tak akan menyadari ketika hukum alam menguasai dirimu. Namun kinematika alam telah mengajarkan konsep, bahwa putaran sumbu poros alam semesta, akan menguasai hidup kita.

Bagaimana contoh-contoh yang lain ?
Sudu - sudu turbin, kipas angin, Jam dinding, kapal selam, helikopter, sepeda pancal, ban becak, ruji-ruji, gear box, sproket, mesin jahit, dll ... apapun kinematika dan dinamika , akan menjadi pemicu keseimbangan pengertian permasalahan hidup buat anda semuanya.

Senin, 23 Juli 2012

Tragedi Tampomas II.. Ketika Laut Jawa Merenggut Nyawa!

Apakah anda pernah mendengar syair indah berjudul 'Celoteh Camar Tolol Dan Cemar' karya Iwan Fals? tentang sebuah kapal penumpang yang terbakar dan tenggelam di laut jawa? Seperti "Api menjalar dari sebuah kapal, Jerit ketakutan Keras melebihi gemuruh gelombang, Yang datang. Asap kematian, Dan bau daging terbakar, Terus menggelepar dalam ingatan.". Ya, ini adalah Kecelakaan KMP Tampomas II tahun 1981.


- - -

KMP Tampomas II adalah kapal
penumpang milik Pelni (Pelayaran
Nasional Indonesia) yang
mengalami kebakaran dan
tenggelam di sekitar Kepulauan
Masalembo di (114 25′60″BT
— 5 30′0″LS) Laut Jawa. Kapal
yang dinakhodai oleh Kapten
Rivai ini sedang menempuh
perjalanan dari Jakarta menuju
Sulawesi dan karam pada tanggal
27 Januari 1981.

KMP Tampomas II bertolak dari Dermaga Tanjung Priok hari Sabtu, 24 Januari 1981 Pukul 19.00 WIB dengan tujuan Sulawesi, perjalanan seyogyanya memakan waktu 2 hari 2 malam di atas laut, sehingga diperkirakan hari Senin, 26 Januari 1981 Pukul 10.00 WIB akan tiba. Kapal membawa Puluhan Kendaraan Bermotor termasuk Mesin Giling SAKAI, Skuter Vespa, dll yang diletakkan di Cardeck.

Berdasarkan Data Manifest Kapal
menyebutkan, terdapat 191 Mobil
dan 200 Motor di atas kapal. Dalam
Pelayaran tersebut, sebanyak
1055 Penumpang Terdaftar dan
82 Awak Kapal berada di atas
kapal. Estimasi Total Penumpang
adalah 1442 termasuk
penumpang gelap.

24 Januari malam, tidak terjadi
apa-apa. Yang terlihat hanyalah
awan senja yang memukau dan
pemandangan Laut Jawa yang
datar. Namun diakui ombak
Januari memang sangat besar
dibandingkan di bulan-bulan lain,
ombak setinggi 7-10 meter
dengan kecepatan angin 15 knot
sangat wajar terjadi.

Di dalam kapal sendiri
direncanakan sebuah Acara Show
di Bar Kapal dengan Penyanyi Ida
Farida dari Band Kapal. Namun
berbagai tanda keanehan terjadi,
diantaranya dibawakannya Lagu
Salam Perpisahan oleh seorang
yang bernama Ferry, yang
kemudian tidak diketahui
keberadaannya.

25 Januari pagi, keadaan
berlangsung seperti biasa. Namun,
25 Januari Malam, sekitar Pukul
20.00 WITA, dalam kondisi badai
laut yang hebat, beberapa bagian
mesin mengalami kebocoran
bahan bakar, dan puntung rokok
yang berasal dari ventilasi
menyebabkan percikan api.

Para kru melihat dan mencoba
memadamkannya menggunakan
tabung pemadam portabel, namun
gagal. Api semakin menjalar ke
kompartemen mesin karena pintu
dek terbuka. Akibatnya selama 2
jam tenaga utama mati, dan
generator darurat pun gagal
(Failure) dan usaha pemadaman
pun dihentikan karena sudah
tidak memungkinkan.

Ditambah dengan bahan bakar yang ternyata masih terdapat disetiap kendaraan, menyebabkan api merambat dan membakar semua Dek dengan cepat.

30 menit setelah api muncul, para
penumpang diperintahkan menuju
dek atas dan langsung menaiki
sekoci. Namun hal ini berlangsung
lambat, karena hanya ada 1 pintu
menuju dek atas. Begitu berada di
dek atas, para ABK dan Mualim
Kapal tidak ada yang
memberitahu arah dan lokasi
sekoci. Beberapa ABK bahkan
dengan egois menurunkan sekoci
bagi dirinya sendiri. Dari 6
sekociyang ada, masing-masing
hanya berkapasitas 50 orang.
Sebagian penumpang nekat terjun
bebas ke Laut, dan sebagian lagi
menunggu dengan panik
pertolongan selanjutnya.

...

Hingga akhirnya pada tanggal 26 Januari pagi, Laut Jawa dilanda hujan yang sangat deras. Api mulai menjalar ke ruang mesin di mana terdapat bahan bakar yang tidak terisolasi.

Akibatnya pagi hari tanggal 27
Januari, terjadi ledakan di ruang
mesin dan membuatnya penuh
oleh air laut. Ruang Propeller dan
Ruang Generator turut pula terisi
air laut, yang mengakibatkan
Kapal miring 45 derajat.

Akhirnya pada siang hari tanggal
27 Januari 1981 Pukul 12.45 WIB
atau Pukul 13.45 WITA (sekitar 30
jam setelah percikan api pertama),
KMP Tampomas II tenggelam ke
dasar Laut Jawa untuk selamanya,
bersama 288 korban tewas di Dek
Bawah.


...

Seluruh penumpang yang
terdaftar berjumlah 1054 orang,
ditambah dengan 82 awak kapal.
Namun diperkirakan keseluruhan
penumpang berjumlah 1442
orang, termasuk sejumlah
penumpang gelap. Tim
penyelamat memperkirakan 431
orang tewas (143 mayat
ditemukan dan 288 orang hilang
bersama kapal), sementara 753
orang berhasil diselamatkan.
Sumber lain menyebutkan angka
korban yang jauh lebih besar,
hingga 666 orang tewas.

- - - -

Sebuah fakta menyebutkan, jika kapal ini telah usang dan sudah dipakai selama 25th. Sementara menurut awak kapal, sebelum bertolak kapal ini mengalami kebocoran mesin!

Jumat, 20 Juli 2012

Kisah Induk Lumba-Lumba Terus Menggendong Jasad Bayinya Berhari-hari

Ini benar-benar Kisah yang sangat mengharukan. Seekor induk lumba-lumba tak mampu menyembunyikan kesedihannya ditinggal pergi anaknya yang mati. Hampir selama tiga hari, lumba-lumba itu ‘menggendong’ jasad sang anak agar tak tenggelam ke dasar laut.
Induk lumba-lumba itu terlihat membawa bayinya sepanjang 1,5 meter. Dengan menggunakan siripnya, si lumba-lumba membawa jasad anaknya di perairan Teluk Sanniang di selatan Cina.
Ketika mendekati lumba-lumba tersebut, nelayan setempat menyadari bahwa sang bayi lumba-lumba ternyata sudah mati. Ada luka goresan sepanjang 30 cm pada perutnya.
Dari kulitnya yang terlihat masih merah muda, anak lumba-lumba itu diperkirakan baru lahir. Bayi lumba-lumba diyakini sudah mati tiga hari lalu.
Sang induk berusaha mempertahankan jasad anaknya tetap berada di permukaan laut.
”Jasad bayi lumba-lumba itu tenggelam tujuh sampai delapan kali akibat terkena terpaan gelombang,” kata Luo Lieqiangre, nelayan setempat, seperti dikutip The Sun. ”Tapi, sang induk berhasil membawanya kembali ke permukaan laut dengan menggunakan siripnya. Sang induk siang malam menggedong jasad bayinya.”


Foto: Induk Lumba-Lumba Terus Menggendong Jasad Bayinya Berhari-hari  ♥ member yang baik pasti meninggalkan likenya setelah membaca ♥  Ini benar-benar mengharukan. Seekor induk lumba-lumba tak mampu menyembunyikan kesedihannya ditinggal pergi anaknya yang mati. Hampir selama tiga hari, lumba-lumba itu ‘menggendong’ jasad sang anak agar tak tenggelam ke dasar laut. Induk lumba-lumba itu terlihat membawa bayinya sepanjang 1,5 meter. Dengan menggunakan siripnya, si lumba-lumba membawa jasad anaknya di perairan Teluk Sanniang di selatan Cina. Ketika mendekati lumba-lumba tersebut, nelayan setempat menyadari bahwa sang bayi lumba-lumba ternyata sudah mati. Ada luka goresan sepanjang 30 cm pada perutnya. Dari kulitnya yang terlihat masih merah muda, anak lumba-lumba itu diperkirakan baru lahir. Bayi lumba-lumba diyakini sudah mati tiga hari lalu. Sang induk berusaha mempertahankan jasad anaknya tetap berada di permukaan laut. ”Jasad bayi lumba-lumba itu tenggelam tujuh sampai delapan kali akibat terkena terpaan gelombang,” kata Luo Lieqiangre, nelayan setempat, seperti dikutip The Sun. ”Tapi, sang induk berhasil membawanya kembali ke permukaan laut dengan menggunakan siripnya. Sang induk siang malam menggedong jasad bayinya.”  -B O Z

Rabu, 18 Juli 2012

Kisah-kisah bocah yang bikin gempar dunia

Kisah perjuangan 7 anak kecil yang bener-benar telah membuatku terharu...bagaimana seorang anak memperjuangkan hak-hak nya untuk tetap bisa diterima dilingkungan masyarakat karena mengidap HIV...sungguh suatu perjuangan yang layak mendapat apresiasi...bener-bener mengharukan....baca detailnya dibawah....

1.Nkosi Johnson,1989 - 2001
lahir pada tahun 1989 di johanesburg.ia tidak pernah tahu ayahnya.Nkosi telah Mengidap HIV positif semenjak lahir,dia diadopsi oleh Gail johnson.Nkosi johnson mulai memjadi perhatian publik pada tahun 1997,ketika sebuah sekolah dasar dikota melville johannesburg menolak untuk menerimanya sebagai murid dikarenakan penyakit HIV-positif yang dia derita.kejadian tersebut menyebabkan kehebohan ditingkat tertinggi politik afrika selatan,konstitusi melarang deskriminasi atas dasar status medis.Nkosi adalah inti pembicaraan di 13 Konferensi AIDS Internasional, di mana ia mendorong korban AIDS yang akan terbuka tentang penyakit dan untuk mendapatkan perlakuan yang sama.ini adalah cuplikan kata sambutan Nkosi:

"kita semua manusia yang sama, Kami memiliki tangan, Kami memiliki kaki, Kami dapat berjalan, kami dapat berbicara, kami memiliki kebutuhan seperti orang lain,jangan takut kepada kami,karena kita semua sama"
Nelson Mandela menyebut Nkosi sebagai "ikon perjuangan untuk hidup".

Bersama dengan ibu angkat, Nkosi mendirikan sebuah tempat perlindungan HIV positif untuk ibu dan anak-anak mereka, Nkosi Haven's, di Johannesburg.Pada bulan November 2005, Gail mewakili Nkosi ketika ia menerima Hadiah Perdamaian internasional anak dari tangan Mikhail Gorbachev. Nkosi's Haven menerima US $ 100.000 hadiah uang dari Yayasan KidsRights serta patung yang telah menamai Nkosi di Nkosi Johnson's kehormatan.kehidupan nkosi adalah subjek dari buku Kami oleh Jim Woote.

2.Hector Pieterson,1964 - 1976
Hector Pieterson (1964 - 16 Juni 1976) menjadi ikon gambar pada tahun 1976 tentang pemberontakan apartheid di Afrika Selatan ketika berita foto oleh Sam Nzima tentang kematian Hector yang sedang digendong oleh temannya, telah diterbitkan di seluruh dunia. Dia dibunuh pada usia 12 tahun ketika polisi menembaki siswa yang berunjuk rasa. 16 juni berdiri sebagai simbol perlawanan terhadap kekejaman dari pemerintah apartheid. Saat ini, diketahui sebagai Hari Nasional Pemuda - sehari di Afrika Selatan yang menghormati kaum muda dan membawa perhatian terhadap kebutuhan mereka.

16 juni 2002,telah diresmikan sebuah museum Hector Pieterson di dekat tempat dia di Orlando Barat.
gambar dibawah adalah Sam Nzima 16 juni 1976 foto dari Mbuyisa Makhubo membawa Hector Pieterson, diiringi oleh Hector's saudara, Antoinette.

3.Iqbal Masih,1982 – 1995
Iqbal Masih adalah seorang anak laki-laki Pakistan umur 4 tahun yang telah dijual ke industri karpet sebagai budak dengan harga US$12. Dia disuruh bekerja selama dua belas jam perhari. Karena jam kerja yang lama dan keras,kurang makanan dan perawatan, Iqbal memiliki tubuh yang sangat kecil. Pada usia dua belas tahun, Iqbal bertubuh tak layaknya anak laki-laki yang baru berusia 6 tahun. Pada usia 10 tahun, dia melarikan diri dari perbudakan brutal dan kemudian bergabung dengan Front Pembebasan Buruh bond Pakistan untuk membantu menghentikan pekerja anak di seluruh dunia,iqbal meolong lebih dari 3.000 anak Pakistan lepas dari perburuhan,escape to freedom.

Dia telah dibunuh pada hari Minggu Easter 1995. Diduga oleh banyak pihak bahwa ia telah dibunuh oleh anggota "Carpet Mafia" karena ia membawa publisitas terhadap pekerja anak di industri.

Pada tahun 1994, Iqbal telah dianugerahkan Reebok Human Rights Award. Pada tahun 2000, ketika Hadiah untuk Hak-hak Anak dibentuk, dia diberikan hadiah ini sebagai salah satu laureates.

4.Thandiwe Chama,1991
thandiwe Chama adalah gadis Zambia berusia 16 tahun,dia memperoleh scooped the 2007 International Children’s menyingkirkan 28 nominasi lainnya dari seluruh dunia.hadiah yang prestasius tersebut diberikan kepada thandiwe pada hari minggu oleh pemenang hadiah nobel perdamaian betty williams and Live8 inisiator,sir bob geldof.hadiah berupa patung "the Nkosi" dan uang sebesar 100.000 Euro.

Pada tahun 1999 ketika thandiwe berusia 8 tahun,sekolahnya ditutup karena tidak ada guru,thandiwe beserta 60 anak lainnya berjalan mencari sekolah lainnya.akhirnya semua anak-anak tersebut ditampung di the Jack Cecup School.diperkuat dengan prestasinya,thandiwe selalu meneriakkan tentang hak-hak anak sekolah untuk mendapatkan pendidikan yang layak.thandiwe terus bersuara,misalnya dengan berbicara didepan gereja tentang anak-anak dan AIDS,tetapi masalah tidak selalu mudah dibahas di gereja.bersama dengan temannya dia menulis dan mengilustrasi sebuah buku yang berjudul "the chicken with AIDS" yang menceritakan tentang kisah anak-anak penderita AIDS.

"Ini sangat penting untuk mengetahui bahwa anak juga mempunyai hak. Di sekolah saya belajar tentang hak. Dan kemudian saya tahu bahwa ini adalah sesuatu yang ingin saya untuk memerangi. Karena jika anak-anak telah diberi kesempatan, mereka yakin dapat berkontribusi di dunia ini membuat tempat yang lebih baik. "- Thandiwe Chama

5.Om Prakash Gurjar,1992
Pada usia lima tahun,dia diambil dari orang tuanya dan bekerja diladang selama 3 tahun.setelah itu dia menjadi aktivis di Bachpan Bachao Andolan,dia berkampanye tentang pendidikan gratis di rajasthan.dia kemudian membantu mendirikan sebuah network yang dikenal dengan nama "child friendly villagesâ€,tempat anak-anak yang dihormati dan hak-hak pekerja anak tidak diperbolehkan. Dia juga mengatur network yang bertujuan untuk memberikan semua anak-anak yang lahir sertifikat sebagai salah satu cara untuk membantu melindungi mereka dari eksploitasi. Dia juga bekerja untuk memastikan anak-anak diberikan akte kelahiran. Dia mengatakan registrasi tersebut merupakan langkah pertama menuju enshrining hak anak-anak, membuktikan usia mereka, dan untuk membantu melindungi mereka dari perbudakan, perdagangan, perkawinan atau dipaksa melayani anak sebagai tentara.
Dia telah dianugerahkan Internasional Anak Hadiah Perdamaian oleh mantan Presiden Afrika Selatan FW de Klerk, yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1993.

6.Samantha Smith,1972 – 1985
Samantha Reed Smith adalah siswi Amerika dari Manchester, samantha menjadi terkenal di era Perang dingin Amerika dan Uni Soviet. Pada bulan November 1982, ketika Smith berusia 10 tahun, dia menulis surat kepada pemimpin Uni Soviet Yuri Andropov,dia menanyakan mengapa hubungan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat begitu menegangkan.kemudian surat tersebut dimuat koran Soviet di Pravda. Samantha sangat senang mengetahui bahwa surat itu telah diterbitkan, Namun, dia tidak mendapatkan balasan. Dia kemudian mengirim surat ke Uni Soviet's di Duta Besar Amerika Serikat untuk menanyakan apakah ada respon dari tuan Andropov. Pada tanggal 26 April 1983, ia mendapatkan respon dari Andropov.

Smith menarik perhatian media luas di kedua negara tersebut sebagai "Goodwill Ambassador", dan menjadi dikenal sebagai "Duta Besar Amerika Serikat yang lebih muda" berpartisipasi dalam kegiatan perdamaian di Jepang. Dia menulis sebuah buku dan co-bintang dalam serial televisi, sebelum kematiannya pada usia 13 tahun di Bar Harbor Airlines Penerbangan 1808 pesawat crash.

7.Anne Frank,1929 – 1945
para pembaca pasti pernah dengar tentang kehebohan diary anne frank..
Annelies Marie "Anne" Frank (12 Juni 1929 – Februari/Maret 1945) adalah seorang perempuan kaum Yahudi yang menulis sebuah buku harian ketika ia bersembunyi bersama keluarga dan empat temannya di Amsterdam semasa pendudukan Nazi di Belanda pada Perang Dunia II. Setelah bersembunyi selama dua tahun, grup mereka dikhianati dan mereka dibawa ke kamp konsentrasi yang mengakibatkan seluruhnya tewas kecuali Otto, ayah Anne. Otto kembali ke Amsterdam dan dia menemukan buku harian anaknya. Karena yakin akan uniknya catatan tersebut, Otto berusaha mempublikasikannya.

Buku harian tersebut diberikan kepada Anne pada ulang tahunnya yang ketiga belas dan mencatat rentetan peristiwa-peristiwa kehidupan Anne dari 12 Juni 1942 hingga catatan terakhir pada 1 Agustus 1944. Akhirnya buku harian itu diterjemahkan dari bahasa Belanda ke berbagai bahasa dan menjadi salah satu buku yang paling banyak dibaca di dunia. Beberapa produksi teater dan film juga mengangkat tema diari ini. Buku harian yang digambarkan sebagai karya yang dewasa dan berwawasan ini menyodorkan potret kehidupan sehari-hari yang mendalam di bawah pendudukan Nazi; melalui tulisannya, Anne Frank menjadi salah satu korban Holocaust yang paling banyak dibicarakan.

urban Legend Seorang Pria Di Jepang Nekat Bunuh Diri

Kasus bunuh diri memang
tidak ada habisnya, kali ini
ada sebuah insiden bunuh diri
yang sangat mengerikan di
Jepang, insiden bunuh diri kali
ini bertempat di sebuah stasiun kereta di Jepang,
dimana ada seorang pria yang
sangat nekat melompat di
depan kereta api yang
sedang melaju cepat melewati
stasiun, ini adalah salah satu cara bunuh diri yang paling
mengerikan di Jepang, insiden
ini mempunyai dampak yang
lebih besar, dampak tersebut
ialah kerusakan organ di
dalam tubuh korban. Kisah ini berawal di sebuah
stasiun kereta di malam hari
tepat di tengah kerumunan
orang-orang yang sedang
menunggu kereta, saat itu
ada sebuah kereta yang melintas sangat cepat
melewati stasiun, tiba-tiba
saja ada seorang pria tanpa
sebab nekat melompat kearah
kereta yang sedang melaju
dan kemudian pria itu tertabrak kereta dan tewas
seketika, tubuhnya sangat
mengenaskan, kepala pria itu
terpisah dari tubuhnya.
Banyak sekali orang-orang
yang menyaksikan kejadian yang sangat mengerikan itu di
stasiun dan mereka semua
dalam keadaan panik dan
syok. Pria yang tewas
mengenaskan itu sekitar
berumur 30 tahun mengenakan pakaian santai
berwarna putih dan memakai
jeans. Sayangnya untuk
mengenal identitasnya, pria ini
tidak membawa sebuah
dompet atau pun kartu penduduk, banyak sekali
orang yang di stasiun tidak
mengenalinya,siapakah pria ini?. Media pun mulai mengumumkanya di televisi,
tetapi tetap saja tidak ada
dari pihak keluarga yang
datang dan mengakui siapa
pria ini? Mayat pria ini
kemudian di simpan di rumah sakit Jepang sampai ada pihak
dari keluarga yang datang
untuk membawanya dan
sampai detik ini belum ada
yang mengambilnya.Mungkin dari kalian ada yang
mengenalinya? Siapakah
pria ini?

Foto: urban Legend Seorang Pria Di Jepang Nekat Bunuh Diri  [03:35 PM, 09-Oct-11]  Kasus bunuh diri memang tidak ada habisnya, kali ini ada sebuah insiden bunuh diri yang sangat mengerikan di Jepang, insiden bunuh diri kali ini bertempat di sebuah stasiun kereta di Jepang, dimana ada seorang pria yang sangat nekat melompat di depan kereta api yang sedang melaju cepat melewati stasiun, ini adalah salah satu cara bunuh diri yang paling mengerikan di Jepang, insiden ini mempunyai dampak yang lebih besar, dampak tersebut ialah kerusakan organ di dalam tubuh korban. Kisah ini berawal di sebuah stasiun kereta di malam hari tepat di tengah kerumunan orang-orang yang sedang menunggu kereta, saat itu ada sebuah kereta yang melintas sangat cepat melewati stasiun, tiba-tiba saja ada seorang pria tanpa sebab nekat melompat kearah kereta yang sedang melaju dan kemudian pria itu tertabrak kereta dan tewas seketika, tubuhnya sangat mengenaskan, kepala pria itu terpisah dari tubuhnya. Banyak sekali orang-orang yang menyaksikan kejadian yang sangat mengerikan itu di stasiun dan mereka semua dalam keadaan panik dan syok. Pria yang tewas mengenaskan itu sekitar berumur 30 tahun mengenakan pakaian santai berwarna putih dan memakai jeans. Sayangnya untuk mengenal identitasnya, pria ini tidak membawa sebuah dompet atau pun kartu penduduk, banyak sekali orang yang di stasiun tidak mengenalinya,siapakah pria ini?. Media pun mulai mengumumkanya di televisi, tetapi tetap saja tidak ada dari pihak keluarga yang datang dan mengakui siapa pria ini? Mayat pria ini kemudian di simpan di rumah sakit Jepang sampai ada pihak dari keluarga yang datang untuk membawanya dan sampai detik ini belum ada yang mengambilnya.Mungkin dari kalian ada yang mengenalinya? Siapakah pria ini?

Minggu, 15 Juli 2012

Takijiro Ohnishi, Sang Penggagas Kamikaze


Ohnishi tiba di Mabalacat.
Tampak sejumlah prajurit menyambutnya.




Laksamana Jepang penggagas serangan bunuh diri kamikaze ini lahir di Hyogo pada tahun 1891. Dia lulus dari Akademi AL tahun 1912, dan sejak awal perwira muda ini sudah memperoleh pelatihan untuk merintis penerbangan AL, antara 1915 hingga 1918. Sehingga tidak heran apabila Takijiro Ohnishi dalam kariernya di AL, lebih banyak berhubungan dengan kekuatan udara AL Jepang. Selama dua tahun ditempatkan di Inggris dan Perancis sebagai resident officer(1918-20), Ohnishi banyak mengamati dan belajar tentang pembangunan kekuatan udara AL kedua negara Eropa tadi.

Sekembalinya di Jepang, dia menjadi instruktur di Sekolah Udara AL di Kasumiga Ura, kemudian diangkat sebagai komandan Kesatuan Udara AL di Sasebo (1926). Dari pangkalan udara AL di darat, Ohnishi tahun 1928 dipindahkan ke kapal induk Hosho, untuk memimpin sayap udara di kapal ini. Selanjutnya dia pernah menjadi staf Armada Ketiga yang bermarkas di Shanghai, yang waktu itu (1932) mulai dikuasai Jepang. Dia aldif dalam perencanaan serangan udara terhadap berbagai sasaran di China. Tahun 1935 Ohnishi termasuk perwira AL yang gigih mengusulkan agar kapal induk dimasukkan sebagai unsur pokok kekuatan serang dalam armada, karena dia percaya sekali dengan potensi kekuatan udara kapal induk.

Takijiro Ohnishi dengan pangkat laksamana muda awal 1941 diangkat sebagai Kastaf Armada Udara Kesebelas. Bersama Commander Minoru Genda dan pemikir AL lainnya, Ohnishi terlibat dalam studi rahasia tentang kemungkinan penyerangan terhadap Pearl Harbor, yang kemudian jadi dilaksanakan pada 7 Desember 1941. Begitu perang pecah, maka pasukan udaranya melancarkan rangkaian serangan yang menghancurkan kekuatan udara Amerika di Filipina.

Selanjutnya sebagai laksamana madya, tahun 1943 dia ditugasi memimpin Armada Udara Pertama di Filipina pada Oktober 1944, dengan tugas utama menggagalkan invasi Amerika. Dalam posisi memegang komando inilah, Laksamana Ohnishi dapat mewujudkan gagasannya mengenai pembentukan resmi kesatuan khusus serangan bunuh diri atau kamikaze untuk melawan serbuan Amerika di Teluk Leyte. Dalam mendesakkan gagasan tersebut, Ohnishi dipengaruhi sekali oleh campuran antara kepercayaan mistis dan perhitungan praktis akan kemungkinan hasilnya. Kultus atau filosofi mengenai Bushido yang dianutnya, mengajarkan tentang kesetiaan mutlak, kepatuhan, serta pengorbanan diri. Dan itulah yang menjiwai kamikaze.

Harakiri

Perwira tinggi AL ini termasuk yang berpegang teguh pada sikap untuk berperang sampai mati. Ketika pada Mei 1945 diangkat sebagai Wakil Kastaf dari Staf Umum AL Kekaisaran, maka Ohnishi mendukung keras dilanjutkannya perang, padahal kondisi jelas menunjukkan Jepang kehabisan harapan. Karena itu tatkala mendengar siaran takluknya Jepang yang disampaikan Kaisar pada 15 Agustus, dia pun bunuh diri pada pagi-pagi 16 Agustus, setelah malam harinya mengundang sejumlah perwira stafnya untuk jamuan perpisahan di kediamannya.

Asisten Ohnishi membacakan penyerahan Jepang kepada
Sekutu dan disusul harakiri Onishi keesokan harinya.
Pagi itu ajudannya dikabari bahwa Laksamana Ohnishi telah melakukan harakiri, ritual bunuh diri. Ajudan bergegas ke rumah laksamana, dan menemukannya dalam keadaan sekarat namun masih sadar. Ohnishi telah menyobek perutnya dan kemudian berusaha memotong lehernya sendiri, Namun tampaknya kurang berhasil karena dia tidak memiliki tenaga lagi. Dia melarang ajudan untuk mencari pertolongan medis maupun membantunya mempercepat kematian. Dengan sengaja dia membiarkan did menderita sampai scat kematiannya tiba pada senja hari pukul 18.00.

Menjelang melakukan ritual harakiri, Ohnishi sempat menuliskan pesan terakhirnya, yang antara lain menyatakan pujian dan penghargaannya terhadap jiwa-jiwa para pilot kamikaze. “Mereka bertempur dan gugursecara gagah berani, dengan kepercayaan terhadap kemenangan akhir kita. Dalam kematian, saya berharap dapat berdamai dengan kegagalan saya dalam ikut mencapai kemenangan, dan saya mohon maaf terhadap jiwa para penerbang yang telah gugurserta keluarga mereka yang berduka. Saya harapkan kaum muda Jepang menemukan moral dalam kematian saya….”

Diperkirakan sekitar 2.550 sorti penerbangan serangan bunuh did kamikaze dilakukan dari 25 Oktober 1944 sampai berakhirnya perang 15 Agustus 1945. Sebanyak 363 serangan kamikaze menemui sasaran atau nyaris mengenai tetapi tetap menimbulkan kerusakan pada kapal yang diserang. Dad serangan itu, tak kurang dari 71 kapal Sekutu dikirim ke dasar laut atau pun hancur tak mungkin diperbaiki lagi. Lebih dari 6.600 personel Sekutu dilaporkan terbunuh akibat serangan kamikaze. (rb)